Paskah-Pelajaran 01

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Paskah
Nama Pelajaran : Arti dan Definisi Paskah
Kode Pelajaran : PAS-P01

Pelajaran 01 - ARTI DAN DEFINISI PASKAH

Daftar Isi

  1. Pendahuluan
  2. Definisi Paskah Secara Etimologi
  3. Definisi menurut Bapa-Bapa Gereja
    1. Menurut Augustinus
    2. Menurut Desiderius Erasmus
    3. Menurut Johanes Calvin
    4. Menurut Martin Luther
  4. Definisi menurut Para Teolog
    1. Menurut Gering
    2. Menurut Browning
    3. Menurut P.T. Forsyth
    4. Menurut Jonathan Edwards
    5. Menurut William Dryness
  5. Kesimpulan

DOA

A. Pendahuluan

Paskah adalah perayaan utama dalam tiga hari raya utama dalam tradisi Israel. Dari tahun ke tahun, bangsa Israel merayakan Paskah dan melakukan semua tata cara Paskah. Paskah merupakan sebuah perayaan yang penting, ketika Paskah tiba, semua orang Israel diharuskan untuk mengunjungi Bait Allah di Yerusalem dan mempersembahkan korban Paskah di Bait Allah.

Paskah merupakan hari raya yang sangat penting bagi bangsa Israel. Tidak hanya diwarnai momen religius saja, tetapi hari raya Paskah dalam Perjanjian Lama memiliki sisi emosional yang sangat dalam, yaitu Tuhan Allah melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir karena hal inilah Paskah dalam Perjanjian Lama sering kali disebut dengan hari raya Pembebasan. Sebab, pada saat itulah mereka dibebaskan dan mereka disebut sebagai seorang tawanan yang telah dilepaskan. Kita bisa sedikit membayangkan masa itu, ketika tawanan telah dilepaskan, tentu suasana haru, sukacita, dan isak tangis menyertai perjalanan Israel meninggalkan Mesir. Peristiwa besar dan penuh sisi emosional telah menjadi sejarah baru bagi bangsa Israel, dan Tuhan menuntun perjalanan mereka dengan ketentuan awal yang sudah Musa beritakan sebelumnya kepada seluruh umat Israel, yaitu dengan keadaan yang siap, mengenakan kasut dan tongkat di tangan, maka siaplah mereka untuk meninggalkan Mesir, menyeberangi Laut Teberau, dan melewati padang gurun untuk menuju ke tanah Kanaan.

Sejak masa Keluaran hingga saat ini, Paskah terus dilakukan oleh umat Israel untuk mengingat kembali bahwa dahulu mereka adalah seorang budak dan seorang tawanan di tanah Mesir, tetapi Tuhan melepaskan mereka dan menuntun mereka ke tanah Perjanjian. Dan, orang Israel secara terus-menerus menceritakan peristiwa Keluaran kepada anak dan cucu mereka sehingga setiap orang dari generasi ke generasi mengerti, mengenal, dan memahami perbuatan-perbuatan tangan Allah yang besar dalam sejarah kehidupan bangsa Israel.

B. Definisi Paskah Secara Etimologi

Paskah berasal dari bahasa Ibrani "Pesakh" yang artinya adalah "melewati". Menjelang perayaan Paskah ketika bangsa Israel berada dalam perbudakan di tanah Mesir. Allah memberikan penjelasan kepada bangsa Israel mengenai apa yang harus dilakukan bangsa Israel pada saat itu. Allah menjelaskan bahwa Allah akan menghukum bangsa Mesir dengan membunuh seluruh anak sulung dari bangsa Mesir termasuk juga binatang, dan darah itu merupakan tanda bahwa rumah-rumah dimana bangsa Israel tinggal (Keluaran 12:1-28). "Pada hari itu malaikat kematian masuk rumah-rumah orang Mesir dan membunuh semua anak-anak sulung mereka, tetapi rumah-rumah orang Ibrani dilewati" Keluaran 12:23-27. Dan dari hukuman itu, bangsa Mesir melepaskan bangsa Israel dari perbudakan mereka dan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan menuju tanah Kanaan. Kemudian, setiap tahun, Paskah diadakan untuk mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa pembebasan yang telah mereka alami. Allah telah menuntun dan menyelamatkan mereka sehingga mereka diselamatkan dari perbudakan dan mereka bisa masuk ke tanah Kanaan, sebagai tanah perjanjian yang disediakan Allah kepada Abraham dan keturunannya.

Ciri utama dari perayaan Paskah adalah makan bersama keluarga di rumah masing-masing yang dilakukan pada malam hari. Hidangan utama dalam perayaan ini adalah domba Paskah dan perjamuan Paskah ini disebut "seder". Allah memberikan perintah bahwa bangsa Israel haruslah mengorbankan domba jantan yang tidak bercela, dan membubuhkan darah domba itu di kedua tiang pintu. Sebagai persiapan perayaan ini, setiap keluarga menyembelih seekor domba atau kambing jantan yang berumur setahun dan mengoleskan darahnya pada kedua tiang pintu rumah mereka. Mereka

memanggangnya lengkap dengan kepala dan isi perut. Sementara itu, anak-anak mencari sisa-sisa ragi roti dalam rumah dan membuangnya (benedikat chametz) sementara nyonya rumah menyalakan lilin Paskah (hadlakat ha-nerot) yang kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan lilin dan cawan anggur pertama (kaddesh) dan pencucian tangan (urchatz). Pertama dilakukan pemecahan roti tak beragi dan memakannya (yachatz) serta mencari afikomen (makanan pencuci mulut yang disembunyikan dalam roti tak beragi) lalu dilanjutkan dengan memakan salad yang dicelupkan ke dalam cuka dan air garam sebagai hidangan pembuka. Kemudian, para tamu makan sayur pahit dan haroseth, yaitu pencampuran kenari, buah-buahan, dan anggur. Sayur pahit ini melambangkan kepahitan selama perbudakan di tanah Mesir, larangan ragi adalah yang melambangkan sifat ketergesa-gesaan pada malam Keluaran. Hari Raya Paskah digunakan untuk memperingati kelahiran kembali, dan melambangkan asal-usul masyarakat Yahudi.

Dalam bahasa Yunani, Paskah diterjemahkan menjadi kata "Pascha" yang artinya adalah makan roti kurban Paskah atau anak domba Paskah. Khusus dalam Perjanjian Baru, Paskah diartikan sebagai peringatan atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus atas maut.

C. Definisi menurut Bapa-Bapa Gereja

1. Menurut Augustinus

Augustinus adalah seorang bapa gereja yang terkenal pada abad akhir abad pertengahan. Bagi Augustinus, pada saat ia mengenal Kristus ia merasakan perubahan yang sangat besar dalam dirinya, itulah Paskah. Dengan segera ia meninggalkan kehidupannya yang bebas dan memutuskan untuk pergi ke gereja, supaya dia bisa bertumbuh dan semakin mengenal Kristus.

Agustinus menulis dalam Buku 18, Bab 46 dari Kota Allah (salah satu karyanya yang paling termasyhur selain Pengakuan-pengakuan Agustinus): "Orang-orang Yahudi yang membunuh Dia, dan yang tidak mau percaya kepada-Nya karena Ia harus mati dan bangkit kembali, namun mereka malah lebih hancur di tangan orang-orang Romawi, dan sama sekali tercabut dari kerajaan mereka; di sana orang asing telah berkuasa atas mereka dan kini mereka dicerai-beraikan ke berbagai negeri (sehingga memang tidak ada tempat di mana mereka tidak ada), dan dengan demikian digenapilah apa yang disaksikan oleh Kitab Suci mereka sendiri kepada kita bahwa kita tidak memalsukan nubuat tentang Kristus." Agustinus memandang penyebaran ini penting karena ia percaya bahwa itu adalah penggenapan dari nubuat-nubuat tertentu, dan dengan demikian membuktikan bahwa Yesus memang adalah Mesias.

2. Menurut Desiderius Erasmus

Desiderius Erasmus adalah seorang bapa gereja dan ilmuwan yang sangat tersohor di zamannya. Erasmus berdiri di golongan orang-orang yang menghendaki adanya reformasi moral dan spiritual. Erasmus menulis sejumlah karya ilmiah populer untuk menjawab kemerosotan moral gereja dan masyarakat.

Bagi Erasmus, salib Kristus yang sanggup memperbaiki kemerosotan gereja dan masyarakat. Secara khusus, Erasmus menyerukan bahwa dirinya menolak Indulgensia yang diberlakukan oleh gereja Katolik Roma. Bagi Erasmus, hanyalah Yesus yang sanggup untuk mengampuni dosa-dosa manusia. Kematian Kristus di kayu salib menjadi penebusan dosa dari masa Adam hingga saat ini. Oleh sebab itu, pengajaran dasar bagi Erasmus adalah kematian Kristus di kayu salib dan kebangkitan Kristus mengalahkan kerajaan maut.

3. Menurut Johanes Calvin

Johanes Calvin adalah seorang teolog besar dari Prancis. Calvin menjadi salah satu tokoh reformasi bersama Zwingly dan Luther. Jikalau Luther melakukan reformasi dimulai dari universitas, Calvin melakukan reformasi bersama dengan pemerintah kota di Prancis. Bagi Calvin, keselamatan hanya berada dalam Kristus, sebab di luar Kristus tidak ada keselamatan.

Sama halnya dengan Luther, Calvin secara eksplisit juga tidak memberikan definisi mengenai Paskah. Akan tetapi, dalam tulisannya berkali-kali Calvin menyerukan untuk memikul salib. Kristus yang telah disalibkan, Ia memikul dosa-dosa dunia, Dia yang tidak berdosa telah dijadikan berdosa karena pelanggaran kita. Maka, salib Kristuslah yang telah memperdamaikan manusia dengan Allah. Cara untuk mengenal Kristus lebih dalam adalah dengan membaca Alkitab (Sola Scriptura).

4. Menurut Martin Luther

Martin Luther adalah seorang tokoh reformator dari Jerman. Semasa muda, Luther tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan masuk dalam sekolah kerahiban. Akan tetapi, ketika terjadi sebuah peristiwa yang besar dalam hidupnya, dia memutuskan untuk masuk dalam sekolah kerahiban dan menjadi seorang rahib yang tekun dan saleh. Tidak hanya itu, setiap hari Luther menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan memahami Kitab Suci. Van den End menuliskan bahwa, "Luther menghabiskan waktu selama tiga tahun untuk membaca dan memahami Surat Roma. Ketika membaca Surat Roma, Luther merasa diingatkan oleh Paulus bahwa Salib adalah bukti nyata kasih Allah yang besar kepada manusia."

Secara eksplisit, Luther memang tidak memberikan definisi tentang Paskah. Akan tetapi, dalam sebuah wacana teologinya, Luther banyak mengupas tentang Salib Kristus. Sebab bagi Luther, dalam salib ada penderitaan, dalam salib ada kemenangan, dalam salib ada pengampunan dan dalam salib ada jalan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kematian Kristus di kayu salib lebih dari sekadar perayaan Paskah yang ditulis dalam Alkitab. Kematian Kristus di kayu salib merupakan pusat dari teologi Martin Luther, dalam salib Kristus, dirinya menyadari bahwa Allah telah menyatakan kasih dan karunia-Nya kepada semua manusia tanpa terkecuali.

D. Definisi menurut Para Teolog

1. Menurut Gering

Howard M. Gering memberikan definisi bahwa Paskah adalah pesta pertama dari ketiga pesta tahunan yang terbesar bagi orang Ibrani, yang dirayakan pada setiap bulan Nisan dari tanggal 14 sampai 21. Paskah merupakan sebuah peringatan bahwa ketika bangsa Israel berada di Mesir, pada saat tulah kesepuluh akan terjadi, rumah-rumah orang Israel terlewatkan oleh malaikat maut, sedangkan rumah-rumah orang Mesir yang tidak memberikan tanda darah pada pintunya akan mengalami tulah kesepuluh, yaitu kematian anak sulung baik itu manusia mau pun hewan. Sesudah peristiwa itu, akhirnya bangsa Israel bisa keluar dari Mesir dengan sukacita.

2. Menurut Browning

Paskah dalam Alkitab versi Authorized Versions kata Paskah diterjemahkan dalam bahasa Inggris "Easter" yang artinya adalah sebuah peringatan tahunan untuk memperingati Kebangkitan Yesus. Browning juga menjelaskan bahwa Alkitab versi bahasa Inggris lebih suka kata "Passover" untuk mengganti kata "Easter". Pada masa Perjanjian Baru, Paskah menjadi perayaan utama bagi jemaat mula-mula. Jemaat mula-mula merayakan Paskah sebab Paskah menjadi bagian yang penting bagi kekristenan sebab pada saat itu Yesus bangkit dari kematian, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh kemenangan.

3. Menurut P.T. Forsyth

Peter Taylor Forsyth adalah seorang teolog dari Inggris, menurut Forsyth makna penting dari Paskah adalah Salib Kristus. Forsyth mengatakan demikian, "Bagi kita Kristus adalah salib-Nya. Keseluruhan Kristus baik di sorga atau di bumi terletak di dalam apa yang Dia kerjakan di atas Salib. Anda belum mengerti tentang Kristus sampai Anda mengerti arti salib-Nya." Oleh sebab itu, bagi Forsyth Paskah adalah Salib Kristus, sebab manusia beroleh pengampunan, menjadi anak-anak Allah dan pengharapan melalui salib Kristus.

4. Menurut Jonathan Edwards

Jonathan Edwards adalah teolog terbesar dari Amerika. Secara eksplisit Edwards tidak memberikan pernyataan atau definisi tentang Paskah. Akan tetapi, dalam bukunya yang berjudul "A History of the Work of Redemption", Edwards menuliskan tentang penderitaan Kristus. Kristus mulai menderita sejak Ia berinkarnasi. Lebih dari itu, Edwards berpendapat "pembelian penebusan dilakukan oleh Kristus, Kristus direndahkan selama masa inkarnasi-Nya sampai kebangkitan-Nya." Edwards menyatakan Paskah bagi dirinya adalah harga yang dibayar melalui perendahan diri Kristus yang memiliki nilai yang tidak terbatas. Melalui kematian Kristus di kayu salib, ia menjadi seseorang yang telah ditebus dan dibayar dengan harga yang mahal.

5. Menurut William Dryness

Paskah adalah hari raya bagi umat Israel. Paskah sama dengan hari raya roti tidak beragi. Pada hari raya Paskah, selama tujuh hari lamanya bangsa Israel harus memakan roti tidak beragi. Pada hari yang pertama perayaan Paskah, mereka tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan yang berat dan harus mempersembahkan korban bagi Tuhan. Selama perayaan paskah, mereka kembali mengingat masa perbudakan di tanah Mesir dan bagaimana Tuhan membawa mereka dari Mesir. Perayaan itu terwujud dalam ibadah keluarga yang dilakukan sebagai sebuah upacara peringatan sesuai yang dituliskan dalam Keluaran 12:26-27. Dengan cara demikian, mereka saling menyatakan karunia penyelamatan yang telah Allah lakukan dan meneguhkan kembali iman mereka kepada Allah. Dryness melihat dari sudut pandang Paskah dalam Perjanjian Lama, yang menitikberatkan pada ibadah, korban, dan perayaan Paskah. Ibadah Paskah ditentukan Allah bagi bangsa Israel harus menjadi pengungkapan nyata dari iman mereka dan mereka lebih dalam lagi untuk mengenal Allah secara benar.

E. Kesimpulan

Paskah dalam Perjanjian Lama adalah untuk memeringati keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir. Ketika kematian anak sulung, dan Israel mulai meninggalkan Mesir itulah yang dinamakan Paskah. Sementara dalam Perjanjian Baru, orang Israel dan Yahudi terus melakukan berbagai tradisi Paskah sesuai yang tertulis dalam Perjanjian Lama, sementara bagi jemaat Kristen, menilai bahwa Paskah adalah kematian dan kebangkitan Yesus di kayu Salib. Korban anak domba dalam Perjanjian Lama telah digenapi oleh Tuhan Yesus, darah-Nya yang tercurah untuk mengganti dan menebus dosa dunia.

Beberapa bapa-bapa gereja dan teolog memiliki paradigma yang sama, mereka menilai bahwa Paskah dinyatakan pada salib Kristus. Sebab, dalam salib Kristus ada pengampunan, dalam salib ada kebenaran, dan kasih Allah dinyatakan melalui kematian Anak-Nya yang Tunggal di kayu salib. Jikalau Israel memandang Paskah sebagai peristiwa atau momentum saja, jemaat atau orang yang telah menerima Kristus menilai bahwa Paskah adalah saat di mana Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa dunia.

DOA

"Terima kasih Tuhan untuk pelajaran baru yang boleh aku terima. Mengucap syukur untuk anugerah keselamatan yang telah Allah nyatakan melalui kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Mengucap syukur sebab aku mendapat bagian dalam Kerajaan Allah yang Allah nyatakan dalam kebenaran firman-Mu." Amin

Komentar