Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Blog Terbaru

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Problem Solving: "Cukup!"

Merasa "cukup", seringkali membuat kita berhenti untuk mengharapkan "mujizat yang lebih besar" di antara banyak mujizat-mujizat yang sering tidak kita syukuri. Merasa "cukup" menghentikan kita untuk memikirkan 99,9% permasalahan hidup yang tidak penting.

Mengapa "Cukup"?

Pengalaman Paulus dalam doa-doanya saat menghadapi penyakit dan pergumulan pemenuhan kebutuhannya selama tugas pelayanannya adalah inspirasi yang baik untuk memahami kata "cukup" ini.

Suatu ketika, dalam pergumulan melawan "duri dalam dagingnya" ia berdoa, tetapi Tuhan menjawab Paulus, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Kesembuhan yang diminta, tetapi kesusahan yang di dapat. Walaupun demikian, respon Paulus terhadap jawaban "cukup" ini adalah posisitf. Katanya, "Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Kor. 12:9).

TERIMA KASIH TUHAN

TERIMA KASIH TUHAN

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat
menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu
ruang kerja penuh dengan para malaikat.

Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,
" Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada
Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini
begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh
permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang

DUA MACAM MOTIVASI

Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman.
Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu,
bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu?
Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
2 Kor 13:5

Hampir lima belas tahun yang lalu, waktu itu saya masih anggota persekutuan pemuda remaja. Di gereja saya, ada seorang teman yang selalu mengeluh dan tidak puas dengan apa-apa yang telah dan sedang gereja lakukan. Dengan penuh semangat dia selalu memberikan kritik kepada gereja, diantaranya demikian: Mengapa gereja hanya mementingkan kepentingan sendiri? Mengapa gereja hanya melayani jemaatnya sendiri? Mengapa gereja tidak ikut memikirkan kondisi masyarakat di sekitar yang menderita? Mengapa gereja tidak mau merangkul para tuna susila, narapidana, tuna wisma?

MENDUA HATI (2)

Yakobus 1:8
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa!
dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Apa sih maksud mendua hati dalam ayat di atas ?
Dalam bahasa Inggris dikatakan 'double minded'; wavering (bimbang),
uncertain (tidak pasti), doubting (ragu-ragu); divided in interest (terpecah dalam keinginan).
Menghadapi seseorang yang mendua hati akan membawa kita kepada ketidak pastian
mengingat semua karakteristik di atas.

Terhadap pasangan hidup, mendua hati akan dikaitkan pada pihak ke tiga.

Quo Vadis Kristologi?

Sebuah analisa rekonstruksi Kristologi tradisional ketika diperhadapkan dengan dinamika kontroversi Kristologi masa kini.

Sejak awal kekeristenan sampai sekarang terus bermunculan kontroversi-kontroversi Kristologi, bahkan terus berkembang semakin menggegerkan. Kristologi menjadi menu yang memberikan keuntungan bagi pihak orientalis dan antikristus. Karena besarnya kekuatan konspirasi berbagai pihak, termasuk kelompok teolog, bidah, orientalis, ilmuwan, seniman, sutradara dan media-media global yang berorientasi pada ketenaran, oportunitas dan uang; maka akhir-akhir ini tantangan terhadap Kristologi itu seperti kekuatan yang siap untuk meruntuhkan fondasi kekristenan yang telah dibangun lebih dari dua millennium itu.

Pages