Testimoni Peserta Kelas Bedah Paskah Menurut Lukas 5

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

1. Jouita Tongilan (Sabah, Malaysia)

Berkat yang saya dapat dari materi BPML adalah berkat pengenalan akan pribadi Yesus Kristus dan misi penebusan, penyelamatan manusia berdosa oleh karya Roh Kudus. Kesan yang saya dapatkan melalui diskusi Bedah Paskah Menurut Kitab Lukas adalah kasih Kristus kepada saya, yang seharusnya saya yang dihukum mati karena berdosa, tetapi Dia telah menggantikan saya dan mati di Kalvari supaya saya mendapat keselamatan dan hidup kekal bersama Kristus.

Ringkasan pribadi dari pelajaran kitab Lukas dari pasal 19-24:

Secara pribadi, saya meringkasnya seperti ini.

  1. Kitab Lukas menceritakan tentang karya penyelamatan pengampunan manusia berdosa.
  2. Tentang kematian kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke surga.
  3. Menyatakan bahwa manusia berdosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Keselamatan manusia itu dikerjakan oleh Allah sendiri .
  4. Keselamatan manusia itu adalah anugerah kasih karunia Allah bukan dari hasil usaha manusia.

Harapan saya, MLC akan terus meneruskan program-program pembelajaran yang sudah sedia ada dan mewujudkan program-program yang baru supaya setiap peserta mendapat pengetahuan serta pendalaman Alkitab dari tema yang dibahas.

Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas Bedah Paskah Menurut Kitab Lukas:

  1. Praktis untuk terus belajar menggali firman Tuhan.
  2. Praktis untuk mengasihi sesama.
  3. Praktis untuk sabar dalam menghadapi segala hal.
  4. Praktis untuk terus bersyukur .

Soli Deo Gloria.

2. Lily Kurniati

Saya sangat terberkati dengan mengikuti kelas BPML ini. Pemilihan Lukas mulai pasal 19 sehingga tidak hanya sejak Yesus dihakimi, tetapi sebelum itu, sehingga saya menyadari bahwa Yesus terus bekerja sesuai perintah Bapa yang mengutusnya. Beberapa hal tidak hanya mengenai kematian dan kebangkitan Yesus, tetapi juga pengajaran-Nya yang tetap bisa digunakan dalam kehidupan masa kini.

Dengan berdiskusi bersama peserta lain membuat saya makin kaya dalam penggalian. Hal yang tidak akan diperoleh jika saya hanya menggali pasal-pasal ini sendiri. Sistem dua jalur memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi sebanding dengan hasilnya. Saya sendiri sudah menggunakan BaDeNo sebelumnya, tetapi lebih banyak porsi baca dan dengar. Dengan visualisasi dalam video, saya bisa membandingkan apa yang saya bayangkan dengan apa yang disajikan dalam video. Hanya menurut saya, waktu untuk menanggapi penggalian peserta lain menjadi kurang. Kita perlu waktu untuk membaca apa yang dituliskan yang menjadi lebih panjang karena sistem 2 jalur. Apalagi sebagian besar peserta posting pada malam hari, sementara banyak sekali yang perlu dibaca. Jadi, banyak yang terlewatkan. Saya berharap untuk bedah kitab selanjutnya jika menggunakan dua jalur diberikan waktu yang lebih lama untuk berdiskusi/saling menanggapi.

Saya meringkas Lukas 19-24 bahwa Yesus tetap taat pada tugas yang diberikan Bapa kepada-Nya, bahwa Dia datang ke dunia untuk menderita, mengorbankan diri-Nya di kayu salib untuk menebus manusia yang berdosa, bangkit untuk mengalahkan maut sehingga kita yang percaya bisa diselamatkan. Menjadi tugas kita murid-murid-Nya masa kini ini untuk  meneruskan Kabar Baik ini ke semua orang. Ini yang akan saya lakukan, dan saya percaya Tuhan memampukan saya untuk  melakukannya.

3. Lucianna Cecilia

Berkat yang didapat, saya merasakan kasih Allah dan kepedulian Allah kepada manusia. Kesan yang saya dapatkan, memperdalam pengertian selain melalui teks juga melalui visual. Tuhan mengerti dan mengenal sampai kedalaman hati kita. Ringkasan pribadi:

Tuhan Yesus rela merendahkan diri-Nya untuk menjalankan rencana Bapa untuk keselamatan yang diberikan kepada manusia berdosa.

4. Mansyur

Berkat dari BPML: sangat diperlengkapi dalam mempelajari kitab dengan metode yang kreatif dan diberkati dengan penggalian yang ada. Kesan mengikuti diskusi BPML: sangat senang dan menantang. Awalnya mengalami kendala, akhirnya dengan menikmati prosesnya saya semakin dituntun dan dibukakan pemahaman tentang Paskah.

Ringkasan pribadi dari pelajaran Lukas 19-24:

  • Sebelum memasuki minggu sengsara, Yesus menyelamatkan seorang kepala pemungut cukai. Di situ, Yesus menyampaikan tentang visi-Nya bahwa Dia datang kedunia hanya untuk MENCARI dan MENYELAMATKAN.
  • Tujuan yang mulia dan agung dari Yesus diancam keras dan dimusuhi oleh kelompok sesepuh masyarakat serta kelompok yang yang tidak memercayai akan kebangkitan setelah kematian. Penolakan serta ancaman tidak berhenti dititik ucapan para penipu melanjutkan dengan strategi jahat dan bengis. Mereka melakukan berbagai cara, intinya MENANGKAP dan MEMBUNUH Yesus. Sebelum Yesus ditangkap Yesus menegaskan bahwa kematian yang akan Dia lalui merupakan penggenapan dari nas kitab suci, bukan hasil rencana jahat orang-orang yang membenci Dia.
  • Melalui makan malam Paskah, para murid-Nya diajarkan makna Paskah yang benar dan diingatkan untuk selalu waspada kepada orang yang berlagak benar, tetapi membenci kebenaran.
  • Yesus sekali benar tetap benar. Bagaimanapun manusia menyelidikinya, hasil akhirnya adalah benar karena Dia sendiri adalah KEBENARAN yang abadi.
  • Sangatlah indah perjumpaan dengan Yesus, seseorang yang lambat hati dan bodoh pasti dapat bersujud menyembah, menerima sukacita penuh, dan hidupnya akan memuliakan Allah. Paskah bukan tradisi yang hanya untuk dirayakan, tetapi Paskah merupakan hadiah yang sangat berharga bagi semua jiwa yang terhilang.

Harapan untuk kelas MLC berikutnya adalah dapat membawa sebanyak mungkin orang bisa menikmati kebenaran Tuhan. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti BPML: membagikan kado Paskah kepada semua jiwa terutama kepada keluarga.

5. Mariano Nathanael

Saya bersyukur boleh mengikuti kelas Bedah Paskah Menurut Lukas kali ini. Saya mendapat banyak sekali peneguhan dan berkat-berkat yang menghasilkan diperbaruinya komitmen saya untuk semakin mengenal Kristus dan hidup dalam Dia. Penggalian yang saya lakukan, juga yang dilakukan oleh rekan-rekan, sangat membantu saya melihat hal-hal yang lainnya. Karena jika saya sendiri yang melakukannya, butuh waktu yang lama.

Kesan saya dalam mengikuti kelas ini sangat terasa kuat, terutama cara membedah yang melibatkan video Yesus. Selama ini, menonton video tentang Yesus tidak menjadi perhatian khusus buat saya karena saya menganggap yang penting itu adalah apa yang tertulis dan bukan rekayasa sutradara video. Namun, cara penggalian ini menuntut saya memperhatikan dengan lebih jeli lagi setiap video tentang Yesus yang di-share dan ternyata di dalam video, saya banyak sekali mendapatkan berkat, hal-hal yang menguatkan dan memperteguh teks Alkitab, bahkan bisa mendapatkan hal yang lain yang tidak begitu terasa ketika membaca teks. Saya mulai yakin bahwa film tentang Yesus yang dibuat oleh para sutradara itu memang merupakan inspirasi dari Roh Kudus sendiri untuk memperkaya dan memperteguh banyak orang Kristen, termasuk saya.

Lukas 19-24 pertama-tama memberitahu bagaimana Yesus disambut sebagai Raja ketika Dia datang ke Yerusalem. Lalu, bagaimana Dia diuji dengan berbagai macam pertanyaan yang menjebak, tetapi Dia tidak pernah terjebak. Percakapan saat peristiwa perjamuan malam, penangkapan, pengadilan, jalan sengsara, penyaliban, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga. Semuanya itu membuktikan bahwa Dia hidup, Dia berkuasa, dan Dialah Anak Allah. Dosa dan maut telah dikalahkan, dan kemenangan. Terpujilah Kristus dari sekarang sampai selama-lamanya.

Saya menantikan kelas bedah kitab selanjutnya. Karena kelas ini sangat melatih saya untuk terus memperhatikan Alkitab dengan jeli dan saya senang jika mendapat pencerahan-pencerahan yang baru dalam penggalian yang saya lakukan. Terima kasih tim SABDA yang sudah memfasilitasi kelas semacam ini. Saya dan kami semua sungguh diberkati. Tuhan yang memberi hikmat dan kekuatan yang lebih lagi kepada tim SABDA untuk semakin memberkati banyak orang lainnya. Saya berkomitmen untuk terus hidup dalam Dia dan mau memberitakan berita Injil Kerajaan Allah kepada orang lain.

6. Rialdi Pasaribu

Bersyukur untuk selesainya kelas diskusi Bedah Paskah Menurut Lukas. Terima kasih kepada Tuhan Yesus, para fasilitator, moderator, dan para peserta yang saling membagikan perenungan dan penggaliannya. Saya belajar banyak hal di kelas ini. Secara khusus, saya belajar untuk bersungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan seperti Zakheus. Jika saya tidak bisa menjumpai Dia dengan satu cara, maka saya akan cari cara lain sampai saya berjumpa dengan Tuhan Yesus. Saya percaya, perjumpaan dengan Tuhan Yesus akan mengubahkan hidup saya dan membuat saya mengalami kuasa kebangkitan, yaitu keselamatan dan hidup kekal. Inilah berkat yang paling memberkati saya, yaitu di hari pertama penggalian Lukas 19. Mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan saya dalam diskusi. Tetap semangat dalam Tuhan.

7. Septra Surmana Tarigan

Berkat dari material BPML: materi yang disampaikan moderator sangat baik walaupun dalam waktu singkat, tetapi tidak mengurangi materi yang disampaikan. Kesan mengikuti diskusi: saya sangat senang dapat saling membagi dan saling menanggapi.

Ringkasan mengikuti diskusi: Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang hilang dalam karya-Nya bagi manusia melalui kematian dan kebangkitan-Nya pada umat manusia yang telah banyak berbuat dosa, kini telah selamat karena Yesus Kristus menebus segala dosa manusia dan diselamatkan.

Harapan untuk kelas MLC berikutnya: di kelas berikutnya, saya harap bisa ikut agar bisa berbagi dengan saudara dan saya juga rindu dengan firman Tuhan dan mengenal Tuhan lebih dekat lagi .

Aplikasi, saya akan membagikan apa yang saya sudah dapat di kelas ini dan membagikan kepada teman misi saya dan kepada teman teman dekat saya. Kita harus bersukacita karena Tuhan telah memberikan kita yang terbaik dalam kelas ini. Sekian. Terima kasih. Tuhan memberkati.

8. Simon Salasa

Pertama-tama, saya mempersembahkan segala puji dan syukur kepada Tuhan, yang memperkenankan saya mengikuti kelas Bedah Paskah Menurut Lukas, sampai selesai dengan baik.

Berkat mengikuti BPML: dengan belajar bersama, saya dapat berkat dari rekan-rekan kelas yang dapat mempertajam pemahaman tentang Paskah dan maknanya bagi kita, yaitu Kristus datang dan menjadi kurban tebusan bagi kita orang berdosa.

Kesan: saya sangat terkesan dengan dua metode belajar, yaitu jalur teks dan visual. Dengan dua metode ini, saling memperlengkapi apa yang menjadi makna dari teks atau peristiwa dalam bentuk visual.

Ringkasan pelajaran Lukas 19-24: Lukas menjelaskan dengan baik dan sistematis peristiwa Paskah mulai dari rencana menangkap, menyalibkan, sampai pada kematian dan kebangkitan-Nya bahkan sampai Dia naik ke surga.

Harapan: dengan belajar kitab ini, akan mendorong saya untuk terus belajar dengan dua metode, yaitu jalur teks dan visual. Aplikasi: saya akan komitmen terus belajar firman Tuhan.

Terima kasih kepada admin, moderator, dan tim SABDA sebagai penyelenggara kelas ini. Doa kami Tuhan memberkati dan terus menjadi alat Tuhan bagi bangsa ini.

9. Sry Artha Manullang

Saya bersyukur karena dapat menyelesaikan BPML ini hingga akhir. Komitmen dari awal adalah waktu dan menggunakan kesempatan belajar membedah ini dengan baik. Membandingkan dua jalur ini, menurut saya saling melengkapi. Tentu metode visual memberikan pendalaman akan karakter masing-masing. Contoh, di pasal 24 tentang Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus. Di sana, saya melihat dalam visual, bagaimana karakter Kleopas ditunjukkan. Ketika dia merasa kesal, melihat Yesus seolah tidak tahu apa yang terjadi. Sedangkan, temannya yang tidak disebutkan namanya, memegang bahu Kleopas dan mereka melanjutkan perjalanan. Terlihat mereka meninggalkan Yesus seorang diri di belakang dan mereka masih serius memperbincangkan tentang apa sedang terjadi belakangan ini, tetapi Yesus tetap mengikuti mereka. Dalam konteks ini, Yesus masih orang asing di mata mereka, tetapi mereka mau menceritakan kepada-Nya. Namun pada akhirnya, Yesus membuat mereka mengenali-Nya. Secara visual, menurut saya jelas disampaikan.

Penggalian dengan dua jalur ini, di mana prosedur melihat teks, membaca tafsiran, melihat visual, dan melihat kesamaan dan perbandingan, dibutuhkan waktu, konsentrasi, dan hikmat agar memberikan pesan kepada pribadi dan maknanya kepada Paskah yang akan kita rayakan. Bedah setiap pasal memberikan aplikasi yang berbeda-beda juga. Saya bersyukur kalau boleh belajar menggalinya sambil mempersiapkan diri dalam pra-Paskah ini.  

Aplikasinya adalah saya mempersiapkan diri melalui pra-Paskah, menghayati kehadiran Yesus pernah di dunia ini bersama-sama dengan kita, bahkan sudah bangkit, maut sudah dimenangkan, kuasa dosa tidak lagi memperbudak umat-Nya, orang-orang yang percaya pada-Nya. Saatnya, saya juga bisa berbagi dengan orang yang belum mengenal-Nya, orang yang sudah mengenal, tetapi belum  menghayatinya, maka sudah saatnya boleh saling berbagi. Kiranya boleh memberikan kesaksian, bukan dari hanya dari perkataan tetapi benar dari perbuatan. Amin.

Tidak habis-habisnya, saya bersyukur boleh mengenal SABDA, dan telah menjadi wadah bagi saya untuk bertumbuh mengenal kebenaran firman Tuhan. Tentu saya juga mempunyai teman baru di sini yang rindu untuk bertumbuh dalam Tuhan. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman di BPML 5, yang komitmen waktu, persiapan, dan penggalian yang sangat baik. Saya juga bersyukur bisa membacanya. Saya melihat ini sebagai cermin bagi saya untuk terus menggembangkan diri dan memperlengkapi diri. Dan, juga ada Kak Andy dan Kak May yang telah mendukung diskusi ini berjalan dengan baik hingga selesai.

Harapan saya, semoga makin banyak jiwa yang rindu bertumbuh dalam pengenalan Tuhan melalui wadah yang diberikan SABDA. Menikmati fitur-fitur yang disediakan, yang menurut saya sangat baik dan relevan di masa sekarang ini. Terima kasih SABDA.

10. Trivena S.

Berkat dari materi BPML: cara penggalian yang kreatif, jalur teks, dan jalur visual memberi makna yang lengkap, lebih tegas dengan melihat ekspresi yang tampak dalam pribadi Yesus dan murid-murid-Nya. Kesan mengikuti diskusi: penggalian yang detail menjadikan diskusi BPML dapat dimaknai lebih dalam, memberi pencerahan, menumbuhkan komitmen baru. Kesulitan proses pengerjaan dengan 2 jalur teks dan visual dapat melengkapi pemahaman baru yang lebih detail.

Ringkasan Lukas 19-24:

Berjalan dengan Tabib Lukas, dari pasal 19-24:

Belajar dari Zakheus yang terbatas secara fisik, tetapi tidak menghalangi untuk berusaha berjumpa dengan Tuhan, yang berdampak pada keselamatan keluarga. Kebangkitan-Nya membuktikan Dia, Allah yang hidup dan menjamin kehidupan kekal, yang melalui pengampunan-Nya memberi pelajaran untuk hidup dalam pengampunan seperti apa yang sudah dilakukan bagi kita. Melalui Paskah melahirkan murid-murid-Nya untuk berbagi sukacita dan bersaksi.

Aplikasi: dengan menonton Lumo, bukan kebetulan, melalui cara ini, saya, orang percaya, dituntun untuk menampilkan Paskah, berita kebangkitan bagi keluarga dan  sesama, hidup yang menjadi kesaksian dengan perspektif yang benar sesuai Alkitab.

Mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA, Ibu May, Kak Andy, dan semua yang terlibat demi terselenggaranya acara BPML. Tuhan memberkati.

11. Wennar

Bersama SABDA MLC, "membedah" kembali perjalanan sengsara Yesus dalam memperingati Paskah. Bagi sebagian denominasi, sering kali berlalu saja, tidak ada kegiatan khusus. Salut buat setiap teman-teman yang rajin dan tekun membagikan hasil penggalian. Tidak mudah tetapi bisa dilakukan. Di mulai dari Lukas 19, tertulis bahwa "Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang". Dan diakhiri Lukas 24, "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga".

Harapan untuk kelas-kelas MLC berikutnya, ada interaksi yang dapat dilakukan secara "live". Akhirnya, seperti pemaparan di penutupan siang hari tadi, Paskah harus dibagikan dengan siapa pun dan di mana pun, bahwa kita mempunyai Allah yang hidup.

12. Winarti Suryaatmadja

Setiap mengikuti kelas MLC, pastinya ada berkat tersendiri juga di kelas BPML ini. Dari penggalian pribadi dan teman-teman, makna Paskah bisa lebih mendalam dan ditinjau dari banyak sisi, hanya tetap mengerucut pada satu sisi tentang bagaimana memaknai Paskah untuk menjadi corong yang menggambarkan pengorbanan Yesus Kristus lewat kematian-Nya di kayu salib. Suatu kemenangan atas dosa dan penggenapan janji kebangkitan-Nya yang membawa pengharapan hidup kekal bagi semua orang.

Mendapat kesan yang sedikit berbeda di kelas kali ini dengan metode penggalian yang berubah (jalur klasik dan visual), bahkan di hari ke-3 juga direvisi lagi. Memang penggalian menjadi lebih mendalam hanya masalah waktu menjadi lebih banyak dan tulisan penggalian menjadi lebih panjang. Awalnya, agak kesulitan mengikuti pola yang baru dan juga lebih harus konsen membaca semua tulisan-tulisan panjang penggalian teman-teman lainnya. Namun, di hari ke-2 atau ke-3 sudah bisa menyesuaikan. Kelihatannya, bagi teman-teman yang waktunya padat atau terbatas ada kendala karena harus lebih menyediakan waktu dengan pola penggalian seperti ini.

Ringkasan pelajaran BPML bagi saya adalah runtutan kejadian-kejadian, peristiwa kematian dan kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke surga, yang bisa kita lebih dalami bahwa gagasan atau prakarsa Allah sungguh sempurna, terencana, dan tidak pernah lalai atau gagal. Hasil akhirnya adalah kemenangan atas dosa dan pengharapan akan hidup kekal.

Aplikasinya membuat kita harus hidup, bekerja memberi buah: buah pertobatan, buah roh, atau karakter dan buah jiwa-jiwa, bergerak menjadi duta-duta saksi Kristus untuk mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar.

Kelas MLC dengan penyesuaian event-event besar seperti ini sangat menarik dan membantu, tentunya untuk bahan-bahan renungan pribadi dan juga bahan khotbah di komunitas. Kalau boleh disarankan sesuai kondisi saat ini, ada kelas MLC tentang akhir zaman mungkin akan menarik dan berguna pastinya untuk menghadapi masa-masa seperti sekarang ini.

Terima kasih tim SABDA atas kesetiaan pelayanannya yang selalu semangat memberi berkat-berkat siraman rohani kepada kita semua. Tetap semangat dan sukacita menjadi berkat dan diberkati pastinya. Sampai bertemu di kelas MLC berikutnya.

13. Yuke Sugihono

Saya mengucap syukur kepada Tuhan adanya lembaga hebat seperti SABDA ini. Bu Yulia dan rekan-rekan di SABDA luar biasa dalam melaksanakan pelayanannya, membuat saya semakin semangat dalam mengikuti penggalian dan pendalaman Alkitab.

Kali ini, saya belajar dan diingatkan kembali mengenai kasih Kristus untuk umat-Nya melalui penderitaan sampai kematian-Nya di kayu salib, yang memungkinkan saya ditebus oleh Kristus. Kebangkitan-Nya membuat saya memiliki kepastian akan hidup dalam kemenangan rohani.

Semoga kita semua semakin cinta Tuhan dan melayani-Nya dengan sungguh-sungguh. Terima kasih SABDA dan thank you teman-teman BPML 5. Tuhan menyertai kita sekalian dengan berkat-Nya yang melimpah.