Rangkuman Diskusi PRK Nov/Des 2012

TERMIN I

Topik 1

Subjek: PRK yang Macet?

Pertanyaan: Apa yang terjadi dengan pembentukan rohani seseorang yang katanya sudah lahir baru dan juga sudah mengetahui pentingnya hubungan dan persekutuan dengan Kristus, namun hidupnya tidak jauh berbeda dengan orang yang belum lahir baru?

Bagi beberapa orang, lahir baru hanyalah diartikan sebagai sakramen baptisan air saja tanpa perlu pembaharuan seluruh karakter hidupnya. Sebagian orang lahir baru hanya kerena ikut-ikutan saja atau karena pengaruh orang lain sehingga mereka tidak mengalami pertumbuhan, sebagian lagi sudah lahir baru namun tidak menemukan pembimbing yang tepat. Padahal seorang yang sudah lahir baru membutuhkan bimbingan secara terus-menerus dari orang-orang yang dewasa secara rohani supaya orang yang sudah lahir baru tersebut dapat mengalami pertumbuhan iman. Mungkin orang tersebut belum benar-benar lahir baru karena orang yang sudah lahir baru pasti akan selalu melakkan kebenaran. Orang yang sudah lahir baru dan belum lahir baru akan akan dapat jatuh dalam dosa. Namun, yang membedakan adalah orang yang sudah lahir baru akan segera bangkit dan bertobat sementara orang yang belum lahir baru tidak. Seharusnya, orang yang lahir baru segera bergabung dengan kelompok bertumbuh bersama supaya ia melakukan latihan rohani dengan rutin. Dengan demikian, ia akan semakin mengalami pertumbuhan. Biasanya orang idak mengalami pertumbuhan iman dipicu dengan akar pahit yang belum hilang.

Orang tersebut akan sulit menerima segala pandangan dan masukan dari pihak lain. Ia merasa bahwa dirinya dan segala pandangannya paling benar. Orang tersebut tidak menjaga api dalam dirinya, sehingga hidupnya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang belum lahir baru. Mungkin juga orang tersebut belum memahami apa arti dari lahir baru dan belum memahami dengan benar arti keselamatan sehingga ia tidak melakukan yang benar sesuai dengan kehidupan orang yang telah lahir baru. Orang yang lahir baru hidupnya masih seperi orang yang belum lahir baru karena karena dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Jika pertobatan seseorang tidak sungguh-sungguh, maka dia akan malas untuk bergabung dalam sebuah persekutuan. Maka pertumbuhan rohani tidak bergatung pada orang lain melainkan dari diri sendiri. Setiap orang yang lahir baru akan memiliki Roh Kudus di dalam hatinya. Sebab itu, seseorang yang lahir baru seharusnya menjadi orang yang selalu mengikuti pimpinan Roh Kudus karena orang yang lahir baru memag membutuhkan pimpinan Roh Kudus supaya jalan hidupnya benar. Orang yang baru megalami kelahiran baru, tidak bisa mengalami kedewasaan rohani dengan instan, butuh proses untuk dapat mengalami kedewasaan rohani.

Topik 2

Subjek: Hubungan Keselamatan dan PRK

Pertanyaan: Mengapa pembentukan rohani Kristen berdasar pada keselamatan dalam Kristus? Mungkinkah kerohanian seseorang terbentuk sebelum dia menerima karya keselamatan?

Pembentukan rohani sejati tidak dapat terjadi apabila seseorang belum mengalami lahir baru (menerima keselamatan dari Allah dengan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi), kalaupun orang tersebut melakukan kebaikan, it hanya kebaikan sebatas moral saja. Seseorang hanya akan mengalami pembentukan rohani sejati ketika ia menerima keselamatan dan mendapatkan karuna Roh Kudus yang memampukan orang tersebut mengalami pembentukan rohani sejati. Hal itu terjadi pada orang-orang yang belum menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Seab di dalam setiap agama, tiap umatnya mendapatkan suatu pembimbingan rohani sehingga mereka mengalami pembentukan rohani. Namun, dalam kekristenan, yang menjadi tolok ukur seseorang mengalami pembentukan rohani sejati adalah kehadirna Kristus dan karunia Roh Kudus yang menolong setiap umat-Nya untuk mengalami pembentuka rohani sejati.

Ada dua macam manusia, dan hanya ada dua macam orang Kristen:

  1. Manusia yang sudah dikonformasikan baik cara, bentuk, maupun kebiasaan hidupnya sama dengan corak hidup duniawi.
  2. Manusia yang terus menerus mengalami transformasi, semakin lama semakin mirip, semakin dekat, semakin memancarkan kemuliaan Sang Penciptanya. Kita bukan hidup dikonformasi di dalam corak duniawi, tetapi ditransformasi di dalam pimpinan Tuhan dan kehendak Allah yang kekal.

Ketika kita menjadi manusia baru Allah memberikan kuasa untuk melawan keinginan yang berlawanan dengan kehendak-Nya. Seharusnya seseorang yang telah lahir baru di dalam Kristus Yesus ia akan memiliki hidup yang berpadanan dengan firman Tuhan. Alkitab menekankan iman Kristen tidak menuntut satu tingkat perubahan yang hanya dipermukaan tetapi menyangkut totalitas kehidupan manusia. Pertumbuhan rohani ini bukanlah seberapa hebat, berhikmat, atau baiknya, melainkan berkaitan dengan kehendak Allah. Allah menciptakan kita menurut ukuran Kristus, gambar dan rupa Allah sendiri. Namun, manusia terpisah dari Allah oleh dosa, maka Kristus datang untuk memulihkan kembali hakikat kemanusiaan dalam persekutuan dengan Allah di dalam Dia. Karena iman dan pertumbuhan rohani erat kaitannya dan tidak bisa dipisah2kan. Dari sisi pengharapan, anugerah keselamatan dari Allah menjadi nyata dalam iman. Sedangkan dari sisi kehendak manusia, anugerah keselamatan dari Allah menjadi nyata dalam pertobatan dan pertumbuhan rohani. Orang yang telah lahir baru berarti ia memiliki kehidupan baru dalam persekutuan dengan Kristus, yang dikehendaki Allah. Ia sudah tiba dalam kerajaan Allah pada tujuan imannya yakni keselamatan. Berikutnya adalah apakah ia tetap tinggal dalam hidup keselamatan tersebut, keselamatan yang adalah Kristus itu sendiri. Allah telah menbenarkannya melalui iman dalam pertobatannya, tapi apakah ia hidup dalam kekudusan pertobatan tersebut, ataukah seperti orang lupa akan rupanya sendiri setelah bercermin. Jadi apakah orang yang lahir baru pasti terus bertumbuh adalah tidak selalu, tergantung kita masing-masing. Yang datang dari Allah tidak berbuat dosa lagi, namun jika kita berkata kita tidak berdosa kita menipu diri kita sendiri. Karena itu hendaklah kita selalu berjaga dengan senantiasa memohon hati yang bertobat kepada Allah. Pertobatan membawa kerendahan hati, dan kelembutan kerendahan hati membuat kita senantiasa taat kepadaNya. pertumbuhan rohani Kristen bukanlah makin baik, rajin, berhikmat atau hebatnya seseorang melainkan pertumbuhan ke arah Kristus. Kepada kodrat awal penciptaan Allah, yakni manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, Kristus itulah rupa dan gambar Allah yang tidak dapat kita lihat, Ibr 1:3. Dalam persekutuan dengan Allah melalui Kristus itulah oleh anugerah Roh Kudus memperbaharui kita dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 Korintus 3:17-18) Dan, kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

TERMIN II

Topik 1

Subjek: Otoritas Alkitab

Pertanyaan: Mengapa kita menempatkan Alkitab sebagai standar kebenaran dan sebagai otoritas tertinggi serta satu-satunya dalam seluruh aspek kehidupan orang Kristen?

Alkitab adalah standar kebenaran dan otoritas tertinggi dan satu-satunya dalam seluruh aspek kehidupan orang Kristen. Karena Alkitab mencakup segala sesuatu dan memberi pedoman mengenai pola hidup yang berkenan kepada-Nya. Alkitab adalah dasar utama dalam mempelajari Allah dan karya-Nya bagi manusia. Tak dapat disangkal, Alkitab yang diilhamkan oleh Allah sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Peranannya tidak tergantikan dalam kehidupan orang percaya. Alkitab merupakan firman Allah, yang berwibawa, konsisten, dan dapat dipercaya. Alkitab dapat memberi kekuatan iman dan perlengkapan dalam pelayanan sehingga kehidupan dan pelayanan kita semakin bertumbuh dan diberkati. Di dalamnya tersimpan semua aturan, pedoman, konsep tata cara hidup dan moral yang seharusnya bagi para pengikut Kristus. Bahkan, merupakan sumber dari sains yang berkembang saat ini.

Topik 2

Subjek: Pelaku Firman

Pertanyaan: Bagaimana Anda memahami surat Yakobus 1:22 yang memberi peringatan agar kita tidak hanya menjadi pendengar firman saja tetapi pelaku firman? Apakah ada perbedaan tanda yang kelihatan antara orang yang hanya menjadi pendengar firman dan orang yang menjadi pelaku firman?

Iman tanpa perbuatan adalah hakikatnya mati. Bagi orang yang hanya menjadi pendengar saja, maka firman itu akan hanya sebatas pengetahuan saja yang tidak ada kuasanya. Tuhan menginginkan kita untuk belajar dan membaca firman-Nya. Tuhan menginginkan kita untuk menjadi pelaku firman-Nya. Sangat mudah hanya untuk menjadi pendengar. Secara kasat mata mungkin tidak akan kelihatan, perbedaan itu baru tampak dari buahnya. Dengan pencobaan dan masalah yang ada baru kelihatan orang yang menjadi pendengar atau pelaku firman. Orang yang menjadi pendengar saja hidupnya tidak akan berbuah karena biasanya seorang pendengar akan segera melupakan apa yang ia dengar. Namun, jika ia melakukan firman Tuhan maka ia akan menjadi berkat bagi sesamaya karena seluruh firman Tuhan itu baik adanya dan dapat membimbing orang yang melakukan firman-Nya menjadi seorang yang bertumbuh dan menjadi saksi bagi-Nya. Melakukan firman Tuhan adalah kehendak Tuhan bagi kita. Melakukan firman Tuhan bukanlah kewajiban. Melakukan firman Tuhan adalah wujud cinta dan kasih kita kepada-Nya. Kita harus berdiri menjadi orang yang tangguh dan hidup di dalam firman Tuhan, di mana pun kita berada.

Selain itu, perbedaan antara orang yang hanya menjadi pendengar firman dan orang yang menjadi pelaku firman yaitu perbedaan dalam sikap hidup, pelaku firman akan selalu mengoreksi kelemahan pada dirinya dan memohon Roh Kudus mengubah serta memperbaharui setiap hari. Siap dibentuk dan diproses untuk menjadi serupa dengan Kristus. Setiap orang yang melakukan firman akan terus menghitung kebaikan-Nya dalam hidupnya. Injil Matius memaparkan, "... Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:20) Marilah kita menjaga hati, karena iman timbul dari pendengaran akan firman. Iman kita akan diuji, saat kita mulai melakukan dari apa yang Tuhan telah perintahkan melalui firman-Nya.

Jadwal: 

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA