Testimoni Peserta Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika 2

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

1. David Tobias

Kelas MPH ini menurut saya paling menarik, menginspirasi, dan bermanfaat! Banyak orang Kristen tidak menyadari berbagai gap yang terbentang antara masa penulisan Alkitab dan masa kini sehingga dengan mudahnya menafsirkan suatu ayat tanpa menggali dengan baik.

Setelah mengikuti kelas MPH, saya berkomitmen untuk selalu menafsirkan Alkitab dengan cara yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan. Kelas diskusi sempat dinodai peserta yang terjebak debat kusir. Semoga tidak terulang di kelas-kelas berikutnya. Terima kasih Tim SABDA dan rekan-rekan peserta semua. Tuhan Yesus menyertai selalu.

2. Edison Daniel Dermawan

Mengikuti kelas MPH cukup menantang karena berbeda dengan kelas-kelas lain yang hanya membaca teori. Di kelas MPH ini, saya dipacu untuk berpikir lebih keras untuk mengerjakan tugas-tugas hariannya. Materi yang disampaikan sangat berbobot seperti mata kuliah sesungguhnya di seminari/STT.

Kelas diskusi, mayoritas peserta juga cukup aktif dalam memberi komentar dan moderator sangat membantu untuk mengarahkan setiap diskusinya. Hasil dari penggalian teks di kelas MPH ini sangatlah berbeda secara kualitatif dibanding kalau hanya membaca teks tanpa penggalian Hermeneutik sehingga melalui Hermeneutik saya mendapatkan "original meaning" dari teks yang digali dan mendapatkan relevansi dengan kehidupan masa kini dalam penerapannya.

Bravo untuk setiap moderator yang bertugas. Kalau di kelas saya dengan Bu Rode, yang bukan hanya memeriksa setiap hasil tugas harian setiap peserta serta memberi koreksi-koreksi apabila masih kurang tepat, beliau juga rajin mengingatkan saya akan tugas yang belum diserahkan bahkan bersusah payah untuk menelpon, maupun chat memberi arahan akan tugas hariannya.

Usulan saya, karena kelas MPH ini seperti mengerjakan soal-soal eksakta, maka diperlukan contoh-contoh pengerjaan tugas supaya peserta-peserta menjadi mengerti apa yang mesti dikerjakan.

3. Giovanni Pedro Aprista P.

Pengalaman mengikuti kelas MPH: Pengalaman menarik bisa bersama rekan-rekan seiman mempelajari dan berdiskusi topik yang dipilih secara mandiri. Pelajaran/berkat yang paling berkesan selama mengikuti kelas diskusi: Setiap orang bisa menyampaikan pandangannya mengenai suatu topik dan saling mempertajam karena rekan lain juga ikut membaca topik pilihan kita.

Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas MPH: saya akan membagikan ke teman segereja dengan menggunakan metode yang sama untuk menggali sebuah topik di Alkitab. Evaluasi terkait proses diskusi: setiap peserta dengan rendah hati memberi pandangannya.

4. Lilik Kusnadi

Saya sungguh bersyukur bisa mengikuti kelas MPH ini. Saya bisa belajar menggali Alkitab dengan terstruktur sehingga dalam menafsirkan tidak asal-asalan. Juga, minta pimpinan Roh Kudus, serta hikmat Tuhan dalam menafsirkannya. Sebab, masing-masing pribadi akan mendapatkan rhema yang berbeda, tidak ada yang salah, semua baik karena rhema yang didapat itu memang bermanfaat bagi yang menafsir sehingga hasil tafsiran itu dapat dibagikan ke orang lain dan bisa berguna pula bagi yang membacanya, bahkan mungkin yang membacanya akan mendapat rhema yang baru lagi.

Jadi, dari belajar dan masuk ke kelas MPH ini, saya banyak belajar dan mendapatkan hal-hal baru dalam kelas diskusi. Dari rhema yang baru yang saya dapat dari tafsiran rekan, ada pula sifat-sifat atau pertanyaan-pertanyaan rekan-rekan yang menggugah hati saya untuk lebih dalam mempelajarinya sehingga saya bersyukur. Selain materi pelajaran menarik, praktiknya agak sulit tetapi dipaksa untuk mencoba, dan rekan-rekan diskusi yang unik. Itu semua saya syukuri, terlebih lagi karena ada tim SABDA MLC  yang luar biasa dalam memfasilitasinya. Demikianlah kiranya testimoni saya, terima kasih banyak kepada tim kelas SABDA MLC atas usahanya dalam menambah banyak ilmu/wawasan kita dan semangat kita untuk mempelajari tentang kebenaran, yaitu firman Allah. Tuhan memberkati.

5. Marthen L. Kasodu

Bergabung dalam kelas MPH ini memang tidak mudah membutuhkan komitmen dan kerja keras yang luar biasa. Tidak cukup hanya sekadar niat.

Bersyukur di kelas ini, masih ada kesempatan mempraktikan dan terlebih lagi dengan adanya mentor dan admin yang "memaksa" kami untuk belajar dengan benar, mengingatkan, dan menegur kalau menyimpang.

Sejujurnya, kami sangat diberkati dengan kemampuan Hermeneutika yang sangat berguna untuk menggali kebenaran Alkitab, disertai panduan yang sangat membantu.

Selanjutnya kami menjadi siap untuk menggali kebenaran Alkitab dengan langkah-langkah dan tools yang ada. Tuhan semakin memberkati pelayanan dari SABDA.

6. Marcel

Saya mengucap syukur karena saya dapat mengikuti kelas Hermeneutika dari SABDA. Selama dalam pembelajaran, saya sangat diberkati dengan pembelajaran yang diberikan karena saya dapat melihat dan mencoba menarik makna asli dari teks dan juga saya berterima kasih kepada admin dan moderator yang juga menolong saya dalam pembelajaran Hermeneutika ini.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan satu kelompok yang juga membantu saya untuk mempertajam penggalian dan juga menguatkan saya lewat pembahasan firman yang disampaikan. Melalui kelas Hermeneutika ini, saya akan mengaplikasikannya untuk menuliskan renungan di tempat saya bergereja. Saya percaya apa yang ditaburkan oleh tim SABDA tidak akan pernah sia-sia. Tuhan memberkati.

7. Riana Manja Dewi

Selama mengikuti kelas mempraktikkan prinsip Hermeneutika ini, benar-benar seru. Perjuangan, keseriusan, dan ketekunan jadi paket komplit yang harus dilalui selama mengikuti kelas MPH ini. Puji Tuhan, SABDA memfasilitasi alat-alat keren yang memacu semangat, ditambah buku-buku penunjang yang lain.

Pendamping di kelas kami, sebagai moderator dan admin, Kak Bima dan Kak Rode, sangat baik dan sabar membimbing kami, serta setia mengingatkan saya untuk segera mengirim tugas dan menanggapi hasil penggalian teman yang lain. Terima kasih.

Kesan selama belajar di kelas MPH 2 ini, saya bersyukur dipertemukan dengan rekan-rekan yang memiliki semangat menggali firman Tuhan dengan luar biasa sehingga  diskusi kelas menjadi hidup. Asyik dan seru rekan-rekan di kelas MPH 2, saling melengkapi, dan mendukung. Terima kasih untuk kebersamaan.

Puji Tuhan, akhirnya dengan pertolongan dan penyertaan-Nya, saya bisa menyelesaikan tugas sampai hari ke-5. Kiranya apa yang telah saya peroleh melalui bimbingan, arahan, dan pelajaran yang diberikan, dalam kelas MPH ini semakin memperlengkapi saya dalam pelayanan yang Tuhan percayakan. Terima kasih untuk seluruh tim SABDA yang sudah menjadi fasilitator yang luar biasa. Kiranya Tuhan Yesus terus memberkati dan menyertai tim SABDA dengan melimpah. Imanuel.

8. Rudy Budiatmaja

Pertama-tama, saya ucapkan syukur kepada Tuhan Yesus dan saya ucapkan terima kasih kepada sahabat saya, Seno Lamsir, yang mengajak saya untuk ikut pelatihan Hermeneutika di MLC. Saat mengikuti hari pertama, saya langsung terkesan saat sebelum presentasi dimulai, saya ditugaskan berdoa untuk semua peserta yang ikut pelatihan grup  MLC, saya berdoa untuk moderator pembicara, Ibu Yuli. Kedua, saat mengikuti kelas diskusi, saya bingung karena sudah harus persiapkan materi diskusi Hermeneutika dalam Perjanjian Baru khusus dalam kitab Injil saja. Saya bersyukur, saya diberikan hikmat oleh Tuhan untuk memilih bahan diskusi Hermeneutika Matius 28:16-20 dan setelah 4 hari berjalan, baru masuk bahan diskusi puisi dari kitab Mazmur, saya pun dituntun Tuhan memilih Mazmur 23:1-6.

Dalam mengikuti pelatihan diskusi Hermeneutika, saya senang sekali karena dituntun oleh Bapak Bima yang baik dan Ibu Rode yang cantik selalu memberikan masukan dan saran perbaikan dalam penggalian lebih dalam yang terkait materi diskusi saya.

Akhirnya, yang tadinya saya tidak mengerti tentang Hermeneutika. Sekarang, saya sudah mengerti apa itu Hermeneutika. Apa tujuannya, hakikatnya untuk apa dalam menafsirkan kebenaran suatu teks dalam Alkitab. Yaitu, untuk menunjang bahan khotbah atau bahan pembelajaran penggalian lebih dalam untuk satu perikop kisah kitab tertentu dalam Alkitab supaya saya tidak salah menafsirkannya. Sehingga pada saat saya menyampaikan Injil kepada semua orang saat berkhotbah, saya percaya kebenaran firman Tuhan telah disampaikan dengan benar dan semua orang mengerti, percaya bahwa Tuhan Yesus kita dahsyat. Dia selalu ada untuk kita di saat situasi yang tersulit pun Dia sanggup menolong kita semuanya. Amin.

Akhir kata, saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia pelantikan MLC yang sudah menuntun saya dan kita semua dengan sabar dan penuh kearifan. Tuhan memberkati. Salam dari saya, Rudy Budiatmaja.

9. Samuel Dane

Saya sangat mengucapkan syukur bisa berkesempatan untuk mengikuti program dari SABDA kali ini, dan bisa berpartisipasi sampai akhir. Walaupun saya merasa ini adalah pelajaran yang berat sampai saat ini yang saya terima dari program SABDA.

Terima kasih banyak buat semua tim SABDA yang telah berjuang membimbing kami serta semua rekan-rekan MPH 2 yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam Tuhan serta semua staf/Saudara/i yang mengabdikan diri pada SABDA.

Pembelajaran selama 1 minggu ini cukup menguras energi dan menguras pikiran karena benar-benar harus menaruh perhatian yang sangat besar dalam menggali step demi step dari perikop yang diangkat untuk dibahas. Dan, baru menyadari saat ini betapa pentingnya menerapkan prinsip-prinsip Hermeneutika dalam berkhotbah. Setelah melakukan pembelajaran ini, saya akan mempraktikkan langkah-langkah ini dalam mempersiapkan khotbah. Tuhan Yesus memberkati.

10. Suyati

Bersyukur bisa mengikuti kelas MPH sampai selesai. Kelas kali ini benar-benar menegangkan sekaligus menantang karena harus praktik menafsir Alkitab dengan benar dan memakai alat alat Hermeneutika. Ini pengalaman baru dan saya bersyukur dapat belajar bersama dengan rekan-rekan di kelas yang komit dan banyak wawasan serta sharing penggalian yang memberkati. Semua pelajaran berkesan bagi saya, hari pertama dan hari terakhir menjadikan ujian untuk saya lanjut atau berhenti. Namun, puji Tuhan, Tuhan Yesus memampukan saya untuk tetap bertahan sampai selesai .

Aplikasi praktis, saya akan terus belajar untuk mempraktikkan ilmu Hermeneutika ini secara mandiri dengan langkah-langkah yang diberikan dan dicontohkan dalam modul. Evaluasi, kiranya ke depannya SABDA semakin sabar dalam menuntun kami kaum awam yang ingin terus belajar dan diperlengkapi dan semakin mengenal Tuhan Yesus dan firman-Nya. Terima kasih kepada moderator, Kak Bima, dan admin, Kak Rode, dan semua tim SABDA yang terlibat dalam pelayanan ini. Tuhan Yesus memberkati.

11. Trivena Sriwidarsih

Sangat bersyukur dapat mengikuti kelas MPH 2 sampai selesai, sungguh karena pertolongan Tuhan. Metode baru menolong saya untuk mengenal dalam menggunakan alat-alat bantu dalam menafsir. Penggunaan alat-alat bantu Hermeneutika menolong untuk menafsir secara bertanggung jawab agar sesuai dengan maksud dan kehendak Tuhan. Dari berbagai alat Hermeneutika sebagai alat bantu, membuktikan betapa luar biasa firman Tuhan ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Pelajaran yang saya dapatkan, menafsir tidak mudah, membutuhkan waktu yang tidak singkat dan butuh fokus. Walaupun tersedia alat-alat bantu, peran doa menjadi hal yang penting, untuk mohon Roh Kudus menolong dalam membuka dan menyingkapkan kebenaran. Hal ini mengingatkan, melalui langkah-langkah dalam menafsir untuk memulai dan mengakhiri dengan doa adalah sesuatu yang utama.

Terima kasih yang tidak terhingga kepada tim SABDA, Ibu Yulia, Bpk. Bima, Kak Rode, dan semua yang terlibat, yang sudah memfasilitasi terlaksananya kelas MPH sampai selesai, juga teman-teman dalam kelas MPH 2 yang membuka wawasan baru. Tuhan Yesus memberkati.

12. Wennar

Setelah belajar modul HUA beberapa waktu yang lalu, kembali belajar lagi untuk modul MPH. Pembelajaran itu seumur hidup kita. Selain teori, tentunya praktik. Semakin dalam kita belajar, semakin kita menyadari banyak hal yang belum kita ketahui. Belajar untuk menerima dan memahami teman dalam kelas diskusi akan jadi salah satu pengalaman yang berharga. Dengan demikian kita dapat menyelaraskan diri pula dengan maksud dan tujuan penulis dalam Alkitab.

Hermeneutika itu seperti "spiral". Penafsiran yang kita dapatkan senantiasa ada jawabannya dalam Alkitab itu sendiri. Tidak ada hal yang baru, yang ada hanyalah hal-hal yang masih tersembunyi, yang kita belum ketahui. Keintiman dengan Tuhan melalui firman-Nya, dan kerendahan hati untuk diajar oleh Roh Kudus membuat kita selaras dengan kehendak-Nya. Pewahyuan yang kita peroleh sebatas Tuhan mau menyatakan pribadi-Nya kepada setiap kita. Terima kasih tim SABDA MLC sudah menyelenggarakan pelatihan ini dengan baik. Tuhan memberkati pelayanan Sdr/i. dalam ladang-Nya.

13. Wenny Riama Siahaan

Saya sungguh bersyukur atas kebaikan Tuhan. Di tahun 2022 ini, MPH adalah kelas ke-2 SABDA MLC yang saya ikuti, dan saya sudah pernah mengikuti kelas HUA (Hermeneutika Untuk Awam) sebelumnya di tahun 2021. Saat itu, berisi teori dan praktik dasar. Tahun ini, saya ditawari lagi untuk mengikuti kelas MPH. Saya berpikir akan sama, tetapi saat dijelaskan bahwa akan lebih ke praktiknya.

Puji Tuhan, dalam kelemahan tubuh saya, ketika anak-anak sakit, saya sakit, ada pelayanan yang diemban dan ditambah tugas-tugas dari MPH ini membuat saya harus bisa mengambil waktu khusus untuk belajar sungguh-sungguh. Karena benar saja, dalam kelas MPH ini praktik menelaah/menafsirkan harus sesuai teori dan harus juga dilengkapi dengan alat-alat bantu, observasi, dan referensi. Ditambah dengan minta pimpinan Roh Kudus serta hikmat, sebab masing-masing pribadi akan mendapatkan rhema yang berbeda, tidak ada yang salah, semua baik karena rhema yang didapat itu memang bermanfaat bagi yang menafsir sehingga hasil tafsiran itu dapat dibagikan ke orang lain dan bisa berguna pula bagi yang membacanya, bahkan mungkin yang membacanya akan mendapat rhema yang baru lagi.

Jadi, dari belajar dan masuk ke kelas MPH ini, saya banyak belajar mengenai cara-cara berpraktik tafsiran Alkitab dan bukan hanya itu saja, saya mendapatkan hal-hal baru dalam kelas diskusi, dari rhema yang baru. Saya dapat dari tafsiran rekan, adapula sifat-sifat atau pertanyaan-pertanyaan rekan-rekan yang menggugah hati saya untuk lebih dalam mempelajarinya. Saya bersyukur, selain materi pelajaran menarik, praktiknya agak sulit, tetapi dipaksa untuk mencoba, dan rekan-rekan diskusi yang unik. Itu semua saya syukuri, terlebih lagi karena ada SABDA MLC inilah yang memfasilitasi segalanya, semua kerja keras, keringat dan doa dari tim SABDA yang menjadikan kami orang awam menjadi murid-murid Kristus yang siap mempelajari lebih dalam tentang Alkitab sehingga wawasan/pengetahuan kita bisa berguna untuk diri sendiri, keluarga, teman, bahkan orang lain.

Demikianlah kiranya testimoni saya. Kiranya rekan-rekan yang belum pernah ataupun sudah untuk dapat mengikuti kelas SABDA MLC lainnya supaya semakin banyak ilmu pengetahuan/wawasan kita dan menambah semangat kita untuk mempelajari tentang kebenaran, yaitu firman Allah. Tuhan Yesus memberkati.

14. Zeth Parinding

Setiap orang Kristen harus mempelajari Alkitab karena Alkitab adalah firman Tuhan Allah, yang diwahyukan dan diinspirasi oleh Tuhan Allah sendiri. Alkitab berisikan segala pengetahuan tentang Tuhan Allah dan hubungan-Nya dengan karya dan ciptaan-Nya sehingga Hermeneutika alkitabiah harus dipahami tentang konteks Injil. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus dalam Perjanjian/kovenan Tuhan Allah bagi manusia sehingga tipologinya ditafsirkan berdasarkan karya penyelamatan Tuhan Allah dalam kesatuan Allah, yakni Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Tritunggal Allah).

Terima kasih kepada tim SABDA dan juga rekan-rekan di grup 2, yang saling melengkapi untuk mempelajari prinsip-prinsip Hermeneutika (MPH), dengan keragaman budaya menafsirkan Alkitab dengan terlebih dahulu memahami konteksnya sesuai tahapan-tahapannya, baik menggunakan aplikasi alkitab.sabda.org, maupun referensi-referensi lainnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua dengan Roh Kudus Allah.