Perintah untuk Mengasihi
Submitted by beren on Jum, 07/02/2025 - 13:14Devotion from Yohanes 15:7-17
Devotion from Yohanes 15:7-17
Apakah Yesus itu Tuhan? Kita dapat merujuk ke banyak bagian di dalam Alkitab untuk menemukan bahwa Alkitab menjawab pertanyaan ini dengan tegas. Hal ini dilakukan berulang kali. Akan tetapi, bagian paling utama tempat kita menemukan jawaban ini diberikan dengan jelas dalam Ibrani 1:1-4.
Yesus diberi banyak gelar di dalam Alkitab. Apakah artinya Dia adalah "Anak Allah" dan "Anak Manusia"? Dalam video singkat ini, R.C. Sproul mengungkapkan bahwa kedua gelar ini sebenarnya menandakan sesuatu yang berbeda dari apa yang kita duga.
Transkrip:
Karena kebutuhan terbesar kita adalah percaya kepada Kristus, maka sungguh suatu berkat bahwa Allah telah mengutus kita untuk menjadi saksi-saksi-Nya. Demikianlah Yohanes Pembaptis: "Ada seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk menyampaikan kesaksian tentang Terang itu" (Yohanes 1:6-7a, AYT).
Jika kita perhatikan rumitnya drama peristiwa penyaliban Yesus, kita melihat ada beberapa hal yang luar biasa terjadi sehingga ucapan-ucapan nubuat Perjanjian Lama digenapi hingga ke detail yang paling kecil.
1. Perjanjian Lama mengatakan bahwa Mesias akan dilahirkan bagi bangsa-bangsa lain.
Hubungan antara perjanjian Musa dan perjanjian yang baru tetap menjadi salah satu topik yang paling kontroversial dan sulit dalam teologi.
Mengapa Anda ingin menikah? Apa yang menjadi impian, dambaan dan harapan di masa depan? Pernikahan seperti apa yang Anda bayangkan? Menikah atau tidak menikah adalah sebuah keputusan yang amat penting dalam hidup seseorang. Ini adalah keputusan terpenting kedua, setelah kita membuat keputusan terpenting pertama dan terutama dalam hidup ini, yaitu: menerima atau menolak Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi.
"Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah." (Ibrani 13:4)
Tidak peduli seberapa baik kita berkomunikasi dengan pasangan pernikahan kita, pasti ada perbedaan. Saya pernah mendengar beberapa pasangan menyatakan bahwa mereka tidak pernah memiliki perbedaan pendapat selama kehidupan pernikahan mereka. Pasti mereka memiliki keberadaan yang menjemukan dan tidak berwarna! Pasangan yang memiliki sedikit kepribadian takut menyatakan perasaan terdalam mereka. Sangat sulit percaya bahwa Tuhan pernah menciptakan 2 orang yang begitu serupa dalam segala hal sehingga pendapat mereka sama dalam semua hal!
Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA