Komentar

Artikel Terbaru

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Penciptaan Secara Umum

Pembicaraan tentang ketetapan-ketetapan Allah biasanya membawa kita kepada pemikiran tentang pelaksanaan dari ketetapan tersebut, dan hal ini dimulai dengan karya penciptaan. Penciptaan ini bukan saja yang pertama dalam susunan waktu, tetapi juga berdasarkan urutan logisnya. Penciptaan adalah permulaan dan dasar dari semua penyataan ilahi dan sebagai akibatnya juga merupakan dasar dari semua kehidupan etis dan religius.

Nama-Nama Allah

Banyaknya nama Allah dalam Kitab Suci memberikan penyataan tambahan tentang sifat-Nya. Ini bukan sekadar nama yang diberikan oleh orang, tetapi pada kebanyakan, merupakan penggambaran Allah tentang diri-Nya sendiri. Nama-nama itu menyatakan aspek-aspek sifat-Nya.

Allah Tritunggal

Bagaimana rupa Allah? Jawaban umum sementara adalah "Allah itu Roh berpribadi yang hidup". Allah yang dinyatakan dalam Alkitab sungguh-sungguh hidup dan bertindak (Mzm. 97:7; 115:3). Ia bukan kuasa atau kekuatan tidak berpribadi, tetapi Allah berpribadi dan berwatak dengan kodrat khusus. Dia adalah Roh yang melebihi seluruh tatanan dunia, walaupun tatanan itu bergantung pada-Nya.

A.  Ajaran Alkitab

Ciri-Ciri Khas dari Ketetapan Ilahi

1. Ketetapan Ilahi Didirikan atas Hikmat Ilahi

Nama-Nama Alkitabiah untuk Allah

Nama-nama orang dan tempat dalam Alkitab sering kali memiliki makna yang penting. Demikianlah halnya dengan nama-nama Allah. Istilah yang paling sering dipakai untuk yang ilahi ialah El. Dari istilah ini dibentuk kata Elim, Elohim, dan Eloah. Istilah ini sepadan dengan theos dalam bahasa Yunani, Deus dalam bahasa Latin, dan God dalam bahasa Inggris. Istilah ini merupakan istilah yang umum bagi yang ilahi, dan dipakai untuk meliput semua anggota golongan yang ilahi.

Atribut-Atribut Allah yang Tidak Ada pada Makhluk Ciptaan (Allah Sebagai yang Mutlak)

Sudah sangat umum dalam teologi untuk membicarakan Allah sebagai Yang Absolut. Pada saat yang sama istilah "absolut" sebenarnya lebih bersifat filosofis daripada teologis. Dalam metafisika, istilah "yang absolut" menunjuk kepada dasar dari semua eksistensi (keberadaan); dan karena kelompok Teis (yang percaya adanya Allah) juga membicarakan Allah sebagai dasar langsung dan semua eksistensi, sering dianggap bahwa "Yang Absolut" dalam filsafat dan Allah dari theisme adalah satu dan sama adanya. Akan tetapi, sesungguhnya tidaklah demikian.

Pages