- Ana
Saya bersyukur bisa mengikuti kelas PDG sampai selesai. Semua materinya sangat memberkati, menambah pengalaman secara rohani, dan mendapat banyak input dari teman-teman yang pastinya berguna bagi pelayanan dan pertumbuhan Gereja. Aplikasi praktisnya adalah saya mau lebih lagi berperan/berdampak sebagai garam dan terang, baik di dalam Gereja maupun di luar Gereja sebagaimana yang Tuhan Yesus perintahkan. Terima kasih Tim SABDA MLC dan rekan-rekan di kelas PDG 3. Tuhan Yesus memberkati.
- Ayub Dondan
Puji Tuhan, masih diberi kesempatan untuk terus belajar. Dari diskusi ini saya banyak belajar tentang doktrin Gereja dan melalui kelas ini juga semakin diperlengkapi tentang tugas dan panggilan Gereja. Terima kasih banyak kepada tim SABDA MLC yang sudah menjadi wadah untuk kami belajar. Terima kasih kepada admin yang selalu mengingatkan ketika lalai dalam mengerjakan tugas. Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita semua.
- Benny
Bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengikuti kelas PDG sampai selesai dalam waktu 5 hari. Banyak pelajaran setelah mengikuti kelas ini. Salah satunya adalah tentang pelayanan yang sering disalahmengerti bahwa pelayanan itu hanya di hari Minggu dan di Gereja, padahal pelayanan yang sesungguhnya adalah ketika kita berada di luar, di tempat kita masing-masing. Aplikasi praktisnya adalah saya akan menjadi kesaksian bagi seluruh dunia dan tetap menyatakan kasih Tuhan. Selama 5 hari, diskusinya berjalan dengan lancar. Terima kasih moderator dan admin bersama tim SABDA yang telah menjadi fasilitator. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo Gloria.
- Dikky
Shalom. Selama mengikuti kelas PDG saya mendapat banyak pemahaman baru tentang Gereja dan peran kita sebagai jemaat. Yang paling berkesan adalah menyadari bahwa Gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Saya mau belajar menerapkan apa yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pekerjaan dan relasi dengan orang lain. Saya juga diberkati lewat diskusi bersama karena bisa melihat berbagai sudut pandang dari teman-teman.
- Eci
Shalom, rekan-rekan terkasih dalam Kristus. Sungguh terberkati pelajaran yang saya ikuti melalui diskusi PDG yang diadakan. Salah satunya adalah sisi lain pendeta yang selama ini tidak saya lihat. Saya pribadi sebagai jemaat sering kali bergantung kepada pendeta dan sering menuntut bila pendeta harus siap sedia saat dibutuhkan. Dan, ternyata pendeta juga bisa burnout, baik mental maupun spiritual, serta memiliki beban pergumulan yang tidak kita ketahui. Untuk itu, stop eksploitasi waktunya. Pendeta bukan Superman, mereka juga manusia biasa dengan segala keterbatasan fisik dan mental. Mari kita topang para hamba Tuhan, hargai, dan doakan mereka. Berjalan bersama-sama sebagai tubuh Kristus yang sehat, jadi jemaat yang mandiri, dewasa rohani, dan aktif berbagi beban pelayanan. Kita semua, pelayan Tuhan di mana pun kita berada, kita melayani Tuhan yang sama, Tuhan Yesus Kristus. Seperti Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani (Mat. 20:28). Terima kasih SABDA MLC, moderator, admin, dan peserta PDG 3 untuk diskusinya. Tuhan Yesus baik.
- Edison
Terima kasih untuk SABDA. Selama kelas ini, saya semakin diterangi mengenai pemahaman Gereja, ada yang sudah diterapkan maupun yang belum. Gereja tempat saya bertumbuh masih perlu untuk mempraktikkan marturia, kesaksian khususnya kepada lingkungan sekitar lokasi Gereja. Saat ini, masih terbatas membangun hubungan baik dengan warga sekitar dengan memberi sumbangan untuk acara keagamaan dan bakti sosial (baju bekas, sembako, dll.) setahun sekali. Namun, masih banyak kekurangan, khususnya kehadiran/presensi Gereja yang masih sangat perlu ditingkatkan. Juga mengenai fokus Gereja yang harus memperlengkapi jemaat untuk menjadi garam dan terang di marketplace, tidak hanya fokus pelayanan ke dalam. Jadi, jemaat perlu diperlengkapi melalui pengajaran/pelatihan mengenai hal ini. Dengan pelajaran ini, saya diingatkan dan dicerahkan mengenai kedua hal di atas. Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati.
- George Soleman Johannes
Belajar dan mengikuti PDG 3 merupakan hal baru karena organisasi Gereja yang diakui oleh pemerintah, yaitu PGI, KWI, GPdI, GBI, dan PGLII, terbatas mengadakan program ini. Organisasi tersebut di atas adalah suatu wadah persekutuan Gereja, tempat bernaungnya gereja-gereja kecil atau gereja-gereja yang belum diakui oleh pemerintah.
Mengikuti PDG 3 ini ada 5 sesi pelajaran:
- Hakikat dan identifikasi Gereja.
- Perjalanan sejarah dan tantangan Gereja.
- Ciri dan tanda Gereja yang sehat.
- Kepemimpinan dan tata kelola Gereja.
- Misi dan fungsi Gereja di dunia.
Dalam mengikuti dan mempelajari doktrin Gereja atau eklesiologi tidak mudah karena tiap denominasi Gereja punya banyak doktrin atau dogma masing-masing. Kelima pelajaran "Pengantar Doktrin Gereja" ini bermanfaat untuk para pemimpin Gereja belajar memahami dan merefleksikannya kepada jemaat, dan bukan urusan Gereja yang pemimpin/gembala lakukan sendiri. Karena tiap denominasi Gereja mempunyai AD dan ART Gereja yang sudah ditetapkan, untuk itu jalankan sesuai prosedur.
Evaluasi jalannya diskusi: program PDG 3 dengan 5 tema diskusi berjalan, diawali mulai Pelajaran 1 sampai dengan 5 dan berakhir dengan baik. Namun, ada anggota PDG 3 yang tidak tahu bagaimana cara menjawab dan mereka diberikan dispensasi dengan cara menghubungi admin tentang apa dan bagaimana menjawab pertanyaan dan hal lain. Karena terbatas waktu, ada yang tidak bisa menyelesaikan jawabannya dan minta ditunda. Pengamatan saya, misalnya si A menjawab pertanyaan, nah anggota grup yang ikut dengan si A menimpali jawaban, tetapi tidak masuk ke dalam menjawab sendiri di grup. Admin sebaiknya mengontrol setiap jawaban, apakah masuk topik atau OOT. Moderator sudah melakukan hal itu. "Tak ada gading yang tidak retak." Bila ada kata-kata yang tidak berkenan di grup, maafkan saya. Thanks.
- Hendri Tjai
Saya mengucap syukur dan berterima kasih bisa mengikuti kelas PDG ini. Kelas ini membantu membuka beberapa pengetahuan yang mungkin sebelumnya belum terpikirkan oleh saya. Saya juga berterima kasih kepada Bapak dan Ibu tim dari SABDA yang telah mengadakan kelas ini dan begitu mendukung setiap peserta. Saya juga berterima kasih kepada Bapak dan Ibu peserta lainnya. Semoga pembelajaran seperti ini boleh membantu kita semua untuk menambah ilmu kita, dan kita boleh bertumbuh bersama dalam penyertaan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkati kita semua.
- Julhan
Puji Tuhan, saya dapat mengikuti "Pengantar Doktrin Gereja" ini, bukan kebetulan, tetapi memang disengaja untuk mengikuti agar dapat belajar bersama Alkitab. Saya sangat diberkati dari pelajaran PDG ini, baik dari modul, referensi, dan juga saat diskusi dari peserta. Saya kembali diingatkan dan sekaligus diteguhkan mengenai Gereja yang sangat perlu bersekutu secara fisik agar bisa saling melayani, berdoa bersama, belajar firman bersama, mengobarkan karunia Roh, dan saling memperhatikan.
Saya juga diberi pemahaman tentang keberagaman denominasi Gereja bukan selalu karena perpecahan, tetapi adalah kekayaan positif bila berfokus pada penyebaran Injil. Gereja harus dapat menerima keberagaman ini ketika hanya berbeda dalam hal sekunder, tetapi tidak bisa tawar-menawar tentang hal esensial sebagai inti iman Kristen, yaitu meliputi Tritunggal, keilahian Kristus, kematian dan kebangkitan Kristus, keselamatan hanya oleh anugerah, serta pengharapan akan kebangkitan.
Dan, yang sangat kuat menegur saya sehingga seperti kena tampar adalah bahwa Gereja lebih menuntut jemaat terlibat dalam program internal Gereja seperti latihan musik, paduan suara, pelayanan anak, remaja, dan lain-lain, sehingga kurang menjadi garam dan terang di tengah-tengah masyarakat. Ini sangat menegur saya karena selama ini memang terlalu sibuk dalam pelayanan Gereja, latihan, dan acara-acara yang lainnya dalam Gereja. Saya merenungkan hal ini dan timbul kerinduan untuk kembali melihat di sekeliling kita bahwa masih banyak orang yang belum mengenal Tuhan. Ini harus dimulai, ini tak bisa dibiarkan. Kita jangan egois, kita harus membagikan kasih Kristus yang telah kita terima. Terima kasih untuk semua pimpinan dan staf SABDA MLC. Tuhan Yesus memberkati.
- Lina Dewi
Sungguh saya sangat diberkati dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus dan tim SABDA yang sudah memfasilitasi adanya kelas PDG ini. Kini saya lebih mengerti apa dan siapa Gereja itu sebenarnya. Bahwa Gereja bukan sekadar gedung tempat orang beribadah, melainkan persekutuan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan untuk menjadi umat milik Kristus. Semoga Roh Kudus terus mengingatkan siapa saya, mengapa saya dipersatukan, dan apa tujuan Allah menghadirkan Gereja di dunia. Pelajaran PDG mengingatkan bahwa setiap orang percaya adalah anggota Tubuh Kristus. Tidak ada anggota yang tidak berguna. Demikian sharing berkat saya. Terima kasih kepada YLSA SABDA. Tuhan Yesus terus memakai dan menjadi berkat bagi banyak umat. Jesus bless all. Soli Deo Gloria.
- Lunu
Mengikuti kelas PDG menjadi pengalaman yang baru dan berharga bagi saya. Melalui proses pembelajaran dan diskusi, saya semakin memahami bahwa pertumbuhan dalam kehidupan tidak hanya terjadi melalui pengetahuan yang kita peroleh, tetapi juga melalui proses mengenal diri, belajar dari pengalaman, dan terbuka terhadap masukan orang lain.
Hal yang paling berkesan bagi saya adalah kesempatan untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Diskusi dalam kelas menolong saya untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga belajar memahami, menghargai, dan merespons pemikiran orang lain dengan lebih bijaksana. Berkat yang saya dapatkan dari kelas PDG 3 mendorong saya untuk menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam relasi dengan orang lain maupun dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan. Saya ingin lebih terbuka untuk belajar, lebih mampu mengevaluasi diri, dan tidak cepat menghakimi ketika menemukan perbedaan pandangan.
Menurut saya, proses diskusi dalam kelas sudah sangat membantu karena setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan pemikirannya. Dari proses tersebut saya belajar bahwa diskusi bukan sekadar mencari siapa yang paling benar, tetapi menjadi ruang untuk saling membangun, belajar, dan bertumbuh bersama. Terima kasih kepada admin PDG 3, Kak Roma dan Kak Yola, yang telah memandu diskusi kelas sehingga berjalan dengan baik sampai selesai. Tuhan Yesus memberkati.
- Magdalena
Saya sangat bersyukur masih diberi-Nya kesempatan untuk mengikuti kelas PDG. Sangat banyak berkat yang saya dapat, dan juga hal-hal baru yang belum terpikirkan sebelumnya. Saya akan merekap dan membagikan hal-hal ini untuk pengembangan pelayanan Gereja kami. Sekali lagi, terima kasih kepada tim SABDA MLC atas pelayanannya. Semoga diberkati dengan pengenalan akan kasih Tuhan yang semakin melimpah. Amin.
- Ruth Lodiana
Puji Tuhan, melalui kelas PDG ini saya semakin memahami bahwa panggilan dan pengutusan Gereja bukan hanya tugas lembaga, tetapi juga panggilan setiap orang percaya di mana pun Tuhan menempatkan kita. Saya juga semakin belajar menghargai dinamika dan perkembangan Gereja, serta melihat bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, Gereja tetap dipanggil untuk setia pada firman Tuhan, memperlengkapi jemaat, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia.
Bersyukur untuk setiap proses, diskusi, dan pembelajaran selama kelas ini. Terima kasih untuk teman-teman yang saling memperkaya dan menghidupkan diskusi di grup. Juga Kak Roma dan Kak Yola sebagai moderator dan admin yang selalu sabar. Kiranya apa yang sudah dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi sungguh menjadi bekal untuk menjalani panggilan dan pelayanan kita. Soli Deo gloria.
- Simon Salasa
Mengikuti kelas PDG menjadi pengalaman yang baru dan sangat memberkati bagi saya. Saya belajar bahwa pertumbuhan dalam iman tidak hanya melalui mendengarkan firman, tetapi juga melalui proses berdiskusi, berbagi pengalaman, dan belajar dari sudut pandang teman-teman yang lain. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana setiap materi dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga saya semakin disadarkan untuk tidak hanya memahami Firman Tuhan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Setelah mengikuti kelas ini, saya ingin lebih konsisten dalam melayani sebagai panggilan Gereja, khususnya dalam kehidupan pribadi dan hubungan dengan orang lain. Saya juga belajar untuk lebih terbuka dalam berdiskusi dan menghargai pendapat orang lain. Secara keseluruhan, proses diskusi dalam kelas sudah sangat baik dan membantu saya memahami materi dengan lebih mendalam. Ke depannya, saya berharap diskusi dapat semakin aktif sehingga setiap peserta memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Terima kasih kepada moderator, admin, dan tim SABDA. Tuhan berkati.
- Sola Gratia
Melalui materi tentang doktrin Gereja, saya diingatkan kembali akan realitas bahwa dalam satu Gereja dan di mana pun, ilalang dan gandum akan selalu ada. Sadar bahwa Gereja di dunia bukanlah perkumpulan orang sempurna, belajar untuk tidak menggantungkan harapan pada manusia dan tidak menghakimi ketidaksempurnaan sesama anggota tubuh Kristus, bahkan gembalanya. Ke depan, aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah berhenti menjadi penonton yang kritis, melainkan terlibat aktif dalam Gereja untuk belajar sabar, mengasihi, serta mengampuni di tengah realitas komunitas Gereja. Menjadikan komunitas Gereja sebagai tempat bersekutu dan melayani sesama, menyatakan Injil Allah, saling menopang sebagai satu tubuh Kristus. Terima kasih untuk kelasnya, SABDA. Ke depan, saat ada waktu luang, mau pelajari lagi materi dan videonya. Tuhan memberkati.
- Supriyono
Shalom, Bapak/Ibu dan rekan-rekan semua. Saya bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kelas "Pengantar Doktrin Gereja (PDG). Bagi saya, kelas ini bukan sekadar menambah pengetahuan tentang doktrin Gereja, tetapi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali bagaimana Gereja memahami dirinya, menjalankan pelayanannya, dan hadir di tengah dunia.
Pengalaman yang paling baru bagi saya adalah melihat bahwa doktrin Gereja ternyata sangat berkaitan dengan praktik pelayanan sehari-hari. Selama ini, doktrin kadang dianggap sebagai sesuatu yang bersifat teoretis dan hanya dibicarakan di ruang kelas. Namun, melalui PDG saya semakin memahami bahwa apa yang Gereja percayai akan menentukan bagaimana Gereja memandang pendeta dan jemaat, memahami pelayanan, menjalankan diakonia dan marturia, memperlakukan anggota Gereja, menghadapi budaya dan perkembangan zaman, serta memahami panggilannya di tengah masyarakat. Saya juga melihat bahwa Gereja bukan hanya gedung, organisasi, atau tempat ibadah, tetapi merupakan tubuh Kristus dan komunitas orang percaya yang dipanggil untuk menyembah, hidup dalam persekutuan, bertumbuh, melayani, dan bersaksi kepada dunia.
Salah satu berkat terbesar dari PDG adalah pemahaman yang semakin kuat tentang Keimaman Semua Orang Percaya. Saya semakin menyadari bahwa pelayanan bukan hanya tugas pendeta, majelis, atau orang-orang yang memegang jabatan gerejawi. Setiap orang percaya dipanggil untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Allah sesuai dengan karunia yang diberikan Roh Kudus. "Ia memberikan ... gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan." (Efesus 4:11–12). Fungsi pendeta bukanlah orang yang melakukan semua pelayanan menggantikan jemaat, tetapi memperlengkapi jemaat supaya jemaat mampu melayani.
Berkat lainnya, saya semakin memahami hubungan antara Gereja dan dunia. Gereja tidak dipanggil hanya untuk sibuk dengan program internal, tetapi mengutus jemaat menjadi garam dan terang di tempat mereka bekerja dan hidup. Seorang dokter, guru, pengusaha, petani, teknisi, seniman, pegawai, maupun ibu rumah tangga, semuanya dapat menjalankan panggilan Allah melalui kehidupan dan profesinya. Dengan demikian, pelayanan tidak berhenti di dalam gedung Gereja pada hari Minggu.
Ada beberapa hal yang ingin saya terapkan setelah mengikuti kelas PDG. Pertama, saya ingin lebih banyak memperlengkapi jemaat daripada mengerjakan segala sesuatu sendiri. Saya ingin mendorong jemaat untuk menemukan karunia, panggilan, dan ruang pelayanan mereka. Kedua, saya ingin mendorong pemahaman bahwa pekerjaan sehari-hari juga merupakan ladang pelayanan. Jemaat perlu dibantu melihat bahwa Senin sampai Sabtu bukan waktu "keluar dari pelayanan", tetapi justru kesempatan untuk menjadi garam dan terang di masyarakat. Ketiga, saya ingin mengembangkan pemuridan yang lebih kontekstual di era digital. Jemaat sekarang dapat mendengar banyak pengajaran dari YouTube, Facebook, TikTok, podcast, dan berbagai media lainnya. Karena itu, Gereja tidak cukup hanya berkata: "Jangan dengarkan pengajaran dari luar." Namun, perlu memperlengkapi jemaat untuk menguji segala sesuatu berdasarkan firman Tuhan. Keempat, saya ingin menjaga keseimbangan antara diakonia dan marturia. Gereja perlu melayani kebutuhan manusia secara nyata tanpa menjadikan bantuan sebagai alat untuk memaksa orang menerima iman Kristen. Namun, pada saat yang sama, kasih yang kita lakukan juga perlu memiliki kesaksian tentang Kristus.
Evaluasi terhadap proses diskusi: proses diskusi dalam kelas PDG merupakan salah satu bagian yang sangat memberkati. Diskusi membuat pembelajaran tidak hanya bersifat satu arah, tetapi memberi kesempatan untuk mendengar pengalaman, pertanyaan, kritik, dan perspektif dari peserta lain. Justru melalui perbedaan pendapat, saya belajar bahwa doktrin tidak hanya perlu diketahui, tetapi perlu direnungkan dan diterapkan secara bijaksana dalam konteks pelayanan.
Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada moderator Ibu Roma dan Admin Kak Yola yang telah melayani dengan sabar, mempersiapkan kelas dengan baik, mengatur jalannya waktu diskusi, serta mendampingi seluruh peserta selama proses pembelajaran. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan dan jerih lelah yang telah diberikan. Soli Deo Gloria, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
- Tan Tjin Hin
Haleluya! Segala puji hanya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang karena kasih karunia-Nya, telah memampukan saya bisa mengikuti diskusi "Pengantar Doktrin Gereja". Dari kelas ini, kembali saya diingatkan bahwa Gereja bukan terutama gedung, organisasi, atau kegiatan rutin, melainkan sekelompok umat milik Allah sendiri yang dipanggil keluar untuk menjadi Tubuh Kristus di dunia sekarang ini. Kristus adalah Kepala Gereja, sehingga seluruh kehidupan, arah pelayanan, dan pengajaran Gereja seharusnya tunduk kepada firman-Nya.
Berkat yang paling saya rasakan adalah kesadaran bahwa saya tidak dipanggil menjadi orang percaya yang berjalan sendiri. Tuhan Yesus menempatkan setiap orang percaya dalam persekutuan untuk saling membangun, menegur dalam kasih, melayani dengan karunia yang Tuhan berikan, serta bersama-sama menjadi saksi Kristus. Gereja yang sejati bukan persekutuan tanpa kelemahan, tetapi persekutuan yang terus dibarui oleh firman Tuhan dan dipimpin oleh Kristus Yesus.
Dari setiap materi "Pengantar Doktrin Gereja" dan diskusi kelas di grup WA, saya diingatkan dan juga diteguhkan untuk mengasihi Gereja dengan lebih dewasa. Ketika melihat kekurangan, konflik, atau ketidaksempurnaan dalam Gereja, respons kita sebagai orang percaya yang dewasa bukan sekadar mengkritik atau menjauh, melainkan berdoa, mengambil bagian dalam pelayanan, dan menghadirkan kasih Kristus Yesus. Kiranya kita semua makin setia membangun Gereja lokal yang Tuhan percayakan, bukan untuk kemuliaan manusia atau kelompok tertentu, tetapi semata-mata bagi kemuliaan Allah. Saya juga haturkan terima kasih kepada tim SABDA MLC yang sudah mau berjerih payah menyelenggarakan kelas ini dan juga kepada teman-teman diskusi dalam grup WA, sehingga menambah wawasan buat kita semua.
- Winarningsih
Bersyukur. Puji Tuhan karena boleh ikut kelas PDG dan menyelesaikannya, meskipun ada banyak kendala. Banyak berkat dan pelajaran yang saya dapat dari semua pertanyaan yang diajukan, jawaban, serta diskusi yang sangat mencerahkan dan memberikan pemahaman baru. Antara lain, Gereja bukan sekadar bangunan fisik dan tempat ibadah, tetapi persekutuan orang percaya yang dikuduskan, yang saling membangun, menopang, dan memperlengkapi. Sehingga tidak ada yang hanya menjadi penonton, hanya menuntut, dan menyerahkan pelayanan pada hamba Tuhan, tetapi semua harus terlibat dalam pembangunan Tubuh Kristus. Sang Kepala Gereja menjadi fokus dan tujuan hidup kita. Dan, menjadi panggilan setiap orang percaya, apa pun profesinya, untuk menjadikannya tempat melayani dan menyatakan kasih Tuhan. Ke depan, saya akan lebih fokus dalam pelayanan yang tertuju pada Kristus karena pelayanan bukan soal saya. Terima kasih teman-teman kelas PDG yang hebat-hebat dalam menjawab pertanyaan dan diskusinya yang sangat memberkati. Terima kasih Kak Mei, Kak Yola, dan tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati.