Blog Terbaru

Murid Sejati

Pada libur akhir Tahun 2007 lalu, aku menyempatkan diri -- disuruh -- untuk membaca sebuah buku selama liburan. Karena berlibur, otomatis saja bukunya dibawa bergerilya kemana-mana, dari satu kota ke kota lain, turun-naik kendaran umum di sekitar Pulau Jawa. Judul buku tersebut adalah "Murid Sejati". Buku yang ditulis oleh Dr. Paul W. Powel, Seorang Pendeta di Gereja Baptis Green Acres di Tyler ini memberikan pengertian yang menyegarkan mengenai Tiga Belas Aspek Penyerahan Diri Kepada Kristus. Tulisan Powel ini memberikan dorongan, tantangan dan sangat berguna. Sejujurnya, beberapa tahun sebelumnya, aku sudah membacanya sepintas lalu, tetapi aku segera melupakan pesannya yang sangat menggugah itu. Oleh sebab itu, pada pembacaan kedua terhadap buku ini, aku ingin meringkas kandungan pemikiran di dalamnya yang sangat berpengaruh itu untuk dibagikan.

Benarkah Kristus telah lahir?

Saya membaca susunan acara tepatnya aksi natal di sebuah gereja yang
kebetulan saya singgah. Gereja ini mengajak saudara kita yang kurang
beruntung hidupnya untuk ikut bersuka-cita dalam menyambut Natal.
Mereka berkunjung dan mengadakan perayaan Natal dengan membagi-
bagikan hadiah juga sembako di panti asuhan, panti jompo, orang-orang
cacat, tuna wisma, penjara, di perumahan kumuh, dan semua itu di filmkan.

Saya melihat saudara-saudara kita yang kurang beruntung tadi begitu
bahagia, nampak di wajah mereka saat mereka bertepuk tangan dan menyanyi
mengikuti lagu natal yang dinyanyikan.

Spirit Christmas

Christmas is drawing near;
peace fills the air,
and the nights are suddenly still.
Silvery stars shine on high
to enliven the winter sky.
And I want you to know that
each time the church bells peal
to herald the season,
and in every smile I see
and every act of kindness I witness,
I think about you,
and the spirit of Christmas shines through.
I only wish that I could be there
to share the glory of the holiday with you.
I'm saying a Christmas prayer
in hopes that you'll have a wonderful

Lessons of Life...

I feared being alone
until I learned to like
myself.

I feared failure
until I realized that I only
fail when I don't try.

I feared success
until I realized
that I had to try
in order to be happy
with myself.

I feared people's opinions
until I learned that
people would have opinions
about me anyway.

I feared rejection
until I learned to
have faith in myself.

I feared pain
until I learned that
it's necessary
for growth.

I feared the truth
until I saw the
ugliness in lies.

I feared life
until I experienced
its beauty.

I feared death
until I realized that it's

time to change...

Rahasia terbesar untuk dapat berurusan dengan waktunya Tuhan adalah mengerti dari perubahan. Kita ingin memiliki postur tubuh yang altetis? Pekerjaan yang lebih baik? Ingin kuliah kembali? Menemukan special friend? Ingin menyenangkan keluarga atau orang tua? Apapun itu kita tau bahwa perubahan yang sejati adalah salah satu hal yang tersulit yang mungkin dapat kita lakukan. Namun, agar Tuhan dapat menggunakan kita sepenuhnya, kita harus menyambut berbagai perubahan yang menjadi kesempatan bagi DIA untuk bekerja di dalam setiap sisi-sisi kehidupan kita.
Habakuk 2:3
I Petrus 1:6-7
Mazmur 27:13

Pages

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA