- Chika Ferryana
Shalom, sebenarnya saya kaget! Saya pikir, "Pengantar Doktrin Gereja" itu membahas macam-macam aliran gereja beserta doktrin di dalamnya. Namun, setelah kelas berjalan, saya merasa terberkati karena banyak hal yang harus dibenahi pascapandemi.
Pascapandemi, saya sempat berpikir bahwa ibadah streaming cukuplah, tetapi ternyata harus kembali pada makna gereja yang sesungguhnya — gedung dan manusia yang saling bersekutu. Jadi, menurut saya, kelas ini adalah pengingat untuk tetap setia bergereja secara on-site. Ke depannya juga, saya akan berbagi bagaimana seharusnya gereja dan pelaksanaan di dalamnya.
Saya berharap MLC akan mengadakan kelas tentang aliran-aliran gereja supaya makin dalam pemahaman mengenai gereja. Amin!
- Daniel Victor Sinatrawan
Puji Tuhan, bisa mengikuti kelas PDG. Banyak hal yang Tuhan singkapkan perihal gereja. Berbagai hal didiskusikan sehingga menambah wawasan dan hikmat makrifat sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif dan bisa bermanfaat dalam keimanan diri sendiri maupun sesama jemaat.
Terima kasih buat tim SABDA, admin, dan para fasilitator yang sudah reminder dan mendukung semua peserta. Kiranya Tuhan akan selalu memberkati. Haleluya, terpujilah nama YHWH.
- Denny Richard
Saya mengucap syukur atas kesempatan karena bisa berdiskusi dan sharing tentang doktrin gereja. Memang kadang beda denominasi, beda pandangan, dan dogma, namun Kristus tetap satu. Satu hal yang saya pelajari adalah bahwa diakonia dan marturia tidak dapat dipisahkan. Saya juga mengerti bahwa gereja harus menjadi contoh yang konkret agar pertumbuhan rohani jemaat bukan hanya dipaksakan, tetapi tumbuh dari kesadaran masing-masing jemaat.
Penting juga bagi pemimpin gereja dan pelayan untuk menjadi role model dalam pelayanannya, bukan hanya pelayanan transaksional, melainkan pelayanan yang bersumber pada Kristosentris, yang berpusat pada Kristus sebagai Kepala serta pelayanan yang tulus, sehingga masa kini dan masa yang akan datang akan dipulihkan segera.
- Djoko Susanto
Kemudahan lebih berbahaya daripada penganiayaan. Kemudahan dan kenyamanan zaman modern justru lebih berbahaya bagi pertumbuhan rohani. Penganiayaan memurnikan, kenyamanan melemahkan iman. Aplikasi: Evaluasi kenyamanan pribadi yang melemahkan doa dan kekudusan. Di gereja, ciptakan ruang yang melatih pengorbanan, bukan hanya kenyamanan.
Keimaman semua orang percaya Sering hanya slogan. Setiap orang percaya adalah imam, tetapi banyak gereja menjadikan pendeta pelaku utama, sementara jemaat menjadi konsumen. Aplikasi: Ukur keberhasilan dari berapa banyak jemaat yang dilengkapi. Jemaat harus bertanya, "Karunia apa yang bisa saya pakai untuk membangun tubuh Kristus?"