Artikel Terbaru

Trinity as Our Theological Framework

Pengertian kita akan doktrin Tritunggal sering kali berhenti pada tahap mengetahui atau menghafal sebuah formulasi -- Satu Esensi, Tiga Pribadi-. Kita menganggap doktrin ini adalah hal yang abstrak dan sulit untuk dimengerti, apalagi untuk melihat pentingnya doktrin ini bagi kehidupan kita sebagai orang Kristen, hal itu adalah hal yang dianggap terlalu ideal. Cara pandang seperti ini membawa kita menganggap doktrin Tritunggal hanyalah sebuah informasi yang harus kita tahu, bukan kita mengerti.

Allah Tritunggal dan Sejarah

Orang Kristen adalah orang-orang yang beriman kepada Allah Tritunggal, Pencipta seluruh alam semesta. Implikasi dari pernyataan ini adalah kita harus mengerti segala sesuatu dengan tepat sebagaimana yang dikehendaki oleh Sang Pencipta segala sesuatu itu sendiri, yaitu Allah Tritunggal. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita mengerti sejarah.

Dan, kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan Kita

Salah satu keunikan iman Kristen yang paling utama adalah kepercayaannya kepada Allah Tritunggal. Kita tidak hanya percaya kepada Allah yang satu saja, atau kepada banyak Allah, tetapi kita percaya kepada Allah Tritunggal. Yang dimaksud dengan Allah Tritunggal adalah satu Allah tiga pribadi. Kita percaya kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bukan percaya kepada tiga Allah, tetapi satu Allah tiga pribadi. Ketiga pribadi ini memiliki keunikan-Nya masing-masing, karena itu Bapa bukan Anak, Anak bukan Roh Kudus dan Roh Kudus bukan Bapa.

Allah Tritunggal, Allah yang Misional

Kebanyakan kita sewaktu mendengar kata misi atau misional, cenderung berfokus pada orang, program, strategi, dana dan lain seterusnya. Tentu saja, semuanya itu faktor penting yang perlu dibicarakan dan dieksekusi dengan persiapan yang sebaik mungkin. Hanya saja sering kali kita lupa bahwa dari sudut pandang Alkitab, tindakan misi itu bermula dari diri Tuhan Allah sendiri.

Early Trinitarianism

Doktrin Allah Tritunggal adalah salah satu doktrin terpenting yang menjadi dasar bangunan iman Kristen. Tanpa doktrin ini, kita akan kehilangan sebuah pijakan yang kokoh dalam memahami keutuhan iman Kristen. Salah satu contoh adalah dalam penciptaan. Bagaimana mungkin kita dapat mengerti unity in diversity dan diversity in unity yang nyata dalam seluruh dunia ciptaan-Nya, tanpa kembali ke dalam pengertian Tritunggal? Cara pandang kita akan dunia ini tidak akan berdasar dan kehilangan esensinya.

Yesus - Teladan Kita sebagai Seorang Pengkhotbah

Dunia tidak pernah melihat pengkhotbah yang lebih baik daripada Tuhan kita, Yesus Kristus. Seharusnya, tujuan dari setiap pengkhotbah pada zaman ini adalah untuk berkhotbah seperti Dia, dengan semaksimal mungkin.

Ada sebuah buku tua tentang gaya berkhotbah Yesus yang berjudul “The Master Preacher” yang tebalnya lebih dari 200 halaman dan sudah tidak dicetak lagi sejak bertahun-tahun yang lalu. Di bawah ini adalah ringkasan dari 6 halaman yang berisi poin-poin utama dalam buku tersebut.

Mengevaluasi Khotbah: Sepuluh Elemen yang Perlu Dipertimbangkan Setelah Anda Berkhotbah

Para pengkhotbah dan para pendengarnya umumnya setuju bahwa khotbah adalah inti dari kebaktian. Tanpa meremehkan elemen-elemen lain dalam ibadah, mereka menyatakan bahwa khotbah adalah "firman dari Tuhan" yang dicari oleh para jemaat. Maka, mengevaluasi khotbah adalah hal yang sangat penting. Berikut ini adalah sepuluh elemen yang harus dipertimbangkan oleh para pengkhotbah ketika mereka merefleksikan khotbah yang telah mereka sampaikan, serta beberapa petunjuk yang dapat memperkuat elemen tersebut dan membuat khotbah yang lebih baik di lain waktu.

Pendahuluan

Pages

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA