Komentar

Artikel Terbaru

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Keluarga yang Bersaksi bagi Kristus (Mat. 5:13-16)

Selama Bulan Keluarga 2020 ini kita sudah membahas tentang keluarga yang berantakan, tetapi bukan berarti tanpa harapan (Minggu ke-1). Kristus datang untuk membawa pemulihan (Minggu ke-2). Setiap anggota keluarga dimungkinkan untuk mengalami pertumbuhan, baik secara personal maupun komunal (Minggu ke-3). Sangat tepat apabila di penghujung Minggu ini kita menutupnya dengan tema "Keluarga yang Bersaksi bagi Kristus".

Apakah Orang Kristen Harus Memiliki Anak?

Kami senang mendengar dari para pendengar internasional kami, yang tersebar di berbagai belahan dunia. Berikut ini satu pertanyaan untuk hari ini dari seorang perempuan muda. "Halo, Pendeta John! Salam dari Finlandia dan terima kasih untuk podcast ini. Saya sudah menikah, tetapi saya dan suami tidak memiliki anak. Dalam Kejadian, Allah berfirman kepada pasangan yang pertama, 'Beranakcuculah kamu serta berlipatgandalah; penuhilah bumi dan berlipatgandalah di dalamnya' (Kejadian 9:7, AYT).

Menghormati Orang Tua: Sebuah Perspektif Alkitabiah

"Tidak taat" adalah kata yang sering dilontarkan bahkan dengan kasar oleh orang tua kepada anaknya yang menurut perspektif orang tua, si anak melawan mereka. Kata yang sering dilontarkan ini didasarkan pada konsep yang salah tentang menghormati orang tua di mana menghormati orang tua identik dengan menaati orang tua dan selalu menganggap orang tua dan pandangannya pasti benar (bahkan melebihi Allah).

Apakah Artinya Ungkapan "Apa yang Telah Dipersatukan Allah, Tidak Boleh Diceraikan Manusia"?

Perintah "apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" merujuk kepada pernikahan dan perceraian. Perintah ini ditemui dalam ajaran Yesus mengenai pernikahan dan perceraian dalam Markus 10:1-12 dan Matius 19:1-12. Pada suatu waktu, para Farisi bertanya pada Yesus apakah seorang pria boleh menceraikan istrinya.

Anak-Anak yang Allah Berikan kepada Mereka yang Tidak Memiliki Anak

Saya sering kali merasa renggang dengan para ibu -- sebagian besar karena saya sendiri bukan seorang ibu.

Secara pribadi, saya tidak mengenal rasa sakit menyayat hati, naluri tidak terungkap, pelajaran yang merendahkan hati, pemenuhan yang meneguhkan, ataupun ikatan abadi yang timbul dari masa kehamilan, bersalin, dan melahirkan anak. "Kerenggangan" yang saya rasakan ini menyebabkan saya menganggap perihal menjadi ibu sebagai panggilan yang lebih tinggi dari Allah.

Apa Kata Alkitab Mengenai Pernikahan Kembali setelah Kematian Suami/Istri?

Apakah seorang memenuhi persyaratan untuk menikah kembali setelah mereka menjadi janda? Alkitab tidak melarang pernikahan kembali setelah pasangan mati, tetapi dalam kasus khusus, Alkitab malah mendukungnya (1 Korintus 7:8-9; 1 Timotius 5:14). Kebudayaan Yahudi dalam masa Alkitab juga mendukung hal ini dengan alasan yang berbeda. Dalam sebagian besar kasus, Alkitab membahas kondisi janda dibandingkan duda.

Pages