-
Budi Riyanto Sinaga
Puji Tuhan, telah menyelesaikan program BK_Ef ini. Setiap pasal dalam Efesus memberikan kita pemahaman lebih dan penggalian yang lebih dalam mengenai gereja. Aspek gereja yang paling berkesan adalah gereja adalah keluarga Allah (Ef. 2:19 dan Ef. 3:14-15). Gereja bukan sekadar institusi, melainkan keluarga Allah yang hidup dalam kasih. Orang percaya diadopsi menjadi keluarga Allah yang merupakan komunitas persekutuan. Sebagai komunitas relasional yang memiliki ikatan darah rohani, setiap anggota dipanggil untuk saling mengasihi, saling mendukung, bertumbuh dan bersama-sama memuliakan Bapa. Jadikan gereja sebagai tempat di mana kasih nyata, bukan sekadar kata. Gereja dipanggil untuk menolong yang lemah, sebagaimana keluarga saling menopang. Gereja harus menolak diskriminasi dan perpecahan karena semua kita adalah keluarga Allah. Terima kasih kepada tim SABDA, moderator, Ibu Roma, dan admin, Yola, serta teman-teman BK_Ef 3 yang memberikan insight mengenai topik gereja ini. Tuhan Yesus memberkati.
-
Daniel Andhika
Puji Tuhan, saya dapat menyelesaikan penggalian Efesus ini, banyak pelajaran yang saya dapat dari penggalian ini. Berbagai aspek gereja, sebagai suatu kesatuan dan juga persenjataan rohani yang diperlukan dalam perang melawan Iblis, di mana juga gereja sebagai bagian dari Tubuh Kristus, dan kita harus bersatu dengan Kristus sebagai Kepala dari kita semua.
-
Erwil
Pertama-tama, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim SABDA MLC yang selalu membuka ruang belajar tentang firman Tuhan, dan khususnya dalam Efesus pasal 1-6 yang berbicara tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan gereja dan jemaat. Satu hal yang saya dapat dari diskusi ini adalah bagaimana peran gereja dapat meng-cover setiap kehidupan jemaat agar memiliki iman dan kedewasaan rohani yang kuat dan hidup dalam kasih, lalu menerapkan itu kepada sesama. Hal yang paling berkesan bagi saya, bagaimana peran gereja bagi dunia karena gereja adalah Tubuh Kristus dan dalamnya umat-Nya sebagai anggota, yang artinya peran anggota dalam lingkungan masyarakat modern harus melakukan apa. Inilah yang menjadi kesan sekaligus menjadi perenungan bagi saya secara pribadi. Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!
-
Heliska Meliana
Puji syukur pada Tuhan atas kesempatan yang diberi, di mana saya bisa mengikuti kembali kelas diskusi sampai selesai. Begitu banyak pengalaman yang saya dapat dan sangat berkesan, terlebih saat diskusi bersama dalam grup, di mana apa yang tadinya tahu hanya sepersekian, diperjelas lagi oleh rekan-rekan. Terutama masalah gereja, yang saya pahami adalah rumah ibadah, tetapi ternyata lebih dari itu. Gereja sebagai komunitas orang percaya yang hidup dan bersaksi. Saya berterima kasih pada tim SABDA MLC, YLSA, para moderator dan admin, dan semua rekan-rekan di kelas 3. Kiranya Tuhan selalu memampukan kita.
-
Jance Lodewik Sabloit
Mengikuti kelas BK_Ef (Pendalaman Kitab Efesus) telah menjadi pengalaman rohani yang sangat membukakan mata saya, terutama saat menggali bab terakhir mengenai perlengkapan senjata Allah. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah konsep Panoplia, di mana Tuhan mengingatkan bahwa kita membutuhkan perlengkapan senjata yang lengkap, bukan sebagian, untuk menghadapi strategi licik musuh. Saya sangat tersentuh dengan makna "Kasut Kerelaan", yang menyadarkan saya bahwa sebagai jemaat, saya tidak boleh hanya diam di zona nyaman, melainkan harus siap melangkah dan bergerak untuk membawa damai sejahtera di mana pun saya berada.
Sebagai aplikasi praktis, saya berkomitmen untuk membangun disiplin doa dan pembacaan firman setiap hari sebagai latihan rohani untuk memperkuat pertahanan iman saya, serta berusaha menjadi saksi Kristus yang nyata di lingkungan kerja melalui integritas dan kasih. Terkait proses diskusi di kelas BK_Ef, saya merasa sangat diberkati karena metodenya sangat mendalam dan interaktif. Penggalian fakta melalui istilah-istilah asli Alkitab membuat kebenaran Firman menjadi lebih "hidup" dan aplikatif bagi pergumulan sehari-hari. Tuhan Yesus berkati.
-
Julhan Hutabarat
Shalom semua. Puji Tuhan, bersyukur sudah bisa mengikuti Kelas Bedah Kitab Efesus melalui SABDA MLC dan YLSA. Sejujurnya, saya dapat berkat banyak sekali dalam kelas BK_Ef ini, semakin mengenal Allah Tritunggal, cara membedah konteks, makna, dan penerapan praktisnya dalam kehidupan sehari-hari. Baik dari penjelasan moderator juga dari penggalian dari teman-teman peserta yang saling mendukung, tetapi tetap kritis jika ada yang tidak sesuai. Yang paling berkesan buat saya adalah frasa "rahasia Kristus", rahasia yang sebelumnya tersembunyi dalam Allah, tetapi dinyatakan melalui pemberitaan rasul-rasul dan nabi-nabi (Efesus 3:3-6), yang sebelum mengikuti kelas ini, misteri buat saya. Namun, setelah saya membaca dan menggali lebih dalam bersama pemaparan dari teman-teman peserta lainnya, bukan misteri lagi buat saya, ternyata rahasia Kristus itu adalah kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus sehingga semua bangsa (bukan hanya bangsa Yahudi) dapat menjadi bagian dari umat Allah bersama orang beriman dalam Kristus Yesus dari seluruh bangsa kaum dan bahasa. Jadi, jelas, tegas, dan tidak ragu-ragu, kita juga termasuk dalam Kristus. Menjadi: satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan dalam semua (Efesus 4:4-6). Menjadi peneguhan bagi saya pribadi bagaimana identitas dan status kita sebagai gereja mempunyai kedudukan yang sama dalam Kristus Yesus. Saya ucapkan terima kasih buat tim SABDA MLC dan YLSA, kakak moderator, Kak Roma, Kak Bima, Kak Evi, Kak Yola, dan kakak yang lain, serta Ibu Yuli dan semua tim, begitu juga teman-teman peserta yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.
-
Lina Dewi
Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas BK_Ef ini. Saya diberkati dan menjadi lebih memahami arti sebuah gereja, bukan gedungnya atau perkumpulannya, tetapi gereja adalah kita, Tubuh Kristus, dan Tuhanlah Kepalanya. Saya juga belajar bahwa setiap anggota jemaat memiliki peran penting dalam membangun gereja agar semakin mengerti dan dewasa dalam Tuhan. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana gereja dipanggil untuk menjadi terang dan hidup bagi umat Tuhan agar tetap kuat menghadapi tantangan rohani melalui doa dan firman Tuhan. Terima kasih tim SABDA, Ibu Roma dan Sis Yola, yang sabar membimbing kami sehingga semua berjalan baik. Tuhan Yesus memberkati.
-
Marsella Nancy
Mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus menjadi pengalaman yang sangat memberkati bagi saya. Saya belajar bahwa gereja bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi Tubuh Kristus yang dipanggil untuk hidup dalam kasih, kesatuan, dan kedewasaan rohani. Hal yang paling berkesan adalah bagaimana Tuhan mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki peran untuk saling membangun dan bertumbuh bersama. Saya juga semakin memahami bahwa kekuatan gereja tidak hanya terlihat dari banyaknya kegiatan, tetapi dari hubungan yang sehat dengan Tuhan dan sesama jemaat.
Melalui pelajaran ini, saya rindu untuk lebih setia hidup dalam kasih, menjaga perkataan, serta lebih aktif membangun persekutuan dan mendoakan sesama anggota Tubuh Kristus. Saya juga belajar untuk tidak hanya mendengar firman, tetapi melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses diskusi selama kelas sangat baik karena memberi kesempatan untuk saling bertanya, menggali ayat, dan belajar dari pandangan satu sama lain. Diskusi yang sederhana, tetapi mendalam, membuat firman Tuhan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan nyata.
-
Mira
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur boleh belajar bersama melalui pembahasan Efesus 1-6 selama 6 (enam) hari ini. Melalui surat Paulus kepada jemaat di Efesus, saya kembali diingatkan tentang identitas saya dalam Kristus dan bagaimana hidup sebagai manusia baru yang berkenan kepada Tuhan. Efesus menegaskan bahwa kita dipilih, ditebus, dan diselamatkan semata-mata karena kasih karunia Allah, bukan karena usaha atau kebaikan kita sendiri. Dari sana, Paulus mengajarkan supaya orang percaya hidup dalam kesatuan, kasih, kerendahan hati, dan ketaatan kepada Tuhan.
Saya juga belajar bahwa hidup orang Kristen bukan hanya tentang mengetahui firman Tuhan, tetapi bagaimana kita hidup sebagai anak-anak terang, menjaga relasi dengan sesama, hidup penuh hikmat, dan tetap kuat menghadapi peperangan rohani dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah menjadi wadah untuk belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama melalui kelas Bedah Kitab Efesus ini. Terima kasih juga untuk Kak Yola yang sudah mengingatkan dan mendorong saya untuk ikut berdiskusi bersama. Terima kasih untuk Kak Roma sebagai moderator kelas 3 malam yang dengan sabar memandu dan membantu selama diskusi berlangsung. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk tidak hanya memahami firman Tuhan, tetapi juga melakukannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga hidup kita semakin memuliakan Tuhan. GBU.
-
Petrus Panaka
Kitab Efesus mengingatkan saya bahwa hidup orang percaya bukan sekadar menjalani agama, tetapi hidup dalam identitas baru dalam Kristus. Saya belajar bahwa keselamatan adalah anugerah, gereja adalah Tubuh Kristus, dan setiap orang percaya dipanggil bertumbuh menuju kedewasaan rohani. Efesus juga menguatkan saya untuk hidup dalam kasih, menjaga kesatuan, dan tetap teguh menghadapi peperangan rohani dengan perlengkapan senjata Allah, meskipun hingga saat ini peperangan masih terus berlangsung, tetapi "medan peperangan" sekarang sering terjadi dalam dunia digital. Oleh karena itu, gereja dan setiap orang percaya harus mengenakan perlengkapan itu secara sadar di dunia maya. Karena itu, gunakanlah teknologi digital sebagai sarana penginjilan, bukan sebagai "medan kegelapan" yang tidak terkontrol. Terima kasih kepada tim SABDA MLC atas segala usahanya sehingga kelas Efesus dapat berjalan lancar. Tuhan Yesus memberkati.
-
Rambu Pranidhana Nirbhaya
Terima kasih SABDA, kelas Bedah Kitab Efesus telah mengajari saya bahwa gereja bukan sekadar tempat, tetapi umat tebusan yang dipersatukan dalam Kristus sebagai satu tubuh, dengan Kristus sebagai Kepala. Saya belajar bahwa gereja dipanggil untuk hidup dalam kasih, kekudusan, dan ketaatan kepada firman Tuhan, serta setiap orang percaya diberi karunia untuk saling membangun hingga mencapai kedewasaan penuh. Di tengah dunia, gereja harus menjadi terang dan menyatakan kemuliaan Tuhan, sekaligus berperang melawan kuasa kegelapan dengan perlengkapan senjata Allah dan doa. Kelas ini semakin menumbuhkan kerinduan saya untuk bertumbuh, mempunyai kerinduan untuk melayani, dan mengasihi gereja Tuhan dengan sungguh-sungguh. Soli Deo gloria!
-
Rian
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang luar biasa untuk mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus, dari pasal 1 sampai 6, melalui program SABDA Ministry Learning Center (SABDA MLC) yang difasilitasi oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Melalui kelas ini, saya sangat diberkati karena mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang identitas orang percaya dan kehidupan gereja menurut firman Tuhan. Tidak hanya menambah wawasan Alkitab, tetapi juga menolong saya melihat bagaimana gereja dipanggil untuk hidup dalam kesatuan, kekudusan, kasih, dan peperangan rohani di tengah dunia. Dalam pembelajaran Efesus, setiap pasal memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai aspek-aspek gereja. Pada pasal 1, saya belajar bahwa gereja adalah umat pilihan Allah yang telah diberkati dalam Kristus dan dipersatukan dalam rencana keselamatan-Nya. Pasal 2 menegaskan bahwa gereja terdiri dari orang-orang yang diselamatkan karena kasih karunia, bukan karena usaha manusia, serta dipersatukan menjadi satu tubuh dalam Kristus. Pasal 3 memperlihatkan bahwa gereja dipanggil untuk menyatakan hikmat Allah kepada dunia melalui persekutuan orang percaya. Pasal 4 mengajarkan pentingnya kesatuan Tubuh Kristus, di mana setiap anggota memiliki karunia untuk membangun gereja menuju kedewasaan rohani. Pasal 5 menolong saya memahami bahwa gereja harus hidup dalam kasih, terang, dan hikmat Allah yang mencerminkan hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Kemudian pada pasal 6, saya belajar bahwa gereja juga menghadapi peperangan rohani sehingga setiap orang percaya perlu mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar tetap teguh dalam iman.
Melalui seluruh rangkaian kelas ini, saya merasakan betapa indahnya belajar firman Tuhan bersama para peserta kelas bedah kitab. Diskusi yang terjadi sangat dinamis melalui sharing pendapat, pertanyaan, dan tanggapan dari para peserta, sehingga memperkaya pemahaman saya terhadap kitab Efesus. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Lembaga SABDA melalui program SABDA MLC yang telah menjadi fasilitator, penyelenggara, dan pelaksana kelas ini. Terima kasih kepada moderator kelas BK_Ef 3, Ibu Roma, yang dengan sabar memandu jalannya pembelajaran dan diskusi. Terima kasih juga kepada admin kelas BK_Ef 3, Ibu Yola, yang telah membantu kelancaran teknis dan informasi selama kelas berlangsung. Tidak lupa juga, terima kasih kepada seluruh peserta kelas yang telah berpartisipasi aktif sehingga suasana belajar menjadi hidup, hangat, dan saling membangun. Kiranya melalui pembelajaran Bedah Kitab Efesus ini, kita semua semakin bertumbuh dalam iman, semakin mengasihi Tuhan, dan semakin rindu menjadi gereja yang hidup sesuai kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
-
Sola Gratia
Dalam penggalian Efesus, saya diingatkan untuk kuat dalam Tuhan dan dalam kuasa-Nya, bukan mengandalkan kekuatan saya sendiri supaya Kristus benar-benar menjadi pusat hidup saya, dan saya tetap berdiri teguh dalam kebenaran, keadilan, iman. Saya juga belajar bahwa perlengkapan senjata Allah bukan untuk melawan manusia, melainkan untuk menghadapi pergumulan rohani sehingga saya perlu belajar mengisi diri dengan firman, hidup dalam keselamatan yang dari Kristus, dan siap memberitakan Injil. Satu hal yang saya sadari dalam Efesus adalah bahwa gereja dipanggil untuk hidup sebagai satu tubuh yang dewasa, belajar bertumbuh dalam kasih, dan saling menopang, saling membangun dalam Kristus. Untuk sekarang, yang akan saya kerjakan belajar setia berdoa dan berjaga-jaga, terus mengisi diri dengan firman, membagikan Injil kepada orang-orang yang bisa saya jangkau. Terima kasih tim SABDA dan rekan-rekan diskusi. Tuhan memberkati setiap pelayanan yang berpusat pada-Nya.
-
Supriyono
Puji Tuhan! Atas pertolongan Tuhan Yesus Kristus, saya dapat mengikuti kursus online Bedah Kitab Efesus yang diadakan oleh tim SABDA MLC. Mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus 1–6 menjadi pengalaman yang sangat memberkati dan membuka pemahaman saya tentang identitas orang percaya dan kehidupan gereja dalam Kristus. Saya belajar bahwa gereja bukan sekadar organisasi, tetapi Tubuh Kristus yang dipanggil hidup dalam kesatuan, kasih, kekudusan dan kepenuhan Roh Kudus.
Bagian yang paling berkesan bagi saya adalah ketika membahas gereja sebagai mempelai Kristus dan pentingnya hidup dewasa rohani, bukan hanya menjadi "penonton" dalam pelayanan. Saya juga diteguhkan bahwa setiap jemaat dipanggil untuk bertumbuh dan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, sesuai karunia yang diberikan Allah. Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah lebih aktif melayani, menjaga kesatuan dengan sesama, membangun kehidupan doa, serta belajar hidup benar dan kudus dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga ingin lebih sungguh-sungguh memakai "seluruh perlengkapan senjata Allah" dalam menghadapi pergumulan hidup. Dalam proses diskusi kelas, saya merasa suasana diskusi cukup membangun karena setiap peserta dapat saling berbagi pandangan dan memperdalam pemahaman firman Tuhan.
Evaluasinya, mungkin ke depan diskusi bisa dibuat lebih interaktif lagi dengan memberi lebih banyak kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan aplikasi pribadi sehingga pembelajaran semakin hidup dan saling menguatkan. Terima kasih untuk tim SABDA MLC moderator dan admin yang sudah mendampingi kami dalam mengadakan kegiatan ini. Tuhan Yesus senantiasa memberkati. Akhirnya Soli Deo gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
-
Tanto Rachmat
Terima kasih buat kesempatan boleh bergabung di kelas Bedah Kitab Efesus. Dari pembacaan Efesus, satu hal yang saya dapat, yaitu Tubuh Kristus harus bersatu. Keluarga harus bersatu. Pekerjaan harus bersatu. Gereja Tuhan harus bersatu. Bangsa negara Indonesia harus bersatu. Mari bangun Tubuh Kristus, melekat pada Sang Kepala, yaitu Kristus supaya mengalami pertumbuhan yang penuh. Tidak boleh ada lagi "tembok pemisah" dan perpecahan. Gereja harus mengabaikan doktrin dan liturgi yang sekunder supaya bisa bersatu dengan gereja yang lain. Yang terpenting percaya pengorbanan Yesus, kematian, kebangkitan, sampai Tuhan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan takhta Bapa di surga, juga menerima Roh Kudus yang membimbing kita kepada segala kebenaran.
Dengan bersatu, gereja bisa menjadi saksi Kristus dan mengerjakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Bila Tubuh Kristus bersatu dan dewasa maka Tuhan Yesus akan segera menjemput mempelai-Nya, tubuh-Nya sendiri. Dan, kedatangan Tuhan Yesus akan dipercepat. Datanglah segera Tuhan Yesus. Amin.
-
Tini Setiawan
Saya sangat bersyukur mengikuti kelas BK_Ef yang sangat memberkati saya. Pengalaman pertama saya ini adalah pertama kalinya saya menyimak ayat demi ayat dalam Efesus pasal 1-6 dan ternyata saya baru menyadari, mendapatkan begitu lengkap dan detail tentang "aspek gereja". Sehingga saya semakin kagum kepada Tuhan yang mewahyukan kepada Paulus tentang gereja yang benar dan berkenan bagi Tuhan seperti apa. Ini benar-benar luar biasa. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada moderator, admin, dan teman-teman diskusi dalam kelompok BK_Ef 3 yang begitu kooperatif, responsif, kritis, sehingga memicu saya untuk menggali lebih dalam lagi. Sehingga menambah pengetahuan dan wawasan saya tentang kebenaran firman Tuhan. Terima kasih juga untuk tim MLC SABDA. Tuhan Yesus memberkati.
-
Uniati
Puji Tuhan! Allah yang baik, menolong saya menyelesaikan Bedah Kitab Efesus. Awalnya, saya merasa berat ikut kelas Bedah Kitab ini karena harus membagi waktu antara kesibukan pekerjaan, pelayanan dengan membaca, menyelidiki kitab ini, meski hanya 6 pasal, tetapi sarat dengan pengertian gereja dan nasehat untuk hidup bergereja. Meskipun selama ini saya sudah memahami tentang gereja, tetapi saya makin diberi pengertian yang dalam tentang gereja, tentang "In Christ", dalam Kristus, tentang kesatuan gereja, perlengkapan senjata Allah. "Dalam Dia" gereja tumbuh, juga saya turut dalamnya, rapi tersusun menjadi Bait Kudus, tempat kediaman Allah "dalam Tuhan", "dalam Roh". Sangat indah, sangat dalam. Yesus adalah Pusatnya, Kepalanya, saya bagian tubuhnya, dibentuk, dan diasah dengan yang lain dalam gereja menjadi tempat kediaman-Nya. Terima kasih untuk seluruh tim SABDA, Kak Roma, dan Kak Yola, yang dengan setia mengingatkan. Terima kasih juga untuk semua teman diskusi yang juga memberkati saya. Kiranya Tuhan sumber segala berkat memberkati kita semua.
-
Victoria
Shalom. Puji Tuhan. Saya boleh terlibat kembali mengikuti program dari SABDA MLC yang membahas Bedah Kitab Efesus. Selama 6 hari, kami diajar untuk mencoba menggali isi dari Efesus ini, banyak sekali pelajaran yang saya dapati saat berdiskusi di kelas, semua saling melengkapi. Ada beberapa waktu saya menemui kendala atas pertanyaan saat diskusi, tetapi teman lainnya membantu menanggapi, dan itu menolong sehingga ada hal-hal yang tidak saya ketahui, saya temui di kelas. Semua ini karena kasih karunia-Nya.
Gereja/kita harus hidup dalam kesatuan, persatuan. Gereja harus bertumbuh dewasa rohani. Karena gereja adalah Tubuh Kristus, yang dipimpin, dipelihara dan diperhatikan oleh Kristus itu sendiri. Pada zaman sekarang ini pun, banyak sekali pengajaran-pengajaran sesat. Oleh sebab itu, kita harus mempersenjatai hidup kita dengan merenungkan firman Tuhan agar dapat menghadapi tipu daya si Iblis. Gereja yang sebagai keluarga Allah, harus dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan, baik seperti memperhatikan/membantu jemaat lainnya, dan masih banyak lagi.
Setelah mengikuti kelas ini, banyak hal yang harus saya perbaiki dan lakukan untuk gereja di mana tempat saya tertanam. Akhir kata, saya ucapkan banyak terima kasih untuk tim SABDA yang sudah mempersiapkan kelas BK_Ef ini dari awal sampai akhir. Maka, kami yang telah mengikuti Bedah Kitab Efesus ini, dapat mengaplikasikan di gereja tempat kita tertanam, dan kehidupan sehari-hari. Biarlah kita semua menjadi gereja-gereja yang bertumbuh dan dewasa secara rohani. Tuhan Yesus menolong dan memampukan kita semua. Amin.