Komentar

Deddy P. Widjaja's blog

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Ingat akan janjiNya yang menguatkanku.

Ditengah malam kurenungi perjalanan hidupku
Tak kusadari umurku sudah berlalu
Tidak muda dan kuat seperti dulu
Tinggal kenangan yang berlalu

Dengan sisa kekuatan
Kuraih setiap kesempatan
Menjalani setiap tantangan
Meskipun hanya mendapat kegagalan

Tak kusangka musibah datang silih berganti
Sudah gagal dalam hidup maling masih mencari
Sisa harta yang terkumpul telah hilang tercuri
Puji syukur karena Tuhan masih melindungi

Kujalani hidup ini kembali awal semula
Tak kuat rasanya menanggung derita
Tapi kuingat akan janjiNya yang setia
Memberikan kekuatan dalam kehidupan diluar logika.

Mama

Mama,

Dalam duka nestapa
Penuh penderitaan dan kekejaman dunia
Mengarungi kehidupan dalam kesendirian sejak usia muda
Membesarkan dan memelihara kami berdua
Ditengah ombak dan deru kehidupan dunia
Melayari lautan lepas tanpa terasa
Hanya karena kesetiaan Nya
Menopang kehidupan nya
Dengar tegar dan tidak mengenal putus asa
Ditempuhnya jurang kehidupan fana
Tanpa keluh kesah dijalaninya
Sampai usia menjelang senja
Penuh tangis dan tawa
Kenangan pahit yang menjadi pelajaran derita
Dalam kesengsaraan apapun juga
Tangan Tuhan setia menjaga

Pada waktu Mama bercerita
Apa yang dialami bersama

Kebenaran sejati

Bagaimana cara mengenal kebenaran yang benar dan mutlak (absolute) ?

Prinsip dasar untuk mempelajari kebenaran adalah kita harus sama-sama menjadi murid kebenaran yang mau belajar. Dengan demikian ketika kita belajar maupun diskusi tentang apapun, kita harus dengan sadar mau berubah menuju kepada kebenaran.

Bila ada perbedaan pendapat, maka tidak mungkin dua-duanya benar. Bisa salah satu pendapat salah, atau dua-duanya salah. Oleh sebab itu kita tidak dapat memutlakan diri kita.

Ada 3 (tiga) dasar mengapa kita tidak dapat menyatakan apa itu benar mutlak dari kita sendiri :
1. Manusia bisa salah dan pernah salah, sehingga kita tidak dapat mengatakan diri kita adalah kebenaran mutlak. Manusia bukan kebenaran karena kebenaran tidak pernah salah dan tidak mungkin salah.