Komentar

Testimoni Peserta Grup Diskusi Bedah Kitab Ratapan 2

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

1. Adi P. Yuwono

Saya sungguh merasakan berkat yang melimpah lewat penggalian Kitab Ratapan ini. Introspeksi diri menjadi lebih utama dari pada sibuk menyalahkan keadaan dan orang lain. Setelah belajar kitab ini saya erasakan ratapan saudara-saudara kita yang dalam aniaya, tetap memandang Tuhan Yesus. Mungkin agak berbeda kasus dengan Ratapan, tetapi sama-sama ada dalam satu kondisi. Dalam diskusi saya masih banyak membaca dan belum berkesempatan komentar, mungkin ke depan bisa ikut berinteraksi aktif. Harapan saya, disela-sela kesibukan jangan pernah lupa dan selalu ingat penyertaan-Nya. Sungguh luar biasa pengalaman bersama Tim SABDA, saya merasakan kebersamaan yang indah, saling mengisi dan memahami.

2. Arga Marsel Tambunan

Melalui pembedahan Kitab Ratapan, saya mulai mengerti apa sebenarnya Kitab Ratapan itu. Kesan yang saya dapatkan selama mengikuti diskusi BK_Ratapan adalah saya bisa terbuka dengan orang lain dan mendapatkan teman rohani yang lebih dewasa dan memiliki jam terbang yang sudah lama. Kesaksian yang disharingkan oleh setiap peserta sungguh sangat menyentuh dan memiliki jiwa dan iman yang kuat terhadap Kristus dan terus berpegang teguh terhadap firman. Terima kasih tim SABDA MLC. Tuhan Yesus memberkati.

3. Benediktus Bryan Indra Karisma

Berkat saya sangat diberkati dengan penggalian yang dilakukan oleh peserta lain, semakin melengkapi apa yang sudah saya dapatkan sehingga saya dapat lebih memahami sifat Allah ketika Ia murka. Kesan saya dapat belajar lebih dalam mengenai murka Allah yang terdapat dalam Kitab Ratapan di mana gambaran itu cocok dengan keadaan saat ini. Harapan saya berharap agar SABDA terus mengadakan kelas bedah kitab yang lain agar umat Tuhan semakin diperlengkapi oleh pengetahuan yang benar akan firman Tuhan. Aplikasi saya akan terus berdoa baik secara pribadi maupun komunal dengan lebih sungguh-sungguh agar kita umat Tuhan dipulihkan dan benar-benar terpelihara secara rohani khususnya ditengah situasi yang tidak menentu seperti saat ini.

4. Dwi Prasetyo Rahardjo

Berkat dari materi BK_Ratapan adalah semakin memahami isi Kitab Ratapan dan peristiwa yang melatarbelakangi kedukaan yang terjadi, tetapi juga pengharapan yang kuat bahwa pasti Tuhan akan menolong. Kesan mengikuti diskusi BK_Ratapan sangat menyenangkan karena semua peserta di grup saling melengkapi, sehingga memperlengkapi apa yang sudah digali/diamati. Ringkasan pribadi dari pelajaran Ratapan 1 -- 5: Karena dosa para pemimpin dan kolektif sebagai suatu bangsa, mengakibatkan penderitaan dalam berbagai aspek. Dalam keterpurukan seperti itu, Yeremia tetap memiliki pengharapan dan iman bahwa Tuhan pasti menolong. Harapan untuk kelas MLC berikutnya. Bedah kitab seperti ini sangat bagus untuk terus dilakukan. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas BK_Ratapan. Terus belajar/memperdalam pemahaman tentang Kitab Ratapan.

5. Eddy Yonathan

Sesuai namanya Kitab Ratapan memang penuh dengan ratapan, ditutup dengan doa mohon pemulihan dan Tuhan pulihkan kembali umat-Nya. Saya bersyukur bisa membaca bahkan mempelajari kitab Ratapan yang memang jarang dibahas oleh setiap orang.cMateri kitab Ratapan agak sulit, tetapi melalui bahasan teman-teman sekelas membuat saya agak tertolong mempelajari Kitab Ratapan ini. Terima kasih buat SABDA khusus pengawas grup dan juga teman-teman sekelas. Tuhan Yesus memberkati.

6. Giovanni Pedro Aprista Pakpahan

Berkat yang saya peroleh dari materi BK_Ratapan adalah wawasan dan bermacam sudut pandang yang semakin diperluas dan semakin dalam pada Kitab Ratapan yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan. Kesan mengikuti diskusi BK_Ratapan adalah saya merasa senang bisa melihat berbagai penggalian yang dilakukan teman-teman yang mengasah pemikiran pribadi saya dalam membaca Ratapan. Ringkasan pribadi dari pelajaran Ratapan 1 -- 5, dalam Ratapan kita belajar bahwa kejayaan itu tidak kekal. Ada saatnya semuanya hancur dan yang tersisa hanyalah kepedihan yang mendalam. Hanya Tuhanlah yang kekal. Harapan untuk kelas MLC berikutnya, menjadi berkat dalam penggalian kitab-kitab yang mungkin jarang dibawakan dalam khotbah. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas BK_Ratapan, marilah kita letakkan hidup kita dalam tangan Tuhan dan bertekad tidak mengandalkan manusia, harta, kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan yang kita miliki. Hiduplah senantiasa dalam persekutuan yang intim dengan-Nya dan berani membuka diri untuk dikoreksi oleh Tuhan.

7. Jonni Marwa

Saya membaca Kitab Ratapan beberapa kali, tetapi hanya sepintas dan tidak banyak yang dapat saya gali. Namun, dengan adanya BK_Ratapan, saya sungguh-sungguh mendapat banyak berkat rohani. Pertama, saya membaca ayat per-ayat secara berulang-ulang untuk memahami konteks dan makna ayat. Kedua, saya mendapati bukan hanya 1 ayat yang bisa saya gali, tetapi banyak ayat dan ini menjadi referensi pribadi saya. Ketiga, saya memahami sejarah dari penulisan dan dalam suasana apa. Semua anggota BK_Ratapan 2 sangat antusias dan saling melengkapi satu dan lainnya. Selain itu, hasil penggaliannya sangat banyak meskipun ada beberapa orang yang menggali salah satu ayat yang sama, tetapi hasil eksposisinya bervariasi dan memberkati. Meskipun beberapa diantara kami dengan tugas-tugas dan kesibukan yang cukup padat, tetapi berkomitmen melakukan penggalian dan submitnya sudah ditengah malam. Mentor kami tetap setia mengingatkan. Itu sebabnya saya secara pribadi terus terpacu.

Dari Kitab Ratapan memberikan gambaran bahwa ketidaksetiaan kepada Tuhan berkonsekuensi terhadap penderitaan dan kesengsaraan. Karena itu, ketika berada dipuncak kejayaan jangan tinggi hati. Salah satu akibat tinggi hati adalah kehilangan berkat dan bahkan akan menjadi penghinaan dan kehancuran terhadap diri kita sendiri. Untuk memulihkan hubungan yang retak dengan Tuhan melalui doa dan puasa yang sungguh-sungguh agar Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya. Juga kitab ini menulis bagaimana hidup dalam sebuah persaingan. Dengan doa dan pertobatan yang sungguh-sungguh, Tuhan akan memulihkan bangsa ini. Harapan untuk kelas MLC berikutnya adalah kelas MLC dapat dilakukan untuk kitab-kitab yang lain lagi dan kami para peserta juga bertanggung jawab untuk mengajak saudara-saudara yg lain. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas BK_Ratapan adalah hidup dalam ketaatan dan belajar untuk meratap dalam doa bagi keluarga, gereja, dan bangsa. Mencoba untuk membentuk kelompok untuk berdiskusi atau mengkhotbahkan Kitab Ratapan ini kepada sahabat, teman-teman, dan anak sekolah minggu khususnya kelas remaja.

8. Marganda Kristianto Purba

Berkat dari materi BK_Ratapan adalah menambah wawasan dan pengetahuan dengan banyaknya sudut pandang penafsiran dari seluruh peserta kelas. Kesan mengikuti diskusi BK_Ratapan semua peserta diskusi di kelas sangat aktif dan saling melengkapi satu sama lain. Ringkasan pribadi dari pelajaran Ratapan 1-5 saya merasa perlu banyak mengintrospeksi diri dan lebih semakin mengenal jalan Tuhan supaya saya tidak larut dalam ratapan yang menyalahkan Tuhan. Harapan untuk kelas MLC berikutnya agar tidak hanya dibuat dalam bentuk diskusi, tetapi juga dalam bentuk games atau simulasi. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas BK_Ratapan yaitu memahami makna ratapan Yeremia dan dengan kesadaran pribadi mencoba merenungkan dan menginstropeksi diri. Membuat suatu komitmen untuk tidak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi. Saya akan bagikan hasil diskusi kepada keluarga dan teman-teman sepelayanan di gereja.

9. Mikha Natalianus Jaya

Dengan memiliki perspektif gambaran tentang "grief" atau kedukaan, saya lebih memahami isi Kitab Ratapan dari pada sebelumnya. Tak pernah saya bayangkan ternyata cara penggalian Alkitab seperti ini begitu sederhana, tetapi mendalam. Dalam grup diskusi, saya membaca dan mengamati betapa besar kerinduan masing-masing untuk menggali kebenaran Alkitab. Bible Engagement SABDA memberikan wadah bagi orang-orang untuk menggabungkan diri dalam berbagi pemahaman dan refleksi sembari merenungkan Firman Tuhan. Ketika ada api, pasti ada pemantiknya. Umat Tuhan dibuang ke Babel dikarenakan dosa yang mereka lakukan. Bisa dikatakan bentuk hukuman, tetapi saya lebih suka menyebutnya sebagai disiplin yang bertujuan untuk melatih dan membangun kepercayaan umat kepada Tuhan yang sejati. Ratapan pasal 1-5 menggambarkan berbagai dosa, seperti: 1) tidak mengandalkan Tuhan malah mengandalkan Mesir dan Asyur, 2) menghiraukan perkataan Tuhan yang disampaikan para nabi, 3) kesombongan, 4) para imam melalaikan tanggung jawab dan berlaku serong, 5) memiliki berhala, dan lain sebagainya. Dari kitab Ratapan, saya belajar untuk berharap pada Tuhan karena kasih setia-Nya tak pernah berkesudahan.

Berharap diadakan kelas MLC tentang belajar tokoh-tokoh Alkitab dalam perjalanan imannya kepada Tuhan serta tugas dan tanggung jawab yang dikerjakan sampai akhir hidup mereka. Tuhan tidak pernah menghendaki seorang pun binasa. Waktu dan kesempatan yang ada sampai sekarang ini bertujuan supaya manusia datang kepada Kristus dan meninggalkan dosa-dosanya (bdk. 2 Petrus 3:9). Harapan dan sumber kekuatan bukanlah pada diri saya sendiri, melainkan pada Tuhan. Oleh sebab itu, saya ingin lebih konsisten dalam saat teduh, membaca firman Tuhan, dan berdoa setiap harinya. Terima kasih SABDA MLC team. Tuhan Yesus memberkati.

10. Samuel Haratua Siswono

Selalu baru hal yang didapat dari membedah kitab. Kitab Ratapan ini sungguh membuka mata saya tentang sikap seorang Hamba TUHAN yang meratap untuk bangsanya. Sungguh, ketika sang Peratap "gagal" dalam memperingatkan bangsanya sehingga akhirnya bangsanya dihukum, sikap yang diambilnya sungguh menjadi teladan. Bukan membuang badan, bukan tidak mau tahu, bukan mengumpati, tetapi meratap untuk bangsanya. Menaikkan doa. Dan, dalam ratapannya, banyak hal yang bersama kelas 2 kami dapatkan. Ada banyak relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak hal yang terlupa kembali diingatkan. Ada hal yang kebablasan, ditegur dalam diskusi kelas kami. Sungguh bersyukur dapat bersama mengingat tentang dunia ini yang tidak abadi. Ketaatan dan kerendahan hati. Awas-awas terhadap hedonisme dan konsumerisme. Siapa yang menjadi fokus dalam hidup. Dan tentang inisiatif keselamatan kekal. Bersyukur sekali buat teman-teman di kelas 2, beserta Kak Rode dan Mas Mattheau yang menjadi admin dan moderator di kelas kami. Menunggu kelas bedah kitab lainnya. Menunggu untuk bertumbuh bersama kembali dengan teman-teman di MLC SABDA. Soli Deo Gloria!

11. Sutrisno Adi Chandra

Kitab Ratapan memberkati saya melalui situasi-situasi yang digambarkan Yeremia di Kitab ini, gambaran demi gambaran saat digali membuat saya (pembaca) terbawa ke situasi saat itu. Mengerikan. Diskusi dalam grup saling melengkapi pernyataan dan meresponi pertanyaan, sehingga menambah pengetahuan baru dalam pemahaman Kitab Ratapan. Secara pribadi saya meringkas bahwa sebagai anak Tuhan yang sudah diselamatkan melalui penebusan Kristus di kayu salib, sudah seharusnya sadar diri sedini mungkin untuk menilik dosa pribadi, keluarga (yang menjadi kutuk keturunan), gereja, bangsa, dan sebelum terlambat meminta pengampunan Tuhan. Saya berharap SABDA MLC terus berkembang menjadi wadah tempat berkumpul anak-anak Tuhan yang rindu belajar firman Tuhan. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas BK_Ratapan adalah senantiasa menjaga kekudusan dan meminta hikmat Tuhan agar selalu berkenan dihadapan Nya.

12. Tompul

Pembahasan BK_Ratapan sangat relevan dengan situasi dunia, bangsa, dan gereja Tuhan yang tengah bergumul situasi pandemi saat ini. Dalam hal ini kita belajar dari Yeremia yang meratapi dosa bangsanya yang mengalami kedukaan akibat dari ketidaktaatan kepada Tuhan. Saya sangat diberkati ketika melihat pribadi dari penulis Kitab ratapan yang meratapi pergumulan bangsanya yang tidak mau merendahkan, serta mencari Tuhan ditengah tantangan yang sangat hebat. Lanjut terus bedah kitab yang lain lagi supaya kita semakin mencintai Tuhan dengan tetap memiliki pemahaman yang benar melalui sumber Alkitab. Mari kita melakukan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita sebagai tubuh Kristus. Merendahkan diri dan berdoa.

13. Wennar

Berkat dapat melihat lebih dalam lagi Kitab Ratapan dengan 'pembedahan' bersama teman-teman. Kesan saya adalah proses pemaparan di awal sudah baik, diskusi kelas begitu juga meski terkadang ada jam-jam sunyi. Ringkasan melalui kitab ini kita belajar untuk melihat keadilan Tuhan dan kasih setia Tuhan. Harapan saya adalah ada materi tertulis sebagai acuan dalam bedah kitab selanjutnya, dan kalau memungkinkan ada 'live' interaktif antarpeserta dalam grup sehingga dapat lebih mengenal satu sama lain. Aplikasi dalam kehidupan pribadi, saya akan lebih disiplin dalam ketaatan akan firman Tuhan. Selalu berusaha untuk mengingat bahwa kesalahan (dosa), jika tidak segera melakukan pertobatan maka akan berdampak pada generasi berikutnya. Ada kerinduan untuk membagikan pengalaman bersama SABDA MLC pada komunitas yang lain, sehingga ada pribadi-pribadi yang dapat dimuridkan untuk pertumbuhan kerohanian yang semakin serupa dengan karakter Kristus. Terima kasih buat tim SABDA MLC. TUHAN memberkati pelayanannya.

14. Erva Agustinus Rahayu

Saya mendapatkan berkat yang sangat berharga, salah satunya adalah saya mendapatkan berkat tentang ratapan Yeremia yang merupakan pergumulan mendalam dari hamba-Nya untuk umat Tuhan. Sebuah perenungan yang mendalam dari seorang hamba Tuhan yang bergumul tentang keadaan umat-Nya. Ini yang menyentuh hati saya sebagai hamba Tuhan, saya berharap dan berkomitmen kepada diri saya sendiri supaya bisa meneladani Yeremia dalam perjuangannya bergumul untuk pekerjaan Tuhan. Terkait hal pelaksanaan diskusi dengan beberapa penggalian yang dilakukan teman-teman menambah kekayaan pengetahuan dalam memahami kitab Ratapan. Saya berharap kelas serupa dapat terus berjalan dengan beberapa metode dan pendekatan yang terus dievaluasi sehingga pelayanan ini akan memberkati banyak orang. Tetap semangat tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati.