Testimoni Peserta Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika 4

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

1. Amriyadi Yehezkiel

Puji Tuhan, akhirnya bisa menyelesaikan kelas MPH, meskipun seharusnya mengikuti kelas HUA. Ini pengalaman pertama, mengikuti kelas yang sungguh sangat sulit untuk saya mengerti, tetapi karena moderator dan admin yang telaten, perhatian, membimbing, memberikan contoh, mendorong untuk saya bisa menyelesaikan setiap tugas yang ada.

Bersyukur alat-alat Hermeneutika situs SABDA sangatlah lengkap, dari terjemahan berbagai kitab, melihat arti kata dari bahasa aslinya, bahkan informasi-informasi mengenai ayat yang akan digali. Sebenarnya, pengguna sangat dimanjakan dengan kelengkapan alat Hermeneutika SABDA, tetapi karena belum menguasai sepenuhnya sehingga tidak bisa maksimal. Terima kasih tim SABDA MLC, moderator, Bu Yulia, dan admin, Kak Mei. Tuhan memberkati.

2. Gabrella Harianja

Bersyukur bisa ada di kelas Hermeneutika ini dan menyelesaikannya karena pertolongan Tuhan. Setelah belajar ini, saya dituntut untuk tidak menafsirkan sendiri. Saya harus melihat konteksnya, latar belakangnya, ayat paralel, dll.. Dulunya, saya berpikir tidak perlu melakukan hal itu. Namun, sekarang itu sangat penting untuk mengetahui kebenaran firman Tuhan dan juga bagi pelayanan ke depannya. Biarlah dengan belajar Hermeneutika kali ini tidak hanya sampai di sini, tetapi saya dapat lebih lagi dengan giat untuk belajar dan giat selalu.

Saya sangat berterima kasih untuk seluruh tim yang sudah mempersiapkan kelas ini dari jauh hari, bahkan membantu, membimbing, mengarahkan setiap peserta yang ada, khususnya untuk MPH 4. Terima kasih banyak juga untuk setiap teman-teman saya yang turut mendukung, membantu saya, dalam penggalian perikop dan ayat-ayat yang saya pilih.

3. Jonni Marwa

Kelas MPH memberikan banyak pengalaman baru bagi saya, diantaranya membaca satu perikop beberapa kali, memahami konteks, dan membuat kesimpulan, mendapat pelajaran baru dari kawan-kawan lain. Dari sisi sebagai seorang yang belajar, saya mendapat banyak berkat baru, misalnya disampaikan bahwa menentukan kata penting atau kata-kata yang sering diulang itu menjadi penting dalam menyusun sebuah khotbah. Selain itu, selama mengikuti kelas diskusi, saya melihat suasana diskusi dan saling menanggapi di antara peserta sangat luar biasa.

Secara praktis, kelas MPH sangat membantu saya untuk melayani dalam jemaat karena dasar untuk melakukan tugas berkhotbah sudah ada dasarnya. Proses diskusi berjalan dengan baik, hanya saya kadang-kadang terkejar oleh waktu sehingga tidak bisa berinteraksi dengan teman-teman lebih dari satu orang. Terima kasih tim SABDA untuk pelayanan ini. Tuhan Yesus memberkati.

4. J. Oskar Purba

Jujur secara pribadi, saya sudah lama pakai Alkitab SABDA dan setiap hari, saya pakai Santapan Harian SABDA di mana ayatnya selalu berkesinambungan, instrumen Alkitab SABDA sangat bagus, dan boleh dibilang cukup lengkap. Kita bisa dengan mudah mencari ayat Alkitab, cari kata-kata dalam Alkitab, cari ayat Alkitab yang berhubungan dengan keadaan tertentu mis: dukacita, sukacita, kata-kata bijak, dll..

Alkitab SABDA sangat membantu kita jika ingin menggali Alkitab lebih dalam. Namun, satu hal yang ingin saya sarankan ke tim SABDA, yaitu adakanlah pembelajaran cara menggunakan Alkitab SABDA secara praktik langsung, bukan hanya memberikan tutorialnya saja, hal ini bisa dilakukan via Zoom. Karena tidak semua orang lsg bisa praktik hanya dengan melihat tutorial, soalnya Instrumen di Alkitab SABDA sangat banyak sayang kalau tidak digunakan semuanya, buat saya Alkitab SABDA merupakan Alkitab Digital yang lengkap, semoga banyak orang yang bertumbuh imannya dan mengerti Alkitab dengan baik dan benar lewat menggunakan Alkitab SABDA, maju terus tim SABDA Gbu.

5. Julius Elat

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya, saya dapat bergabung belajar tentang Hermeneutika yang dilancarkan oleh tim SABDA.

Setelah saya bergabung dalam mempelajari Hermeneutika, saya dapat mengerti bahwa belajar firman Tuhan tidak cukup hanya membaca Alkitab saja. Harus ada alat-alat dukungan yang lain, di antaranya adalah alat-alat yang ada dalam sistem Alkitab SABDA.

Terima kasih untuk SABDA tim yang telah memberikan kesempatan untuk saya boleh bergabung belajar bersama. Tuhan memberkati seluruh tim SABDA dan pelayanan tim SABDA untuk dipakai Tuhan lebih lagi untuk menjadi berkat buat banyak orang.

6. Lily Kurniati

Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas kesempatan untuk mengikuti kelas MPH ini. Puji syukur lebih lagi karena saya bisa mengikuti kelas dan menyelesaikan tugas-tugas penggalian.

Sama dengan teman-teman lain, saya merasa kelas kali ini berat dan sulit serta memerlukan waktu lebih banyak untuk membaca banyak hal selain Alkitab. Bersyukur alat-alat yang diperlukan bisa diakses dalam situs Alkitab SABDA.

Bagi saya, belajar Hermeneutika tidak berhenti setelah kelas selesai, tetapi perlu dilanjutkan sendiri. Terima kasih untuk SABDA yang menyediakan sarana untuk saya belajar. Ada begitu banyak hal yang bisa saya pelajari. Terima kasih untuk teman-teman dalam grup MPH 4 yang telah memperkaya pemahaman saya lewat diskusi selama 5 hari ini. Terima kasih untuk Bu Yulia sebagai moderator yang banyak memberikan masukan dan evaluasi. Terima kasih untuk Bu May yang selalu mengingatkan saya.

Terima kasih untuk seluruh staf SABDA yang telah bekerja keras untuk terselenggaranya kelas MPH ini. Biarlah nama Tuhan semakin dimuliakan lewat pemahaman Alkitab yang lebih baik dan aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai orang percaya.

7. Melce Y.L.

Kelas MPH ini bagi saya pribadi sungguh harus diikuti dengan komitmen tinggi dan berikan waktu banyak untuk duduk membaca berulang, menggali dengan alat studi Alkitab dan mengizinkan Tuhan berbicara banyak di hati supaya bisa dapatkan hasil penggalian yang maksimal dan terstruktur. Bagi saya, ini adalah suatu tantangan cukup sulit. Why?  Karena di awal sudah berkomitmen, maka harus sampai finish. Komitmen, yang berikut selalu ada tantangan bagaimana mengelola waktu antara pekerjaan yang padat dan tugas penggalian. Syukur kepada Tuhan Yesus. Akhirnya, saya bisa komitmen (hampir saja hari ke-5 mau gagal rasanya).

Tantangan yang berikutnya adalah masalah strukturisasi penggalian MPH ini yang belum jadi kebiasaan rutin saya pribadi (tetapi saya percaya jika terus latih diri, pasti akan bisa dalam anugerah Tuhan), yang terpenting tidak ada yang instan dalam proses yang Tuhan mau bagi anak-anak-Nya. Dengan ikut kelas MPH ini, saya makin mengerti bahwa menggali firman Tuhan sungguh nikmat dan bisa berjam-jam tenggelam dalam dunia Alkitab dan biarkan ayat-ayat tersebut berbicara dan mengungkapkan pribadi Allah.

