Sharing Berkat Kelas PDG 4

  1. Adang Rahardja

    Mengikuti kelas PDG ini benar-benar menjadi pengalaman yang baru dan memberikan pencerahan. Awalnya, saya merasa ragu karena kesibukan pekerjaan rutin saya. Apakah saya bisa mengikutinya sampai selesai? Namun, ternyata karena topik diskusi sangat menarik dan suasana kelasnya sangat hangat serta mendukung, saya merasa sangat diberkati bisa menyediakan waktu khusus untuk belajar dan bertumbuh bersama melalui PDG ini. Semua topik diskusi menjadi berkat buat saya. Hal ini seperti sebuah teguran sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas dan kekuatan baru buat saya.

    Aplikasi praktis yang akan dilakukan: tentu saja, saya tidak ingin berkat ini berhenti sampai di catatan saja. Sebagai langkah nyata dari apa yang saya pelajari, saya berkomitmen untuk lebih disiplin memenuhi panggilan Tuhan dan mempraktikkan kasih kepada semua orang. Evaluasi terkait proses diskusi: saya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada fasilitator/moderator dan admin yang sangat membantu mengarahkan dan memandu jalannya diskusi ini.

  2. Anil Dawan

    Bersyukur dapat mengikuti kelas ini dengan baik. Topik ini mengingatkan kembali ingatan saya saat menulis skripsi di tahun 1998 tentang eklesiologi mesianis pada masa krisis, bahwa Gereja akan terus berdiri kokoh melampaui zaman, menjawab tantangannya saat meletakkan dirinya di atas Petra, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, suatu bentuk pengakuan iman yang benar. Alam maut tidak akan menguasainya, sejauh Gereja konsisten, berkomitmen, dan hidup mendasari koinonia, marturia, dan diakonianya. Setelah 28 tahun, tema tersebut masih relevan dengan tantangan zaman dan krisis yang berbeda bentuk, dengan kecanggihan teknologi dan AI yang menyekitarinya.

    Akhirnya, dorongan untuk meyakini dan menghidupi kebenaran sebagai Gereja Tuhan yang satu dan am, walau beragam karunia dan denominasi, seharusnya tidak menyurutkan kesatuan tubuh Kristus tersebut untuk terus bersekutu, bersaksi, dan melayani dalam cakupan yang lebih luas dan dalam. Terima kasih untuk SABDA dan rekan-rekan semua sebagai bagian dari Gereja-Nya dalam gerak kesatuan dan oikumenis yang makin kuat dan sinergis untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati.

  3. David Tobias

    Mengikuti kelas PDG membuat saya memikirkan ulang tentang apa yang selama ini menjadi sikap dan tindakan dalam tubuh Kristus. Proses diskusi di kelas sangat dinamis dan praktis sehingga prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan bisa dipraktikkan dalam kehidupan bergereja sehari-hari. Semoga Gereja Tuhan semakin murni dan berdampak di Indonesia, seimbang dalam kasih dan disiplin, serta berkarya nyata secara onsite dan online. Terima kasih Tuhan Yesus, tim SABDA, dan rekan-rekan semua.

  4. Dwi Kanti

    Shalom, rekan-rekan terkasih dalam Kristus. Sungguh sebuah anugerah bagi saya ketika memahami dan menyadari akan panggilan setiap orang percaya dalam kehidupannya. Hati jadi bergairah ketika pemahaman menuntun kita untuk dapat bekerja di ladang misi yang ternyata ada di sekitar hidup kita. Tuhan membuat segalanya sederhana selama hati sudah dipersiapkan dan matang, yang ditunjukkan melalui gaya hidup dan perilaku kita sehari-hari, di mana pun kita ditempatkan. Pemahaman ini memperteguh sikap dan perilaku untuk selalu hadir menyatakan kasih Tuhan kepada siapa pun tanpa batasan.

    Terima kasih buat SABDA dan tim yang tidak pernah jemu-jemu memperlengkapi setiap umat Tuhan dalam panggilannya. Terima kasih buat kesempatan untuk boleh ikut belajar bersama di kelas PDG. Terima kasih buat rekan-rekan diskusi di kelas PDG 4 Malam yang begitu semangat dan memberkati. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan SABDA dan tim, serta kita semua. Amin.

  5. Florence Jennifer

    Saya terberkati dengan modul dan penjelasan Pelajaran 1. Buat saya, pelajaran ini mengingatkan bahwa Gereja bukan hanya tentang gedung atau kegiatan ibadah, tetapi tentang kita yang dipanggil menjadi umat Tuhan. Saya juga diberkati karena menyadari bahwa saya tidak dipanggil untuk berjalan sendiri. Kita adalah bagian dari Tubuh Kristus yang saling membutuhkan, menguatkan, dan menanggung beban. Jadi, di mana pun kita berada, kita tetap dipanggil untuk membawa kasih dan kebenaran Kristus.

  6. HerBen

    Mempelajari Pengantar Doktrin Gereja cukup menarik, khususnya dalam Pelajaran 2 tentang sejarah perjalanan Gereja pada era penganiayaan vs. kenyamanan. Sejarah membuktikan bahwa penganiayaan diizinkan Allah agar umat Allah kembali kepada Allah dan sifatnya purify, memurnikan. Sebaliknya, kenyamanan menyebabkan Gereja anesthetized, sama dengan dininabobokan sehingga mereka kehilangan relasi yang dalam dengan Allah. Kedua, saya juga senang dapat memiliki kawan diskusi dari berbagai tempat dan denominasi Gereja sehingga memperkaya wawasan dan pemahaman terkait doktrin Gereja. Terima kasih kepada tim SABDA MLC dan seluruh peserta yang sudah saling mendukung dan sharing untuk memahami keberadaan Gereja masa lalu dan masa kini hingga era digital. JBU all.

  7. Josef Harianto

    Saya bersyukur untuk penyertaan Tuhan dalam mengikuti kelas PDG ini. Tuhan memberikan narasumber, moderator, dan admin yang berdedikasi tinggi, serta teman-teman sepembelajaran yang antusias berdiskusi dan berbagi pengalaman. Banyak pelajaran yang saya peroleh dalam materi dan diskusi. Ada berbagai hal tentang Gereja yang Tuhan singkapkan selama enam hari. Gereja adalah persekutuan orang percaya, bukan sekadar gedung atau lembaga. Akan tetapi, Tuhan masih mengizinkan ada ilalang di tengah gandum di dalam Gereja tersebut. Gereja tidak hanya hadir di hari Minggu. Gereja hadir setiap hari dan setiap waktu di berbagai tempat di luar gedung Gereja karena sejatinya Gereja adalah orang-orang percaya itu sendiri. Meskipun gedung Gereja ditutup, bahkan dirusak dan dihancurkan, Gereja tetap berdiri karena janji Tuhan bahwa alam maut pun tidak akan menguasainya. Tuhan memberkati komunitas SABDA senantiasa.

  8. Linna Kusuma Wati

    Saya percaya bukan kebetulan ada pertanyaan nomor 2 tentang sebatas mana kesetiaan jemaat terhadap gereja lokal. Karena saat ini, saya dan keluarga sedang bergumul untuk pindah gereja. Dan, materi tentang gereja ini menjadi jawaban bagi saya. Seperti apa yang sudah disampaikan Bu Yulia tentang sebuah quote yang diberikan oleh salah satu peserta diskusi yang mengatakan, "Tanam sedalam-dalamnya selama Tuhan menempatkan, pindah sehormat-hormatnya jika Tuhan memindahkan." Terima kasih Bu Yulia, Kak Milly, Kak Yola, dan semua tim SABDA. Terima kasih juga untuk teman-teman PDG 4. Tuhan memberkati.

  9. Marganda Kristianto Purba

    Shalom Bapak/Ibu, fasilitator, dan rekan-rekan kelas PDG 4. Saya ingin membagikan sedikit kesaksian dan sharing berkat setelah mengikuti proses belajar dan diskusi yang sangat intensif selama satu minggu ini. Satu minggu belajar di kelas PDG ini benar-benar menjadi momen perenungan mendalam bagi perjalanan rohani saya pribadi. Ada beberapa hal utama yang menjadi eye-opener dan sangat memberkati saya:

    • Melihat Eklesiologi dengan Kacamata yang Utuh: Pembahasan mengenai hakikat dan pilar Gereja yang sehat—mulai dari pentingnya disiplin Gereja yang restoratif, kesakralan makna Sakramen yang komunal, hingga etika pelayanan di era digital—membuka pikiran saya bahwa Gereja bukan sekadar organisasi atau tempat berkumpul pada hari Minggu. Gereja adalah Tubuh Kristus yang hidup, yang dipanggil untuk menjaga kekudusan sekaligus memancarkan kasih murni.
    • Meluruskan Konsep Kepemimpinan dan Pelayanan: Diskusi mengenai doktrin Imamat yang Rajani serta Mandat Budaya benar-benar menegur sekaligus menguatkan saya. Saya disadarkan bahwa panggilan melayani bukanlah monopoli para rohaniwan atau pendeta di mimbar gedung Gereja. Setiap kita, apa pun profesi dan peran sekuler kita dari Senin hingga Sabtu, adalah hamba-hamba Allah yang diutus menjadi garam dan terang di tengah masyarakat. Pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kita adalah lapangan misi yang kudus.
    • Pentingnya Keseimbangan Kasih dan Kebenaran: Melalui topik Diakonia dan Marturia, saya belajar bahwa mengungkapkan kasih Kristus kepada sesama harus dilakukan dengan ketulusan murni tanpa agenda terselubung, namun tetap berani menyuarakan kebenaran Injil secara verbal saat pintu kesempatan terbuka.

    Saya sangat bersyukur atas dinamika diskusi di kelas PDG 4 ini. Tanggapan, pertanyaan kritis, serta pengalaman dari rekan-rekan semua sangat memperkaya pemahaman teologis saya dan memicu saya untuk tidak sekadar menjadi penikmat "pengetahuan rohani", tetapi benar-benar menghidupi Costly Grace—anugerah yang mengubahkan seluruh jalan hidup kita. Terima kasih kepada fasilitator dan seluruh rekan-rekan PDG 4. Kiranya Tuhan Yesus terus memampukan kita menjadi murid-Nya yang radikal dan berdampak bagi Tubuh-Nya dan dunia ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua!

  10. Mariano Nathanael

    Kelas ini sangat menginspirasi. Kembali dikuatkan dengan doktrin tentang Gereja, juga memberikan dorongan serta motivasi untuk menjadi berkat bagi dunia. Ini yang saya rasakan melalui kelas ini. Kedua pertanyaan di hari ke-5 sangat kuat sekali memotivasi Gereja untuk melatih dan mempersiapkan jemaat untuk menjadi garam dan terang bagi dunia, melaksanakan dua tugas Gereja yang penting, yaitu diakonia dan marturia kepada dunia ini. Saya terinspirasi dan semakin dikuatkan untuk melakukan hal ini di dalam Gereja tempat saya melayani. Terima kasih rekan-rekan sekelas di PDG 4 dalam diskusi-diskusinya yang sehat dan membangun. Juga terima kasih kepada admin dan moderator, Kak Yola dan Kak Milly. Terima kasih kepada Tim SABDA MLC yang terus setia menyelenggarakan kelas-kelas online yang SPIB (Singkat-Padat-Inspiratif-memberkati). Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  11. Petrus Panaka

    Dari 5 pelajaran "Pengantar Doktrin Gereja", saya banyak belajar bahwa Gereja bukan sekadar gedung tempat orang beribadah, melainkan persekutuan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan untuk menjadi umat milik Kristus (1 Petrus 2:9). Karena itu, doktrin Gereja menolong saya memahami siapa saya, mengapa saya dipersatukan, dan apa tujuan Allah menghadirkan Gereja di dunia. Melalui pelajaran ini, saya juga diingatkan bahwa setiap orang percaya adalah anggota Tubuh Kristus. Tidak ada anggota yang tidak berguna; masing-masing diberikan karunia untuk saling membangun, melayani, dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

    Gereja yang sehat bukan hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga bertumbuh dalam kasih, kebenaran, kesatuan, dan pengutusan. Kiranya saya tidak hanya mencintai gereja sebagai organisasi, tetapi mengasihi Gereja sebagai Tubuh Kristus dengan hidup saling melayani dan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Amin. "Kamu adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." — 1 Korintus 12:27

    Saya juga bersyukur dapat mengikuti diskusi yang mempertajam pengetahuan saya tentang berorganisasi dan tata kelola Gereja. Hal ini sangat penting bagi saya, baik secara internal maupun eksternal, agar dalam persekutuan dengan Gereja, Gereja dapat bertumbuh lebih sehat melalui kesamaan iman, arah, dan pengajaran yang benar sehingga menjadi satu tubuh di dalam Kristus dan memuliakan nama-Nya. Terima kasih kepada pelayanan SABDA MLC yang telah menyelenggarakan kelas PDG ini. Kiranya Tuhan membalas segala usahanya. Tuhan memberkati. Salam hangat selalu. Amin.

  12. Rian

    Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih, penyertaan, dan anugerah-Nya sehingga saya dapat mengikuti kelas diskusi "Pengantar Doktrin Gereja" (PDG) selama lima hari. Kelas ini menjadi berkat dan pengalaman yang sangat berharga bagi saya melalui sharing, pertanyaan, dan tanggapan rekan-rekan peserta. Berbagai sudut pandang membuka pemahaman baru dan menambah wawasan saya.

    Selama lima hari di kelas diskusi PDG 4 Malam, kami membahas tentang:

    • Hakikat dan Identitas Gereja;
    • Perjalanan Sejarah dan Tantangan Gereja;
    • Ciri dan Tanda Gereja yang Sehat;
    • Kepemimpinan dan Tata Kelola Gereja;
    • Misi dan Fungsi Gereja di Dunia.

    Melalui kelas ini, saya tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang doktrin Gereja, tetapi juga diajak merefleksikan kehidupan dan peran orang percaya sebagai bagian dari Tubuh Kristus. Setiap materi diskusi di atas saling berkaitan dan membantu saya memahami Gereja secara lebih utuh. Kelas ini tentunya mengingatkan saya bahwa Gereja adalah milik Tuhan dan memiliki panggilan yang harus dijalankan dengan setia. Sebagai orang percaya, saya dipanggil bukan hanya untuk hadir dalam Gereja, tetapi juga memahami, menghidupi, dan mengambil bagian dalam pelayanan sesuai karunia yang Tuhan berikan. Kiranya apa yang saya pelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan dan pelayanan untuk semakin mengenal Tuhan, mengasihi Gereja-Nya, serta mengambil bagian dalam misi-Nya di dunia.

    Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) melalui tim kerja Ministry Learning Center (MLC) sebagai fasilitator kelas diskusi PDG atas kesempatan dan pelayanan yang telah diberikan. Terima kasih juga kepada moderator kelas diskusi PDG 4, Ibu Milly, dan admin kelas diskusi PDG 4, Ibu Yola, yang telah mendampingi kelas sehingga diskusi dapat berjalan lancar dan dinamis. Terima kasih kepada rekan-rekan peserta kelas diskusi PDG 4 Malam atas setiap sharing, pertanyaan, dan tanggapan yang telah membuka pemahaman serta menambah wawasan saya. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan dan memampukan kita untuk memakai serta mengaplikasikan apa yang telah kita pelajari untuk membangun Tubuh Kristus serta menjadi berkat bagi Gereja dan sesama. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  13. Rudy

    Saya Rudy, dari Pontianak, di grup PDG 4. Saya sangat bersyukur dan diberkati karena mendapatkan pembelajaran selama 5 hari ini yang dimoderasi oleh tim SABDA. Saya boleh mengerti doktrin Gereja, walaupun belum sepenuhnya memahami benar pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana seseorang yang diizinkan Tuhan diposisikan di ladang masyarakat, tetapi juga diberi hati untuk melayani di sebuah komunitas yang Tuhan letakkan saya di sana, yaitu Gereja. Setelah mendapat pelajaran ini, besar harapan saya pemahaman seperti ini dapat dimiliki juga oleh rekan-rekan sepelayanan di Gereja saya. Persekutuan yang membangun, dalam doa dan pembelajaran, dalam teladan dan kasih yang diwujudkan dalam aksi nyata.

    Bukan hanya sekadar menjawab pertanyaan moderator, tetapi di bagian diskusi saya juga bisa belajar dari pemahaman peserta lain melalui pengetahuan, sudut pandang, dan masukan-masukan yang mungkin sudah mereka lalui melalui pengalaman-pengalaman. Sehingga membawa kembali kepada pemahaman yang alkitabiah. Akhir kata, saya berterima kasih untuk semua yang terlibat di dalam PDG. God bless us all.

  14. Timotius

    Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan dan pertolongan-Nya selama mengikuti "Pengantar Doktrin Gereja" (PDG). Setiap sesi diskusi menjadi kesempatan yang berharga untuk belajar, berefleksi, dan semakin memahami Gereja dari perspektif firman Tuhan. Terima kasih kepada MLC SABDA sebagai penyelenggara yang telah menyediakan ruang belajar yang membangun. Terima kasih juga kepada moderator dan admin yang telah melayani dengan baik sehingga seluruh proses diskusi dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan menyenangkan. Saya juga bersyukur untuk rekan-rekan sekelas PDG 4 Malam yang telah saling mengasah melalui berbagai pertanyaan, pandangan, dan pengalaman. Kebersamaan dalam diskusi membuat proses belajar tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkaya wawasan dan iman.

    Hal baru yang sangat memberkati saya adalah kembali diingatkan tentang hakikat dan identitas Gereja. Saya semakin memahami bahwa Gereja bukan sekadar institusi atau tempat berkumpul, melainkan umat Allah yang dipanggil untuk hidup dalam persekutuan, kesaksian, dan pelayanan. Di tengah era digital, kesatuan Gereja perlu dibangun melalui dialog, kolaborasi, doa, pelayanan sosial, dan misi bersama. Saya juga kembali diingatkan tentang doktrin keimaman semua orang percaya: setiap orang yang telah dipanggil Kristus memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Karena itu, ke depan saya ingin membangun komunitas kecil yang memiliki relasi nyata sebagai jantung pelayanan di era digital.

    Seluruh proses diskusi berlangsung lancar, hangat, dan sangat menyenangkan. Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan MLC SABDA, dan saya berharap dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya. Soli Deo gloria!

  15. Tini Setiawan

    Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas PDG ini. Menurut saya, modul PDG ini sangat lengkap mengupas tentang doktrin Gereja yang sangat dasar/basic dan wajib dilakukan oleh Gereja sebagai Tubuh Kristus sesuai dengan firman Tuhan. Jadi, modul PDG harus dipakai sebagai modul referensi semua gereja lokal dalam melakukan semua kegiatan Gereja, baik kegiatan internal di dalam Gereja maupun kegiatan eksternal untuk menjadi terang dan garam di tengah-tengah dunia ini.

    Saya juga berterima kasih kepada moderator dan admin MLC SABDA yang sangat membantu, mengarahkan, dan mengingatkan sehingga jalannya diskusi selama 5 hari dapat berjalan dengan baik. Serta teman-teman kelompok diskusi yang sangat kritis, aktif bertanya, memberi komentar, dan memberi masukan yang sangat melengkapi pemahaman materi serta memberi ide aplikasi dalam hidup dan pelayanan sehari-hari. Terima kasih banyak untuk tim MLC SABDA yang menyelenggarakan kelas PDG. Tuhan Yesus memberkati.

  16. Victoria

    Shalom. Puji Tuhan, bisa berbagi sharing berkat lagi dalam pembelajaran Kelas "Pengantar Doktrin Gereja". Dalam pembelajaran saat ini benar-benar berbeda karena kami belajar dan diingatkan kembali tentang Gereja. Kami bisa mengerti tanggung jawab gembala, diaken, penatua, dan jemaat. Kami juga mengetahui perbedaan-perbedaan setiap denominasi Gereja, serta seperti apa Gereja yang sehat. Semuanya kami dapati dalam pembelajaran di kelas ini. Kita sebagai jemaat harus berperan serta juga, jangan menjadi jemaat pasif yang tidak mau ikut terlibat. Tuhan menginginkan kita semua menjadi garam dan terang.

    Kiranya melalui pembelajaran ini, yang menjadi ketidaktahuan dan kekurangan, semua dapat dilakukan dan diperbaiki. Tetap terus taat dan setia pada Gereja lokal tempat kita tertanam agar pertumbuhan dan dampak terjadi melalui kita, pribadi lepas pribadi. Terima kasih untuk rekan-rekan di kelas yang sudah berbagi dalam diskusi dan saling melengkapi. Terima kasih juga untuk moderator yang setia membimbing dan juga admin yang tak pernah lelah mengingatkan kami, para peserta. Tuhan menolong, memberkati kita semua, dan memampukan kita untuk melakukan seluruh kehendak-Nya. Amin.

  17. Wennar

    Topik yang dibahas aplikatif, dan beberapa pertanyaan menyentuh isu-isu sensitif. Perlu kajian ulang sebelum menjawabnya. Warna yang berbeda untuk kelas SABDA MLC kali ini, tetapi tetap memberikan kontribusi untuk pemahaman lintas denominasi pada forum diskusi kelompok. Tuhan memberkati pelayanan Tim SABDA. Terima kasih untuk setiap rekan PDG 4 yang telah berkontribusi dengan baik dan kondusif.

  18. Yusnida Napitupulu

    Sungguh sangat diberkati dengan kelas PDG ini. Dengan modul yang sangat bagus, menambah pengetahuan Alkitab.

    Berkat yang saya dapat:

    • Mengupas tuntas Gereja mula-mula sampai tantangan era digital.
    • Prinsip dan praktik kepemimpinan yang alkitabiah.
    • Fungsi dan peran Gereja sesuai kehendak Tuhan.
    • Gereja yang berdiakonia dan bermarturia.
    • Profesi sekuler menjadi ladang misi.

    Semua dieksplor dan dikupas tuntas, hal-hal prinsip dan praktikal. Diskusi yang hangat, cermat, dan emosional memperluas wawasan peserta. Bersyukur untuk proses pembelajaran, pertanyaan, dan diskusi yang berlangsung selama 5 hari. Kiranya menjadi berkat dan tidak berhenti di situ, tetapi menjadi panggilan untuk menghadirkan Gereja semakin relevan dan terbuka, serta jemaat yang setia melayani dan berdampak bagi dunia. Terima kasih tim SABDA MLC, semakin bersinar dan jadi berkat.