Paskah-Referensi 01b

Nama Kursus: Paskah
Nama Pelajaran: Arti dan Definisi Paskah
Kode Referensi : PAS-R01b

Referensi Paskah-01b diambil dari:

Judul Buku:Ensiklopedi Fakta Alkitab Jilid II
Penulis:J.I. Packer, Merril C. Tenney, dan William White, Jr.
Penerbit: Gandum Mas, Malang: 2002
Halaman : 966 -- 967

REFERENSI PELAJARAN 01b - ARTI DAN DEFINISI PASKAH

Paskah Tradisional

Upacara Paskah merupakan pusat ibadah orang Yahudi. Setiap unsur dari upacara Pesakh (Ibrani "Paskah") telah dirancang untuk memperingati perjalanan bersejarah orang Yahudi dari perbudakan menuju kedudukan sebagai negara merdeka di bawah pimpinan Allah.

Paskah dirayakan selama tujuh hari dan perjamuan utamanya diselenggarakan pada malam yang pertama. Perjamuan Seder (Ibrani "Pelayanan" dengan upacara yang menyertainya mengingat antaoan terakhir yang dimakan orang Yahudi sebelum mereka memulai perjalanan menuju Negeri Perjanjian. Orang Yahudi disuruh mengenangkan kembali sejarah tawanan dan pembebasan mereka pada malam Seder itu. "Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir." (Keluaran 13:8).

Dari begitu banyak bahan makanan tradisional di meja Seder itu, yang terpenting adalah bahan yang ditetapkan Allah untuk makanan yang terakhir di Mesir. "Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing" (Keluaran 12:5). Anak domba itu harus dipanggang, tidak direbus. Orang-orang yang mengambil bagian dalam perjamuan Seder ini diingatkan bahwa darah anak domba itu dilabur pada kedua tiang pintu rumah orang Yahudi untuk melindungi mereka terhadap tulah yang menimpa orang-orang yang tidak percaya pada malam Paskah yang pertama itu.

Anak domba Paskah itu harus dimakan dengan sayur pahit, seperti yang diperintahkan di Kitab Keluaran. Pada masa Perjanjian Lama digunakan daun selada pahit, chicory (sejenis sayur yang dipakai untuk lalap) atau andewi; sekarang ini keluarga Yahudi mungkin sekali memakai parutan semacam lobak atau bawang. Tumbuhan herba ini melambangkan kepahitan tawanan di bawah orang Mesir.

Karena Seder yang pertama dimakan ketika orang Yahudi bersiap-siap untuk melarikan diri, tema ketergesa-gesaan terjalin dalam perayaan ini. Roti tidak beragi mirip biskuit tipis yang kering lebih cocok untuk orang-orang yang hendak melarikan diri daripada roti yang beragi, yang harus diremas-remas dan dibiarkan mengembang.

Tiap orang yang ikut serta pada perjamuan Seder ini mempunyai cawan berisi anggur. Penjamu pada perjamuan ini bersandar pada bantal, untuk mengenangkan cara kuno untuk makan dalam posisi bersandar. Di depan sang penjamu terletak piring Seder, dengan makanan simbolis yang tradisional: tiga keping matro atau roti tidak beragi yang dibungkus dalam serbet, sayur pahit, haroset atau bubur buah, daging domba panggang dan telur yang direbus sampai keras, sayur manis, dan sebuah mangkok berisi air bergaram untuk cuci tangan.

Mungkin bagian yang paling terkenal dari upacara Seder ini adalah "Empat Pertanyaan" itu. Anak laki-laki yeng termuda dalam rumah tangga itu mengajukan pertanyaan tentang Seder, yang dimulai dengan kata-kat ini. "Mengapa malam Paskah ini berbeda dari semua malam lain dalam setahun?" Ia bertanya tentang penggunaan roti tidak beragi, sayur pahit, perihal mencelup sayur, dan bantal-bantal di kursi sang penjamu. Sang penjamu menjawab anak itu dengan menceritakan kembali sejarah keluarnya Israel dari perhambaan menuju kemerdekaan.

Walaupun persiapan untuk Seder ini memerlukan waktu, tak satu pun dari makanan tradisional itu sulit untuk dipersiapkan. Hanya haroset itu yang memerlukan resep khusus, dan ada banyak resep yang berbeda-bea. Sebenarnya, hal yang penting tentang haroset bukan bahannya, melainkan teksturnya (yang mirip dengan adukan semen). Haroset yang sederhana mungkin terdiri atas parutan buah apel, kacang-kacangan yang dicincang, gula, keningar, dan anggur merah yang manis. Bahan-bahan ini ditumbuk bersama-sama sampai menjadi saos celupan yang kental. Tepung matzo dapat ditambahkan, buah-buahan atau kacang-kacangan lain dapat dipakai, dan gula serta keingar dapat ditambahkan menurut selera masing-masing.

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA