PPB - Pelajaran 04

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Pembimbing Perjanjian Baru
Nama Pelajaran : Latar Belakang Surat-Surat Paulus dan Kehidupan Paulus
Kode Pelajaran : PPB-P04

Pelajaran 04 -- Latar Belakang Surat-Surat Paulus dan Kehidupan Paulus

Daftar Isi

  1. Latar Belakang Surat-Surat Paulus
    1. Hubungan Kisah Para Rasul dengan Kitab-Kitab Injil dan Surat-Surat Paulus
    2. Surat-Surat Paulus
      1. Kewibawaan Surat-Surat Paulus
      2. Motif Penulisan
      3. Susunan/Struktur Surat
      4. Gaya Bahasa
      5. Pemahaman Kontekstual
  2. Latar Belakang Kehidupan Paulus
    1. Kehidupan Paulus
    2. Kehidupan Sesudah Pertobatan
    3. Panggilan Paulus untuk Menginjili Orang-Orang Non-Yahudi
    4. Strategi Paulus dalam Mengabarkan Injil
      1. Disertai dengan Kuasa Roh Kudus
      2. Memiliki Strategi yang Jitu
    5. Perjalanan Misi Paulus
      1. Perjalanan Misi Paulus yang Pertama (47 - 48 Masehi)
      2. Perjalanan Misi Paulus Kedua (49 - 52 Masehi)
      3. Perjalanan Misi Paulus Ketiga (52 - 56 Masehi)

Doa

Pelajaran 04 -- Latar Belakang Surat-Surat Paulus dan Kehidupan Paulus

Surat-surat Paulus yang berjumlah 13 surat menjadi bagian terbesar dari PB. Karena itu, kita perlu memberi perhatian secara khusus, terutama apa saja yang melatarbelakangi penulisan surat-surat ini dan sekaligus melihat latar belakang kehidupan Paulus.

  1. Latar Belakang Surat-Surat Paulus
  2. Dalam kedaulatan-Nya, Allah mengatur bukan hanya memilih para penulis Alkitab, tetapi juga apa yang mereka tulis. Mari kita melihat keindahan rancangan Tuhan ini melalui latar belakang surat-surat yang Paulus tulis.

    1. Hubungan Kisah Para Rasul dengan Kitab-Kitab Injil dan Surat-Surat Paulus
    2. Kitab Kisah Para Rasul adalah jembatan antara kitab-kitab Injil dan surat-surat Paulus. Dalam kitab-kitab Injil, Yesus memberikan nubuat akan berdirinya gereja (Mat. 16:18) dan ini digenapi dalam kitab Kisah Para Rasul. Kitab Kisah Para Rasul menjadi latar belakang gereja-gereja kepada siapa surat-surat Paulus ditulis.

      - Surat Galatia: Antiokhia, Ikonium, Listra, Derbe (Kis. 13:14-14:28)
      - Surat Filipi: Filipi (Kis. 16:11-40).
      - Surat 1 dan 2 Tesalonika: Tesalonika (Kis. 17:1-9).
      - Surat 1 dan 2 Korintus: Korintus (Kis. 18:1-16).
      - Surat Efesus: Efesus (Kis. 19:1-41; 20:17-35)

    3. Surat-Surat Paulus
    4. Ada keistimewaan yang bisa kita pelajari dari surat-surat Paulus kepada jemaat-jemaat yang dia layani. Mari kita lihat setiap bagiannya.

      1. Kewibawaan Surat-Surat Paulus
      2. Surat-surat Paulus yang kita terima sekarang berjumlah 13 surat walaupun seharusnya lebih dari 13 surat (hilang). Dari kesaksiannya, Paulus berkeyakinan kuat akan panggilan Allah dalam hidupnya (Rm. 1:6). Ia juga mempunyai kepercayaan yang kuat akan otoritas dari surat-surat yang ditulisnya karena surat-surat itu adalah Firman yang Allah berikan melalui dirinya kepada gereja-gereja (jemaat) Kristen saat itu.

      3. Motif Penulisan
      4. Jangkauan daerah pelayanan Paulus sangat luas sehingga tidak memungkinkan untuk sering dikunjungi satu per satu. Namun, jemaat-jemaat yang masih muda itu perlu dinasihati, didorong, dihibur, dan dikuatkan. Ditambah lagi, saat itu, jemaat-jemaat belum mempunyai salinan kitab-kitab PL (masih menggunakan tradisi lisan). Oleh karena itu, surat menjadi alat yang sangat penting bagi Paulus untuk berkomunikasi dan menyampaikan firman Allah.

        Catatan: Jumlah perjalanan yang ditempuh Paulus dalam km adalah 7800 km darat. Seluruh perjalanan ini harus ditempuh dengan berjalan kaki dan hanya 900 km yang lewat laut. Contoh:
        - Dari Korintus ke Atena dibutuhkan 3 hari perjalanan kaki.
        - Dari Efesus ke Troas dibutuhkan 10 hari perjalanan kaki.

      5. Susunan/Struktur Surat
      6. Sama seperti model-model surat zaman itu, surat biasanya disusun dalam struktur sebagai berikut:

        Nama penulis (misal: Paulus ...)
        Nama penerima (Kepada jemaat Allah di ...)
        Salam pembukaan (kasih karunia dan damai sejahtera dari ...)
        Doa harapan dan ucapan syukur (aku mengucap syukur kepada Allah ...)
        Isi surat (tubuh surat)
        Salam penutup/perpisahan (kasih karunia ...)

      7. Gaya Bahasa
      8. Gaya pikiran dalam surat Paulus dikenal melompat-lompat. Selain itu, juga sulit dimengerti karena sarat dengan konsep-konsep abstrak yang disampaikan dengan bahasa filsafat.

      9. Pemahaman Kontekstual
      10. Untuk memahami surat-surat Paulus, perlu dipelajari hal-hal penting berikut:
        - Harus mengenal pembaca/penerima surat Kiriman tersebut dan kebutuhan mereka.
        - Surat-surat Paulus sebenarnya tidak ditulis untuk tujuan indoktrinasi, tetapi karena masalah dalam jemaat.
        - Masing-masing surat harus dibaca/dimengerti berdasarkan konteksnya.

  3. Latar Belakang Paulus
  4. Mempelajari surat-surat Paulus tidak bisa dilepaskan dari mempelajari latar belakang Paulus dan kehidupannya.

    1. Kehidupan Paulus
    2. Walter M. Dunnett melukiskan latar belakang Paulus sbb.: Paulus adalah seorang Yahudi tulen. Inilah faktor utama untuk bisa mengerti perangai dan kegiatannya. Dia dilahirkan dalam keluarga Yahudi di Kota Tarsus, Provinsi Kilikia, dan karenanya selama bertahun-tahun dia terkenal sebagai Saulus dari Tarsus. Menurut pengakuannya sendiri, dia seorang Farisi, demikian juga ayahnya (Kis. 23:6), berbicara bahasa Aram ("orang Ibrani asli"), dan diajar membuat tenda pada masa mudanya (Kis. 18:3). Dia berasal dari suku Benyamin (Flp. 3:5). Menurut sejarahnya, suku Benyamin itu orang-orang yang berjiwa pejuang, dan agaknya, Paulus menyatakan semangat yang amat besar dalam semua usahanya, terutama sekali dalam penganiayaan terhadap gereja (Gal. 1:13). Pada usia muda, dia pergi ke Yerusalem, dan menurut kesaksiannya yang tertulis dalam Kisah Para Rasul, dia belajar di bawah pimpinan Rabi Gamaliel I yang terkenal, guru yang utama pada sekolah Hilel (Kis. 22:3). Dari kata-katanya sendiri di surat Galatia, kita tahu bahwa Saulus "jauh lebih maju" dari banyak temannya karena dia sangat rajin dalam memelihara adat istiadat nenek moyangnya (Gal. 1:14).

      Permulaan usaha Saulus untuk membasmi gereja bertepatan dengan pembunuhan Stefanus (Kis. 7:58-8:3). Dia tidak saja menganiaya ... "laki-laki dan perempuan" di Yerusalem, tetapi dengan surat kuasa Imam Besar (Yusuf Kayafas), dia pergi ke kota-kota lain untuk melaksanakan tugasnya (Kis. 26:10-11). Pada perjalanan dinas seperti itulah, Saulus dari Tarsus berjumpa dengan Yesus dan bertobat secara luar biasa.

    3. Kehidupan Paulus Sesudah Pertobatan
    4. Berikut adalah catatan kronologis kehidupan Paulus setelah mengalami pertobatan, baik catatan dari Lukas maupun Paulus sendiri.

      Berkhotbah di Damaskus (Kis. 9:20).
      Pergi ke Arabia (Gal. 1:17).
      Kembali ke Damaskus (Gal. 1:17).
      Mengunjungi Yerusalem (Gal. 1:18).
      Dicurigai oleh gereja (Kis. 9:27).
      Berteman dengan Barnabas (Kis. 9:27).
      Orang Yahudi menganiayanya (Kis. 9:29).
      Visi untuk pergi menginjili (Kis. 22:17-18).
      Pergi ke Tarsus (Kis. 9:30).
      Barnabas membawanya ke Antiokhia (Kis. 11:25-26).
      Bekerja di Antiokhia (Kis. 11:26).

    5. Panggilan Paulus untuk Menginjili Orang-Orang Non-Yahudi
    6. Dari hasil pelayanan Paulus di berbagai tempat, terlihat bahwa Tuhan juga berkenan memanggil orang-orang bukan Yahudi (bangsa kafir) untuk masuk dalam persekutuan dengan Kristus. Paulus sejak awal pelayanannya tahu bahwa Allah memanggilnya secara khusus untuk menjadi alat untuk menjangkau bangsa-bangsa lain (Kis. 9:15). Dan, dalam beberapa kesaksiannya, Paulus dengan tegas mengatakan bahwa Allah memilihnya untuk menjadi rasul bagi bangsa-bangsa non-Yahudi.

    7. Strategi Paulus dalam Mengabarkan Injil
    8. Paulus adalah contoh seorang misionaris yang berhasil di sepanjang sejarah kekristenan. Hasil pelayanannya meliputi seluruh wilayah Laut Tengah (meliputi 3 benua). Rahasia keberhasilan pelayanannya adalah:

      1. Disertai dengan Kuasa Roh Kudus
      2. Paulus menginjili bukan dengan kuasa manusia, melainkan dengan kuasa yang datang dari atas.

      3. Memiliki Strategi yang Jitu
      4. Mengingat terbatasnya fasilitas yang tersedia saat itu, Paulus betul-betul termasuk seorang yang luar biasa. Misalnya, tidak tersedianya peta wilayah (dunia), seluruh perjalanan darat harus ditempuh dengan berjalan kaki, selalu siap melayani, dan siap menghadapi setiap kemungkinan (baik pemimpin agama, politikus, atau orang biasa/baik di pasar atau di istana). Selain cerdas, Paulus juga rajin belajar dan tidak takut menghadapi apa pun, bukan hanya rela mengeluarkan keringat, tetapi juga darah dan air mata. Paulus juga mengadopsi cara berpikir Yunani dalam menyampaikan Injil kepada orang-orang non-Yahudi. Budaya Yunani adalah budaya yang diagung-agungkan pada zaman itu. Karenanya, mengerti budaya Yunani merupakan satu cara memenangkan mereka.

    9. Perjalanan Misi Paulus
      1. Perjalanan Misi Paulus yang Pertama (47 - 48 Masehi)
      2. Secara garis besar, perjalanan misi Paulus yang pertama (Kis. 13:4-14:28) adalah:
        - Berlayar ke Siprus, Salamis, Papos (Kis. 13:5-11).
        - Namanya diganti menjadi Paulus (Kis. 13:9, 13).
        - Ke Perga, Markus mengundurkan diri (Kis. 13:13).
        - Khotbah di Antiokhia (Kis. 13:14-41).
        - Di Ikonium (Kis. 13:51).
        - Di Listra -- Paulus dirajam batu (Kis. 14:8-19).
        - Di Derbe -- Kota terakhir yang dikunjungi (Kis. 14:20).
        - Perjalanan pulang (Kis. 14:21-26).

        Setelah pelayanan di Asia Kecil selesai, dia kembali ke Antiokhia untuk melaporkan apa yang telah Tuhan kerjakan melalui mereka (Kis. 14:26-28).

      3. Perjalanan Misi Paulus Kedua (49 - 52 Masehi)
      4. Dalam perjalanan kedua, terjadi perselisihan antara Barnabas dengan Paulus karena Barnabas menginginkan Yohanes Markus ikut dalam misi kedua, sementara Paulus menolaknya (Kis. 13:13). Akhirnya, Barnabas membawa Yohanes Markus ke Siprus dan mengikutsertakan dia dalam pelayanan di sana. Paulus bersama-sama dengan Silas berangkat ke Asia Kecil.

        Secara garis besar, perjalanan misi Paulus yang kedua (Kis. 15:36-18:22) adalah:
        - Di Listra dan Sisilia (Kis. 15:41).
        - Listra -- Timotius bergabung (Kis. 16:1-3).
        - Di Pergia dan Galatia (Kis. 16:6).
        - Visi ke Troas melalui mimpi (Kis. 16:9).
        - Di Filipi, Lidia dan penjaga penjara (Kis. 16:13-34).
        - Gereja Tesalonika ditemukan (Kis. 17:4).
        - Orang-orang percaya di Berea (Kis. 17:11-12).
        - Khotbah di Areopagus di Atena (Kis. 17:16-33).
        - Visi Korintus -- gereja ditemukan (Kis. 18:1-8).
        - Di Efesus -- kunjungan singkat (Kis. 18:19-20).
        - Kembali ke Antiokhia (Kis. 18:22).

        Korintus merupakan tempat terlama yang dilayani oleh Paulus, di sana dia melayani bersama dengan rekan-rekan sekerjanya (Kis. 18:1-17). Ketika melayani di daerah itu, Paulus menumpang di rumah Priskila dan Akwila, yang adalah sepasang suami istri. Mereka adalah perintis jalan bagi Paulus di banyak tempat.

        Di Korintus, Paulus menulis surat untuk jemaat di Tesalonika. Surat yang pertama ditulis pada akhir tahun 50 atau pada permulaan tahun 51 Masehi. Surat tersebut merupakan surat tertua di antara surat-surat yang ditulis oleh Paulus. Lewat Efesus, Paulus tiba di Kaisarea dan Yerusalem sebelum dia kembali ke Antiokhia.

      5. Perjalanan Misi Paulus Ketiga (52 - 56 Masehi)
      6. Secara garis besar, perjalanan misi Paulus yang ketiga (Kis. 18:23-21:17) adalah:
        - Mengunjungi Galatia dan Pirgia (Kis. 18:23).
        - Efesus (Kis. 19).
        - Di Makedonia dan Grece (Kis. 20:1-2).
        - Khotbah di Troas (Kis. 20:6-12).
        - Perpisahan dengan penatua Efesus (Kis. 20:17-35).
        - Di Tirus (Kis. 21:1-4).
        - Kaisaria (Kis. 21:8).

        Dalam pelayanan kali ini, Asia kecil dikunjungi lebih dahulu. Sasaran yang pertama adalah Efesus, yaitu ibu kota provinsi Asia. Selama hampir tiga tahun, Kota Efesus merupakan pusat pelayanan Paulus.

        Sebelum Paulus datang ke Efesus, Priskila dan Akwila sudah melayani di sana. Ada juga Apolos dan Alexandria, seorang ahli Taurat, yang sudah dilayani. Dikatakan bahwa mereka dengan teliti menjelaskan kepadanya jalan Allah (Kis. 18:26).

        Pelayanan Paulus di Efesus sangat berhasil. Setelah diusir dari sinagoge (rumah ibadat umat Yahudi), dia setiap hari berbicara di ruang kuliah di Tiranus (Kis. 19:9). Pengaruh pelayanan Paulus juga sangat luas sehingga seluruh penduduk Asia, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi mendengarkan firman Tuhan (Kis. 19:10).

        Selama pelayanannya di Efesus, Paulus menulis surat pertama kepada jemaat di Korintus. Dan, dalam perjalanannya menuju Korintus, dia menulis surat yang kedua kepada jemaat di Korintus. Kemudian, pada waktu dia tinggal di Korintus selama musim dingin, dia menulis surat Roma meskipun sebenarnya Paulus belum pernah pergi ke Roma (Rm. 15:23-24).

Tidak ada waktu Paulus yang terbuang dan tidak ada kesempatan yang dia lewatkan, semuanya dia pakai untuk menunaikan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan kepadanya. Paulus adalah sebuah contoh hidup dari seorang pelayan Tuhan yang telah menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Akhir Pelajaran (PPB-P04)

Doa

"Tuhan, sungguh luar biasa Engkau dalam hidupku. Aku bersyukur karena dapat belajar dari kehidupan Paulus dan usahanya dalam melayani Engkau. Mampukan aku untuk dapat menjadi anak-Mu yang berani bersaksi bagi Kristus seperti Paulus. Amin."

Taxonomy upgrade extras: