Artikel Terbaru

Mengapa Belajar Bahasa-Bahasa Asli Alkitab Itu Perlu?

Martin Luther menghadapi banyak skeptisisme pada zamannya. Dia dikritik karena pandangannya terhadap Alkitab, gereja, dan sakramen, di antara poin-poin bantahannya. Namun, menariknya, dia bahkan dikritik karena keyakinannya bahwa laki-laki dan perempuan perlu belajar membaca Alkitab dalam bahasa-bahasa aslinya.

Luther berkata,

Mengapa Kita Perlu Membaca/Mempelajari Alkitab?

Secara sederhana, kita perlu membaca dan mempelajari Alkitab karena Alkitab itu kata-kata Allah yang ditujukan kepada kita. 2 Timotius 3:16 mengatakan bahwa Alkitab -- dinapaskan Allah-. Dengan kata lain, itu adalah firman Tuhan untuk kita.

Apakah Kuncinya Menerapkan Alkitab dalam Kehidupan Saya?

Penerapan ajaran Alkitab adalah kewajiban setiap orang Kristen. Jika kita tidak menerapkannya, bagi kita Alkitab hanya sebatas buku biasa, sebuah koleksi naskah tua yang tidak praktis. Oleh karena itu Paulus berkata, "Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu.

Penafsiran Alkitab

Alkitab adalah firman Tuhan. Namun, beberapa penafsiran atas Alkitab bukanlah firman Tuhan. Ada banyak kultus dan kelompok-kelompok Kristen yang memakai Alkitab dan mengklaim bahwa penafsiran merekalah yang paling tepat. Sering kali, penafsiran-penafsiran tersebut berbeda satu sama lain bahkan bisa sangat bertentangan. Hal ini tidaklah berarti bahwa Alkitab adalah dokumen yang membingungkan. Melainkan, masalahnya ada pada mereka yang menafsirkannya dan metode yang mereka pakai.

Apakah Hermeneutika yang Alkitabiah?

Hermeneutika alkitabiah adalah pelajaran prinsip dan metode penafsiran Alkitab. Dua Timotius 2:15 memerintahkan orang percaya supaya terlibat dalam hermeneutika: "Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supaya diakui oleh Allah sebagai orang yang layak bekerja ... mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah." Tujuan dari hermeneutika alkitabiah adalah membantu kita menafsirkan, mengerti, dan menerapkan ajaran Alkitab dengan tepat.

Tiga Metode untuk Menggali Firman

Dalam perjalanan hidup seorang Kristen, salah satu hal yang paling menguatkan adalah waktu yang kita habiskan bersama Tuhan dalam saat teduh. Mempelajari firman Tuhan secara konsisten adalah kunci bagi pertumbuhan rohani kita.

Kualifikasi Seorang Penafsir Firman Tuhan

Sebelum membahas apa saja kualifikasi seorang penafsir firman Allah, ada baiknya memahami terlebih dahulu mekanisme dalam menafsirkan firman Allah yang dikenal dengan istilah Hermeneutika. Apa yang dimaksud dengan Hermeneutika? Kamus Webster memberikan definisi "Hermeneutika" sebagai berikut:

"Ilmu yang mempelajari tentang tafsiran, atau penemuan arti dari kata-kata atau frase penulis dan mengartikannya bagi orang lain; eksegese, secara khusus diaplikasikan pada penafsiran Firman Allah."

Pages

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA