Komentar

Blog Terbaru

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

The Greatest Love

Pernahkah engkau jatuh cinta? Kata orang jatuh cinta itu berjuta rasanya. Ada rasa senang, kangen, sayang, dan persaaan lain yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.. Itulah keindahan Taman Firdaus, bukan hanya karena keindahan alam yang tampa dosa dan masalah, namun karena kita dapat bersekutu dengan intim dengan Tuhan. Dan Tuhanlah cinta sejati jiwa kita. Dimana tampa Allah hidup kita akan menjadi hampa..

Namun kejatuhan Adam telah membuat kita terpisah dari Allah. Itulah kematian rohani, menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, Murka Allah ditimpakan pada kita oleh karena pemberontakan kita. Namun tahukah kita, dibalik murka Allah ada kesedihan yang teramat dalam, karena kita lebih memilih untuk hidup tampa Allah. Inilah sakit hatinya Tuhan yang jauh melebihi dari rasa sakit hati yang pernah kita alami.

PRINSIP

Prinsip adalah baik. Karena prinsip diperlukan untuk mengatur langkah-langkah, cara-cara atau strategi di dalam hidup kita. Orang yang berprinsip biasanya mempunyai suatu target dalam hidupnya. Misalnya bagi mereka yang masih sekolah, prinsip untuk giat belajar dan meminimumkan kegiatan yang kurang perlu adalah bagus demi tercapainya tujuan dalam sekolahnya, yaitu selesai pada waktunya atau juga karena tujuan mendapat nilai yang nemuaskan.

Setiap individu akan mempunyai prinsip yang berbeda. Perbedaan bisa disebabkan oleh usia, kebutuhan, waktu, tempat masing-masing, dll. Misalnya prinsip orang yang sudah bekerja akan berbeda dengan prinsip orang yang masih sekolah. Sejauh prinsip tersebut tidak merugikan orang lain, kita menganggap bahwa prinsip tersebut adalah benar atau bagus. Orang yang berprinsip, biasanya akan mati-matian membela prinsipnya.

SIAPA AKU DI DALAM KRISTUS

SAYA SEMPURNA DI DALAM DIA (KOL 2:10)

SAYA HIDUP BERSAMA DIA (EFESUS 2:5)

SAYA SUDAH BEBAS DARI HUKUM DOSA DAN HUKUM MAUT (ROMA 8:2)

SAYA JAUH DARI PEMERASAN, DAN TIDAK LAGI TAKUT (YESAYA 54:14)

SAYA LAHIR DARI ALLAH, DAN YANG JAHAT TIDAK DAPAT MENJAMAH SAYA (1 YOH 5:18)

SAYA KUDUS, TAK BERCACAT, UMAT PILIHAN-NYA (1 PET 1:16; EFE 1:4)

SAYA MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS (FILIPI 2:5; 1 KOR 2:16)

SAYA MEMILIKI DAMAI SEJAHTERA DARI ALLAH YANG MELAMPAUI SEGALA AKAL (FILIPI 4:7)

SAYA MEMILIKI ROH DI DALAM SAYA, YANG LEBIH BESAR DARI PADA ROH YANG ADA DI DALAM DUNIA (1 YOH 4:4)

Mudahnya melihat

Mudahnya melihat

Salah satu panca indera yang diciptakan Tuhan untuk kita nikmati adalah mata, yang berfungsi untuk melihat, mata diletakaan didepan karena fungsinya hanya untuk melihat hal-hal yang berada di depan sedangkan pada bagian belakang jika kita ingin melihat kita harus menggunakan energi yang lebih karena kepala kita harus kita putar kebelakang, tentulah kita menginginkan menggunakan energi yang ada dalam diri kita seefisien mungkin, iya kan, setuju ya.

Melihat merupakan pekerjaan yang ringan dan sangat menyenangkan apalagi jika digaji, hehehe, misalnya pengawas, kerjanya hanya melihat orang bekerja dan melapor kepada atasannya, sangat enteng kerjanya ya malah gajinya lebih tinggi dari yang bekerja lebih berat, benar kan… gimana suka jadi pengawas?... tentu saja suka ya dan memang tugas kita sebagai orang Kristen adalah pengawas, tentu saja dimulai dari mengawasi diri sendiri apakah sudah melakukan FirTu atau belum, apakah sudah menjadi berkat atau belum, iya kan., dan kita ada gajinya loh alias upah, tetapi ada tetapinya ini, upahnya dikumpulkan dulu baru diterima satu kali (dirapel ya), kapan itu, ya kalau kita udah bertemu dengan yang memberi upah tentunya masa kita meminta kepada sesama pekerja kan ndak mungkin dikasih…

Meneladani Alam

Meneladani alam

Ketika saya masih di Indonesia, saya mempunyai pemikiran bahwa Korea Selatan adalah negeri yang penuh dengan pemandangan indah, baik alam maupun bangunan yang rapi sesuai dengan apa yang saya lihat lewat gambar-gambar.

Namun kenyataannya sangat berbeda dengan apa yang saya hayalkan, mengapa tidak, waktu tiba di Korea Selatan adalah penghujung musim dingin 23 Februari 2005, dan yang saya lihat hanyalah segumpal salju membatu yang tersisa sejauh mata memandang, situasi pun sangat gersang karena pohon-pohon hanya tinggal batang dan dahan saja tidak ada daun lagi serta bangunan masih diselimuti salju, dingin pun langsung menusuk keseluruh tubuh ketika kami keluar dari airport.

Pages