1. Ade Irma Suryati
Setelah mengikuti kelas BKM (Bedah Kitab Matius) dari pasal 1-7, saya mendapatkan beberapa berkat dan wawasan yang mendalam tentang Injil Matius. Berikut beberapa poin yang saya dapatkan:
Saya memahami lebih baik tentang latar belakang dan konteks kitab Matius, serta bagaimana Injil ini ditulis untuk audiens Yahudi Kristen. Saya juga mendapatkan wawasan tentang silsilah Yesus dan bagaimana itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.
Pasal 1-7 Matius juga mengajarkan tentang kelahiran Yesus, baptisan, dan pencobaan di padang gurun. Saya belajar tentang pentingnya ketaatan dan kesetiaan kepada Allah, serta bagaimana Yesus menunjukkan telunduk pada kehendak Bapa.
Selain itu, saya juga memahami lebih baik tentang ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah, termasuk Khotbah di Bukit (pasal 5-7). Saya belajar tentang pentingnya kasih, pengampunan, dan hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Kelas BKM ini juga membantu saya untuk memahami bagaimana Injil Matius relevan dengan kehidupan sehari-hari. Saya mendapatkan inspirasi untuk hidup lebih dekat dengan Allah dan mengikuti teladan Yesus dalam kehidupan saya.
Terima kasih atas kesempatan untuk mengikuti kelas BKM ini! Saya berharap dapat terus belajar dan tumbuh dalam iman saya.
2. Denok Ngatirah
Shalom,
Saya sangat bersyukur dapat mengikuti bedah kitab Matius 5-7 yang diselenggarakan oleh Lembaga SABDA dengan tema "Kerajaan Terbalik" sungguh menjadi pengalaman yang membalikkan perspektif. Saya diajak melihat bagaimana Yesus dengan radikal mendeklarasikan nilai-nilai Kerajaan Surga yang bertolak belakang dengan logika dunia: berbahagia justru dalam kemiskinan rohani, kekuatan sejati ada dalam kelemahlembutan, dan kemuliaan ditemukan dalam penganiayaan. Setiap ayat seakan menjadi cermin yang menantang kenyamanan dan asumsi hidup saya. Kerajaan ini bukan tentang kuasa yang menindas, melainkan tentang pembalikan belas kasih yang memulihkan. Untuk itu, saya sangat berterima kasih kepada Lembaga SABDA yang telah menyelenggarakan acara ini, serta kepada saudari Roma sebagai moderator yang dengan bijak menuntun alur diskusi, dan Melisa,sebagai admin yang membantu grup BKM_KB 3
Kehangatan dan responsifnya setiap anggota dalam grup diskusi ini membuat penggalian tidak hanya intelektual, tetapi transformatif. Di tengah kesibukan, ruang ini menjadi oasis di mana saya tidak hanya bertemu dengan orang-orang baru yang inspiratif, tetapi lebih dari itu, mengalami pertumbuhan iman secara pribadi. Berbagi sudut pandang, membaca kesaksian, dan merenungkan bersama-sama aplikasi "Kerajaan Terbalik" dalam keseharian telah mengukirnya lebih dalam di hati saya. Terima kasih atas setiap sharing, pertanyaan, dan dukungan yang membuat iman ini tidak statis, tetapi hidup dan terus bertumbuh. Sungguh, yang terberkati bukanlah mereka yang hanya membaca melainkan yang melakukannya.
3. Dwi Kanti
Setelah saya renungkan, baru saya sadari ternyata pelajaran Khotbah di Bukit adalah sebuah rahasia tentang Kerajaan Surga. Nilai yang dipakai memulihkan relasi antara sesama manusia dan Pencipta. Pointnya terletak pada HATI. Hati menjadi objek penting untuk dibarui. Tuhan mengajar kita tentang cara pandang yang terbalik yang tidak sama dengan dunia. Rasanya belum tuntas membahasnya tetapi harus berakhir. ( menurut saya).
Tapi bersyukur saya tidak melewati Bedah Kitab kali ini walaupun kesulitan bahan referensi.
Saya juga sangat berterima kasih buat tim SABDA yang tulus hati sudah menjadi kepanjangan tangan Tuhan. Buat Admin dan moderator yang membimbing kami dengan semangat dan penuh kesabaran Kak Roma dan kak Melisa. Kiranya Tuhan senantiasa memperlengkapinya agar tetap exis bekerja di ladangnya Tuhan. Tuhan memberkati.
4. Erika
Puji Tuhan.. bersyukur dapat mengikuti kelas ini sampai akhir dan sangat diberkati dengan materi ini. Khotbah di Bukit adalah salah satu bagian dari ajaran Yesus yang sangat terkenal. Yang berisi ajaran tentang bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anggota Kerajaan Surga yang sejati dan memiliki cara hidup yang berbeda dengan dunia. Saya menyadari seringkali gagal melakukannya pd praktik kehidupan sehari², taat pada perintah yang satu namun lalai dengan perintah yang lain. Saya menyadari juga bahwa hidup ini adalah anugerah semata dan Allah menghendaki suatu pertobatan yang sejati terjadi pada umat yang dikasihiNya. Kiranya kasih karunia Allah yang memampukan. Terima kasih untuk coach dan rekan² KB3 yang selalu aktif dan tertib berdiskusi tanpa menghakimi. Soli Deo Gloria.
5. Feronica
Pengalaman baru dalam melakukan Bedah Kitab Matius 5-7 tentang Kerajaan terbalik/sungsang sungguh sangat menyenangkan untuk diinvestigasi dengan waktu yang agak lebih panjang lagi. Karena bagi saya pribadi, waktunya sangat singkat sehingga kurang maksimal. Namun sudah cukup bagus dan menggelitik untuk diulang kembali. Memang dunia tidak sama dengan surga. SOP untuk masuk Surga dalam khotbah Yesus di Bukit, sangat tinggi dan hal ini yang dinamakan terbalik/sungsang. Kerajaan Surga tidak sama atau berlawanan dengan dunia. Untuk itu diperlukan adanya suatu pribadi, yaitu Roh Kudus yang akan menuntun saya untuk dapat masuk dalam Kerajaan Surga. Untuk itu saya bersyukur dapat mengikuti kelas ini, yang dapat membimbing saya menemukan benang merah supaya saya tidak tersesat. Terima kasih tim MLC SABDA dengan ide kreatif dapat menyelenggarakan tema kelas ini. Terima kasih untuk ibu Roma telah bersedia memfasilitasi kelas 3 dan juga kak Melisa sbg Admin kelas 3. Kiranya Tuhan berkati setiap pelayanan yang dilakukannya. Tuhan Yesus berkati! -
6. Fibie Liona
Shalom dan selamat pagi semuanya,
Saya sangat bersyukur bisa bergabung dgn kelas BKM ini. Banyak pembelajaran menarik yang belum saya ketahui sebelumnya saya dapatkan disini. Pasal yang sering kita dengar tentang Khotbah Yesus di Bukit ternyata punya banyak pengetahuan dan untuk dipelajari, sebagai bekal bagi penguatan iman saya dan untuk saya dapat menguatkan iman orang lain juga melalui pengetahuan yang saya dapatkan. Diskusi jg mengupas ayat-ayat dari berbagai sisi, dengan pemikiran yang berbeda dari banyak sudut pandang sehingga wawasan saya semakin luas.
Terima kasih tim SABDA, saya menantikan kelas2 berikutnya.
Tuhan memberkati
7. Fransisca Dwi Jayanti
Saya bersyukur karena bisa mengikuti Kelas Bedah Matius 5-7 Khotbah Di Bukit. Saya dapat diingatkan kembali tentang nilai-nilai kebenaran menurut Kerajaan Allah melalui tugas perenungan dan juga WA diskusi. Terima kasih untuk rekan-rekan fasilitator maupun teman dalam grup yang sudah membuat saya termotivasi untuk menggali Firman Tuhan, dan juga telah meluangkan waktu untuk menanggapi serta berjuang untuk memahami kebenaran yang digali. Sebagai umat kerajaan Allah, kita dipanggil untuk memiliki konsep hidup kerajaan. Hidup dalam terang kebenaran dan tidak menghidupi nilai-nilai dunia. Tentu tidaklah mudah, karena itu berarti kita melawan arus dunia. Kiranya Roh Kudus memampukan setiap kita. Bukan hanya menggali atau berusaha memahami nilai kerajaan Allah, namun juga menghidupinya.
8. Ivan Octanius
Mengikuti kelas Bedah Kitab Matius Khotbah di Bukit (Mat. 5-7) selama lima hari menjadi pengalaman yang sangat memperkaya iman dan cara saya membaca Alkitab. Saya kembali diingatkan bahwa ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah sungguh "terbalik" dibandingkan nilai dunia. Mulai dari ucapan bahagia, sikap terhadap musuh, motivasi dalam ibadah, cara memandang harta, kekhawatiran hidup, hingga fondasi iman, semuanya menantang saya untuk tidak berhenti pada pemahaman teks, tetapi melihat bagaimana Yesus membentuk hati dan arah hidup para pengikut-Nya. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah penekanan bahwa ketaatan dan motivasi hati lebih penting daripada penampilan rohani atau pengakuan lisan semata sehingga iman sejati harus tampak dalam kehidupan sehari-hari.
Secara praktis, saya diteguhkan untuk lebih sadar membangun hidup di atas "batu", yaitu firman Tuhan yang didengar dan dilakukan. Saya ingin lebih konsisten mengevaluasi motivasi dalam doa, pelayanan, dan keputusan hidup, serta belajar memprioritaskan Kerajaan Allah di tengah tuntutan dunia. Proses diskusi dalam kelas juga sangat menolong karena membuka berbagai sudut pandang, baik yang reflektif maupun teologis, sehingga memperkaya pemahaman saya. Meski diskusi terkadang menantang dan menguji cara berpikir, justru di sanalah saya melihat berkat komunitas belajar di mana firman Tuhan menjadi hidup, relevan, dan membentuk kami bersama sebagai murid Kristus.
9. Lina Dewi
Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas BKM ini sampe selesai ditengah keterbatasan saya dng waktu dn tugas. Sangat diberkati dengan pembelajaran Ayat2 di Matius 5 sd 7 ini dalam konteks kerajaan terbalik. Saya menyadari harus mampu memaafkan, mengampuni dn mengasihi semua orang bahkan yang membenci saya sekalipun. Sesungguhnya Allah ingin kita meminta, mencari dan mengetuk pintu hatiNya dengan iman dan ketulusan.
Saya sangat berterima kasih kepada Lembaga SABDA yang telah menyelenggarakan acara ini, Terima kasih kpd moderator sdri.Roma dengan sabar dan bijak menuntun alur diskusi dengan menarik dan sdri Melisa, sebagai admin yang membantu grup BKM_KB 3. Terpujilah Tuhan Yesus. Kekal selamanya. Amin
10. Mira
Puji Tuhan, sudah 5 hari kita boleh belajar bersama dari Matius 5-7 (Khotbah di Bukit), pengajaran Yesus yang sangat dalam dan relevan untuk kehidupan saya secara pribadi. Yesus memperkenalkan sebuah Kerajaan yang berbeda dan bertolak belakang dengan cara dunia berpikir. Khotbah di Bukit mengajak kita sebagai orang percaya/orang Kristen hidup dengan Standar Kerajaan Allah yaitu mengasihi saat dibenci, mengampuni saat disakiti, memberi saat terasa kurang, dll.
Terima kasih kepada Tim SABDA yang sudah menjadi wadah buat saya pribadi dalam mengajarkan dan memahami tema Khotbah di Bukit.Terima kasih buat Ka Mei yang mengingatkan saya untuk join dalam diskusi. Terima kasih buat Ka Roma sebagai moderator untuk kelas 3 malam sangat baik dan membantu. Kiranya Roh Kudus menolong kita bukan hanya memahami firman, tetapi hidup di dalam nilai Kerajaan Allah yang berbeda dari dunia ini. GBU.
11. Nadine Margaretha Octaviola
Puji nama Tuhan, saya sangat bersyukur karena bisa mengikuti kegiatan pendalaman alkitab dengan cara yang menarik. Saya sangat terberkati, karena iman saya semakin dipupuk dan rasa ingin tahu saya tentang Tuhan semakin bertambah. Setiap kali saya membaca ayat demi ayat, pasal demi pasal, saya bersyukur memiliki Allah yang luar biasa hebat. Firman Allah yang ditulis pada saat itu, tetap sangat relate untuk membangun kehidupan kita sekarang agar sesuai dengan arahan Tuhan. Saya bersyukur karena bisa berdiskusi juga dengan rekan kelompok yang sangat membangun. Terima kasih Tuhan memberkati.
12. Ovaldi
Sebagai seorang gembala gereja dan hobi membaca buku² teologi dan tafsiran, saya kira sudah mengerti isi Kitab Matius 5-7 dengan baik, tetapi kelas BKM_KB ini benar-benar memberi terobosan bagi saya lagi. Kita seringkali melihat dunia menghargai kekuasaan, kekayaan, dan kemegahan, di media sosial saja kita bisa lihat orang berlomba menunjukkan apa yang mereka miliki. Tapi Yesus mengajarkan kerajaan yang sungguh terbalik: yang miskin roh diberkati, yang lemah justru kuat, dan yang rela mengampuni justru akan mendapatkan kedamaian. Pelajaran yang paling menyentuh hati saya adalah tentang "mengasihi musuh", di zaman yang penuh dengan kemarahan dan balas dendam di dunia maya maupun nyata, ajaran ini terasa begitu berat tetapi juga begitu penting. Secara praktis, saya berniat tidak hanya mengajarkannya di khotbah, tetapi juga menerapkannya dalam hubungan saya dengan saudara-saudara yang mungkin berbeda pandangan dengan saya, bahkan dengan mereka yang pernah menyakiti hati saya. Proses diskusi di kelasnya sungguh berharga karena teman-teman bisa berbagi pengalaman nyata dari jemaat masing-masing, meskipun saya rasa kita bisa lebih sering mengaitkan pembahasan dengan tantangan aktual yang dihadapi jemaat saat ini agar lebih relevan.
13. Rafly Rinaldy
Puji Tuhan akhirnya diskusi dan penggalian kitab Matius pasal 5-7 selesai juga dilakukan selama 5 hari. Sangat menarik sekali membedah kitab Matius di mana Yesus memberi Khotbah di bukit kepada murid-muridNya.
Dari Tim SABDA juga memberikan satu pemahaman baru mengenai kerajaan Sungsang yang sepertinya jarang didengar orang. Kenapa tim SABDA mempertanyakan fakta-fakta yang ada dalam kitab Matius 5-7 mengenai kerajaan terbalik. Suatu kerajaan yang sikap dan perbuatan yang sama sekali berbeda 180 derajat dengan yang biasa terjadi di dunia. Perlakuan Yesus kepada murid-murid dan ajarannya kepada umat manusia memang beda sekali dengan yang diajarkan siapapun di dunia ini. INILAH point penting buat kami semua yang ikut dalam modul ini menggali hal-hal yang tidak biasa dilakukan oleh manusia dengan kebiasaan manusia pada umumnya. Sukses terus buat tim SABDA untuk membahas tema-tema lainnya di kesempatan yang lain.
14. Ronald K.
Shalom
Ini kelas BKM malam pertama saya, dan saya lebih leluasa dalam menggali makna Khotbah Di Bukit ini. Pelajaran paling berkesan yang saya dapatkan adalah di pelajaran 1, ketika menggali dan membaca Matius 5:1-2. Kebenaran yang paling disingkapkan melalui pembacaan seluruh pasal Khotbah di bukit ini adalah bagaimana POV Yesus ketika melihat orang banyak kemudian mulai mengajar murid-muridNya di bukit. Ketika Yesus melihat saya, pengertian ini mendorong saya untuk mau terus diajar oleh kebenaran Firman Tuhan setiap hari.
Terima kasih untuk tim SABDA yang mengadakan kelas-kelas seperti Bedah Kitab dll. Mungkin perlu untuk diskusi tatap muka via Zoom satu kali saja dalam 1 topik. Terima kasih
15. Sisca Marindra
Terpujilah Tuhan Allah kita, Pencipta langit dan bumi, Raja semesta alam, yang karena berkat dan anugerahNya saya dipertemukan dgn kelas SABDA ini. saya percaya ini bukan kebetulan, tetapi juga bagian dari penyelenggaraan Tuhan yang membawa saya masuk ke dalam proses belajar yang bukan hny membuka Alkitab, tetapi juga membuka hati.
Awalnya saya datang dengan ekspektasi sederhana: memahami teks Alkitab dgn lebih benar. tetapi yang Tuhan kerjakan jauh melampaui itu. bukan hny menambah pengetahuan, tetapi juga mengguncang cara pandang saya tentang iman, kehidupan, dan diri saya sendiri.
Khotbah di bukit membuka mata saya bahwa kerajaan Allah tidak berjalan dgn logika dunia. selama ini saya tanpa sadar memandang iman seperti sistem sebab akibat:; kalau saya berbuat baik, beribadah dgn benar, pny niat yang tulus, pasti hidup rohani saya "aman". Namun, lewat Matius 5-7 ini, Yesus justru membongkar paradigma itu. Ia menyoroti hati, motivasi, dan arah hidup, jd bukan sekadar tindakan luar.
Saya sadar bahwa saya bisa melakukan hal yang benar, dgn kata2 rohani, bahkan dgn niat yang terlihat baik, tetapi hati saya masih bisa jauh dari kehendak Bapa. ini konfrontatif, jujur, dan tdk nyaman. tetapi justru di situlah anugerah itu terasa nyata: Tuhan tdk membiarkan saya nyaman dalam keadaan rohani yang semu. Ia memanggil saya masuk lbh dalam, ke pertobatan yang sejati, ke relasi yang sungguh2.
Paradigma saya diubah. kekristenan bukan tentang terlihat benar, tetapi juga diubah dari dalam. bukan tentang melakukan kehendak saya untuk Tuhan, tetapi menundukkan kehendak saya di bawah kehendak Bapa. bukan tentang merasa aman karena aktivitas rohani, tetapi hidup dalam ketaatan yang lahir dari pengenalan akan Kristus.
Khotbah di bukit juga menolong saya melihat bahwa standar Yesus memang tinggi, malah mustahil kalau dijalani dgn kekuatan sendiri. tetapi di situlah Injil mjd indah; krn saya tdk dipanggil untuk mampu, tetapi untuk berserah. anugerah bukan membuat standar diturunkan, tetapi juga memberi kuasa untuk mengubahkan.
Secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada moderator Roma , admin Melisa , teman-teman kelas diskusi dan seluruh tim SABDA yang sudah dgn setia melayani, memfasilitasi, dan menuntun proses belajar ini. diskusi, pertanyaan, dan arahan yang diberikan sungguh menolong saya bukan hny memahami teks, tetapi juga berefleksi. melihat diri saya ke dalam pemahaman kerajaan sungsang ini.
Kiranya Tuhan membalas setiap jerih lelah pelayanan tim SABDA dgn sukacita dan kekuatan yang baru. dan kiranya Firman yang telah kita pelajari tdk berhenti sebagai pengetahuan, tetapi sungguh membentuk hidup kita sehari2. Soli Deo Gloria.
16. Supriyono
Puji Tuhan! Saya sungguh bersyukur atas kebaikan dan tuntunan Tuhan Yesus Kristus. Hanya oleh anugerah-Nya saya bisa menyelesaikan kursus online yang diadakan oleh MLC.
Berkat khusus yang kami dapatkan:
- Matius 5:10, 16 Yesus membalikkan cara pandang Yahudi saat itu yang menjadikan hukum sebagai legalisme kaku. Yesus menggenapi hukum dengan menuntut esensi hukum (kasih), bukan sekadar ketaatan lahiriah. Tetapi menegaskan bahwa Hukum Taurat tidak akan hilang (iota/titik) hingga seluruh tujuan Allah tercapai. Ini menuntut standar kebenaran yang jauh lebih tinggi daripada ahli Taurat (Mat 5:20
- Matius 6:5 suka berdiri sikap doa dengan posisi berdiri. Posisi ini diperbolehkan dan benar (Mark 11:25). Tetapi sikap berdiri orang Farisi ketika berdoa terkesan seperti rasa bangga dan percaya diri (Luk 28:11). Orang munafik berdoa untuk "dilihat orang". Kata Yunani "hypokrites" berarti aktor panggung. Pusatnya panggung. Mencari reputasi. Kerajaan Allah: Fokus pada isi hati. Mencari integritas. Dalam Kerajaan Terbalik, yang penting bukan siapa yang melihat doamu, tetapi siapa yang mendengar doamu.
- Matius 6:22 Mata Dalam budaya Yahudi, ungkapan mata menunjukkan cara pandang/sikap hati seseorang terhadap orang lain. terang simbol kebaikan dan kebenaran yang menunjukkan ciri² kerajaan Allah. Dalam pemahaman Yahudi: "Mata baik" berarti murah hati, tulus, tidak tamak. "Mata jahat" berarti serakah, iri, egois.
- Amsal 22:9 - "Orang yang baik hati akan diberkati" (Ungkapan aslinya: orang yang "bermata baik"). Yesus tidak sekadar berbicara organ fisik, tetapi cara pandang hidup.
- Matius 7:7 Teks aslinya bisa diartikan: Berdoalah (aiteite) dan hal itu akan diberikan kepadamu. Berusahalah (zeteite) dan kamu akan mendapat. Ketuklah dan hal itu akan terbuka bagimu. Bagian ini merupakan pengajaran tentang kehidupan di bawah pemerintahan Allah yang "sungsang". Kerajaan Terbalik menghargai ketergantungan total kepada Allah (meminta/mencari/mengetuk). Tindakan manusia tidak mampu berjalan sendiri.
Berkaitan dengan evaluasi terhadap jalannya diskusi kelas: bersyukur ada banyak teman² mengapresiasi dari sudut pandang dan antusias dari setiap pribadi. Saya juga belajar bahwa dalam komunitas pembelajaran saya masih kurang, saya pribadi belajar untuk lebih bijaksana dalam menanggapi dan merespon serta menjaga sikap rendah hati, baik saat menerima masukan, maupun saat memberi pendapat dari teman² di kelas.
- Terima kasih kepada Tim SABDA, moderator kak Roma, dan admin kak Melisa yang telah setia mendampingi dan mengingatkan saya selama proses diskusi berlangsung. Sekalipun sempat hampir menyerah, kasih dan pertolongan Tuhan membuat saya bisa menyelesaikannya dengan baik. Puji Tuhan!
Akhirnya, Soli Deo Gloria, Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Kita Yesus Kristus.- - - -
17. Tan Tjin Hin
Sejujurnya saya selalu bersyukur atas Berkat Kasih Karunia NYA, karena sampai hari ini diberikan kesempatan untuk belajar bedah kitab lagi.
Melalui Matius 5 s/d 7 "Khotbah di Bukit", saya merasakan Yesus memanggil kita semua kepada pemahaman yang benar akan kebenaran yang melampaui aturan lahiriah, menuju sikap hati yang rendah, murni dan lapar akan kehendak Allah.
Selalu ada pemahaman baru yang bisa kita rasakan bersama ;
- berkat identitas, kita yang tidak layak diperkenan Allah, maksudnya kita yang lemah, lapar akan kebenaran dan dianiaya demi nama Yesus justru disebutkan "Berbahagia", artinya di mata Allah kita tidak dilupakan melainkan tetap dipandang dan diterima. Jadi memiliki kesadaran baru kalau kita semua dikasihi dan diperkenan Allah bukan karena sempurna tetapi karena secara sadar kita mau merespon panggilan Yesus.
- berkat panggilan, Yesus memakai contoh garam dan terang yang mudah ditemukan supaya para murid-Nya saat itu mudah memahaminya. Yesus tidak hanya mau membentuk karakter kita, tetapi juga mengutus ke tengah-tengah dunia ini menjadi garam dan terang dimanapun (rumah, kantor, gereja dan masyarakat umum), karena apa yang dipelajari tidak diam buat diri sendiri tetapi bisa menjelma dalam pilihan-pilihan kecil setiap hari dan orang lain boleh merasakan Kristus lewat hidup kita.
- berkat penghiburan di tengah pergumulan, dari sejak dahulu Yesus memahami kalau hidup ini tidak mudah dan berat, tetapi Allah Bapa tahu kebutuhan kita, memelihara dan mendengarkan setiap doa-doa kita.
- berkat kesetiaan sampai akhir dalam rangkaian Khotbah di Bukit, Yesus menggambarkan dua macam dasar mendirikan rumah dengan dasar pasir atau batu, pilihan ada pada kita, sebab kalau kita disebut murid seharusnya tidak hanya mendengarkan tetapi juga setia melakukan Firman-Nya, sampai badai apapun tidak menggoyahkan iman kita.
Dalam Kerajaan Sungsang atau Terbalik, Yesus mengajarkan kita mengasihi musuh, tulus dalam doa dan ibadah, sungguh-sungguh mencari harta surgawi dan percaya penyertaan Allah Bapa melebihi rasa khawatir.
Dalam kesempatan berbagi berkat, saya haturkan terima kasih pada teman-teman semua, secara khusus pada BKM_KB 3, sebab kita bisa berdiskusi dengan hangat dan saling melengkapi juga untuk tim SabDa MLC semuanya, kira jerih payah teman-teman tidak sia-sia, sebab Allah Bapa akan memperhitungkan sebagai kebenaran dan berkat kekal buat kita semua, Amin
18. Tumbur M.S.
Puji Tuhan..bisa bergabung dan berdiskusi di grup ini membahas Injil Matius 5-7
1. Saya mendapat berkat karena bisa terarah dan menyiapkan waktu membahan injil Matius secara khusus pasal ini.
2. Dengan masuk grup ini saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman rohani baru. Memahami lebih dalam, bisa melihat dari sudut pandang lain dengan membaca chat teman.
3. Membahas Injil Matius ini apalagi sudah mau mendekat perayaan Paskah, serasa diikutkan mempersiapkan diri menyambutnya.
Terima kasih atas pelayanan Tim SABDA yang dengan sabar dan aktif membuat kelas seperti ini. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
19. Veronica Hengkelare
Shalom teman-teman semuanya, puji Tuhan atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga kita bisa bertumbuh bersama dalam kelas Bedah Kitab Matius (Khotbah di Bukit). Mengikuti kelas ini menjadi pengalaman baru buat saya karena diajak menggali firman Tuhan pasal demi pasal. Dari yang awalnya banyak tidak tahu, perlahan jadi lebih mengerti. Saya benar-benar dibuat takjub dengan ajaran Tuhan Yesus yang begitu dalam dan jujur saja membuat saya bertanya ke diri sendiri, apakah saya bisa menjalankannya. Dari sini saya belajar bahwa Tuhan tidak hanya ingin kita mendengar dan tahu firman-Nya, tetapi mendengar dan melakukannya, karena itulah yang disebut orang bijaksana, seperti yang tertulis dalam Matius 7:24–27.
Pelajaran yang paling berkesan buat saya adalah tentang ketaatan dalam hal-hal kecil sebagai dasar hidup yang kokoh. Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah belajar lebih taat dalam keseharian. Proses diskusinya juga sangat menolong karena suasananya santai tetapi berbobot. Banyak sudut pandang dari hasil galian teman-teman di kelas. Terima kasih untuk tim SABDA yang sudah menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menuntun diskusi. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan. -
20. Wennar
Senang sekali akhirnya Upside Down Kingdom dapat bersama dibedah bersama teman" dalam kelas Bedah Kitab SABDA MLC. Kiranya setiap kita dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah digali selama 5 hari ini. Masih memerlukan perjuangan panjang sampai kita akhirnya bertemu dengan Raja di atas segala raja. Menjadi kesaksian melalui teladan kehidupan-Nya bagi dunia yang semakin 'gelap'. Terima kasih buat kesempatan dan kebersamaannya. Tuhan memberkati.