-
Andy Saktia
Shalom Teman-teman. Puji Tuhan, saya bersyukur bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus ini sampai selesai. Ini pengalaman baru dan cukup menarik buat saya karena selama ini biasanya saya membaca Efesus lebih ke ayat per ayat secara umum, tetapi lewat kelas ini, saya belajar menggali lebih dalam, melihat konteks, hubungan antar pasal, sampai mempelajari makna kata dalam bahasa Yunani dan padanan konsep Ibrani. Ternyata, itu membuat ayat-ayat yang dahulu terasa biasa menjadi jauh lebih hidup dan dalam.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah saat mempelajari tentang Kristus sebagai Kepala dan gereja sebagai Tubuh Kristus. Saya jadi melihat bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah atau organisasi, tetapi satu tubuh yang hidup dan terhubung kepada Kristus sebagai pusat arah dan sumber kehidupan. Selain itu, bagian tentang hikmat Tuhan dalam Efesus 3 juga sangat membuka wawasan saya, terutama bagaimana Tuhan mempersatukan orang-orang yang berbeda menjadi satu tubuh dalam Kristus. Saya merasa itu sangat relevan dengan kondisi gereja dan kehidupan sekarang. Bagian Efesus 6 tentang peperangan rohani juga cukup menegur saya pribadi. Kadang kita merasa baik-baik saja secara rohani, tetapi ternyata perlahan bisa lengah lewat hal-hal yang dianggap biasa. Saya jadi belajar untuk lebih berjaga-jaga, lebih membangun kehidupan doa, dan tidak hanya mengetahui firman, tetapi juga belajar hidup di dalamnya.
Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan setelah mengikuti kelas ini adalah lebih disiplin menggali firman Tuhan, lebih menjaga kehidupan doa, belajar hidup dalam kesatuan dengan sesama, serta lebih peka terhadap hal-hal yang bisa menjauhkan saya dari Tuhan secara perlahan. Untuk proses diskusinya sendiri saya merasa sangat diberkati. Banyak sharing dan sudut pandang dari teman-teman yang membantu memperluas cara pandang saya terhadap Efesus. Diskusinya juga terasa hidup dan membuat saya belajar melihat ayat bukan hanya dari satu sisi saja. Terima kasih untuk tim SABDA dan teman-teman BK_Ef 2. Tuhan memberkati kita semua dengan hikmat dan pertumbuhan rohani yang semakin dalam. GBU.
-
Arief Gunawan
Terima kasih SABDA, saya sangat bersyukur bisa mengikuti penggalian Bedah Kitab Efesus, ini sangat memberkati saya. Dengan penggalian ayat demi ayat dalam Efesus pasal 1-6, saya mendapatkan begitu lengkap penggalian dan diskusi-diskusi yang lebih detail lagi tentang aspek-aspek gereja sehingga saya semakin mengerti Tuhan mengajarkan hubungan Tuhan dan gereja seperti hubungan suami dan istri. Ini benar-benar sangat luar biasa. Namun, ini akan menjadi pemahaman kita semua bahwa walaupun Rasul Paulus telah mengajarkan secara detail dan lengkap. Gereja Efesus telah jatuh dan hilangnya kasih mula-mula.
Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Mbak Evi dan Mei (moderator, admin dan teman-teman BK_Ef 2). Diskusi dalam kelompok BK_Ef 2 yang begitu responsif, cermat, kritis, dan bijaksana, yang memicu saya untuk bisa lebih menggali lebih dalam lagi, sehingga menambah pengetahuan dan wawasan saya tentang kebenaran firman Tuhan. Terima kasih juga untuk tim MLC SABDA. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
-
Benny
Bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengikuti Bedah Kitab Efesus dengan selesai. Berkat yang saya bisa ambil setelah mengikuti kelas ini adalah bahwa gereja bukan hanya organisasi saja, tetapi juga perpanjangan tangan Allah untuk menyelamatkan umat manusia di seluruh dunia. Setelah mengikuti kelas ini, saya akan menjadi perpanjangan tangan Allah dengan cara membantu orang yang berkekurangan dan mendoakan orang yang sedang sakit. Diskusinya juga berjalan dengan lancar, walaupun ada perbedaan, itu malah mempertajam diskusi kami. Terima kasih untuk tim SABDA dan moderator yang sudah memfasilitasi kelas ini. Tuhan Yesus berkati.
-
Debora Rina Trisnowati
Puji Tuhan. Saya belajar lebih dalam dari penggalian Efesus 1-6, gereja bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi Tubuh Kristus yang dipilih, ditebus, dipersatukan, dan diperlengkapi untuk menyatakan kemuliaan Allah di bumi. Dalam Efesus 1–3, Paulus membuka mata kita tentang identitas rohani orang percaya: dipilih sebelum dunia dijadikan, diselamatkan oleh kasih karunia, diperdamaikan melalui salib Kristus, dan dibangun menjadi Bait Allah yang kudus. Sedangkan Efesus 4–6 menegaskan bahwa identitas itu harus terlihat nyata melalui kehidupan yang berubah: hidup dalam kesatuan, kekudusan, kasih, ketundukan kepada Kristus, serta berdiri teguh menghadapi peperangan rohani dengan seluruh perlengkapan senjata Allah.
Yang paling memberkati saya adalah melihat bahwa inti kekuatan gereja bukan terletak pada program, jabatan, atau kemampuan manusia, tetapi pada Kristus yang tinggal dalam umat-Nya, dan gereja yang dewasa adalah gereja yang mengenal identitasnya, hidup dalam kasih, menjaga kesatuan, bertumbuh dalam firman, dan tetap berdoa di tengah dunia yang gelap. Dari keluarga, pekerjaan, pelayanan, sampai peperangan rohani semuanya adalah bagian dari panggilan hidup orang percaya. Itulah sebabnya gereja dipanggil bukan hanya untuk "bertahan", tetapi untuk memancarkan terang Kristus dan memberitakan Injil dengan keberanian sampai akhir.
Sangat bersyukur untuk kelas ini. Mohon maaf jika saya banyak mengoreksi teman-teman sekelas. Tetap semangat bertumbuh dengan membaca Firman Tuhan. Terima kasih juga buat Ibu Evi dan Kak Mei buat pelayanannya. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo gloria.
-
Edy Anto
Setelah menggali Efesus 1–6, saya makin sadar kalau gereja itu bukan sekadar tempat ibadah mingguan atau organisasi rohani. Gereja adalah Tubuh Kristus yang dipanggil hidup berbeda di tengah dunia yang makin kacau.
Surat Efesus juga mengingatkan bahwa masalah terbesar gereja sering bukan dari luar, tetapi dari dalam:
- ego,
- kompromi,
- persaingan,
- kehilangan kasih mula-mula,
- sibuk aktivitas tetapi kosong secara rohani.
Yang paling menegur saya: ternyata gereja dipanggil bukan untuk sekadar terlihat besar atau ramai, tetapi dewasa dalam Kristus. Tuhan lebih peduli kedewasaan rohani daripada pencitraan rohani. Dari surat Efesus, saya juga belajar: gereja sebenarnya sedang ada di medan perang rohani. Karena itu, gereja tidak bisa hidup cuma dengan program, tetapi harus kuat dalam firman, doa, kasih, dan kesatuan. Ini juga jadi pengingat pribadi buat saya: jangan sampai melayani Tuhan, tetapi perlahan kehilangan Tuhan itu sendiri.
-
Elisa Iswandono
Saya bersyukur dapat belajar Efesus ini. Saya kembali diingatkan bahwa gereja bukan sekadar gedung atau organisasi keagamaan, melainkan mahakarya Allah yang dirancang sejak kekekalan untuk memancarkan kemuliaan-Nya. Saya diberkati oleh pertama: kesadaran bahwa kita adalah mahakarya pilihan Allah yang diciptakan dengan tujuan hidup yang jelas dan bukan rencana cadangan. Kedua: panggilan bahwa gereja bukanlah tontonan melainkan Tubuh Kristus, di mana kedewasaannya diukur dari keaktifan setiap anggota untuk saling melayani dan bertumbuh bersama. Ketiga: teguran bahwa iman yang nyata harus dimulai dari rumah sebagai pusat pemuridan pertama serta di tempat kerja, di mana integritas dan profesionalisme menjadi wujud ibadah nyata bagi kemuliaan Tuhan.
Saya juga sangat bersyukur untuk seluruh proses pembelajaran di kelas ini. Terima kasih untuk moderator dan admin yang dengan sabar mendampingi dan mengingatkan kami, dan seluruh peserta yang telah menciptakan suasana diskusi yang hidup, hangat, dan membangun iman. Terima kasih tim SABDA dan rekan-rekan satu grup WA yang membuka wawasan dan pertumbuhan iman melalui diskusi-diskusi yang sangat memberkati. Tuhan memberkati terus tim SABDA dalam pelayanan selanjutnya. Kiranya Tuhan Yesus, Sang Batu Penjuru, terus meneguhkan dan memberkati kita semua. Amin.
-
Eminingtyas
Puji Tuhan, terima kasih atas kesempatan yang Tuhan Yesus berikan mengikuti kelas bedah Efesus 1-6 melalui SABDA. Terima kasih buat segenap tim SABDA yang melayani dan seluruh rekan-rekan diskusi yang sangat memberkati. Adapun hal yang sangat memberkati saya dalam MLC kali ini adalah diingatkan kembali segala berkat rohani di surga telah dikaruniakan kepada kita, yang percaya kepada Tuhan Yesus. Untuk menikmatinya, kita tidak dapat menggunakan kekuatan kita sendiri karena kita dipilih-Nya, ditebus, dipelihara, dan dipersiapkan tempat bersama-Nya, hanya oleh kasih karunia-Nya. Hanya oleh kuat kuasa-Nya saja, kita bisa menjalani hidup ini, "Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu." (Ef. 6:13)
Saya akan memakai bahan MLC ini untuk pelayanan dan pertumbuhan iman kehidupan pribadi saya. Terima kasih buat bimbingan Bu Evi dan Kak Mey dalam saya mengikuti diskusi ini, dan kebersamaan dengan semua rekan-rekan, Tuhan Yesus memberkati.
-
Fransisca Dwi J.
Saya bersyukur dapat menggali surat Efesus dan terberkati melalui diskusi dan penggalian yang dilakukan. Saya mendapatkan pemahaman bagaimana Allah memanggil orang-orang kudus untuk hidup berkomunitas dalam gereja, diperlengkapi, bertumbuh, dan mengasihi di tengah perbedaan. Gereja sejati adalah milik dan bagi kemuliaan Allah. Kiranya setiap kita dimampukan untuk mengambil peran bagi gereja di tengah lingkungan, maupun dalam gereja, dan terus mengandalkan Roh Kudus untuk dapat bertahan di tengah tantangan dunia. Terima kasih untuk fasilitator dan tim SABDA serta rekan-rekan yang berdiskusi bersama.
-
Honggowarsito
Puji Tuhan, saya boleh mengikuti program SABDA tentang bedah surat Efesus selama 6 hari. Surat Efesus kalau hanya sebatas saya baca itu ringan sekali, tetapi setelah saya gali dengan sistem yang diberikan tim SABDA ternyata sangat berat, padahal sistem galinya itu cukup simple, yang mempermudahkan saya untuk menggalinya. Pelajaran yang saya dapatkan, serta kembali diingatkan untuk tidak membuat hati anak-anak saya sakit hati, dan saya diajarkan juga agar saya berkata kata yang dapat membangun sesama manusia, kata-kata yang bukan kata-kata kosong. Terima kasih untuk tim SABDA, Ibu Mei dan Ibu Evi yang sudah mengarahkan jalannya diskusi.
-
Irena Utama
Terima kasih Tuhan Yesus, untuk firman-Mu yang hidup. Lewat Bedah Kitab Efesus, hati kami, Kau bentuk.
Kami belajar saling mengasihi, hidup bersatu dalam-Mu. Engkau panggil kami semua, menjadi tubuh-Mu yang kudus. Saling melayani bersama, Hidup seturut firman-Mu,
Kami mau membangun gereja-Mu, dengan kasih dan iman yang teguh. Menjadi terang bagi dunia, memuliakan nama-Mu selamanya.
-
Liliyanti
Praise God bisa mengikuti kelas MLC lagi (pertama di tahun ini) setelah sekian lama vakum. Terima kasih Kak Admin SABDA yang begitu rajin menanyakan keikutsertaan setiap kelas bedah kitab. Puji Tuhan bisa mengikuti dan menyelesaikan kelas ini di tengah kesibukan pekerjaan dan pelayanan atas pertolongan Tuhan.
Pelajaran paling berkesan adalah diingatkan kembali bahwa Injil Tuhan diperuntukkan bagi segala bangsa. Kita sebagai gereja diberikan tugas (karunia) untuk melakukan penginjilan tersebut. Dari pelajaran ini, saya yang sedang bergumul untuk satu bagian pelayanan dituntun Tuhan untuk mengambil keputusan mengenai pelayanan itu. Saya akan melanjutkan pelayanan penginjilan ke sekolah. Diskusi kelas berjalan dengan baik. Moderator sangat menolong dalam mempertajam dan mengarahkan penggalian. Admin kelas juga mengingatkan ketika penggalian tidak sesuai (khususnya di hari 1). Terima kasih Kak Evi dan Kak Mei. Terima kasih tim SABDA yang selalu setia memfasilitasi dan mendorong kami untuk belajar kebenaran firman Tuhan. God bless.
-
Lily Kurniati
Puji syukur saya diizinkan Tuhan mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus ini. Saya diingatkan bahwa saya juga adalah gereja dan saya harus berkontribusi untuk membangun gereja di mana saya beribadah. Tuhan mengutus saya untuk melakukan sesuatu bagi gereja. Terima kasih untuk Bu Evi selaku moderator dan Kak May sebagai admin yang selalu mengingatkan saya. Akhirnya, terima kasih kepada seluruh staf SABDA yang telah bekerja keras menyelenggarakan kelas ini. Soli deo Gloria.
-
Nelly Arniky
Puji Tuhan telah mengambil bagian dalam Bedah Kitab Efesus. Terima kasih sudah berbagi dan saling menopang. Semoga kebersamaan ini menjadi berkat untuk kita semua dan terus memperlengkapi saya, khususnya, dan kita semua dalam pelayanan masing-masing. Terima kasih untuk tim SABDA semoga tetap dipertemukan dalam Bedah Kitab selanjutnya. Tuhan Yesus memberkati.
-
Ronny Kawile
Mengikuti kelas Efesus sangat memberkati; saya lebih paham peran gereja: hidup dalam kasih, jadi anak-anak terang, dipenuhi Roh Kudus, dan mencerminkan hubungan Kristus dengan jemaat. Paling berkesan: menggali hubungan suami-istri sebagai gambaran Kristus-jemaat (Efesus 5:22-33). Saya belajar pernikahan bukan hanya status, tetapi panggilan kasih, ketundukan, pengorbanan, kekudusan, dan "rahasia besar" Tuhan tentang hubungan itu. Aplikasi, untuk lebih mengasihi pasangan dengan tindakan, tunduk pada firman, membangun family-time dan devotional dengan konsisten, penuhi kebutuhan pasangan (rohani, emosional, kesehatan), perbarui komitmen lewat komunikasi jujur dan terbuka. Terima kasih buat pemapar materi, admin, dan moderator kelas, serta MLC SABDA. Tuhan memberkati.
-
Ruth Lodiana
Puji Tuhan, melalui penggalian Efesus ini, saya diingatkan kembali bahwa identitas orang percaya dan gereja bukan dibangun dari pencapaian, pelayanan, atau pengakuan dunia, tetapi dari kasih karunia Allah dalam Kristus. Selama mengikuti kelas ini, saya merasa Tuhan sedang menolong saya melihat kembali motivasi hati dalam hidup dan pelayanan. Kadang tanpa sadar, kita bisa melayani sambil mencari validasi, penghargaan, atau merasa harus membuktikan diri. Namun, Efesus mengingatkan bahwa kita sebenarnya sudah dipilih, dikasihi, ditebus, dan dimeteraikan Roh Kudus. Karena itu, pelayanan seharusnya menjadi respons syukur kepada Tuhan, bukan sarana mencari nilai diri. Saya juga belajar bahwa gereja bukan sekadar organisasi atau kumpulan aktivitas rohani, tetapi Tubuh Kristus yang dipanggil hidup dalam kesatuan, kasih, kekudusan, dan menjadi terang di tengah dunia.
Terima kasih untuk semua sharing, pertanyaan, dan refleksi dari teman-teman semua selama kelas berlangsung. Kiranya firman Tuhan yang sudah dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi terus membentuk hidup kita setiap hari agar semakin serupa dengan Kristus. Terima kasih banyak untuk kesempatan belajar dan memahami Efesus yang diselenggarakan SABDA MLC. Tuhan Yesus saja yang memimpin, memampukan SABDA melakukan misi dan pelayanannya di bumi Indonesia dan seluruh dunia. Untuk Ibu Evi dan Kak Mei, terima kasih sudah memimpin diskusi dengan baik dan sabar. Soli Deo gloria.
-
Sri Wulan
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk bisa mengikuti Bedah Kitab Efesus pasal 1-6 bersama tim SABDA. Saya menyadari tidak mudah membagi waktu antara belajar, mengurus rumah, dan bekerja, tetapi bersyukur bisa sampai selesai. Dari penggalian ini, saya menjadi tahu bahwa karunia pelayanan di gereja itu sebagai fungsi, bukan jabatan yang bertujuan memperlengkapi, bukan memerintah. Gereja adalah sebagai laskar Kristus, pejuang rohani. Gereja tidak sedang berperang melawan manusia, melainkan melawan kuasa kegelapan. Efesus juga menggali bagaimana hubungan suami-istri sebagai gambaran Kristus dan umatnya, hubungan yang berawal dari rumah tangga, seperti rumah Nuh dan Abraham. Efesus mengajarkan melampaui denominasi gereja yang bersaksi merangkul orang percaya dari berbagai latar belakang karena pada hakikatnya semua adalah satu Tubuh Kristus.
Terima kasih buat seluruh tim SABDA yang telah memberikan wadah bagi saya untuk belajar terima kasih banyak teman-teman BK_Ef 2 yang saling mengisi setiap penggalian. Tuhan senantiasa memberkati kita semua dengan kesehatan sampai ketemu di lain kesempatan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
-
Stefanus Hendra Widjaja
Selama ikut kelas ini, saya belajar bahwa gereja bukan cuma tempat ibadah, tetapi Tubuh Kristus dan keluarga Allah. Saya kembali diingatkan untuk tidak hanya melihat kekurangan orang di gereja, tetapi belajar mengasihi, rendah hati, dan bertumbuh bersama. Saya juga sadar bahwa tiap jemaat punya peran dalam Tubuh Kristus, termasuk saya. Walau kecil, Tuhan tetap bisa pakai hidup saya untuk membangun gereja-Nya. Kelas ini benar-benar menolong saya melihat gereja dengan sudut pandang Tuhan, bukan hanya sekadar organisasi, tetapi komunitas orang percaya yang dipersatukan oleh kasih Kristus. Thanks dan GBU.
-
Susi
Puji Tuhan, bisa menyelesaikan kelas Bedah Kitab Efesus. Banyak hal yang tercerahkan dari penggalian dan diskusi di kelas. Beberapa hal yang sudah pernah saya pahami mendapatkan sudut pandang baru yang mempertajam dan memperlengkapi pengertian dan pengetahuan lama saya. Ada beberapa hal yang cukup menohok dalam diskusi kemarin, bahwa sekalipun kita sudah punya perlengkapan senjata Allah, jika kita tidak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, yang ada kita tidak pernah bertumbuh dan menjadi kuat dalam Kristus. Dalam diskusi, juga dijelaskan bahwa hal-hal yang abu-abu (dianggap normal bagi kekristenan) layak dicurigai sebagai muslihat iblis yang akan mencuri kemuliaan Allah dalam hidup kita. Dari diskusi itu, saya menjadi tersadar bahwa hal-hal yang kita anggap biasa/normal adalah senjata iblis untuk menyerang kita secara perlahan. Pemahaman itu membuat saya harus senantiasa waspada terhadap hal-hal yang saya anggap biasa saja/normal. Supaya saya bisa terus berdiri teguh menggunakan senjata Allah setiap saat. Terima kasih tim SABDA yang menyediakan kesempatan belajar bagi saya. Terima kasih teman-teman BK_Ef 2 yang membantu dan mempertajam pengertian dan pengetahuan saya. Tuhan memberkati kalian semua dengan berkat yang melimpah ruah. Sekali lagi, terima kasih. JBU.
-
Trivena
Salom dan terima kasih kepada tim SABDA, admin, moderator, dan teman-teman Kelompok 2 atas pembelajaran Efesus ini. Melalui Efesus pasal 1–6, saya belajar bahwa gereja bukan sekadar organisasi atau tempat ibadah, tetapi karya kekal Allah dalam Kristus untuk menjadi Tubuh-Nya, keluarga Allah, Bait Roh Kudus, dan mempelai-Nya di dunia. Gereja dipanggil untuk menyatakan kasih, hikmat, dan kemuliaan Tuhan melalui kehidupan yang dipimpin Roh Kudus, hidup dalam kesatuan, kasih, kekudusan, dan kedewasaan rohani. Saya juga diingatkan bahwa sebagai orang percaya, saya bukan hanya datang ke gereja, tetapi bagian dari tubuh Kristus yang harus terus bertumbuh dalam firman, doa, dan karakter Kristus. Gereja saat ini perlu kembali berpusat kepada Kristus, membangun kesatuan, pemuridan, kehidupan doa, dan menjadi terang yang memancarkan kasih serta kemuliaan Tuhan di tengah dunia. Terima kasih dan Tuhan memberkati kita semua.
-
Wasisto
Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan baik untuk mengikuti Bedah Kitab Efesus 1-6. Pelajaran baru yang sangat berkesan adalah:
- Saya belajar bahwa gereja bukanlah hanya tempat ibadah dan organisasi keagamaan, tetapi juga belajar memahami tentang hubungan gereja dan jemaat dengan POV 1 frame yang utuh (sisi historis, penggalian fakta, dinamika permasalahan dan makna rohaninya). Bahwa gereja/jemaat adalah cerminan dari pribadi diri kita masing-masing sebagai bagian dari komunitas bergereja.
- Saya belajar lebih memahami mengenai hubungan Kristus sebagai Kepala dan gereja sebagai Tubuh-Nya. Bagaimana Kristus yang telah lebih dahulu, sudah terbukti menunjukkan teladan, kasih, dan pengorbanan serta kesetiaan-Nya. Selanjutnya, harus diikuti dengan action, bagaimana gereja dan jemaat untuk terus bertumbuh dalam kristus, dibangun dalam Kristus, dan selalu fokus kepada kegiatan untuk kemulian Kristus. Bagaimana agar gereja selalu semangat dan tidak menjadi suam-suam kuku. Bagaimana agar gereja terus menyuarakan kebenaran firman dengan benar dan dinamis serta menjadi saksi Kristus bagi dunia.
- Saya juga mendapat pengertian baru tentang tentang suatu rahasia besar di mana hubungan Kristus (yang sempurna) dengan gereja (yang penuh dinamika) dianalogikan dengan hubungan keluarga (suami-istri dan orang tua-anak), di mana prinsip hubungan tersebut didasari oleh kasih, saling menghormati, tetapi mengandung tanggung jawab, kesetiaan, dan pengorbanan.
Sikon diskusi melalui grup WA yang dipimpin oleh moderator dan admin sangat aktif dan menarik. Banyak masukan teman-teman yang bagus bagus dan kritis sehingga menambah semangat dan hangatnya berdiskusi. Melalui pelajaran Bedah Kitab Efesus ini saya, berkomitmen:
- Untuk terus menggali pengetahuan tentang kehidupan bergereja dan maksud Tuhan terhadap gereja/jemaat-Nya.
- Saya akan lebih berperan dengan berbuat sesuatu yang berdampak positif bagi kemajuan gereja dan komunitas di gereja.
- Saya akan mencoba menyusun bahan penjelasan singkat dan sederhana mengenai jemaat Efesus, dan itu akan menjadi kesaksian yang bisa saya bagikan kepada orang lain.
Terima kasih kepada semua teman-teman di grup 2, dan juga terima kasih kepada tim SABDA, khususnya moderator (Kak Evie) yang bisa memancing aktif jalannya diskusi dan admin (Kak Mei) yang mengingatkan pribadi-pribadi jika terlambat dan malas berdiskusi. Semua diskusi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Harapan saya, semoga pelayanan SABDA bisa berkembang lebih luas memberkati umat percaya yang ada di Indonesia dan luar negeri. Semoga berkat, pemeliharaan melimpah Allah Bapa menyertai seluruh tim SABDA dan keluarganya masing-masing. Demikian sharing berkat saya. Terima kasih. Imanuel, Allah beserta kita.
-
Yosua Hendra Purnomo
Puji Tuhan atas anugerah dan kemurahan Tuhan, saya dapat mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus. Selama 6 hari, saya banyak belajar dari kehidupan jemaat Efesus yang mula-mula dan pengajaran-pengajaran Paulus yang memotivasi bahwa gereja itu sebagai Tubuh Kristus, yang siap menghadapi peperangan secara rohani dan siap diperlengkapi dengan senjata Allah atau senjata kebenaran. Pelajaran yang paling berkesan ini membuat saya lebih mendalami kembali Efesus dan fakta-fakta yang menarik dalam surat ini. Aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah saya mendukung gereja untuk saling melengkapi satu dengan yang lain, menghargai, menghormati, bekerja sama agar komunitas ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Evaluasi terkait proses diskusinya: cukup menarik dan ramai untuk dibahas, dan tidak terjebak sehingga menyebabkan sifat penggalian ini dengan eisegese bukan eksegese. Terima kasih untuk tim SABDA MLC yang telah berpartisipasi menyelenggarakan acara atau program ini, kiranya semakin dipakai Tuhan lebih lagi dan menjangkau banyak jiwa melalui teknologi digital. Tuhan Yesus memberkati.