Sharing Berkat Peserta Kelas BK_Ef 4

Sharing Berkat BK_Ef 4

  1. Alita Karen

    Tuhan Yesus baik, sungguh baik. Saya percaya sungguh tidak ada yang namanya kebetulan di dunia, semua sudah diatur, termasuk saat di mana dengan keterlambatan saya untuk mendaftar, tetapi teman-teman SABDA membuka ruang untuk bisa terlibat dalam pendalaman Efesus ini. Mengikuti kelas penggalian Efesus menjadi sebuah pengalaman rohani yang sangat membukakan mata rohani saya secara baru. Berkat yang paling membekas dalam hati saya adalah ketika membongkar metafora gereja sebagai satu barisan pasukan kosmis yang harus berdiri teguh dalam Efesus 6, serta teguran tajam mengenai "kerutan rohani" akibat konflik internal dan aktivisme yang kering dalam Efesus 5. Saya akhirnya disadarkan bahwa musuh sejati kita bukanlah orang di sebelah kita, dan kesibukan pelayanan di gereja tidak pernah bisa menggantikan keintiman di ruang doa pribadi. Sebagai aplikasi praktis, saya akan mengambil waktu jeda yang kudus setiap pagi untuk berkomunikasi intim dengan Kristus murni sebagai Anak-Nya, serta berkomitmen untuk membuang segala ego dan kepahitan dengan rutin mendoakan rekan sepelayanan secara spesifik agar barisan jemaat, di mana saya bergereja tidak mengalami keretakan bahkan perpecahan.

    Terima kasih untuk seluruh proses diskusi yang sangat luar biasa. Terima kasih untuk Mbak Mei yang super duper baik dan selalu dengan sabar mengingatkan kami untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kami. Terima kasih untuk teman-teman moderator yang luar biasa menghangatkan ruang diskusi. Saya banyak belajar di ruang kelas yang atmosfernya sangat hidup dan dipenuhi jawaban-jawaban teologis yang sangat membangun iman percaya saya. Dinamika tanya jawab dalam grup tidak sekadar menyentuh ranah teori atau dogmatika yang kaku, melainkan berhasil membedah realitas pergumulan gereja lokal saat ini dengan sangat jujur, berani, dan reflektif. Proses ini benar-benar menolong saya. Saya yakin juga semua teman-teman di kelas, untuk beralih dari jemaat yang hobi mengkritik menjadi jemaat yang dewasa, yang rindu bertelut menjadi pendoa syafaat bagi tubuh Kristus. Terima kasih SABDA untuk selalu membuka ruang dan memperkuat iman melalui diskusi-diskusi kelas. Tuhan Yesus, Sang Batu Penjuru, memberkati kita semua. Ebenhaezer.

  2. Anastasya

    Puji Tuhan, bisa menyelesaikan kelas BK_Ef ini di tengah-tengah kesibukan. Melalui kelas ini, saya bersyukur bisa lebih memahami terkait gereja. Saya diingatkan kembali bahwa gereja merupakan kasih karunia Tuhan, di mana dalamnya harus saling mengasihi saling mendoakan. Gereja berdiri bukan karena kehebatan manusia, tetapi karena kasih Tuhan. Diingatkan juga tentang memakai perlengkapan rohani. Terima kasih kepada tim yang telah melayani dan teman-teman untuk diskusinya. Tuhan Yesus memberkati.

  3. Anil Dawan

    Bersyukur bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus yang berfokus pada gereja Tuhan yang alkitabiah dengan segala dimensi-dimensinya. Gereja Tuhan bukan hanya merupakan organisasi, melainkan organisme yang hidup dan merupakan sarana di tangan Tuhan untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah. Gereja adalah kita sebagai komunitas orang percaya yang diperlengkapi dan diutus di tengah-tengah dunia tanpa memandang apa pun latar belakang dan denominasi kita. Terima kasih untuk SABDA dan rekan-rekan diskusi yang bersemangat dan saling melengkapi sebagai komunitas orang percaya yang saling memperlengkapi. Tuhan Yesus memberkati.

  4. Antonius H.B.

    Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Bedah Kitab Efesus telah berakhir dengan baik. Banyak wawasan yang saya dapatkan mengenai gereja yang sesungguhnya di kelas Bedah Kitab ini. Melalui Efesus, saya belajar bahwa gereja bukan sekadar tempat ibadah atau organisasi, tetapi Tubuh Kristus yang dipersatukan dalam kasih dan kebenaran. Saya juga diingatkan bahwa kehidupan orang percaya adalah perjalanan untuk terus bertumbuh menjadi dewasa rohani, hidup dalam kesatuan, kerendahan hati, dan kasih.

    Secara pribadi saya kembali diingatkan melalui Efesus 6, bahwa peperangan orang percaya bukan hanya tentang hal-hal besar atau spektakuler, tetapi juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari: bagaimana saya merespons konflik, belajar mengampuni, melawan ego, memilih taat, dan menjaga hati tetap tinggal dalam Tuhan. Ternyata peperangan rohani sering kali dimulai dari hal-hal kecil dan dari hati kita sendiri. Saya juga belajar bahwa kekuatan gereja yang terutama bukan pada program, jumlah, atau kemampuan manusia, tetapi pada firman Tuhan, doa, dan kehidupan yang berakar dalam Kristus.

    Terima kasih untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah berbagi, khususnya di kelas 4, sangat meneguhkan, dan membuka banyak sudut pandang saya selama proses bedah kitab ini. Kiranya apa yang sudah kita bedah bareng-bareng mengenai gereja melalui Efesus ini, tidak berhenti menjadi pengetahuan saja, tetapi bisa kita aplikasikan pada kehidupan sehari-hari, khususnya di gereja kita masing-masing. Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  5. Herman Benyamin

    Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan kelas BK_Ef, walau dalam sela-sela waktu yang padat. Efesus sangat menarik karena membuka pandangan saya tentang gereja sepanjang enam pasal, dari awal pasal pertama sehingga akhir pasal keenam. Menarik bahwa surat ini menonjolkan bahwa gereja, bukan kumpulan individu, melainkan sebuah tubuh yang menyatu dari berbagai anggota, di mana Kristus adalah kepala. Menarik. Ada sebuah pertanyaan kepada saya: "Apakah hubungannya lambung Yesus yang ditusuk dengan gereja?" Awalnya, saya merasa pertanyaan ini "awkward", tetapi ternyata setelah digali, benar bahwa gereja lahir dari pengorbanan Kristus, darah, dan air melambangkan kehidupan gereja. St. Agustinus berkata, "Menggambarkan gereja lahir dari lambung Kristus seperti Hawa dari Adam."

    Terima kasih kepada tim SABDA MLC yang sudah memfasilitasi kami untuk mempelajari BK_Ef, dan kepada semua teman-teman, khususnya di kelas BK_Ef 4 yang sudah saling sharing dan berdiskusi. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak pas ketika kita berdiskusi, semoga kita semua menjadi gereja yang dewasa dan menjadi seperti Kristus. Amin. (Efesus 8:29).

  6. Josef

    Saya bersyukur bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus di tengah keterbatasan waktu dan kondisi kesehatan yang kurang fit. Ada banyak hal yang dibukakan Tuhan kepada saya melalui penggalian, terutama ketika mencermati arti kata dan frasa dalam bahasa Yunani Koine, yang kemudian dihubungkan dengan konteks situasi kehidupan dan budaya ketika surat Efesus ditulis. Penggalian dari rekan-rekan, pertanyaan dan diskusi yang terlontar, juga membantu saya berpikir lebih dalam, dan memperoleh insight yang lebih kaya. Terima kasih banyak kepada semua pihak yang ada dalam kelas. Semua interaksi menjadi berkat tersendiri.

  7. Mariano Nathanael

    Terima kasih sekali tim SABDA membuka kelas Bedah Kitab Efesus ini. Intinya tentang Kristus dan gereja-Nya. Berbagai aspek gereja "dibongkar" di kelas ini hanya dari Efesus. Sungguh tidak sederhana yang disebut gereja itu. Bukan hanya organisasi saja, tetapi sebuah organisme yang kompleks, sangat kaya sekali aspeknya, dan itu dibuka secara gamblang di hampir tiap ayat dari kitab ini. Dan, Kepalanya adalah Sang Kristus yang sudah menang dan duduk di atas segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

    Kesan yang kuat buat saya adalah ketika saya membahas tentang karakter manusia baru di Efesus 4. Kehidupan gereja adalah kehidupan manusia baru dalam Kristus, hal-hal kecil dalam hidup kita ternyata adalah ekspresi kehidupan gereja. Jadi, jangan sembarangan dalam hidup ini. Terima kasih tim SABDA MLC, admin dan moderator kelas, juga rekan-rekan di kelas BK_Ef 4, semua diskusi dalam kelas sungguh memberkati saya. Tuhan Yesus memberkati pelayanan SABDA MLC selanjutnya.

  8. Meta Fardina

    Pengalaman yang paling berkesan, momen diskusi dengan anggota di grup. Aplikasi praktis menjadi gereja yang bisa menjadi rumah untuk Roh Kudus berkarya. Evaluasinya, aman saja, belum ada masukan.

  9. Regina Papilaya

    Shalom semuanya. Bersyukur bisa mengikuti kelas BK_Ef ini karena saya belajar bahwa gereja bukan hanya organisasi, tetapi Tubuh Kristus dan mempelai-Nya yang dikasihi Tuhan. Saya juga diingatkan untuk hidup dalam kasih, menjaga kekudusan, dan membangun kesatuan dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari. Melalui kelas ini, saya mau belajar lebih setia membaca firman Tuhan, menjaga perkataan, dan membangun hubungan yang baik dengan sesama. Diskusi-diskusi di kelas juga sangat memberkati karena membuka banyak pemahaman baru tentang gereja dan kehidupan rohani. Tuhan memberkati.

  10. Robert

    Pengalaman baru ikut kelas BK_Ef: saya mendapatkan pelajaran luar biasa dalam kelas BK_Ef ini. Dalam Ef. 4:18-20, saya belajar satu hal yang teramat penting, saya melihat hari-hari ini, seorang pemimpin rohani (gembala/hamba Tuhan) gencar sekali mendapat tekanan, kritikan tajam dari berbagai sudut kehidupannya, dan tidak jarang kritik tajam itu mendiskreditkan, bahkan mungkin dimaksudkan untuk menjatuhkan seorang hamba Tuhan. Akibatnya, sekarang ini tidak banyak orang yang berani jadi hamba Tuhan.

    Oleh sebab itu, melalui Efesus 6:18-20, saya dapatkan mutiara berharga bagi gereja, yaitu ajaran Alkitab tentang kehidupan gereja yang sehat dan dan alkitabiah, yaitu: gereja tugasnya berdoa dan memberitakan Injil. Berdoa bagi jemaat (orang-orang kudus). Juga berdoa bagi para pemimpin rohaninya (hamba Tuhan). Jika semua denominasi gereja, hamba Tuhan dan jemaat paham akan ajaran ini, gereja tidak lagi sibuk saling menjatuhkan (Gal.5:15), tetapi sibuk menjalankan tugas agung dari Allah untuk berdoa dan memberitakan Injil. Terima kasih tim SABDA, admin, dan moderator grup BK_Ef 4, dan rekan-rekan BK_Ef 4. Tuhan Yesus memberkati.

  11. Rosy H.

    Puji Tuhan. Haleluya bisa selesai ikut Bedah Kitab sampai selesai, awal sempat ragu untuk ikut karena banyak kegiatan. Semua karena kasih dari Tuhan, dan tidak sia-sia mengikuti Bedah Kitab Efesus ini. Banyak berkat yang didapat, tetapi satu hal yang paling berkesan adalah ketika penggalian Efesus pasal 3, khususnya saya terberkati di ayat 10, sudah berulang kali baca, tetapi biasa saja. Namun, ketika membaca penjelasan dari rekan diskusi di kelas, makna ayat ini, tiba-tiba seperti berbicara langsung, di mana ayat tersebut mengandung makna bahwa Allah memperlihatkan hikmat-Nya melalui kita anak-anak-Nya, untuk memperlihatkan atau memamerkan pada pemerintah dan penguasa surga, di mana dijelaskan ini seperti tradisi zaman dahulu, ketika seorang raja akan mempertontonkan kemenangannya dari peperangan pada rakyat dan musuh yang ditaklukkan dengan mengadakan parade kemenangan. Jujur waktu itu, saya menangis, saya jadi kebanggaan Tuhan loh dan itu dipamerkan hal ini buat saya pribadi menjadi sesuatu banget karena hal ini menjadi dorongan supaya saya jadi lebih bertanggung jawab lagi dalam menjalankan kehidupan ini. Saya mengerti juga bahwa gereja selain mempunyai tugas untuk menjalankan Amanat Agung (Matius 28:19-20), tetapi juga untuk tetap jadi kebanggaan Tuhan kita.

    Terima kasih buat rekan-rekan di kelas, untuk diskusinya, untuk masukannya, untuk berkat dari penggalian rekan-rekan. Terima kasih buat Kak Milly (moderator), Kak Mei (admin), dan seluruh tim SABDA sehingga terlaksananya kelas bedah kitab ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  12. Sannur Tambunan

    Saya bersyukur dapat mengikuti Bedah Kitab Efesus. Melalui Efesus, saya semakin memahami esensi gereja secara lebih dalam. Betapa luar biasanya anugerah Tuhan bagi gereja-Nya: Tuhan memilih, menetapkan, dan menguduskan umat-Nya. Pemeliharaan Tuhan terhadap gereja juga begitu nyata dan luar biasa. Tuhan menebus, menguatkan dengan kuasa Roh Kudus, memelihara gereja sebagai mempelai wanita-Nya, dan pada waktunya akan datang menjemput gereja-Nya. Kekayaan firman Tuhan ini mempertajam pemahaman dan mendorong saya, sebagai bagian dari gereja, untuk terus memelihara relasi dengan Tuhan, mengasihi sesama anggota tubuh Kristus, melayani dengan segenap hati, serta semakin giat menjangkau jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Terima kasih kepada MLC SABDA yang telah memfasilitasi jalannya diskusi kelas. Tuhan Yesus memberkati.

  13. Sarah

    Sungguh terberkati dalam diskusi Bedah Kitab Efesus yang saya ikuti melalui program SABDA MLC kali ini serta bimbingan Kak Millytia dan Kak Mei yang selalu mengingatkan, serta rekan-rekan di BK_Ef 4 yang tanggap dalam memberi jawaban. Salah satu pelajaran yang saya ambil dari Efesus 5:14. Terkadang bahkan sering kali kita mengabaikan status yang dimiliki, sebagai orang terang tidak hidup dalam terang sebagai "tentara", tetapi tidak berjuang hingga tidak ada bedanya dengan identitas kita yang lama. Tetap merasa kita "baik-baik saja" meski hidup tidak lagi sesuai dengan firman Tuhan.

    Dan, kebodohan rohani, kemalasan iman, terikat dengan dosa ini membuat kita nyaman dalam kondisi "tidur" rohani hingga akhirnya benar-benar putus hubungan dengan Tuhan "mati" rohani. Maka itu, harus bangkit, Harus! Kembali kepada Kristus! Peka dan responsif terhadap teguran Roh Kudus dan kehendak Tuhan. Tinggalkan dosa dan mulai hidup benar di hadapan Allah. Selalu jaga api tetap menyala dengan doa pujian penyembahan setiap hari, ini jadi momen buat nge"charge" kepekaan rohani supaya peka dengan suara Tuhan. Cari teman atau komunitas yang membawa kita dekat dengan kehendak Tuhan. Dan, biarkan terang-Nya membereskan apa yang berantakan di hidup kita. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

  14. Selvi

    Shalom. Terima kasih untuk teman-teman seperjalanan, Kak moderator, dan juga tim SABDA yang memfasilitasi kami, saya secara pribadi yang baru pernah mengikuti kelas seperti ini, merasa terberkati. Pelajaran/berkat yang paling berkesan ketika membaca pendalaman teman-teman dengan berbagai versi dan pendekatan, teologia, bahasa asli, maupun pengalaman pribadi teman-teman. Aplikasi BaDeNo yang bisa membekali kita. Tuhan Yesus memberkati semua. Kiranya kemajuan Injil yang memurnikan memerdekakan makin tersebar di seluruh penjuru bumi. Setiap partisipasi anak-anak Tuhan menyaksikan kebesaran Tuhan. Amin.

    Aplikasi praktis mau terus belajar mengenal Pribadi Allah dan melibatkan Tuhan dalam keseharian supaya makin nyata kuasa-Nya yang bekerja dalamku. Orang melihatnya boleh percaya dan beriman kepada-Nya. Amin. Proses diskusi sudah baik, responsif saling menghargai dan melengkapi dan menginspirasi menyatukan kami meski dari berbagai denominasi gereja. Strike sama aturan keren, latihan disiplin rohani. Tuhan memberkati selalu kita gereja Tuhan, baik secara pribadi maupun komunitasnya.

  15. Simon Salasa

    Puji syukur kepada Tuhan boleh mengikuti kelas BK_Ef ini, menjadi pengalaman yang sangat memberkati bagi saya. Melalui pembelajaran Efesus, saya semakin memahami bahwa gereja adalah Tubuh Kristus dan keluarga Allah yang dipanggil untuk hidup dalam kesatuan, kasih, dan pertumbuhan rohani bersama. Saya juga belajar bahwa setiap anggota jemaat memiliki peran penting dalam membangun gereja agar semakin dewasa dalam Tuhan. Diskusi kelas menolong saya melihat pentingnya hidup saling mendukung dan menjaga kesatuan dalam jemaat.

    Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana gereja dipanggil untuk menjadi terang dan tetap kuat menghadapi tantangan rohani melalui doa dan firman Tuhan. Ke depannya, saya ingin lebih aktif membangun relasi yang baik dalam gereja, belajar melayani dengan rendah hati, dan menjaga kesatuan tubuh Kristus. Proses diskusi kelas juga sangat baik karena memberi kesempatan untuk saling berbagi pemahaman dan belajar bersama. Terima kasih tim SABDA, moderator, dan semua rekan-rekan di kelas ini. Tuhan Yesus berkati.

  16. Tan Tjin Hin

    Hal utama yang mau saya sampaikan adalah rasa syukur pada Tuhan Yesus, sumber segala-galanya karena masih diberi kesempatan untuk ikut kelas Bedah Kitab Efesus. Banyak berkat yang saya rasakan dari kelas ini dan diskusi kelompok yang hangat dan saling menguatkan. Buat gereja dan orang percaya, peperangan rohani itu nyata dan akan terus berlangsung selama masih ada di dunia ini, tetapi berita baiknya buat kita semua, Kristus Yesus telah memberikan perlengkapan rohani yang bisa dipakai kapan saja diperlukan, dan itu cukup untuk melawan roh-roh jahat di udara. Saya diingatkan kembali berdiri tegap sebagai tentara Allah yang berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, berkasutkan kerelaan, pergunakan perisai iman, ketopong keselamatan dan pedang roh (firman Allah) dengan sikap berdoa dalam Roh setiap saat dan terus berjaga-jaga sebab lawan kita seperti singa yang mengaum-aum. Alkitab saja sudah memberi pemahaman kalau hal itu nyata apa adanya, terus bagaimana gereja (baik secara organisasi dan individu) perlu bersikap sungguh-sungguh, buat kita orang percaya jangan merasa bosan dan jenuh untuk terus terhubung dengan Allah yang adalah sumber segala-galanya dalam doa dan firman-Nya, sebab ketika dalam peperangan rohani, orang percaya bisa keluar sebagai pemenang. Dampaknya kepada gereja yang adalah kumpulan orang percaya sehingga orang percaya yang bisa menang, bisa memberi kesaksian dan menularkan hal baik ini kepada orang percaya lain di gereja.

    Berkat lain yang saya rasakan, bagaimana hubungan Kristus dengan jemaat-Nya yang digambarkan dalam hubungan suami dan istri, istri harus tunduk kepada suami, dan suami harus menghormati istri dalam kasih. Paulus memberi contoh yang sangat nyata dalam hidup keseharian, bagaimana jemaat harus taat, hidup sesuai firman, dan bisa dirasakan kehadirannya oleh orang lain, konsekuensinya Kristus yang adalah kepala akan memberkati dan memenuhi dengan berkat rohani dan jasmani. Hubungannya dalam keluarga, kalau semua anggota keluarga hidup sesuai firman dan rukun dalam kasih, maka setiap anggota keluarga akan merasakan suasana surga sebelum sampai ke surga. Akhirnya, rasa Kristus mengasihi jemaat-Nya bisa dirasakan dalam interaksi orang percaya dalam keluarganya.

    Akhirnya, saya haturkan terima kasih buat teman-teman diskusi di kelas 4 ini, kiranya bisa kembali berdiskusi di kelas-kelas selanjutnya, juga buat semua tim SABDA yang sudah berjerih lelah dalam mempersiapkan kelas bedah kitab Efesus ini dari awal, pelaksanaan dan sampai selesai, Allah Bapa yang adalah sumber segala berkat akan memberkati kita semua.

  17. Terrance

    Shalom. Saya sangat bersyukur kerana telah diberikan peluang mengikuti kelas BK_Ef selama 6 hari, walaupun ada keterbatasan waktu satu hari disebabkan pelayanan. Saya sangat terkesan dengan penggalian pasal 1-3, yaitu tentang "siapa diri kita". Kita sudah dipilih, ditebus, diselamatkan karena kasih karunia, menjadi satu tubuh yang dibangun di atas Kristus. Bukan karena hebat, pintar, atau baik, tetapi karena anugerah Allah. Saya simpulkan pelajaran ini dengan satu kalimat, yaitu "Nafas Anugerah".

    Dengan kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih buat seluruh tim SABDA MLC dan YLSA, moderator (Kak Milly), admin (Kak Mei), dan rekan-rekan yang sama-sama menjayakan kelas ini sehingga kita mendapatkan satu titik pelajaran dengan diskusi sehingga ke hari terakhir pelajaran. Tuhan memberkati.

  18. Titik Maryuni

    Puji Tuhan. Terima kasih untuk tim SABDA yang telah mengizinkan kami boleh bergabung dalam kelas BK_Ef 4. Di kelas ini, kami benar-benar diberkati dengan materi yang diajarkan, apalagi dengan sistem yang sangat luar biasa. Di kelas ini, kami baru tahu peran gereja dalam aspek di surat Efesus. Terima kasih juga untuk admin juga moderator, Kak Milly, selaku moderator dan Kak Mei, sebagai admin yang sangat baik dan penuh kesabaran telah membimbing kita semua. GBU.

    Dalam Efesus, aspek gereja tidak didefinisikan sebagai gedung atau organisasi manusia, melainkan sebagai organisasi rohani yang hidup. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan untuk menjadi Tubuh Kristus di bumi, di mana Kristus sendiri bertindak sebagai Kepala yang memimpin, mengarahkan, dan memberi hidup. Berikut penggalian surat Efesus yang sangat memberkati kami dalam pembelajaran di materi ini.

    Kami menggali dari surat Efesus 6:11-12 sebagai realita peperangan rohani.

    1. Karakteristik Musuh (Tipu Muslihat Iblis)
      • Strategi licik, kata Yunani: methodeia (tipu muslihat), berarti iblis tidak menyerang secara terang terangan melainkan lewat jebakan halus, manipulasi pikiran dan kepalsuan.
      • Incaran Kelemahan: Ia mempelajari kelemahan manusia (seperti kemarahan, kesombongan, atau kekhawatiran) untuk menjatuhkan iman.
    2. Sifat Peperangan (Bukan Melawan Darah dan Daging)
      • Salah Sasaran: Manusia sering kali menganggap sesamanya sebagai musuh utama (Konflik, kebencian, dendam)
      • Akar Masalah: Alkitab menegaskan bahwa di balik konflik fisik atau moral di dunia, ada kekuatan roh jahat yang sedang bekerja memecah belah.
    3. Struktur Kerajaan Kegelapan
      • Rasul Paulus menggambarkan musuh rohani kita memiliki hierarki yang terorganisir.
      • Pemerintah-pemerintah: Roh-roh jahat yang memiliki wilayah otoritas besar atas bangsa atau budaya.
      • Penguasa-penguasa: Kekuatan gelap yang memegang kendali atas sistem dunia yang rusak.
      • Penghulu-penghulu dunia yang gelap: Roh yang menuntun manusia di zaman ini menjauh dari Kebenaran Allah.
      • Roh-roh di udara: Pasukan rohani yang sulit menyebarkan pengaruh jahat di sekitar kita.

    Inilah yang bisa kami bagikan dalam pembelajaran dalam surat Efesus 1-6 yang sangat memberkati kami. Puji Tuhan. Amin.

  19. Tumbur M.S.

    Puji Tuhan. Saya bisa mengikuti dan berdiskusi pendalaman Efesus. Dengan ikut sharing ini, bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang Efesus, secara khusus tentang "gereja". Ini merupakan hal yang baru saya dapatkan. Padahal sejak masa kecil s.d. sekarang sudah sering baca Efesus. Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah membantu dan mengingatkan dan membimbing selama mengikuti kelas ini. Tuhan Yesus memberkati.

  20. Zephania Mćstronella

    Mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus benar-benar membuka mata saya tentang esensi kehidupan kita sebagai orang percaya, baik dalam rumah, tempat kerja, maupun dalam peperangan rohani sehari-hari. Melalui kitab ini, kita diingatkan bahwa gereja bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah keluarga rohani tempat anak-anak dididik dalam takut akan Tuhan. Nilai-nilai Kerajaan Allah ini juga harus dibawa ke dunia kerja, di mana relasi antara pekerja dan pemberi kerja didasari oleh keadilan dan rasa hormat yang tulus.

    Lebih jauh lagi, kita disadarkan bahwa kita tidak berjuang sendirian. Kita adalah bagian dari tentara rohani yang bersatu, yang dipersenjatai dengan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk berdiri teguh melawan tipu muslihat yang ada. Semua perjuangan ini disatukan dan dikuatkan melalui persekutuan doa yang saling mendukung dalam roh. Firman ini menjadi pengingat yang sangat kuat bagi saya untuk terus hidup dalam kasih, keadilan, dan doa yang tekun bersama komunitas orang percaya. Terima kasih kepada tim SABDA MLC dan Bapak/Ibu di kelas BK_Ef 4 yang telah berdiskusi bersama. Tuhan memberkati.