SYK-Referensi 04c

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading

Pelajaran 04 | Pertanyaan 04 | Referensi 04a | Referensi 04b

Nama Kursus : SIAPAKAH YESUS KRISTUS?
Nama Pelajaran : Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan
Kode Referensi : SYK-R04c

Referensi SYK-04c diambil dari:

Judul Buku : Yesus Kristus Allah, Manusia Sejati
Pengarang : Chris Maruntika, Th.D.
Penerbit : PASTI dan YAKIN, Surabaya, 1983
Halaman : 11 - 15

REFERENSI PELAJARAN 04c - YESUS ADALAH JURUSELAMAT DAN TUHAN

YESUS ITU TUHAN

Sejarah membuktikan bahwa banyak orang Kristen yang mula-mula mati syahid karena teguh berpegang pada keyakinan mereka bahwa Yesus itu Tuhan. Mereka memilih terpaku di salib ataupun terbakar di tiang gantungan, sebagai obor di taman kaisar Romawi, daripada menyangkal Yesus, yang mereka lihat dengan mata jasmani dan mata rohani, adalah Tuhan. Bahkan bagi mereka, ciri utama seorang beriman ialah apabila orang itu mengaku bahwa Yesus itu Tuhan (Roma 10:9), karena ini berarti bahwa Roh Kudus telah berdiam dan mematrikan keyakinan itu di hatinya (1 Korintus 8:5-6). Azas ini juga menjadi tema utama ajaran dan pemberitaan mereka.

Hal ini terlihat jelas dalam pemberitaan Yohanes dan Paulus. Tentang hal ini Prof. L. Berkhof berkata,

Berdasarkan hasil penelitian sangatlah mustahil menyangkal bahwa Yohanes dan Paulus mengajar tentang ke-Tuhanan Kristus. Di dalam Injil Yohanes pandangan tentang kemuliaan Kristus terlihat dalam nats-nats berikut: Yohanes 1:1-3,14,18; 2:24,25; 3:16-18,35,36; 4:14-15; 5:18, 20-22,25-27; 11:41-44; 20:28; 1 Yohanes 1:3: 2:23; 4:14-15; 5:5,10- 13, 20. Pikiran-pikiran yang surra terdapat dalam surat-surat Paulus dan surat Ibrani, yaitu Roma 1:7; 9:5; 1 Korintus 1:1-3; 2:8; 11 Korintus 5:10; Galatia 2:20; 4:4; Filipi 2:6; Kolose 2:9;1 Timotius 3:16; Ibrani 1:1-3,5,8; dan sebagainya.

Arti Istilah Tuhan

Istilah Tuhan berasal dari kata bahasa Yunani, "Kyrios." Dalam pemakaian sehari-hari pada masa Yesus hidup di dunia ini, istilah ini bisa berarti "bapak yang kekasih," "guru yang tercinta," "majikan yang terhormat," "raja yang berkuasa," dan "Tuhan yang di sembah." Kenyataannya ialah bahwa ada terkandung di dalam istilah "Kyrios," anti umum dan arti khusus. Arti umum yang bisa digunakan bagi manusia dan Tuhan, mengandung makna kasih dan penghargaan. Arti khusus yang hanya digunakan bagi Tuhan, mengandung mhkna penyembahan.

Di dalam Perjanjian Lama kata Tuhan dipakai bagi Allah dengan pengertian penguasa Yang Maha Tinggi. William Childs Robinson menandaskan hal itu dengan menyatakan,

Sebagaimana diterapkan kepada Allah dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengandung pengertian penggunaan secara aktif kuasa-Nya atas dunia dan dan manusia, sebagai Pencipta dan Penguasa, Pemberi hidup dan mati. Jadi Tuhan adalah suatu istilah yang menyatakan bukannya sifat metaphisik dari keilahian melainkan kuasa tertinggi dari Yang Maha Tipggi."

Istilah "Kyrios," yang artinya Tuhan digunakan di dalam Septuaginta (Firman Allah Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) untuk menggantikan kata Yahweh yaitu Allah. Ini berarti bahwa di masa sebelum Perjanjian Baru dunia mengenal Allah dengan panggilan Tuhan. Suatu persiapan yang diadakan Allah sendiri untuk memperkenalkan diri-Nya yang kelak menjelma dalam ujud berlembaga, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Allah dipanggil Tuhan (Kyrios) tidak kurang dari 150 kali dalam Perjanjian Baru. Di kala Yesus lahir dikatakan bahwa kemuliaan Tuhan bersinar meliputi gembala-gembala (Lukas 2:9). Waktu Ia mengajar Ia membaca dari buku Yesaya yang mengatakan bahwa "Roh Tuhan ada pada-Ku." Yang dimaksud dengan Tuhan dalam kedua ayat di atas ialah Allah Bapa. Istilah yang sama digunakan juga bagi Yesus Kristus. Bagi orang Kristen yang mula-mula Yesus adalah Tuhan yang juga Allah adanya.

Arti Yesus itu Tuhan

Istilah Tuhan (Kyrios) yang dikenakan kepada Yesus Kristus ternyata melibatkan arti umum dan arti khusus. Ia dikasihi, dihormati, maupun disembah sebagai Guru dan Tuhan oleh murid-murid-Nya. Panggilan Tuhan yang digunakan oleh wanita Samaria di dalam Yohanes 4:19, sesudah terjadi dialog dengan Kristus, menunjukkan penghargaan wanita itu setelah menyadari, bahwa Yesus mengetahui rahasia hidupnya. Di pihak lain, Petrus yang sesudah bergaul lama dengan Yesus Kristus dan menyaksikan mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya mengakui dengan rasa penyembahan yang dalam, bahwa ialah Tuhan Yang Kudus tempat bergantung satu-satunya dan yang menaruh perkataan hidup yang kekal (Yohanes 6:68-69). Kedua pemakaian, umum dan khusus, umumnya muncul sebelum kebangkitan Yesus Kristus. Sesudah kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, pada umumnya Ia dipanggil Tuhan hanya dalam pengertian khusus, yaitu sebagai Allah yang disembah.

Apabila nats-nats Firman Allah diteliti secara seksama, maka dapatlah ditarik kesimpulan hahwa pemakaian istilah Tuhan bagi Yesus Kristus mengandung enam pengertian. Pengertian pertama berhubungan dengan kemesiasan-Nya. Ia disebut Tuhan yang berarti mesias yang dijanjikan. Hal ini dikumandangkan oleh malaikat-malaikat di kala Ia baru menjelma ke dalam dunia. Mereka berkata, "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas 2:11). Ungkapan bahasa Yunani dalam ayat ini ialah "ho estin Kristos Kyrios." "Kristos" dan "Kyrios" berada dalam bentuk nominatif yang berarti keduanya sama dan setara. Jadi tidak mungkin diterjemahkan, "Kristus yang berasal dari Tuhan" ataupun "Kristus milik Tuhan," karena "Kyrios" tidak dalam bentuk genetiva (kepunyaan atau asul) Pengertian yang tepat ialah bahwa "Kristus yang adalah Tuhan" atau "Kristus Tuhan itu." Ayat ini dan ayat-ayat lainnya (seperti Kisah Para Rasul 2:36) menegaskan bahwa Tuhan yang nama kemanusiaan-Nya Yesus adalah mesias yang dijanjikan itu sendiri.

Pengertian kedua berhubungan dengan jabatan-Nya sebagai Juruselamat penghapus dosa. Alkitab Perjanjian Baru menandaskan kepada orang-orang yang percaya kepada Kristus, bahwa mereka, "akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (2 Petrus 1:11). Orang-orang beriman jugag didorong agar "bertambah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (2 Petrus 3:18). Pemakaian Tuhan bagi Yesus Kristus di sini dikaitkan dengan jabatan-Nya sebagai Penyelamat manusia dari dosa dan hukuman karena dosa. (Sebagai bahan perbandingan tentang perbuatan Yesus Kristus mengampuni dosa dapat dilihat dalam Matius 9:l-8; Markus 2:1-12; Lukas 5:17-26.)

Pengertian ketiga berhubungan dengan kesatuan-Nya dengan Allah Perjanjian Lama. Alkitab berulang-kali menekankan bahwa Allah adalah Penyelamat manusia. Di dalam Perjanjian Lama misalnya dinyatakan bahwa Allah Israel adalah Juruselamat (Yesaya 45:15,21; Ulangan 32:15; 1 Samuel 10:19, dan lain-lain). Bahkan di dalam Perjanjian Baru tak kurang dari delapan kali Allah dipanggil sebagai Juruselamat (Lukas 1:47; 1 Timotius 1:1; 2:3; 4:10; Titus 1:3; 2:3; 2:10. Yehuda 25.) Ternyata Alkitab menyatakan secara jelas, bahwa Tuhan Allah yang adalah Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Ternyata Firman Allah menunjukkan secara pasti bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, adalah Allah, dan juga Juruselamat manusia.

Pengertian keempat yang terkandung dalam nama Tuhan bagi Yesus Kristus ialah berkenaan dengan kuasa-Nya. Ia penguasa waktu dan tidak dibatasi oleh waktu (Yohanes 1:1; Yesaya 9:5), termasuk juga hari Sabat (Markus 2.20). Ia penguasa yang memerintah segala yang hidup di dunia yang diciptakan-Nya itu. Pernyataan di bawah ini mempertegas kebenaran tersebut.

Matius 9:6 = "berkuasa mengampuni dosa. " Suatu demonstrasi kuasa Tuhan yang meliputi sekaligus penyembuhan dari kelumpuhan rohani (dosa) di samping penyembuhan dari kelumpuhan jasmani (ayat 7,8). Kedua perkara ini yang diselesaikan dengan beberapa patah kata saja merupakan demonstrasi kuasa-Nya. Ia memang melakukan perbuatan yang hanya Allah bisa melakukannya. Ia berkuasa atas dosa dan penyakit. Ia bahkan berkuasa atas maut. Maut memang tunduk pada perintah-Nya (Lukas 7:14-15; 8:54-55; Yohanes 5:25). Ia juga berkuasa atas iblis-iblis yang ternyata tunduk pada perintah-perintah-Nya (Matius 8:16; Lukas 4:35-36,41). Ia berkuasa atas alam semesta (Matius 8:26-27). Bahkan Ia lebih berkuasa dari segala penguasa yang mana pun (Efesus 1:20-23)6

Pengertian kelima dari nama Tuhan bagi Yesus Kristus ialah pribadi yang disembah. Hal ini terlihat di dalam upacara penyembahan (kebaktian) dan upacara Perjamuan Tuhan. Di saat kebaktian dan pemujaan, Yesus disembah sebagai satu-satunya Tuhan (1 Korintus 8:5- 6). Ia juga menjadi pusat perhatian dalam Perjamuan Suci, yang dalam Alkitab disebut Perjamuan Tuhan (1 Korintus 10:21). Bahkan permintaan doa agar terlepas dari kesukaran hidup dialamatkan kepada-Nya. Bahkan pujian dan syukur jemaat yang mula-mula di Efesus memuji Tuhan Yesus Kristus dengan segenap hati (Efesus 5:19-20). Jelaslah bahwa bagi orang-orang Kristen yang mula-mula, Yesus Kristus adalah Tuhan yang kepada-Nya, pujian, dan permohonan doa dipanjatkan.

Pengertian keenam tentang pemakaian titel Tuhan oleh Yesus Kristus menunjukkan kepada fungsinya sebagai Hakim dan Raja dikala Ia kembali yang kedua kali ke bumi di penghulung sejarah dunia. Ialah Tuhan yang akan datang dengan kuasa dan kemenangan. (Wahyu 19:1-6). Kedatangan- Nya itulah yang merupakan pengharapan yang dinantikan oleh orang-orang beriman (1 Tesalonika 2:19; 3:13; 1 Korintus 1:7-8; 2 Korintus 1:14). Ini dan masih banyak lagi ayat-ayat Kitab Suci yang merupakan pernyataan-pernyataan khusus yang membuktikan, bahwa titel Tuhan bagi Yesus merupakan titel eskatologi. Ialah Tuhan yang akan datang untuk mengadakan perhitungan terakhir dengan seluruh ciptaan-Nya.

Taxonomy upgrade extras: