Sharing Berkat Kelas BKM_KB 1

1. Anastasya

Saya sangat bersyukur karena boleh mengikuti kelas bedah kitab Matius tentang Khotbah di Bukit. Melalui kelas ini, saya pribadi merasa ditegur dan dikuatkan oleh firman Tuhan. Banyak hal yang sebelumnya saya pahami secara umum, kini menjadi lebih jelas dan lebih dalam. Saya jadi menyadari bahwa firman Tuhan bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dihidupi dalam keseharian saya.

Saya semakin sadar bahwa cara pandang saya seringkali masih dipengaruhi oleh nilai-nilai dunia. Apa yang menurut dunia itu benar, penting, dan menguntungkan, ternyata bisa sangat berbeda dengan nilai Kerajaan Allah. Firman Tuhan mengingatkan saya untuk kembali meluruskan hati dan arah hidup agar tidak mengikuti arus dunia, tetapi taat kepada kehendak Tuhan. Kelas ini menolong saya untuk kembali menjadikan firman Tuhan sebagai pegangan utama dalam setiap keputusan dan sikap hidup saya.

2. Arief Gunawan

Shalom dan selamat pagi semuanya. Terima kasih Tuhan saya sungguh bersyukur boleh mengikuti BKM_KB ini. Melalui pendalaman Matius 5–7 tentang Khotbah di Bukit, Tuhan menegur dan membentuk hati saya—mengajak saya hidup berbeda, membawa terang, dan mencerminkan nilai Kerajaan Allah di tengah dunia yang semakin gelap dan kehilangan arah. Yang paling menyentuh saya adalah panggilan Yesus untuk masuk melalui pintu yang sesak dan jalan yang sempit (Mat. 7:13–14). Firman ini membuat saya bertanya pada diri sendiri: jalan mana yang sedang saya pilih? Lebih dalam lagi, peringatan Yesus dalam Matius 7:21–23 menolong saya menyadari bahwa pelayanan, aktivitas rohani, dan pengakuan iman tidak ada artinya jika hidup saya tidak sungguh taat dan berkenan kepada-Nya. Yang terutama bukan seberapa banyak yang saya lakukan untuk Tuhan, tetapi apakah saya hidup dalam relasi yang benar dan dikenal oleh-Nya.

Bapa Kami yang ada di surga, terima kasih dan ajarlah saya memilih jalan kehidupan setiap hari—jalan ketaatan, kerendahan hati, dan kesetiaan. Roh Kudus, bantu jauhkan hati saya dari kesombongan rohani, dan bentuk hidup saya agar selaras dengan kehendak-Mu. Saya rindu bukan hanya melayani-Mu, tetapi sungguh dikenal oleh-Mu. Dalam nama yang Agung Yesus Kristus saya berdoa. Amin. Terima kasih tim SABDA-MLC, terkhusus moderator BKM_KB 1 Mbak Mei dan Mas Bima, serta seluruh anggota BKM_KB 1 yang telah memberikan masukan dan pertanyaan yang membangun dalam diskusi. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

3. Benny

Bersyukur kepada Tuhan Yesus, akhirnya selesai juga mengikuti diskusinya dengan baik. Pelajaran yang bisa diambil setelah mengikuti diskusi ini: ternyata konsep dunia terkadang bertolak belakang dengan ajaran Yesus. Jadi, yang saya lakukan adalah saya lebih percaya kepada Tuhan dengan penuh bukan percaya apa kata dunia. Diskusinya juga sudah baik, teman-teman saling menanggapi. Terima kasih untuk tim SABDA. Biar nama Tuhan yang dipermuliakan. Amin.

4. David Tobias

Shalom. Bedah kitab Matius ini sangat memberkati saya. Penjelasan di Zoom dan juga diskusi di kelas membantu saya lebih memahami pesan Yesus di dalamnya. Hal terutama yang saya pelajari adalah Kerajaan Allah ternyata sungsang, kebalikan dari kerajaan duniawi pada umumnya. Kita sebagai warga dari "Kerajaan Sungsang" ini perlu menyesuaikan diri. Terima kasih kepada tim SABDA dan rekan-rekan diskusi di grup BKM 1. Tuhan Yesus menyertai kita selalu.

5. Debora Rina

Puji Tuhan. Saya diperkaya kembali dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang Khotbah di Bukit, di mana Yesus mengajarkan tentang kebahagiaan sejati, standar moral yang lebih tinggi, kasih kepada musuh, dan mencari Kerajaan Allah. Ia memperingatkan tentang nabi palsu dan menekankan pentingnya melakukan kehendak Bapa, seperti membangun rumah di atas batu.

Saya pribadi dapat bertumbuh dengan terus belajar firman Tuhan dan itu sangat memengaruhi pelayanan saya untuk terus memeriksa diri saya sendiri supaya Tuhan boleh dipermuliakan, peringatan ilahi dalam Khotbah di Bukit sangat nyata dan relevan sepanjang zaman. Terima kasih untuk kebaikan teman-teman sekelas saya. Dengan rendah hati, mohon maaf jika ada kata-kata saya yang tidak berkenan. Terima kasih juga buat moderator kelas, Mas Bima, dan admin kelas, Mbak Mei, untuk pelayanannya. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo gloria.

6. Dominicus Eddy Soewito

Saya mengucap syukur mendapat kesempatan mengikuti bedah kitab Matius pasal 5-8 karena banyak berkat rohani yang saya peroleh, antara lain:
- Pengalaman menggali makna firman Tuhan dengan teknologi AI.
- Mengikuti diskusi interaktif via WA yang memperkaya pemahaman ayat-ayat yang digali.
- Memahami makna Khotbah di Bukit dengan lebih dalam, dari fakta-fakta tentang "Kerajaan Sungsang", pelajaran-pelajaran dari hasil penggalian dan aplikasi dalam hidup sehari-hari.

Terima kasih kepada tim SABDA MLC yang melayani, dan seluruh anggota BKM_KB 1 yang memberi respons, aktif berdiskusi sehingga memperkaya pemahaman saya terhadap firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

7. Elisa Iswandono

Saya bersyukur mendapatlan hal yang berharga dalam BKM_KB ini. Banyak yang yang saya kira benar ternyata salah dan berbanding terbaik dengan kebenaran. Sebagai contoh, pelayanan yang lebih berharga adalah yang tersembunyi, bukan yang tampil di depan orang banyak, memberikan bantuan materi kepada mereka yang membutuhkan tanpa mencari publikasi, mencerminkan nilai kasih dan anugerah yang tulus, melakukan tugas-tugas pelayanan yang tidak dilihat dan mendapatkan pujian di mimbar, tetapi dilakukan dengan kesetiaan penuh sebagai pelayan yang setia dan masih banyak lagi. Puji Tuhan, semoga nanti saat Tuhan datang, banyak hal yang tersembunyi dari orang yang Tuhan dapati dalam hidup saya. Terima kasih pada semua tim SABDA dan rekan-rekan diskusi BKM_KB 1 (pagi). Tuhan Yesus memberkati. GBU more and more.

8. Gabrella Harianja

Shalom, selamat sore. Khotbah di Bukit mengajarkan saya bahwa berkat sejati dalam Kerajaan Allah seringkali terlihat "terbalik" dari standar dunia. Saya belajar bahwa kebahagiaan bukan terletak pada pemuasan ego atau penumpukan harta (Mamon), melainkan pada kemiskinan rohani yang membawa saya sepenuhnya bergantung pada Bapa. Jalan menuju kehidupan memang sesak dan sempit karena jalan ini menuntut saya untuk menanggalkan jubah kemunafikan dan beban kesombongan demi mengikuti standar kesucian hati yang melampaui aturan lahiriah semata.

Berkat terbesar yang saya terima adalah kemerdekaan dari perbudakan dua tuan. Dengan memilih untuk hanya mengabdi kepada Allah, hati saya tidak lagi terbagi dan kecemasan akan pengakuan manusia mulai sirna. Meskipun jalan yang saya tempuh terasa menghimpit karena harus melawan arus dunia, ada damai sejahtera yang melimpah karena saya tahu setiap langkah kecil dalam ketaatan yang tersembunyi diperhatikan oleh Bapa.

Saya juga bersyukur karena bisa mengikuti kelas ini, dengan berbagai kesibukan yang saya jalani. Saya berterima kasih kepada seluruh tim SABDA yang telah mempersiapkan kelas ini dengan baik. Terima kasih banyak juga buat teman kelas saya yang telah banyak menolong dan mengasah penggalian saya. Kiranya Tuhan terus menolong kita.

9. Giovanni Pedro  

Pengalaman baru mengikuti kelas BKM_KB: Kelas ini memperkaya pengalaman rohani saya dan memperdalam cara saya memahami perkataan Yesus. Pelajaran/berkat yang paling berkesan: Kerajaan Allah selalu membalik logika dunia. Yang dunia anggap kuat—Yesus sering sebut lemah. Yang dunia anggap rendah—Yesus angkat tinggi. Ini mengubah cara saya melihat orang, mengambil keputusan, dan menilai diri sendiri. Aplikasi praktis : saya akan berlatih memiliki "mata yang sehat"—melihat hidup dengan perspektif terang, bukan iri, takut, atau membandingkan diri.

10. Hilda Warouw

Melalui Matius 5 s.d. 7 "Khotbah di Bukit", saya belajar bahwa Kerajaan Allah bekerja dengan cara yang terbalik dari logika dunia. Dunia berkata: "Berbahagialah orang yang membalas," tetapi Yesus berkata: "Berbahagialah orang yang murah hatinya." Saya diberkati karena disadarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada keadaan luar, melainkan pada posisi hati di hadapan Tuhan. Ketika kita mau rendah hati, mengakui ketergantungan kita kepada Allah, dan memilih hidup benar meski tidak mudah, di situlah janji Kerajaan Surga dinyatakan. Terima kasih buat tim SABDA yang selalu mengingatkan jika ada kegiatan di SABDA dan follow up jika belum share diskusi. Tuhan Yesus memberkati.

11. Josephine Christine

Shalom. Puji syukur kepada Tuhan atas berkat-Nya melalui pelajaran Kerajaan Terbalik dalam Khotbah di Bukit. Saya semakin mengerti isi hati Yesus. Walaupun terbalik dari konsep dunia, tetapi mendatangkan damai sejahtera dan membawa kita kepada keselamatan jiwa. Yesus tidak melihat status atau pun latar belakang kita. Asal kita percaya kepada-Nya dan mau menerima Dia sebagai Juru Selamat serta melakukan apa yang diperintahkan dan diajarkan-Nya. Khotbah di Bukit, Matius 5-7 berisi pelajaran-pelajaran yang lengkap tentang hidup dalam kebenaran. Terima kasih tim SABDA, telah mengizinkan saya ikut dalam penggalian ini sampai selesai.

12. Lidia Artati

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus atas kesempatan yang baik ini masih bisa mengikuti materi yang SABDA adakan. Ucapan terima kasih kepada semua tim SABDA yang sabar dan bekerja keras dalam membimbing mengarahkan, dan terima kasih untuk pemaparan yang begitu jelas. Untuk saudara-saudaraku di kelas 1 ini, saya bangga karena mereka sangat luar biasa bisa saling membangun. Saya dapat berkat banyak dalam materi BKM ini, baik dari Matius 5--6 dengan pengajaran Tuhan Yesus yang sempurna, khususnya pelajaran baru bagi saya ialah tentang "Kerajaan Terbalik/Sungsang" ini. Saya benar-benar baru tahu kata ini.

Awalnya, saya bingung tetapi dengan pertolongan Roh Kudus saya bisa memahami, yang dimaksud ialah pola pikir/aturan fakta orang kerajaan dunia dan Kerajaan Allah itu sangat berbeda. Dunia fokusnya kepada diri sendiri, ego, kesenangan sesaat, munafik, ingin cari pujian. Namun, Kerajaan Allah ialah fokusnya Allah untuk memuliakan Allah, hidup benar. Terima kasih SABDA. Tuhan Yesus memberkati.

13. Melce Y. Lomi.

Puji Tuhan, saya dapat mengikuti kelas bedah kitab Matius pasal 5-7 ini selama 5 hari dengan baik atas pertolongan Tuhan. Setiap kali ikut kelas bedah kitab di MLC SABDA, selalu ada hal-hal baru/hal yang khas yang indah saya terima dan alami dalam melakukan penggalian firman Tuhan. Seperti kali ini untuk Matius pasal 5-7, dengan tema Kerajaan Sungsang (terbalik), banyak sekali berkat rohani dalam setiap ayat yang di gali  yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya ketika menggali ayat tersebut sebelum bedah kitab.

Adapun berkat rohani yang saya dapatkan:
- Hari-1 Garam Dunia (Mat 5:13) : Saat dunia semakin busuk, kita dipanggil tetap menjadi garam dan hidup kudus. Nilai kita bukan dari jumlah, melainkan dari pengaruh dan kekudusan yang bukan sekadar pilihan, tetapi panggilan Kerajaan Surga.
- Hari-2 Pernikahan sebagai Perjanjian (Mat 5:31-32) : Prinsip Kerajaan Allah berfokus pada kesetiaan hati, bukan sekadar legalitas hukum pernikahan atau kontrak sosial. Kesetiaan jauh lebih penting daripada kenyamanan pribadi.
- Hari-3 Memberi dalam Tersembunyi (Mat 6:3-4): Hindari mengejar pengakuan dunia; Allah melihat motivasi hati. Memberi adalah latihan untuk mematikan ego, di mana ketaatan tersembunyi jauh lebih bernilai.
- Hari-4 Mata sebagai Pelita Tubuh (Mat 6:22-23): Orientasi hati menentukan siapa yang kita layani. Terang sejati lahir dari hati yang tidak terbagi dan fokus pada Allah.
- Hari-5. 2 Macam Dasar - Membangun di Atas Batu (Mat 7:24-27): Mendengar saja tidak cukup; hikmat sejati adalah mendengar dan melakukan. Kristus adalah satu-satunya dasar kokoh saat badai kehidupan datang.

Saya terberkati dengan pembelajaran BKM_KB ini karena menemukan prinsip hidup Kerajaan Surga yang membalikkan prinsip dunia, antara lain:
• Inside Out: Allah bekerja dari dalam ke luar.
• Hati > Aktivitas : Orientasi hati lebih utama daripada aktivitas lahiriah.
• Kesetiaan > Legalitas: Mengutamakan komitmen batin.
• Ketaatan > Popularitas: Mencari perkenanan Allah di atas segalanya.
• Fondasi > Penampilan: Mengutamakan akar iman daripada sekadar tampilan rohani.

Kesan saya dalam mengikuti diskusi di BKM_KB 1 pagi cukup baik, peserta cukup saling interaktif diskusinya. Namun, tidak semua peserta aktif sebab ada peserta yang sudah mau datetime closing kelas baru join diskusi dan kirimkan hasil penggalian. Semoga di kelas bedah kitab berikutnya tidak seperti itu lagi, berharap semua bisa aktif sesuai komitmen yang telah diisi waktu pendaftaran masuk. Saya juga berterima kasih kepada tim MLC SABDA, moderator, Mas Bima, admin, Bu May, dan semua staf SABDA yang berkerja melayani dengan sepenuh hati bagi kami. Tuhan Yesus berkati dan pakai terus pelayanan SABDA tetap eksis untuk mewarnai dunia dengan kebenaran melalui IT4God dan AI4God bagi kemuliaan nama Tuhan. Soli Deo gloria.

14. Rambu Pranidhana Nirbhaya

Shalom. Selamat petang! Saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mendalami dan memahami ajaran-Nya lewat penggalian Khotbah di Bukit dalam kitab Matius 5-7. Selama 5 hari menggali, tanpa sadar Tuhan sudah mengajari dan berbicara kepada saya tentang bagaimana seharusnya saya hidup di dunia yang fana dengan perspektif "Kerajaan Terbalik". Hampir semua ayat-ayat dari Matius 5-7 itu sangat relevan dengan kehidupan saya maupun manusia lainnya di dunia ini. Dan, bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya untuk menyangkal diri saya di dunia ini dan menghidupi kehidupan iman saya dengan menaruh kerajaan-Nya dalam diri saya. Sangat-sangat susah, tetapi berkat terbesar saya adalah pengharapan dari Tuhan akan damai dan sukacita yang diberikan dalam "Kerajaan Terbalik".

Saya bersyukur karena saya semakin mengenal hati Tuhan, semakin ingin dekat dan mengenal sosok Sumber Kehidupan saya. Oleh karena itu, saya dengan sukarela ingin berubah, bertransformasi seperti yang Tuhan mau. Khotbah di Bukit akan menjadi pasal dan ayat favorit saya karena ini akan menjadi sandaran dan fondasi hidup saya untuk terus bertransformasi. Kiranya Tuhan menolong saya dalam transformasi hidup ini dan memberkati perjuangan saya. Kiranya saya tetap kuat dan konsiaten memberikan Tuhan kendali dan kedaulatan penuh atas hidup saya ini. Terima kasih Yayasan SABDA atas penyelenggaraan kelas ini, terima kasih sudah menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan berita damai sejahtera dan sukacita surgawi seperti saya ini. Tuhan memberkati selalu pelayan kalian. Soli Deo gloria.

15. Roida Rosalina Siahaan.

Shalom. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas penggalian Matius pasal 5–7 ini. Melalui kelas ini, saya tidak hanya diajak membaca Khotbah di Bukit sebagai ajaran moral, tetapi melihatnya lebih dalam sebagai gambaran nilai Kerajaan Allah yang "terbalik" dari cara dunia berpikir. Ayat-ayat yang sebelumnya terasa familiar ternyata menyimpan makna yang jauh lebih tajam ketika digali dalam konteksnya: tentang motivasi hati, kebenaran yang melampaui standar lahiriah, serta panggilan untuk hidup sebagai murid yang sungguh-sungguh serupa dengan Kristus. Proses penggalian ini menolong saya bercermin, mengoreksi motivasi, dan belajar taat bukan demi pujian manusia, tetapi demi upah dari Bapa di surga. Terima kasih kepada SABDA yang sudah menyelenggarakan program ini. Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan SABDA sehingga semakin banyak orang dibangun, diperdalam, dan diteguhkan imannya melalui firman Tuhan yang digali dengan setia dan bertanggung jawab.

16. Sonya Haning

Saya bersyukur mengikuti bedah Matius 5-7 dengan topik Kerajaan Terbalik. Tadinya saya tidak memahami istilah ini, tetapi ketika mendalaminya baik melalui Zoom dan penggalian pribadi serta diskusi di WAG, saya menemukan ternyata Tuhan Yesus membalikan konsep-konsep yang beredar di sekitar saya dan juga di hati saya. Kebenaran yang luar biasa, memberi paradigma baru di setiap pasalnya. Saya mengalami keintiman dengan Tuhan. Salah satu kebenaran di Matius 5:34, berbicara mengenai kesushan sehari cukup sehari. Artinya, jangan mengambil kesusahan besok untuk dialmai sekarang..dan juga poin penekananan sebenarnya di "anugerah Tuhan" cukup bagi saya hari itu. Pikiran saya diarahkan ke anugeran Tuhan. Dahulunya saya melihat teks itu, yang saya lihat poin "kesusahan". Sekarang, poinnya adalah anugerah Tuhan cukup untuk sehari.

Aplikasi bagi saya: saya ingin menghidupi dan memantulkan kebenaran-kebenaran itu dari diri saya, dan saya juga dalam seminggu telah menyusunnya menjadi topik yang dibahas dalam kelompok PA di gereja. Matius 5 (8 Topik), Matius 6 (8 Topik) dan Matius 7 (7 topik). Saya sendiri merasa menemukan intan berharga. Puji Tuhan. Terima kasih tim SABDA yang mengadakan kegiatan ini, seperti memberhentikan saya untuk duduk tenang di antara orang banyak itu mendengar Tuhan Yesus mengajar. Soli Deo gloria.

17. Stefanus Hendra Widjaja

Shalom. Saya bersyukur boleh mengikuti Bedah Kitab Matius 5–7 dengan tema Kerajaan Terbalik. Melalui penggalian firman ini, Tuhan menegur dan membarui cara pandang saya—bahwa nilai Kerajaan Allah seringkali bertolak belakang dengan logika dunia. Saya belajar tentang pentingnya sikap hati, ketulusan, mengampuni, dan hidup dalam ketaatan, bukan sekadar menjalankan hal rohani sebagai rutinitas. Terima kasih kepada Lembaga SABDA, moderator, admin, dan teman-teman satu grup atas diskusi dan sharing yang sangat membangun. Kiranya firman yang kami pelajari sungguh dihidupi dalam keseharian. Tuhan Yesus memberkati.

18. Timothy Wenas

Saya panjatkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan kita Allah Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus yang melalui penyertaan-Nya, kita semua masih diberikan karunia untuk bersama berkarya di bumi ini. Bersyukur atas berjalannya proses pembukaan, diskusi, dan tiba waktunya pada penutupan diskusi di konklusi materi yang telah kita bedah.

Dari kelas ini, kita belajar mendalami peradikalan pikiran dan hati kita terhadap cara dunia, dan melalui Yesus Kristus serta khotbah-Nya di bukit, kita melihat bagaimana Yesus menyelamatkan umat manusia melalui pengajaran-Nya. Melalui kelas ini, saya merasa banyak yang ditegur dalam hidup, dalam situasi kondisi yang saat ini banyak terjadi konflik, simpang siur berita, kekhawatiran, dan rasa takut. Namun, dengan mendalami kelas bedah kitab ini, saya belajar untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada firman Tuhan saja.

Saya berterima kasih kepada seluruh tim SABDA yang telah membuka kelas ini. Terima kasih kepada pemapar materi, admin, moderator, rekan diskusi, dan keseluruhan yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam kelas ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

19. Trivena

Saya ucapkan terima kasih kepada semua tim MLC yang sudah mengadakan program ini. Terima kasih juga kepada semua anggota BKM_KB 1 yang luar biasa, sudah berbagi penggalian Khotbah di Bukit. Khotbah di Bukit merupakan standar hidup orang percaya yang diajarkan langsung oleh Yesus sehingga banyak poin penting dalam setiap ayat yang ada. Penggalian teman-teman, pertanyaan, pernyataan menjadi bahan untuk saya belajar juga. Hal miskin dihadapan Allah, jangan khawatir, hal berdoa, hal menghakimi, semua penggalian kali ini banyak menegur kehidupan saya secara pribadi, apa yang dipikirkan manusia sangat bertentangan dengan pemikiran dan maunya Tuhan. Program seperti ini sangat bagus untuk terus berbicara membuat kita melihat diri kita sehingga terus berusaha memiliki karakter Kristus. Ini adalah kelas belajar yang cukup padat isinya. Tuhan terus menolong kita semua.

20. Wasisto

Selama ini, yang saya ketahui, khotbah Yesus di bukit identik dengan Matius 5 saja yang berisi Ucapan Bahagia, garam dan terang dunia, serta Yesus dan Hukum Taurat. Ternyata, setelah saya mengikuti kelas Bedah Kitab Matius pasal 5-7, saya menjadi ngeh bahwa khotbah Yesus di bukit itu terdiri dari Matius 5-7 dan berisi banyak pokok pengajaran, yaitu:
3 hal dalam Mat. 5: Ucapan bahagia, garam dan terang dunia, Yesus dan Hukum Taurat.
5 hal dalam Mat. 6: Hal memberi sedekah, hal berdoa, hal berpuasa, hal mengumpulkan harta, hal kekhawatiran.
6 hal dalam Mat. 7: Hal menghakimi, hal yang kudus dan berharga, hal pengabulan doa, jalan yang benar, hal pengajaran sesat, dan dua macam dasar.

Jadi, total 14 hal yang dipelajari. Dan, ajaibnya melalui diskusi di kelas ini, saya banyak dibukakan pengetahuan tentang keajaiban ajaran-ajaran tersebut berdasarkan Kerajaan Allah. Dan, ini sangat berbeda dengan ajaran dari kerajaan dunia. Banyak hal konsep kerajaan Allah sangat terbalik dengan kerajaan dunia.

Jadi, saya sangat terberkati melalui diskusi yang menarik, aktif dan dinamis dari teman-teman di kelas bedah alkitab kitab Matius tersebut. Woooow ....
Banyak hal baru yang saya dapatkan dan itu menambah iman dan pengetahuan serta komitmen saya. Karena di setiap pertanyaan dari moderator kita diminta untuk menulis fakta, pelajaran dan aplikasi praktis yang kita dapatkan dari Kerajaan Allah.

Saya mengucapkan terima kasih untuk Yayasan MLC SABDA yang telah menggagas keberlangsungan kelas ini. Terima kasih untuk moderator, tim admin dan juga teknisi kelas. Terima kasih juga buat teman-teman 1 kelas yang telah aktif ikut berdiskusi di grup WA. Semoga pelayanan Yayasan MLC SABDA semakin berkembang, memberkati banyak jiwa secara mega, makro dan mikro. Semoga Allah Bapa di surga juga memberkati setiap pimpinan, pengurus, dan anggota tim SABDA serta keluarganya masing masing. Penyertaan dan pemeliharaan Tuhan melimpah untuk seluruh tim SABDA. Amin.