-
Arief Gunawan
Pertama, terima kasih rekan-rekan dari BK_Kel 2 yang bisa telah banyak memperdalam penggalian ayat-ayat yang tidak sempat saya gali. Mohon maaf kali ini saya merasa kurang berinteraksi dalam diskusi, tetapi saya sempatkan untuk baca semua pendalaman rekan-rekan. Sangat membantu saya untuk lebih mengerti lebih dalam lagi dalam penggalian saya juga.
Pendalaman kitab Keluaran sangat fundamental dan lebih tertantang untuk mengetahui lebih sulit. Kitab Keluaran menunjukkan bahwa keselamatan yang Tuhan berikan kepada umat-Nya, bukan hanya tindakan pembebasan secara fisik dari perbudakan di Mesir, tetapi juga pernyataan nyata dari kasih dan kesetiaan-Nya kepada perjanjian-Nya. Tuhan melihat penderitaan Israel, mendengar seruan mereka, dan bertindak melalui kuasa-Nya untuk membebaskan mereka. Dari peristiwa ini, terlihat bahwa keselamatan berasal dari inisiatif Tuhan, bukan dari kemampuan manusia. Kasih Tuhan dinyatakan melalui perlindungan, penyertaan, dan pemeliharaan-Nya selama perjalanan umat Israel, meskipun mereka sering menunjukkan keraguan dan ketidaktaatan.
Dari pelajaran kitab Keluaran dan bangsa Israel ini bagi kehidupan saya adalah untuk belajar lebih memercayai Tuhan dalam setiap situasi hidup, terutama ketika menghadapi kesulitan atau tekanan. Seperti Tuhan memimpin Israel keluar dari perbudakan menuju kebebasan, demikian juga Ia memimpin umat-Nya hari ini menuju kehidupan yang baru. Orang percaya dipanggil untuk mengingat karya keselamatan Tuhan, hidup dalam ketaatan, dan bersyukur atas kasih-Nya yang setia. Untuk itu, pengalaman keselamatan bukan hanya menjadi kisah masa lalu, tetapi menjadi dasar iman kita untuk mendorong lebih dekat berjalan bersama Tuhan dengan percaya, taat, dan bersandar pada kasih-Nya setiap hari. Kedua, saya sangat berterima kasih kepada Sist Yola dan Sist Evie, sebagai admin dan moderator, yang sangat perhatian dan cekatan. Terima kasih atas peringatan-peringatannya selalu. Terakhir, terima kasih kepada tim SABDA MLC lainnya, semoga selalu dipakai Tuhan untuk menyediakan kelas-kelas lainnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
-
Benny
Bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk mengikuti kelas diskusi dengan selesai. Setelah mengikuti kelas ini, saya jadi tahu bahwa Tuhan sudah melakukan banyak mukjizat kepada bangsa Israel mulai dilewatkan dari maut, Tuhan menuntun melalui tiang awan dan api, Tuhan membelah laut, dan air pahit menjadi manis. Namun, bangsa Israel masih saja ingin kembali ke kehidupan Mesir karena dalam keadaan terpojok. Dan, selalu bersungut-sungut. Yang akan saya lakukan untuk ke depannya adalah walaupun ada masalah, tekanan hidup bahkan tidak ada jalan keluar sekalipun saya tidak akan bersungut-sungut dan tidak ingin kembali ke kehidupan saya yang lama karena Tuhan selalu menolong saya. Diskusinya juga berjalan lancar. Teman-teman diskusi saling memberikan tanggapan. Terima kasih tim SABDA. Tuhan Yesus memberikan lebih lagi berkat-Nya, dan kiranya hanya nama Tuhan saja dipermuliakan. Soli Deo gloria.
-
Davit Rijadi
Puji Tuhan, saya sudah mengikuti program SABDA beberapa kali. Setiap program selalu mendapat hal-hal yang baru. Teman baru, topik baru, pemahaman baru, dan semua itu semakin memperkaya harta rohani saya. Firman Tuhan, semakin digali semakin menemukan sesuatu yang berharga, terlebih digali oleh beberapa orang dalam kesatuan hati. Terima kasih SABDA dan tim yang sudah membimbing, pelayanan yang luar biasa. Puji Tuhan, Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amin.
-
Debora Rina T.
Puji Tuhan, boleh mengikuti Bedah Kitab Keluaran hingga selesai meski dalam pergumulan berat, justru sangat menguatkan iman tentang Paskah pertama ini. Penggalian dari kitab Keluaran 11–15 menolong saya melihat bahwa keselamatan benar-benar dimulai dari inisiatif Tuhan. Tuhan yang bertindak membebaskan Israel dari Mesir, Tuhan yang memimpin mereka dengan tiang awan dan tiang api, dan Tuhan pula yang membuka jalan di laut ketika mereka berada dalam situasi yang mustahil. Bangsa Israel tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dari sini, saya belajar bahwa dalam hidup iman pun, sering kali Tuhan bekerja terlebih dahulu sebelum kita melihat jalan keluar. Ketika kita berada di situasi yang terasa buntu, Tuhan sebenarnya sedang menyiapkan jalan keselamatan yang mungkin belum kita pahami.
Penggalian ini juga mengingatkan saya bahwa setiap karya keselamatan Tuhan seharusnya menghasilkan dua respons dalam hidup kita, yaitu takut akan Tuhan dan percaya kepada-Nya. Ketika Israel melihat bagaimana Tuhan mengalahkan Mesir dan menyelamatkan mereka di laut, iman mereka diteguhkan. Demikian juga dalam hidup kita, penting untuk mengingat kembali setiap pertolongan Tuhan supaya hati kita semakin menghormati Dia dan iman kita semakin kuat. Pengalaman melihat tangan Tuhan bekerja menjadi dasar bagi kita untuk terus berjalan bersama-Nya dengan penuh kepercayaan. Banyak penggalian dari sahabat kelas BK_Kel 2 meski mirip-mirip, tetapi saling melengkapi. Banyak terima kasih buat Kak Evie sebagai moderator kelas dan Kak Yola sebagai admin kelas yang sudah melayani dengan baik. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo gloria.
-
Dominicus Eddy Soewito
Melalui Bedah Kitab Keluaran, saya diteguhkan kedaulatan Allah dalam hidup saya sebagai orang percaya. Melalui penggalian aspek-aspek keselamatan dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, saya disadarkan akan kasih dan keadilan Tuhan yang memelihara dan membimbing umat-Nya. Saya juga belajar penggalian ayat-ayat dari peserta diskusi di grup WA. Evaluasi bedah Kitab Keluaran dari Bu Evie yang makin memperkaya pemahaman saya terhadap Kitab ini. Terima kasih kepada tim SABDA MLC yang memberi kesempatan saya mengikuti kelas ini. Soli Deo gloria.
-
Elvie Debora
Bersyukur dapat mengikuti Bedah Kitab Keluaran menjelang perayaan Paskah di tahun ini. Mengapa? Karena memberikan dasar kebenaran yang mendalam tentang keselamatan yang dianugerahkan Tuhan di Paskah yang pertama. Dari penggalian pribadi dan bersama rekan-rekan di grup atas Keluaran 11-15, saya mendapatkan kesan mendalam bahwa keselamatan adalah atas inisiatif dan kuasa Tuhan sepenuhnya. Orang-orang Israel tidak akan pernah lepas dari perbudakan di Mesir, bila bukan karena Tuhan yang bertindak membebaskan mereka. Saya berkomitmen untuk mempersembahkan hidup ini untuk Tuhan yang sudah membebaskan saya dari belenggu dosa dan memberikan keselamatan kekal, serta menghidupi karya keselamatan yang telah saya terima dalam hidup saya. Tentu juga mau membagikan Kabar Baik ini kepada semua orang di sekitar saya.
-
Eminingtyas
Bersyukur, Tuhan sudah memberkati melalui tim SABDA dan rekan-rekan diskusi, untuk lebih dalam lagi mengingat perbuatan Tuhan yang ajaib dalam menyelamatkan bangsa Israel keluar dari perbudakan menuju Tanah Perjanjian. Terima kasih banyak tim SABDA yang telah melayani dengan kasih. Melalui pelajaran kali ini, saya diingatkan untuk lebih sungguh-sungguh bersekutu dengan Allah di setiap waktu memercayai-Nya sebagai Immanuel, menyerahkan segenap hidup saya hanya kepada-Nya, dan memohon tuntunan-Nya dalam menjalani setiap musim kehidupan sehingga dapat menyelesaikan tugas yang Allah percayakan tanpa bersungut-sungut, dan Tuhan disenangkan. Melalui pelajaran ini, saya dipersiapkan menyambut Paskah dan terus waspada menjalani kehidupan sampai dipanggil Tuhan pulang, sebagaimana yang terjadi pada rekan sekelas saya (Pak Gunawan). Puji Tuhan. Tuhan Yesus semakin dimuliakan.
-
Friska Pasaribu
Sangat terberkati mengikuti kelas ini. Secara pribadi membedah Keluaran bagi saya berat. Namun, setelah belajar pelan-pelan ada banyak berkat yang didapat setiap hari. Keselamatan adalah rencana Allah, inisiatif Allah. Dan, Allah terus menuntun umat-Nya. Dalam melewati setiap kesulitan dan tantangan, sikap sebagai umat Allah adalah tetap percaya. Ini menjadi perintah bagi saya secara pribadi untuk selalu ingat bahwa Tuhan tak pernah membiarkan dan meninggalkan. Terima kasih tim SABDA MLC yang menjadi saluran berkat pertumbuhan iman bagi saya. Soli Deo gloria.
-
Ivan Octanius
Mengikuti kelas BK_Kel selama lima hari menjadi pengalaman yang sangat memperkaya bagi saya. Melalui penggalian teks dalam kitab Keluaran, khususnya pasal 14–15, saya semakin melihat bahwa keselamatan yang Tuhan kerjakan bagi bangsa Israel bukan hanya peristiwa pembebasan dari Mesir, tetapi juga proses pembentukan iman umat-Nya. Saya belajar bahwa Tuhan adalah sumber keselamatan yang berdaulat, yang menuntun umat-Nya dengan kasih setia (hesed) dan kuasa-Nya. Diskusi dengan teman-teman di kelas BK_Kel 2 (pagi) juga membuka perspektif baru karena setiap peserta menggali teks dari sudut pandang yang berbeda, tetapi tetap berakar pada firman Tuhan.
Secara pribadi, pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana Tuhan tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga terus menuntun umat-Nya dalam perjalanan iman mereka. Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah belajar lebih peka mendengar firman Tuhan dan tidak mudah bersungut-sungut ketika menghadapi situasi sulit, melainkan tetap percaya pada penyertaan-Nya. Proses diskusi di kelas juga sangat menolong karena saling menanggapi membuat penggalian menjadi lebih tajam dan reflektif. Saya bersyukur boleh belajar bersama dan diperkaya melalui pertukaran pemikiran serta pengalaman iman dari setiap peserta.
-
Lidia Artati
Pelajaran: Sebagai anak Tuhan jangan bersungut-sungut. Sebagai pelayan Tuhan harus punya iman yang kuat dan kesabaran untuk menghadapi orang/jemaat yang dilayani. Harus sungguh-sungguh yakin akan pimpinan Tuhan dan pertolongan Tuhan. Kel. 11-15 ini membuat saya sampai terasa ikut masuk dalam situasi pergumulan bagaimana menang dari masalah yang dihadapi bangsa Israel: kematian anak sulung, musuh/Firaun dan tentaranya, Laut Teberau, tidak ada makan minum, airnya pahit, jalan di padang gurun, dan banyak lagi pergumulan hidup.
Namun, luar biasa dan dahsyatnya Allah yang saya sembah. Keselamatan demi keselamatan dari setiap masalah bisa diselesaikan oleh Tuhan Allah yang sanggup melakukan segala perkara. Saya jadi tambah semangat belajar dan belajar. Walau pada hari pertama, saya banyak koreksi dari Ibu Evie, tetapi itu memacu saya untuk semakin menggali Alkitab. Dalam sesi ini juga, saya banyak japri sama Mbak Yola karena saya merasa kaget dan kehilangan satu teman