Akhir kata, terima kasih tim SABDA MLC yang luar biasa keren banget. Special, Bu Yulia, dkk.. yang sangat peduli kepada kami ini orang Kristen awam dalam proses belajar Alkitab. Tuhan Yesus berkati dengan kesehatan dan hikmat Tuhan dengan metode-metode menarik dan baru untuk kelas MLC selanjutnya. GB all. Salam IT4God.

8. Rachel Elizabeth Hosanna

Nggak bosen-bosen bilang terima kasih sama tim SABDA terutama Kak May dan Bu Yulia. Kalo nggak ada tim SABDA, kehidupan rohaniku mungkin membosankan sekali dan hanya jadi rutinitas, bahkan formalitas.

Melalui kelas ini, saya belajar banyak. Harus diakui, saya terseok-seok karena diadakan di akhir bulan, di mana saya sedang padat tugasnya. Namun, puji Tuhan, Kak May masih terus mendorong saya untuk tidak menyerah sampai akhir. Bu Yulia juga tetap ada meski sudah hampir jam 12 malam.

Memahami materi pun saya kesulitan. Beberapa kali, tugas yang saya kirimkan salah dan tidak memuaskan. Saya harus mengulang, tetapi saya senang karena benar-benar efektif belajar Hermeneutika. Tuhan kiranya memberkati kehidupan tiap-tiap orang di balik tim SABDA dan semua yang dilayaninya.

9. Riko Julianto

Bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga pada akhirnya saya bisa mengikuti kelas diskusi ini sampai tuntas.

Setelah bercermin dari tugas-tugas diskusi yang diberikan, nampak dengan jelas bahwa diperlukan ketekunan ekstra, ketelitian, dan hati yang bergairah dalam penggalian firman Tuhan berdasarkan ilmu Hermeneutika.

Tidak mudah menjadi pengkhotbah yang bisa memberikan pengajaran Injil yang murni kepada jemaat. Ilmu Hermeneutika adalah satu cara untuk menolong gereja terhindar dari penyesatan, khususnya dalam pengajaran. Terima kasih atas bimbingan dari tim SABDA-MLC. Tuhan Yesus memberkati.

10. Yosua W. Nainggolan.

Puji syukur atas kesempatan untuk belajar Hermeneutika, yang diselenggarakan oleh SABDA secara virtual. Pengalaman yang sangat berharga dalam mengikuti Kelas MPH  ini sangat menguras pikiran waktu dan tenaga. Namun berkat doa dan pertolongan Roh Kudus, bisa menyelesaikan selama lima hari ini. Walaupun hasilnya masih jauh dari harapan. Namun, ke depan ini tidak lagi menafsirkan ayat-ayat Alkitab dengan istilah comot logi, tetapi harus sesuai dengan teori yang sesuai dengan prinsip teori Hermeneutika.

Perlu kita pahami, bahwa Alkitab ditulis ribuan tahun lalu oleh banyak penulis Alkitab yang hidup pada zaman yang berbeda-beda, dan tentu saja berbeda dari zaman pembaca Alkitab sekarang. Penafsir harus bisa menempatkan diri dan melihat dari kacamata penulis Alkitab dan cara pandang saat/waktu/sejarah Alkitab ditulis agar penafsir tidak mengartikan situasi, pengertian, dan pesan-pesan secara salah.

Bagaimana cara orang percaya abad ini mengerti firman Tuhan agar firman itu di terima sama, paling tidak mendekati, seperti ketika para penulis Alkitab mula-mula menuliskannya. Inilah tugas Hermeneutika.

Alkitab SABDA dan alat-alat bantu yang disediakan SABDA melalui kelas ini, saya benar-benar mendapatkan berkat dari kelas MPH yang ada. Dan akhirnya, saya harus menggunakan alat bantu yang telah disediakan oleh Alkitab SABDA.

Berkat yang luar biasa dari penggalian teman-teman para peserta juga dengan materi dari Ibu Yulia yang sungguh luar biasa dapat menuntun kami untuk belajar Hermeneutika ini.

Dan akhirnya, terima kasih atas kesempatannya dalam mengikuti kelas MPH ini. Kiranya Ibu Yulia sebagai speaker materi Hermeneutika dan para moderator yang selalu mendampingi kami, diberkati Tuhan, dan semua yang terlibat di dalamnya.

Shalom. Berkat dari Allah Bapa, dan cinta kasih dari Yesus Kristus serta persekutuan yang manis dari Roh Kudus selalu menyertai, memberkati kita semuanya. Amin.

11. Samuel H. Siswono

Puji syukur kepada Allah, dan terima kasih kepada tim SABDA yang mengadakan kelas MPH. Selama seminggu, kami di kelas dituntun untuk boleh belajar praktik Hermeneutika. Sebuah pelajaran yang cukup tinggi, tetapi bisa diracik dengan kesederhanaan. Alat-alat untuk belajar menggali pun diajarkan bagaimana menggunakannya sehingga Hermeneutika seperti olahraga: capek tetapi menyenangkan.

Bersyukur bergabung bersama di kelas malam. Mohon maaf kalau penggaliannya terlalu malam dibagikan. Persiapannya juga baru malam dimulai. Namun, syukur teman-teman moderator dan admin selalu stand by.

Komitmen saya setelah mengikuti kelas ini adalah:

  1. Saya akan lebih sungguh lagi memperdalam Alkitab. Tidak lagi bisa hanya cocokologi ataupun menafsir ala kadarnya tanpa mempertimbangkan gap, alat-alat pendalaman yang sudah digumulkan banyak cendekiawan rohani.
  2. Setiap pendalaman Alkitab haruslah teraplikasikan secara sederhana dalam kehidupan saya sehari-hari. Agar saya boleh belajar menjadi kitab terbuka yang dibaca orang.

Kiranya Tuhan menolong saya. Soli Deo gloria.

12. Supriyono

Shalom! Puji Tuhan! Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja, kalau saya bisa mengikuti kursus online Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) yang diadakan oleh Yayasan Lembaga SABDA Ministry Learning Center. Dari tanggal 24 s.d. 31 Agustus 2022.

Kesan mengikuti kursus online MPH, awalnya agak ragu karena harus menyita waktu lebih banyak. Namun, hal ini tidak menyurutkan saya untuk ikut terus sehingga semakin memperkaya dan memberkati saya pribadi, terutama dalam penafsiran ayat, frasa, perikop dan latar belakang kitab dari Kitab Injil dan Mazmur. Komitmen setelah mempelajari MPH, saya akan lebih belajar, memahami, menggali, dan menafsirkan Alkitab secara benar sesuai konteks yang berlaku saat ini, dalam membawa renungan, khotbah dalam ibadah jemaat.

Harapan untuk kelas Ministry Learning Center (MLC), program berikutnya untuk Ministry Learning Center (MLC), bagi saya peserta kursus online MPH dapat diadakan lagi yang berkaitan dengan pelajaran dalam gereja seperti Homiletika/ilmu berkhotbah.

Ucapan terima kasih kepada moderator dan admin, Ibu Yulia Oeniyati dan Kak May, serta tim SABDA yang telah bekerja sama dengan para peserta kursus Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH - 4), yang memberikan motivasi, koreksi, jalinan komunikasi, dan masukan yang dapat membangun dan memperkaya lebih dalam tentang materi MPH sehingga jalannya diskusi semakin hangat dan memberkati semua peserta sekalipun begadang sampai tengah malam pukul 00.00 WIB. Akhirnya, Soli Deo gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

13. Victoria

Puji Tuhan masih diberikan kesempatan mengikuti program MPH kali ini. Saya benar-benar awam sekali tentang MPH ini sehingga banyak sekali kekeliruan yang saya kerjakan. Namun, benar seperti yang Bu Yulia sampaikan saat presentasi bahwa sangatlah tidak mudah lakukan MPH, butuh kerja keras, fokus.

Namun, dalam berapa hari ini, banyak kelalaian saya lakukan, dengan tidak menyelesaikan dengan baik. Padahal dengan mempelajari MPH ini, sangatlah baik menolong membuat kita lebih memahami lagi tentang isi Alkitab, mengajarkan tentang arti-arti dari perikop dalam Alkitab, mengajarkan tentang arti kata, mempelajari latar belakang. Sungguh sangat baik. Saya akan mencoba kembali dengan mengulang kembali lebih sungguh-sungguh, lebih kerja keras lagi agar benar-benar melekat dan bisa mengerti dan mempraktikkan di kemudian hari. Pastinya, saya akan meminta bantuan gembala saya untuk mengoreksi yang saya kerjakan MPH ini. Terima kasih untuk Bu Yulia dan Mba Mey yang selalu men-support dan mengoreksi. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

14. Yanse Arfinando

Puji syukur kepada Allah Bapa, Tuhan kita, Yesus Kristus yang telah memampukan saya mengikuti kelas MPH ini sampai akhir. Ini adalah kelas MLC yang paling menuntut komitmen, waktu, dan pemikiran dibanding kelas-kelas MLC sebelumnya yang saya pernah ikuti. Pelajaran yang saya dapat, yaitu untuk menafsir Alkitab, baik dalam PA pribadi ataupun untuk disampaikan kepada orang lain (berkhotbah) haruslah ada upaya ekstra bukan instan. Menggunakan teknik/prinsip konteks, arti kata, latar belakang, puisi, dsb.. Namun, yang terutama dan jangan dilupakan adalah memohon pertolongan Roh Kudus.

Diskusi di kelas MPH ini tidak terlalu ramai. Namun, menurut saya ini bagus karena menandakan bahwa peserta "menahan diri" untuk tidak "menghakimi" hasil penafsiran peserta lain. Tanggapan yang diberikan lebih berupa masukan seperti tambahan referensi silang dan latar belakang.

Setelah mengikuti kelas MPH-4 ini, saya akan gunakan prinsip-prinsip yang sudah saya pelajari juga alat-alat yang tersedia di alkitab.sabda.org dalam pelayanan saya selanjutnya.

Terima kasih kepada Tim SABDA, secara khusus Ibu Yulia dan Kak Mei yang sudah membimbing dan melayani kelas MPH-4 ini. Tuhan Yesus memberkati.

15. Yonece M. Modouw

Segala puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus karena diberikan waktu dan kesempatan untuk mengikuti kelas MPH. Tadinya agak ragu bisa mengikuti sampai selesai karena begitu banyaknya tugas kantor dan urusan rumah tangga. Namun, pada akhirnya atas perkenan Tuhan bisa mengikuti sampai selesai dengan begitu banyak tantangan. Selama beberapa hari, tidur sampai larut malam, sampai rasa sakit, tetapi hanya doa, "Tuhan kuatkan Roh-ku supaya tetap kuat dan menyelesaikan kelas MPH ini." Puji Tuhan. Selesai. Sekalipun ada banyak kekurangan dalam menginterpretasikan apa yang dimaksud fasilitator.

Lewat kelas ini, saya menyadari bahwa pengalaman mengikuti kelas HUA tidak membuat kita juga mudah untuk mengerjakan MPH. Namun, semua itu perlu memahami dengan mengulang-ulang dan belajar terus menerus untuk bisa pahami dengan baik MPH.

Terima kasih Ibu Yulia dan Mbak May, yang terus dengan sabar dan setia mendampingi kami dan memberikan semangat untuk tetap bertahan mengikuti kelas ini.

Saya sering membaca firman dan membuat renungan secara otodidak dengan pertolongan Roh Kudus. Lewat kelas ini, saya punya pengalaman untuk membuatnya secara terstruktur. Namun, harus belajar terus menerus supaya lebih paham. Sekali saja ini belum begitu paham.

Senangnya bergabung bersama teman-teman seluruh Indonesia. Kami yang di timur sudah hampir pagi ketika kena deadline waktu, tetapi karena belum menyelesaikan tugas akhirnya harus bertahan sampai kurang lebih jam 2 subuh waktu di Papua. Akhirnya memang betul kata fasilitator, tidak bisa menanggapi hasil teman-teman yang lain. Senang ada di kelas ini. Terima kasih tim SABDA. Terima kasih teman-teman. Terima kasih semuanya. Tuhan Yesus baik. Haleluyah!!