- Denny Richard Donald Tombeng
saya merasa Bedah Kitab Efesus sungguh sangat memberkati saya, di mana kita kembali diperlengkapi sebagai gereja Tuhan, orang-orang pilihan-Nya, di mana gereja Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan meskipun berbeda denominasi. Justru dengan perbedaan ini membuat gereja Tuhan semakin diperkaya dengan berbagai karunia dan talenta, dan itu yang membuat gereja kuat, rubuhkan tembok-tembok keakuan, keangkuhan dari gereja, merasa gereja saya yang paling bagus, gereja saya yang paling besar, keegoisan akan menciptakan kehancuran. Untuk itu, yuk bersatu, gereja Tuhan.
- Dewi Sitorus
Shalom semuanya. Saya sangat diberkati melalui kelas Bedah Kitab Efesus. Dari pembelajaran ini, saya belajar bahwa sebagai orang percaya, Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk percaya kepada-Nya, tetapi juga hidup dalam kasih, kesatuan, dan kedewasaan rohani. Melalui jemaat Efesus, saya juga belajar pentingnya memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan tetap teguh dalam iman di tengah tantangan zaman sekarang. Selain itu, saya diingatkan bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat untuk bertumbuh, saling membangun, dan melayani bersama.
- Djoko Susanto
Kami bersyukur bisa bergabung dalam kelas Bedah Kitab Efesus yang telah memberikan kepada kami suatu pengalaman baru dalam cara "membedah" firman Tuhan dengan diperlengkapi alat-alat studi Alkitab digital. Selain itu, kami juga diberkati melalui pengetahuan, pengalaman, keprihatian dan kerinduan yang di-sharing-kan kawan-kawan dalam satu kelompok. Hal ini menambahkan cakrawala kami menjadi semakin luas dan beragam. Meski menyita cukup banyak waktu, baik untuk menyiapkan penggalian dan berdiskusi, tetapi segalanya itu boleh berlangsung dengan baik dan lancar karena kami percaya bahwa Roh Kudus-lah yang menuntun kami menggunakan waktu dengan bijaksana untuk menyelesaikan beragam pekerjaan lainnya.
Terima kasih buat SABDA MLC yang telah berjerih lelah merancangkan, menyiapkan, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi pencapaian semua peserta dan juga apresiasi kepada Kawan-kawan kelompok BK_Ef1 yang sudah saling berbagi tuntunan Bapa Surgawi lewat penggalian dan diskusi. Akhir kata, kiranya kami diperkenankan dan berkesempatan untuk mengikuti modul pelatihan berikutnya, yang tentu saja akan memperlengkapi pelayanan kami. Shalom. Tuhan Yesus Memberkati.
- Dwi Kanti Prasetianingsih
Puji syukur bagi Tuhan yang penuh kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga saya diizinkan untuk boleh mengikuti sampai selesai, kelas diskusi Bedah Kitab Efesus ini. Bagi saya, setiap pasal menarik untuk dipahami. Banyak hal baru yang membuka wawasan dan pikiran saya. Saya semakin memahami banyak hal yang menolong saya untuk dapat bertumbuh dalam iman kepada Kristus. Sebelumnya, gereja yang saya pahami adalah tempat beribadah, tetapi ternyata bukan seperti itu. Gereja adalah setiap orang yang percaya dipanggil untuk menjadi dutanya Tuhan, menghadirkan kasih Tuhan dalam dunia. Saya sangat tertarik pada gereja sebagai keluarga. Keluarga menjadi tempat di mana generasi penerus mendengar, belajar firman Tuhan dengan kasih bukan intimidasi. Melalui keluarga anak-anak memperoleh warisan iman. Iman yang kuat menjadi fondasi bagi bangunan yang kokoh.
Terima kasih SABDA MLC yang telah tekun dan rela menjadi kepanjangan Tangan Tuhan, memberkati setiap umat yang rindu bertumbuh dalam kebenaran. Saya bersyukur pengetahuan yang saya peroleh memotivasi semakin kuat dalam setiap aspek kehidupan dan meneguhkan iman saya. Terima kasih juga buat Kak Yola dan Kak Bima yang telah mendampingi kami di kelas. Terima kasih buat teman-teman kelas BK_Ef 1 yang telah membimbing dengan penuh kesabaran. Terima kasih juga buat teman yang lain yang telah rela memberikan waktunya di tengah kesibukannya dalam membimbing. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.
- Eddy Soewito
Puji Tuhan, melalui penggalian Efesus, saya diingatkan kembali bahwa identitas saya sebagai orang percaya bukan dibangun dari pencapaian pelayanan, atau pengakuan dunia, tetapi dari kasih karunia Allah dalam Kristus. Selama mengikuti kelas ini, Tuhan mengingatkan saya kembali motivasi dalam pelayanan. Kadang tanpa sadar, saya melayani sambil mencari validasi, penghargaan, atau merasa harus membuktikan diri. Namun, Efesus mengingatkan bahwa saya sebenarnya sudah dipilih, dikasihi, ditebus, dan dimeteraikan Roh Kudus. Karena itu, pelayanan seharusnya menjadi respons syukur kepada Tuhan, bukan sarana mencari nilai diri.
Saya juga belajar bahwa gereja bukan sekadar organisasi atau kumpulan aktivitas rohani, tetapi tubuh Kristus yang dipanggil hidup dalam kesatuan, kasih, kekudusan, dan menjadi terang di tengah dunia. Terima kasih untuk semua sharing, pertanyaan, dan refleksi dari teman-teman semua selama kelas berlangsung. Kiranya firman Tuhan yang sudah dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi terus membentuk hidup kita setiap hari agar semakin serupa dengan Kristus. Terima kasih banyak untuk kesempatan belajar dan memahami Efesus yang diselenggarakan SABDA MLC, khususnya Sdr. Bima dan Sdri. Yola sudah memimpin diskusi dengan baik dan sabar. Soli Deo gloria.
- Eddy Tan
Bersyukur sekali bisa melihat lebih dalam surat Efesus di kelas diskusi Bedah Kitab Efesus: Aspek-aspek gereja ini. Saya mendapat banyak masukan dan wawasan dari apa yang kawan-kawan di grup ini bagikan. Apa yang sebelumnya tidak saya lihat, kini jadi melihatnya. Bagian-bagian yang semula cenderung saya lewati saat membaca dan merenungkan surat Efesus, kini menjadi bagian yang bermakna. Kiranya Tuhan Yesus terus memberkati dan memimpin tim SABDA.
- Hana
Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah mengenai akses pribadi kepada Allah dalam Efesus 3:12, yang menyadarkan saya bahwa dalam Kristus, saya memiliki keberanian dan jalan masuk yang terbuka lebar untuk datang kepada Bapa kapan saja tanpa rasa takut atau sungkan. Secara praktis, saya berkomitmen untuk memperbaiki kehidupan doa saya dengan lebih berani mengungkapkan isi hati secara jujur kepada Tuhan, baik dalam suka maupun duka. Jalannya diskusi cukup baik dan lancar. Terima kasih kepada semua teman-teman di grup 1, dan juga terima kasih kepada tim SABDA, khususnya moderator dan admin sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik. Tuhan Yesus memberkati.
- Josephine A.B. Christinawati
Saya merasa bersyukur bisa ikut kelas Bedah Kitab Efesus ini. Membuat saya lebih mengerti lagi apa dan fungsi gereja, di mana saya sebagai anggota tubuh Kristus dipersatukan oleh kasih Kristus, saya juga harus menjaga kesatuan ini dengan kasih yang telah diberikan oleh Kristus kepada saya. Saya akan terus bertumbuh dalam iman, menuju kesempurnaan sampai karakter Kristus ada dalam hidup saya. Saya akan memakai seluruh perlengkapan senjata Allah agar saya tetap bertahan dalam iman, tidak mudah diombang-ambingkan ajaran sesat yang menyimpang, dan saya dapat menjadi berkat, garam, dan terang bagi orang-orang di sekitar saya dengan kekuatan, hikmat, dan kasih yang telah Tuhan berikan kepada saya. Terima kasih kepada tim SABDA yang telah menyelenggarakan program ini, sangat memberkati saya.
- Marlyna
Bersyukur boleh dilibatkan lagi dalam diskusi penggalian Efesus. Melalui seluruh penggalian Efesus, Tuhan memperbarui cara pandang saya dalam pelayanan. Di sini, saya belajar bahwa pemulihan jemaat adalah tugas kita bersama, bukan cuma pendeta. Meski pelayanan penuh gesekan, tugas kita bukan mundur, tetapi bertahan membawa kedamaian. Dan juga, gereja adalah pasukan yang harus berdiri rapat, bukan berjuang sendirian ala Rambo. Kita baru bisa menang melawan kuasa gelap dan ego diri kalau kita sepakat saling menjaga, stop gosip, dan saling mendoakan. Di akhir kegiatan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman di grup. Terima kasih untuk diskusi yang hangat dan saling membangun. Sharing teman-teman sangat memperkaya iman saya. Dan, terima kasih juga kepada tim SABDA yang sudah banyak memfasilitasi kegiatan penggalian Alkitab ini dengan sangat baik. Semoga kesuksesan selalu menyertai pelayanan tim SABDA dan kita semua. Mari terus berdiri teguh menjadi pembawa kehangatan Kristus di gereja masing-masing. Tuhan Yesus memberkati!
- Melce Y.L.
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus, yang telah memberkati kita dengan segala berkat rohani melalui diskusi Bedah kitab Efesus selama 6 hari yang penuh makna. Terima kasih buat Tim MLC SABDA dan YLSA yang membuat Kelas ini.
Adapun berkat rohani yang saya dapatkan dalam setiap pasal dari Efesus a.l.:
- Hari 1 - Efesus 1: Ahli Waris Kekayaan Rohani, di mana gereja adalah komunitas yang dipilih dan diberkati dengan segala berkat rohani di tempat surgawi, yang mana setiap jemaat dimeteraikan oleh Roh Kudus sebagai jaminan warisan kekal dalam Kristus.
- Hari 2 - Efesus 2: Bait Allah yang Hidup dan Kediaman-Nya. Kristus telah menghancurkan tembok pemisahan etnis dan status, mempersatukan kita semua menjadi kawan sewarga dan anggota keluarga Allah yang dibangun menjadi tempat kediaman Allah yang kudus dalam Roh.
- Hari 3 - Efesus 3: Gereja sebagai Papan Pengumuman Hikmat Allah. Gereja berfungsi sebagai agen atau "papan pengumuman" resmi yang mempertontonkan pelbagai ragam (multi-warna), hikmat Allah yang luar biasa kepada para penguasa dan pemerintah di alam surgawi.
- Hari 4 - Efesus 4: Transplantasi Diri Menjadi Manusia Baru. Jemaat dipanggil untuk mengalami transformasi total melalui "transplantasi diri", yaitu dengan menanggalkan tabiat manusia lama yang rusak dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran.
- Hari 5 - Efesus 5: Identitas Sejati sebagai Anak-anak Terang. Sebagai anak-anak yang dikasihi, gereja harus menjadi penurut Allah dengan meniru kasih Kristus yang berkorban, hidup bijaksana dalam menebus waktu, dan menjaga kekudusan di tengah kegelapan dunia.
- Hari 6 - Efesus 6: Institusi Pemuridan Keluarga dan Prajurit Allah. Pemuridan sejati dimulai dari rumah tangga sebagai unit dasar, di mana setiap anggota keluarga dipanggil untuk berdiri teguh mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dalam menghadapi peperangan rohani pada era ini.
Adapun jalannya diskusi dalam Kelompok BK_Ef 1 ini bagus dan cukup seru, semua aktif berdiskusi. Namun, selalu ada yang harus di-remove dari WAG karena tidak dapat menyelesaikan tugasnya. Memang untuk mengikuti setiap diskusi kelas MLC, peserta harus butuh komitmen tinggi dan sungguh persiapan waktu dan hati, maka berkat rohani yang diperoleh pasti memuaskan dan indah pada akhirnya. Kerja keras admin Sdri. Yola dan Mas Bro Bima, sangat baik. Salut buat Tim BK-Ef 1 ini. Tuhan Yesus senantiasa pakai terus dengan dahsyat.
Akhir sharing berkat saya ini, saya tutup dengan suatu quotes tentang gereja: "Gereja adalah komunitas ahli waris surgawi yang dipersatukan menjadi bait Allah yang hidup, tempat kita menanggalkan manusia lama demi mempertontonkan hikmat Allah kepada semesta, sambil berjalan dalam terang ketaatan dan berdiri teguh sebagai prajurit iman yang memuridkan generasi mulai dari dalam rumah tangga." Tetap semangat mewarnai dunia dengan kebenaran melalui IT4God dan AI4God. Soli Deo gloria.
- Netel Kristanuel
Saya bisa mengucap syukur karena diciptakan bukan dengan yang fana, tetapi Allah sebelum dunia dibentuk sudah memilih menjadi anak/sahabat/kolega kesayangan-Nya dan menganugerahkan Roh Kudus sebagai meterai yang memperoleh jaminan keselamatan ketika saya membangun hubungan pribadi dengan-Nya. Terima kasih SABDA MLC yang masih memberikan kesempatan untuk belajar dan dididik bersama sehingga saling menguatkan. Semoga menjadi soko guru yang piawai dan banyak orang menjadi handal dalam iman dan kesaksian.
- Rafly
Puji Tuhan, atas segala rahmat dan penyertaan-Nya, saya bisa selesai dalam mengikuti Bedah Kitab Efesus. Pelajaran bedah kitab kali ini cukup intensif dan seperti biasa, mengulas tentang peran gereja dalam kehidupan bersama. Gereja adalah Tubuh Kristus, oleh karena itu, kita harus selalu bersatu jangan mau dipecah-pecahkan oleh si Iblis. Dalam seluruh surat-surat Rasul Paulus, di surat ini, Paulus menulis tentang peperangan rohani dan perlengkapan senjata rohani yang sudah melekat dalam diri orang percaya. Dengan senjata inilah, kita bisa gunakan untuk melawan kekuatan jahat yang selalu mengintai kita, baik itu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Ada 4 level pasukan kerajaan iblis, pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap dan roh-roh jahat di udara yang senantiasa mencari mangsa untuk ditelan. Allah pun memberikan senjata rohani ke dalam diri setiap orang percaya agar dapat melawan si iblis itu, baik untuk bertahan maupun untuk menyerang. Kita harus dapat mempergunakan senjata itu agar dapat menang melawan si jahat. Untuk itu, mari kita perbanyak baca firman Tuhan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih untuk tim SABDA MLC yang sudah mengadakan kegiatan ini. Tuhan akan membalas setiap apa yang kalian lakukan. Amin.
- Soli Deo Gloria
Saya baru pertama kali mengikuti kelas seperti ini, dan menurut saya, kelas ini sangat bermanfaat. Dalam Efesus, saya menemukan pengertian yang melimpah tentang gereja. Gereja bukan hanya tentang sebuah tempat, tetapi tentang umat tebusan Tuhan yang dipersatukan dalam Kristus sebagai satu tubuh, dengan Kristus sebagai Kepala Gereja (Efesus 1:22-23). Melalui Efesus, saya belajar bahwa gereja dipanggil untuk hidup dalam kasih, kesatuan, kekudusan, dan ketaatan kepada firman Tuhan. Setiap orang percaya diberikan karunia untuk saling melayani dan membangun Tubuh Kristus supaya semakin dewasa dalam iman (Efesus 4:11-16). Gereja juga dipanggil menjadi terang di tengah dunia dan menyatakan kemuliaan Tuhan melalui kehidupan jemaat-Nya. Kelas ini membuat saya semakin mengerti betapa indah dan berharganya gereja di mata Tuhan. Saya pun semakin rindu untuk bertumbuh, melayani, dan mengasihi gereja Tuhan dengan sungguh-sungguh.
- Suratman Aripin
Saya bersyukur dapat mengikuti bedah kitab Efesus yang secara khusus memfokuskan tentang gereja. Saya merasa hal ini sangat terkait dengan kehidupan gereja masa kini, secara khusus bagaimana pemahaman yang benar tentang kebenaran yang diajarkan mempunyai dampak yang nyata dalam kehidupan praktis sehari-hari, mulai dari keluarga sampai ke dunia kerja. Hal ini menjadi kerinduan dan tantangan, bagaimana firman Tuhan yang diajarkan juga sungguh dipraktikkan dan tentunya akan memberikan dampak yang sangat besar untuk kesaksian dan pengembangan gereja. Saya menyadari tidak mudah dan banyak tantangan dalam mempraktikkan firman Tuhan. Persekutuan anggota Tubuh Kristus yang terbuka dan saling berbagi serta saling menolong sangat dibutuhkan untuk bersama-sama maju (bukan hanya untuk kepentingan pribadi saja tetapi juga komunitas).
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tim SABDA yang memfasilitasi untuk Bedah Kitab Efesus, dan juga rekan-rekan dalam grup yang memberikan banyak sisi-sisi lain yang tidak saya lihat. Kiranya program belajar bersama ini terus dipertahankan karena besar manfaatnya.
- Suyati
Shalom. Puji Tuhan, dan sangat bersyukur bisa mengikuti Bedah Kitab Efesus. Ini adalah pengalaman pertama saya membedah Efesus dan sangat kagum dengan aspek-aspek gereja yang begitu banyak ditemukan dalam Efesus ini. Pelajaran berkesan yang saya dapatkan setelah mempelajari Efesus pasal 1–6, saya semakin mengerti bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi Tubuh Kristus dan keluarga Allah. Saya belajar untuk hidup dalam kasih, menjaga kesatuan, bertumbuh dewasa rohani, serta tetap kuat menghadapi peperangan rohani bersama Tuhan Yesus Kristus.
Aplikasi praktis: saya rindu dipakai Tuhan untuk membangun Tubuh Kristus melalui kehidupan dan pelayanan saya dengan menunjukkan kasih, kejujuran, dan karakter Kristus, di rumah, pekerjaan, pelayanan, dan lingkungan sosial. Evaluasi proses diskusi: diskusi berjalan dengan baik. Terima kasih untuk beberapa rekan yang sangat aktif sehingga membuat diskusi begitu hidup dan juga penggalian yang diberikan sangat kaya dengan sudut pandang yang saling melengkapi.
Terima kasih untuk admin, Kak Yola, dan moderator, Kak Bima, yang dengan setia mengingatkan dan mengarahkan jalannya diskusi. Terima kasih tim SABDA MLC untuk pelayanannya memfasilitasi kami yang terus rindu diperlengkapi dengan pengetahuan tentang firman Tuhan. Tuhan Yesus terus memberkati pelayanannya ke depan. Salam IT 4 God dan AI 4 God.
- Timothy Wenas
Saya bersyukur atas berjalannya rangkaian diskusi serta program acara yang telah berlangsung sampai saat ini. Saat mendapatkan pemaparan mengenai Efesus, saya belajar dan mendapatkan bimbingan dalam memulai untuk mendalami Efesus. Terima kasih atas pemaparan dan penjelasan yang baik oleh narasumber dan moderator yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Bersyukur atas rangkaian diskusi yang dilaksanakan dan semuanya dapat berjalan dengan lancar dan baik. Terima kasih kepada moderator dan admin yang telah menjaga jalannya diskusi serta membuat diskusi menjadi lebih aktif. Terima kasih juga kepada seluruh peserta kelas diskusi yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pendalaman dan memberikan respons. Saya ucapkan terima kasih dan syukur terutama kepada Tuhan Allah Tritunggal yang telah memberkati dan mengaruniakan waktu dan kesempatan untuk kita bisa aktif selalu. Kiranya kasih karunia-Nya menyertai kita selalu dan seterusnya.
- Wennar
Penggalian selama enam hari dengan sudut pandang gereja menarik dan memberikan wawasan baru dalam membaca surat Efesus. Masih bergumul dengan keterbatasan waktu diskusi, pada akhirnya bisa menyelesaikan sampai akhir. Terima kasih tim SABDA MLC yang selalu berinovasi dengan pembacaan dan penggalian kitab/surat dari sudut pandang berbeda. Tuhan memberkati dalam pelayanannya.
- Winarningsih
Sungguh bersyukur saya bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Efesus. Ada banyak berkat yang saya terima dari setiap pasal yang digali, semua menarik dan memberikan pemahaman baru dari setiap pasal yang digali. Saya mendapati bahwa semua berawal karena kasih karunia. Gereja adalah kita, jemaat yang hidup, bukan sekedar bangunan kokoh dengan banyak program dan aktivitas. Gereja yang beragam dengan berbagai latar belakang, suku, budaya disatukan dalam Kristus sebagai Kepala Gereja. Saya belajar bagaimana gereja harus hidup kudus, menjadi manusia baru yang diubahkan, yang memancarkan terang Kristus. Gereja harus mengasihi anggota sesama Tubuh Kristus dengan berbagai karakter yang terkadang bermasalah, bukan untuk menghakimi justru merangkul, membebat, memulihkan, gereja harus menjadi wujud kasih Allah yang bisa dirasakan, disaksikan. Gereja sebagai keluarga Allah dimulai dari keluarga yang hidup dalam Tuhan. Rumah menjadi tempat bertumbuh, belajar kasih, mengenal Tuhan, sarana pemuridan pertama yang akan mewarisi iman dari generasi ke generasi berikutnya. Orang tua bertanggung jawab memperkenalkan sentuhan kasih Bapa, dengan demikian gereja menjadi rumah yang indah bagi semua.
Setelah mengikuti kelas ini rasanya saya diingatkan kembali untuk lebih memperhatikan keluarga, di gereja mulai bersapa dengan orang yang tidak satu circle dan pemuridan anak. Saya sangat bersyukur dengan teman-teman di kelas BK_Ef 1 yang luar biasa dalam berdiskusi, sangat dalam dan saling mempertajam dan memberikan pemahaman baru. Juga saling support, memberikan nasihat dan berbagi pengalaman menghadapi realita dalam kehidupan bergereja. Terima kasih untuk Kak Bima dan Kak Yola yang nggak bosan-bosan mengingatkan. Terima kasih untuk tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati.
- Yulianti
Puji syukur oleh karena penyertaan Tuhan boleh mengikuti Bedah Kitab Efesus sampai selesai, meskipun banyak pelayanan yang bersamaan dengan jam diskusi tetapi bisa mengikuti sampai selesai. Puji Tuhan banyak sekali yang didapat dari mengikuti BK_Ef ini, mahakarya Allah yang dirancang untuk memancarkan kemuliaan-Nya. Saya sangat diberkati dan menjadi lebih semangat untuk bisa memuridkan orang lain agar Kristus dimuliakan selamanya. Terima kasih tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati kalian selalu. Amin.
- Lidia Artati
Bersyukur kepada Tuhan Yesus kalau saya bisa ikut Bedah Kitab Efesus. Terima kasih untuk tim SABDA yang dengan sabar membimbing dan mengarahkan kami. Saya merasa sudah tahu gambaran Efesus 1-6, tetapi setelah belajar dalam kelas Bedah Kitab, ternyata kaya sekali berkat-berkat rohani di dalamnya. Dan, saya sadar bahwa sekarang banyak kehilangan untuk menggunakan perlengkapan senjata Allah, generasi muda kurang berminat untuk penginjilan, dl.. Dengan belajar ini, saya rindu membangkitkan semangat kepada generasi muda untuk giat lagi menjalankan firman Tuhan.