Sharing Berkat Kelas BKI 4

  1. Adang Rahardja

    Puji Tuhan, saya mendapatkan pengalaman rohani yang sangat berharga setelah mengikuti presentasi, pemaparan, dan berdiskusi dalam kelas diskusi melalui kelas Bedah Kitab Ibrani (BKI) pasal 9–13 ini.

    Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana Kitab Ibrani kembali mengingatkan saya agar iman tidak terjebak menjadi sekadar rutinitas yang tidak berbuah, melainkan dapat membantu memperkuat hubungan hidup saya yang semakin fokus berpusat pada pengorbanan Kristus yang sempurna. Melalui pemaparan materi yang mendalam, saya diingatkan kembali untuk memandang kepada dasar iman yang sejati di tengah kesibukan sehari-hari.

    Sebagai aplikasi praktis, saya rindu untuk memperbaiki kualitas saat teduh dan doa agar tidak dianggap rutinitas harian semata, melainkan benar-benar membangun keintiman saya dengan Tuhan. Terkait proses diskusi yang telah berjalan di grup WhatsApp, saya merasa sangat terbantu karena interaksi antarpeserta memperkaya sudut pandang saya dalam memahami teks firman Tuhan. Secara keseluruhan, rangkaian kelas ini sangat memberkati dan memperkuat langkah iman saya ke depan.

  2. Alfon Hasibuan

    Pelajaran/berkat: Mendapat metode menggali Alkitab yang detail dengan menggunakan beberapa tools dan tetap mencari referensi serta mengecek ulang terhadap hasil penggalian agar tidak keluar dari konteks dan maksud tujuan penulis.

    Aplikasi praktis: Melakukan pendalaman Alkitab sesuai dengan yang sudah dipelajari. Evaluasi terkait proses diskusi: Mungkin untuk diskusi ada baiknya ada moderator terhadap 1–2 topik hasil dari kesepakatan, agar bisa semakin memperkaya hasil penggalian dan di akhir ada yang merangkum/menyimpulkan.

  3. Anil Dawan

    Puji syukur bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Ibrani dengan baik di tengah kesibukan pekerjaan dan pelayanan. Menggali Kitab Ibrani membawa pada pemahaman yang selama ini dipertanyakan mengenai otoritas keunggulan Kristus sebagai kurban pengganti sekaligus Imam Agung yang mempersembahkan kurban tersebut sekali untuk selamanya bagi kita dan dosa-dosa kita.

    Makna doktrin ini tidak sekadar formulasi teologis yang menjadi dasar keyakinan iman Kristen, melampaui pemahaman tradisi Yahudi, melainkan juga membawa implikasi praktis bagaimana iman yang kokoh sudah dihidupi oleh para tokoh iman yang menyemangati hingga masa kini berdasarkan keyakinan yang sama. Iman operatif sanggup mengatasi tekanan kesulitan, hambatan rumit, hingga penderitaan yang menekan. Berdoa kiranya iman jenis itulah yang saya hidupi dan kita semua hidupi.

    Terima kasih untuk rekan-rekan SABDA dan juga rekan diskusi kelas yang menjadi rekan perjalanan iman yang akan terus mengejawantah dalam karya, pekerjaan, dan pelayanan yang Tuhan masih percayakan hingga kini. Salam sehat semua. Tuhan Yesus memberkati.

  4. Benny

    Bersyukur diberi kesempatan untuk mengikuti kelas BKI dengan baik selama 5 hari. Setelah saya ikut BKI, saya semakin bangga dengan Yesus karena melalui Dia dosa kita sudah diampuni dan karena Yesus, Imam Besar kita. Kita jadi bebas untuk masuk ke hadirat-Nya.

    Setelah saya ikut kelas ini, saya akan menjaga kekudusan saya dan tidak akan kompromi dengan dosa lagi. Diskusinya pun berjalan dengan baik. Terima kasih untuk tim SABDA yang menjadi fasilitator. Soli Deo gloria.

  5. Dwi Kanti

    Mengucap syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang diizinkan untuk boleh belajar kebenaran firman Tuhan agar semakin mengenal Tuhan dengan benar. Dalam diskusi kali ini, saya belajar bahwa saya harus menempatkan Yesus sebagai yang terutama di dalam hidup saya. Tidak ada hal lain yang lebih penting selain memandang Yesus sebagai fokus dan tujuan hidup. Belajar untuk dapat melepas segala sesuatu yang menjadi beban/dosa yang selalu merintangi dan menghambat langkah saya kepada Yesus. Agar kelak kemenangan menjadi bagian yang harus diterima. Ketaatan dan ketekunan menjadi sebuah hasil ketika kita mempercayakan hidup hanya kepada Kristus.

    Banyak hal yang membuat mata hati dan pikiran terbuka karena pemahaman akan firman Tuhan yang benar telah membawa saya melangkah lebih pasti menuju tujuan yang jelas. Terima kasih buat teman-teman diskusi di kelas BKI 4 yang banyak menolong dan memberikan pencerahan.

    Tentunya berkat ini tidak saya simpan sendiri, melainkan akan saya bagikan dan aplikasikan dalam hidup saya di mana saya berada. Terima kasih buat tim SABDA yang telah memberikan wadah untuk belajar dan bertumbuh. Terima kasih Kak Kezia sebagai moderator dan Kak Mei sebagai admin yang telah membimbing dan menuntun dalam pelaksanaan diskusi agar berjalan dengan baik. Kiranya Tuhan Yesus memberkati pelayanan kakak-kakak dan SABDA. GBU. Shalom, sharing berkat dari saya.

  6. Yescky

    Satu pengalaman luar biasa ketika mengikuti pendalaman Kitab Ibrani, khususnya pasal 9–13. Semuanya sangat tanggap dan aktif untuk membantu dan mendiskusikan materi ini, bahkan sampai sharing tentang pengalaman iman mereka.

    Satu hal yang bisa saya lihat dan pelajari bahwa bahkan orang-orang yang dipilih Tuhan untuk secara khusus mengambil bagian dalam pelayanan-Nya saja sering mengalami jatuh bangun dalam hidupnya, sering merasakan penderitaan yang amat banyak, bahkan tidak luput dari kekhilafan sebagai manusia. Namun, dari situ melihat bagaimana Allah tetap terus menolong dan menjaga umat-Nya.

    Kitab Ibrani ini juga mengingatkan kepada saya pribadi bahwa Yesus sungguhlah Tuhan dan lewat iman kepada Dia maka haruslah dikerjakan pekerjaan selamat bagi diri sendiri, bagi komunitas, dan dunia dengan menampakkan teladan Kristus di setiap momen kehidupan (yang detailnya sudah dibahas panjang lebar dalam grup).

    Terima kasih kepada saudara-saudara BKI 4 yang sangat aktif dengan sharing pengalaman iman yang luar biasa. Bahkan, terima kasih kepada tim dari SABDA yang boleh memfasilitasi jalannya kegiatan ini. Tuhan Yesus dimuliakan.

  7. Glorya Loloangin

    Bersyukur bisa ada di kelas Bedah Kitab Ibrani 9–13. Banyak pelajaran penting yang saya dapatkan secara pribadi, banyak teladan iman yang disampaikan oleh penulis sesuai dengan Kitab PL. Sebagai orang percaya, tidak mudah untuk konsisten mempertahankan iman percaya karena selalu saja orang percaya banyak mengalami yang namanya pencobaan agar imannya benar-benar murni.

    Iman bukan hanya rajin ke gereja, mengikuti setiap ritual-ritual yang dilakukan oleh gereja. Iman yang sempurna tentu harus disertai dengan perbuatan. Banyak yang simpati dan banyak sedikit yang memiliki sikap empati. Teladan Yesus benar-benar mengajarkan untuk benar-benar turut merasakan penderitaan yang dialami saudara-saudara yang menderita dengan berbagi berkat kepada mereka. Apa yang kita lakukan bagi mereka, maka kita melakukannya untuk Tuhan.

    Terima kasih banyak untuk sharing diskusi ini. Saya benar-benar diberkati. Semoga ada kelas lagi, saya ikut untuk lebih diperkaya dengan Firman Tuhan dan konsisten melakukan apa yang Tuhan Yesus mau dalam hidup saya.

  8. HerBen

    Kitab Ibrani memang berbeda dengan kitab-kitab lain, Injil dan surat-surat. Kitab ini lebih kepada kumpulan khotbah yang mengonfirmasi PL. Yang sangat menonjol adalah daftar pahlawan iman dalam pasal 11. Namun, dua hal yang saya ingin kemukakan pada sharing berkat ini adalah pertama, dalam pasal 11, iman yang bertahan dalam penderitaan. Memang sangat kontras, ternyata kemurnian iman dan kedewasaan rohani diuji ketika doa tidak dijawab dan penderitaan terus terjadi. Apa yang membuat para tokoh iman mampu bertahan? Tiga hal di antaranya: percaya kepada janji Allah, melihat sesuatu yang lebih besar, dan hidup berdasarkan realitas yang belum kelihatan.

    Hal kedua yang sangat mengesankan bagi saya adalah nats yang sangat pendek, namun memiliki makna dalam aplikasi kekudusan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pernikahan, pasal 13:4, dan berkaitan dengan Allah sebagai hakim.

    Sebuah pertanyaan dari Virginia: “Apakah karena pernikahan adalah perjanjian seumur hidup, korban kekerasan harus selalu bertahan?” Jawaban saya adalah: “Covenant” tidak berarti korban harus terus berada dalam bahaya, “Covenant” sendiri menuntut kesetiaan, bukan toleransi terhadap dosa, dan ketiga, dalam KDRT, “berpisah” dan “bercerai” perlu dibedakan.

    Akhir kata, terima kasih kepada seluruh tim SABDA MLC, khususnya dalam kelas BKI-4, yang sangat mendukung dan mengingatkan jika saya kelupaan atau terlambat mengirim hasil penggalian. Kepada seluruh teman-teman dalam kelas, JBU all.

  9. Jance Lodewik

    Shalom dan selamat sore untuk kita semua, mohon maaf baru bisa join dalam grup. Saya berterima kasih bisa mengikuti kelas BKI penggalian Alkitab di surat Ibrani. Mohon maaf jika selama penggalian dan diskusi saya kurang aktif.

    Surat Ibrani benar-benar memberi pengalaman baru bagi saya. Selama ini saya sering membaca Alkitab, tetapi belum pernah menggali pasal demi pasal dengan langkah yang sistematis seperti ini, mulai dari observasi fakta, mendalami satu poin, menarik pelajaran, sampai membuat aplikasi yang konkret. Proses diskusi di kelas juga membantu saya melihat sudut pandang teman-teman yang berbeda, sehingga pemahaman saya jadi lebih kaya dan tidak hanya berhenti di pengetahuan saja.

    Berkat yang paling berkesan bagi saya ada di Ibrani 9–11. Saya diingatkan kembali bahwa korban Kristus bersifat sekali untuk selamanya dan sempurna, sehingga saya boleh menghampiri Allah dengan keberanian yang sungguh (Ibrani 10:19–22). Lalu di pasal 11, saya belajar bahwa iman yang sejati tidak selalu menghasilkan kehidupan yang nyaman; banyak tokoh iman justru mati tanpa melihat penggenapan janji di dunia ini karena Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik dan kekal.

    Karena itu, aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah: setiap hari menghampiri Tuhan dalam doa dengan keyakinan bahwa darah Yesus sudah cukup, dan tetap berpegang pada janji-Nya apa pun yang terjadi, baik saat mengalami berkat maupun kesulitan. Saya juga ingin lebih setia mendorong anggota rayon saya untuk tetap bertekun. Terima kasih untuk proses diskusi yang hangat dan saling membangun. Saya merasa ditolong untuk tidak hanya “tahu” firman, tetapi juga mau menaatinya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan memberkati kita semua.

  10. Lina Dewi

    Saya sangat diberkati dan bersyukur dapat mengikuti kelas BKI Bedah Kitab Ibrani ini sampai selesai. Saya belajar lebih lagi untuk dapat memahami apa yang Tuhan mau sampaikan kepada kita umat-Nya, untuk kita tetap hidup dalam iman dan ketekunan, sekalipun dalam pergumulan belum ada jawaban Tuhan seperti yang saya harapkan.

    Dalam Ibrani 12:2, saya diingatkan untuk terus fokus memandang kepada Yesus saja. Saya juga dikuatkan dengan ayat Ibrani 13:8, “Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.”

    Kiranya apa yang sudah kita pelajari bersama tidak berhenti sebagai pengetahuan saja, tetapi menjadi kehidupan yang nyata, iman yang bertumbuh, tetap tekun, hidup dalam kasih, dan semakin dekat dengan Kristus. Terima kasih tak terhingga kepada Tim SABDA dan teman-teman semua. Tuhan memberkati. Soli Deo Gloria.

  11. Lunu Missa

    Shalom, saya bersyukur dapat mengikuti kelas BKI dengan baik sampai selesai. Saya belajar bahwa dalam membaca Alkitab kita tidak hanya membaca dan mengetahui isinya, tetapi perlu mengamati, memahami konteks, menggali maknanya, kemudian menerapkannya dalam kehidupan.

    Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mendalami Ibrani 13:17 tentang ketaatan kepada pemimpin. Ayat ini secara pribadi menegur dan mengingatkan saya bahwa pemimpin juga memiliki tanggung jawab yang besar di hadapan Tuhan untuk menjaga dan menggembalakan umat-Nya. Saya belajar untuk lebih menghormati pemimpin, tidak mudah menilai atau mengeluh, tetapi belajar mendukung dan mendoakan mereka.

    Setelah mengikuti kelas ini, saya mau lebih sungguh-sungguh dalam menggali Firman Tuhan dan tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum memahami konteksnya. Dalam kehidupan sehari-hari, saya juga mau belajar menjadi pribadi yang lebih taat, terbuka terhadap nasihat, dan menghargai orang yang Tuhan percayakan untuk memimpin.

    Bagi saya, proses diskusi dalam BKI sangat baik karena melalui sharing teman-teman, saya mendapatkan pemahaman yang baru dan semakin diperkaya. Ke depan, saya berharap semua peserta bisa lebih aktif dalam berdiskusi, sehingga setiap pertemuan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi berkat dan membawa perubahan dalam kehidupan kita. Terima kasih kepada Tim SABDA yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Tuhan Yesus memberkati.

  12. Magdalena

    Puji Tuhan, masih diberi kesempatan mengikuti bedah kitab, yang selalu menambah berkat pengenalan akan kedalaman kasih dan ketegasan keadilan Tuhan Yesus. Terima kasih buat bapak dan ibu pelayan SABDA terkasih. Semakin diberkati dalam pelayanan, kehidupan pribadi, dan keluarga. Juga buat teman-teman di grup WhatsApp yang semangatnya memotivasi saya. Akhir kata, terpujilah Tuhan atas semua progres yang akan kita lakukan. Amin.

  13. Marganda Kristianto Purba

    Mengikuti Bedah Kitab Ibrani Pasal 9–13 yang diselenggarakan oleh MLC SABDA menjadi pengalaman rohani yang sangat memberkati dan memperkaya pemahaman saya terhadap Firman Tuhan.

    Saya semakin menyadari bahwa Kitab Ibrani bukan hanya berbicara tentang pengetahuan Alkitab, tetapi mengajak kita untuk semakin mengenal keunggulan Kristus, semakin teguh dalam iman, dan semakin sungguh-sungguh menjalani kehidupan sebagai orang percaya.

    1. Kristus adalah Dasar Pengharapan dan Keselamatan

      Dari Ibrani 9–10, saya kembali diingatkan bahwa darah Kristus memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada korban-korban dalam Perjanjian Lama. Kristus memberikan diri-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Hal ini membuat saya semakin memahami bahwa keselamatan bukan karena usaha atau kebaikan manusia, melainkan karena karya Kristus yang sempurna. Saya belajar untuk tidak menggantungkan pengharapan kepada kemampuan diri sendiri, tetapi terus memandang kepada Kristus.

    2. Iman Harus Terlihat dalam Kehidupan

      Ketika masuk ke Ibrani 11, saya sangat diberkati melalui pembelajaran tentang tokoh-tokoh iman. Saya melihat bahwa iman bukan sekadar percaya dalam hati atau mengetahui janji Tuhan. Iman selalu menghasilkan tindakan. Abraham, Musa, Nuh, dan tokoh-tokoh lainnya menunjukkan bahwa iman mendorong seseorang untuk taat sekalipun belum melihat seluruh hasil dari ketaatannya. Pertanyaan yang kemudian muncul bagi saya adalah: “Apakah iman saya juga terlihat melalui tindakan dan ketaatan saya sehari-hari?” Ini menjadi teguran sekaligus dorongan bagi saya untuk tidak berhenti pada aktivitas keagamaan, tetapi menghadirkan iman dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan hubungan dengan sesama.

    3. Didikan Tuhan adalah Bagian dari Kasih-Nya

      Ibrani 12 memberikan pemahaman yang sangat berarti bagi saya bahwa didikan Tuhan bukan semata-mata hukuman, tetapi bagian dari proses kasih Tuhan sebagai Bapa untuk membentuk kehidupan kita. Saya belajar bahwa dalam menghadapi kesulitan, koreksi, proses, bahkan penderitaan, saya perlu belajar bertanya: “Tuhan, apa yang sedang Engkau bentuk dalam diri saya melalui proses ini?”

      Namun, saya juga belajar untuk membedakan antara didikan Tuhan dan konsekuensi dari keputusan atau dosa kita sendiri. Karena itu, diperlukan kejujuran untuk melakukan introspeksi, bertobat ketika salah, dan tetap percaya kepada Tuhan dalam proses pembentukan karakter.

    4. Pemimpin Harus Menjadi Teladan

      Dari Ibrani 13, saya semakin memahami bahwa kepemimpinan rohani bukan hanya tentang jabatan, posisi, atau tanggung jawab, tetapi terutama tentang kehidupan yang dapat menjadi teladan. Pemimpin dipanggil untuk menjaga kehidupannya, berpegang pada kebenaran Firman, memperhatikan jemaat, dan membawa orang lain semakin dekat kepada Kristus. Hal ini juga menjadi refleksi pribadi bagi saya: sebelum mengharapkan orang lain berubah, saya perlu bersedia terlebih dahulu untuk terus dibentuk dan berubah oleh Firman Tuhan.

    5. Pertemuan Ibadah Bukan Sekadar Rutinitas

      Ibrani 10:25 juga kembali mengingatkan saya tentang pentingnya persekutuan dan pertemuan ibadah. Saya semakin menyadari bahwa hadir dalam persekutuan bukan hanya untuk memenuhi jadwal atau kewajiban, tetapi untuk saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Karena itu, gereja dan komunitas orang percaya seharusnya menjadi tempat di mana kita saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan; saling menolong, bukan saling menghakimi.

    Setelah mengikuti Bedah Kitab Ibrani Pasal 9–13, ada beberapa hal yang ingin saya bawa dalam kehidupan sehari-hari:

    • Pertama, terus memandang kepada Kristus sebagai dasar keselamatan dan pengharapan.
    • Kedua, menjaga iman agar tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui ketaatan.
    • Ketiga, belajar menjadi teladan dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan.
    • Keempat, membangun kehidupan persekutuan yang saling menguatkan dan mendorong dalam kasih.

    Bagi saya, Bedah Kitab Ibrani 9–13 bukan sekadar sebuah kegiatan belajar Alkitab. Ini menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat kembali kehidupan iman saya, dan bertanya apakah kehidupan saya sungguh-sungguh mencerminkan Kristus.

    Saya bersyukur kepada Tuhan untuk kesempatan belajar bersama melalui MLC SABDA. Terima kasih kepada para pembimbing, fasilitator, dan seluruh peserta yang telah menjadi bagian dari proses pembelajaran ini, secara khusus Kelas BKI-4.

    Kiranya apa yang telah dipelajari tidak berhenti pada catatan dan pemahaman, tetapi sungguh menjadi Firman yang dilakukan, iman yang dihidupi, dan berkat yang dibagikan kepada orang lain. “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman.” Kiranya Tuhan terus menolong kita untuk menjadi pribadi yang teguh dalam iman, taat dalam kehidupan, setia dalam pelayanan, dan menjadi teladan bagi sesama. Soli Deo Gloria.

  14. Rei Panie

    Bersyukur bisa melalui kelas dengan baik. Kitab ini menjadi kitab yang cukup sulit bagi saya pribadi setelah Kitab Roma karena kompleksitasnya. Terlebih, kelas kali ini dimulai dari pasal 9 yang artinya harus membaca tuntas pasal 1–8. Namun demikian, cukup dimudahkan dengan langkah-langkah yang ada dan itu sangat menolong.

    Secara pribadi, melalui kitab ini dan 5 pasal ini saya diingatkan, dikuatkan, dan bahkan ditegur kembali tentang kurban sejati, yaitu Yesus Kristus. Saya harus kembali kepada Kristus dalam segala hal, terlebih khusus terkait peribadatan praktis dalam gereja.

    Di dalam kelas, para peserta juga sangat baik untuk saling melengkapi dan menguatkan. Terima kasih bapak, ibu, dan rekan-rekan kelas semua. Juga terima kasih untuk seluruh tim SABDA. Tuhan berkati.

  15. Rudy

    Saya bersyukur dan merasa sangat diberkati karena kembali dipertemukan dengan komunitas dalam persekutuan dengan saudara seiman yang boleh saling menguatkan dan mengingatkan akan firman yang boleh kita pelajari. Saya ingin berterima kasih kepada SABDA, timnya, admin, dan moderator yang telah menjadi fasilitator dan jembatan untuk saya berkumpul dengan komunitas yang positif seperti ini.

    Dalam beberapa hari ini, banyak perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Belajar Kitab Ibrani mengubah cara pandang hidup saya karena semakin mengerti tentang siapa diri saya dan apa yang harus dilakukan. Setiap hal yang boleh Tuhan titipkan berada di sisi saya, boleh saya lakukan dengan baik dan berikan yang terbaik.

    Yang paling berkesan dari penggalian 5 hari Kitab Ibrani ini adalah iman yang semakin saya mengerti, di mana boleh saya maknai dengan menyadari (mengimani) saya berada di sisi Tuhan. Walaupun saya tidak bisa melihat-Nya dan tidak tahu Dia ada di sisi saya atau tidak, tetapi saya meyakini dalam keyakinan saya akan ciptaan Tuhan yang segambar dan serupa dengan Allah telah diperbaiki melalui Kristus. Ini membuat saya dan hati saya bersuka dan penuh dengan rasa syukur.

    Mengetahui anugerah ini membuat saya lebih bersemangat dan tidak berleha-leha dalam hidup. Hati yang dulu kadang bisa mengingat kembali kesalahan orang lain (padahal ingin melupakan) karena mengecewakan, seolah sudah tak terpikirkan lagi, bisa plong begitu saja, malahan mendorong saya untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi.

    Mulai saya lebih berbagi kasih dengan keluarga kecil saya, lebih menyiapkan telinga untuk mendengar bagi anak-anak saya, walau celotehnya kadang buat kesal. Tapi menyenangkan. Lebih mengatur hal-hal romantis untuk istri tercinta dan ada rencana hal kecil yang ingin dilakukan bersama istri untuk belajar Mandarin kembali bersama, supaya bisa jadi berkat di gereja, karena gereja kan berlatar belakang budaya Tionghoa. Tapi sudah mulai memudar, tidak ada regenerasi, termasuk di keluarga. Mau kembali dilestarikan.

    Saya percaya di dalam Tuhan banyak lagi hal-hal kecil yang baik yang bisa dilakukan untuk keluarga, usaha, komunitas gereja, dan lainnya. Terima kasih juga rekan-rekan BKI yang selalu setia menemani diskusi di malam hari. Semoga ada kesempatan lain lagi kita boleh belajar bersama. Ditunggu ya! God bless.

  16. Timotius

    Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menyertai, menolong, dan memberi kekuatan selama saya mengikuti Bedah Kitab Ibrani (BKI) 4 Malam. Setiap proses diskusi, penggalian teks, dan pembelajaran menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan.

    Melalui kelas ini, saya semakin memahami kekayaan berita Injil dalam Kitab Ibrani, khususnya tentang pengorbanan Kristus yang sempurna, final, dan berlaku sekali untuk selama-lamanya. Kebenaran ini kembali meneguhkan iman saya bahwa keselamatan sepenuhnya berpusat pada karya Kristus, bukan pada usaha manusia. Saya juga semakin memahami bahwa anugerah tersebut membawa panggilan bagi setiap orang percaya untuk terus bertekun, tetap setia, dan tidak meninggalkan iman kepada Kristus dalam keadaan apa pun.

    Saya menyampaikan terima kasih kepada MLC SABDA yang telah menyelenggarakan kelas ini dengan baik, kepada moderator dan admin yang telah melayani serta mendampingi proses pembelajaran, dan kepada seluruh rekan sekelas BKI 4 Malam yang telah menjadi teman belajar dan saling mengasah melalui diskusi yang membangun.

    Salah satu pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah ketika menganalisis Ibrani 10:37–39: waktu kedatangan-Nya semakin singkat, “orang benar akan hidup oleh iman,” dan kita dipanggil untuk tidak mundur. Kiranya kebenaran ini terus menguatkan langkah iman kita. Saya berharap dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya dari MLC SABDA. Soli Deo Gloria!

  17. Tini Setiawan

    Saya sangat diberkati bisa mengikuti Kelas BKI ini sampai selesai. Ini adalah pengalaman pertama melakukan Bedah Kitab Ibrani 9–13 secara berurut dan melakukan penggalian lebih dalam maknanya, tujuan pesan yang tertulis dalam Kitab Ibrani.

    Sungguh luar biasa mengupas tentang iman, hidup pengikut Kristus dalam pertandingan, pola hidup yang berkenan bagi Allah, tata tertib ibadah, peran pemimpin gereja/otoritas Allah di dunia. Semua harus fokus/berpusat kepada Yesus Kristus, Imam Agung kita. Jadi, tidak ada yang terlewat/pengecualian, tetapi semua, mulai dari pemimpin gereja sampai jemaat, harus menerapkan yang tertulis di Ibrani 9–13.

    Terima kasih juga untuk moderator, admin, dan teman-teman dalam diskusi kelompok yang semuanya mendukung dengan aktif, serta respons yang positif membuat saya berusaha melakukan penggalian lebih dalam lagi. Terima kasih banyak. Tuhan Yesus memberkati.

  18. Titik

    Mengucap syukur untuk kebaikan Tuhan Yesus yang sudah memakai tim SABDA sehingga kami boleh diberkati dalam setiap pembelajaran di kelas Ibrani.

    Yang paling berkesan dalam Kitab Ibrani 13:8–9: "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin sampai hari ini dan sampai selama-lamanya. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah bahwa hati kamu diperkuat oleh kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah, mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.”

    Di sini, kami belajar bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya titik tetap, fondasi keimanan kami. Janji Yesus, semua yang di dalam Alkitab, mulai dari pemeliharaan hidup, penghiburan saat berduka, hingga jaminan keselamatan kekal memiliki garansi 100% karena Dia tidak pernah berubah sampai selama-lamanya. Apa yang telah Dia janjikan pasti akan Dia genapi.

    Pelajaran dari ayat 9: “Kekuatan dan pertumbuhan iman sejati seorang Kristen bersumber dari kasih karunia Allah yang mengubah hati, bukan dari ketaatan lahiriah terhadap aturan-aturan ritual manusia.”

    Kami mengucap terima kasih kepada semua tim yang sudah begitu baik dan sabar menjadi mentor yang luar biasa di kelas kami. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  19. Virginia

    Saya bersyukur bisa mengikuti kelas penggalian Kitab Ibrani 9–13. Bagi saya, kelas ini bukan hanya tentang memahami isi Firman Tuhan, tetapi juga belajar menggali, merenungkan, dan melihat bagaimana firman Tuhan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Hal yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana Kitab Ibrani banyak mengingatkan tentang iman, ketekunan, pengharapan, kasih, dan pentingnya terus memandang kepada Kristus. Terutama dari Ibrani 12:2, saya kembali diingatkan untuk tetap mengarahkan pandangan kepada Yesus, sekalipun dalam proses hidup tidak selalu mudah dan jawaban yang kita harapkan belum tentu datang seperti yang kita inginkan.

    Saya juga belajar bahwa menggali Firman bukan hanya berhenti pada pertanyaan, “Apa yang saya pelajari?” tetapi juga, “Apa yang akan saya lakukan setelah mengetahui Firman ini?” Kiranya apa yang sudah dipelajari bersama selama kelas ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi bagian dalam kehidupan kita. Kiranya iman kita semakin bertumbuh, tetap tekun dalam setiap proses, hidup dalam kasih, dan semakin dekat kepada Tuhan. Terima kasih untuk setiap pembelajaran, sharing, dan kebersamaan selama kelas ini. Tuhan memberkati kita semua.

  20. Vien

    Pengalaman baru: Saya bersyukur bisa mengikuti MLC Ibrani sampai selesai. Awalnya, begitu dengar pengarahan Zoom, kesannya sangat ketat dan tinggi ekspektasinya. Namun, saya coba dan ternyata bisa.

    Pelajaran/berkat paling berkesan: Melalui MLC, saya seolah-olah “dipaksa” untuk menggali lebih dalam dan hal itu adalah bagus karena saya jadi terpacu untuk mencari hal-hal yang ingin saya ketahui/gali lebih lagi karena firman Tuhan sangat kaya dan rahasianya perlu ditanya (diminta), dicari, sambil mengetuk pintu hikmat Roh Kudus.

    Aplikasi praktis: Mau melakukan kebiasaan cari tahu (minta, cari, ketuk) untuk saat teduh sehari-hari. Evaluasi diskusi: Kaget juga karena peserta diskusi sangat semangat untuk bertanya, menjawab, dan menjelaskan. Namun, sedikit masukan untuk tim admin agar membantu menjawab pertanyaan yang belum dijawab oleh siapa pun.

  21. Winandhi

    Kitab Ibrani sarat dengan perintah dan larangan, hubungan vertikal antara Allah dengan manusia dan juga antar manusia. Semuanya Allah ilhamkan melalui penulis Kitab Ibrani. Dengan begitu berani dan jelas bahwa dosa tidak bisa dimaklumi, tidak ada tempat buat dosa karena Allah sudah menebus seluruh dosa manusia dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib dan bersifat final, tidak ada lagi penebusan setelah ini.

    Pasal-pasal yang diobservasi mulai dari pasal 9 sampai dengan pasal 13 berpusatkan pada Yesus Kristus. Ibrani 9–13 mengajarkan bahwa karena Kristus telah mempersembahkan diri-Nya satu kali untuk selama-lamanya, orang percaya dipanggil untuk hidup oleh iman, bertekun sampai akhir, mengejar kekudusan, serta hidup dalam kasih dan kesatuan sebagai umat Allah. Sebagai anak Tuhan yang sudah memperoleh penebusan dari Yesus Kristus, selanjutnya memiliki kewajiban melakukan perbuatan yang baik dan benar di hadapan Tuhan maupun orang lain.

    Terima kasih kepada Tim SABDA, kakak-kakak moderator dan admin yang sudah menjadi pengantar yang baik di dalam eksplorasi selama 5 hari. Tetaplah menjadi berkat bagi kami semua. Bagi teman-teman sekelas, terima kasih sudah menjadi teman sharing dan berbagi eksplorasi yang sangat membangun. Tuhan memberkati.

  22. Winny Gunawan

    Shalom Bapak, Ibu, dan Saudara terkasih. Puji syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang luar biasa untuk mengikuti kelas Bedah Kitab Ibrani. Melalui pembelajaran ini, saya mendapatkan banyak berkat, wawasan, dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Firman Tuhan, khususnya tentang latar belakang, makna, serta pesan-pesan penting yang terkandung dalam Ibrani.

    Saya juga sangat bersyukur atas setiap diskusi, pertanyaan, dan refleksi yang dibagikan selama proses pembelajaran. Semua itu memperkaya pemahaman saya dan membantu saya melihat firman Tuhan dari berbagai sudut pandang yang membangun.

    Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim SABDA yang telah mempersiapkan materi, memfasilitasi pembelajaran, serta mendampingi kami dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Tuhan memberkati pelayanan yang luar biasa ini sehingga semakin banyak orang dapat bertumbuh dalam pengenalan akan firman-Nya.

    Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu teman-teman sekelas atas kebersamaan, dukungan, dan setiap kontribusi yang telah dibagikan selama mengikuti kelas ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  23. Yosua Hendra Purnomo

    Shalom, puji Tuhan pada akhirnya kelas BKI ini bisa berjalan dengan baik. Mulai dari pasal 9–13, itu saya banyak belajar/mendalami Alkitab, mulai dari penulis, fakta, teks aslinya, dan lain-lain.

    Secara khusus, pertama-tama saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah mengundang/membawa saya kepada kegiatan ini. Kemudian, saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA MLC yang sudah berpartisipasi/memfasilitasi atau memandu kegiatan ini.

    Saya juga berterima kasih kepada peserta, khususnya bagi teman-teman/rekan-rekan diskusi yang sudah mendiskusikannya atau memberikan tanggapan, bersaksi, dan pertanyaan refleksi yang sangat membangun, hidup, dan relevan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya, Amin.