PRK-Pelajaran 05

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading

Pertanyaan 05 | Referensi 05a | Referensi 05b

Nama Kursus : Pembentukan Rohani Kristen
Nama Pelajaran : Kedewasaan Rohani
Kode Pelajaran : PRK-P05

Pelajaran 05 - KEDEWASAAN ROHANI

DAFTAR ISI

  1. Pengertian
  2. Ciri-ciri Kedewasaan Rohani
  3. Test Kesehatan Rohani
  4. Kedewasaan Karakter

Doa

KEDEWASAAN ROHANI

Disiplin rohani yang telah kita bahas pada pelajaran sebelumnya memberikan dasar bagi pembentukan rohani yang sehat. Jika seseorang menjalankan Disiplin Rohani dengan teratur maka ia akan memiliki dasar/fondasi rohani yang kuat. Fondasi rohani yang kuat ini akan memungkinkan seseorang mencapai tujuan berikutnya yaitu menjadi dewasa rohani. Oleh karena itu, tujuan penting yang akan kita bicarakan dalam Spiritual Formation adalah kedewasaan rohani.

  1. Pengertian
  2. Ketika seorang anak bertumbuh menjadi dewasa, maka dari sisi pertama (dalam) berarti ia telah mencapai tingkat perkembangan yang penuh, yaitu memiliki keseimbangan, baik dalam perkembangan kepribadian maupun emosinya. Akan tetapi, dari sisi kedua (luar) seseorang bertumbuh dewasa berarti ia sudah siap untuk bereproduksi.

    Bagaimana kedewasaan ini dilihat dari konteks kerohanian? Dalam konteks kerohanian, satu sisi kedewasaan rohani diartikan sebagai pertumbuhan rohani secara penuh dalam keserupaan dengan Kristus. Dari sisi yang lain seseorang sudah dewasa rohani ketika ia sudah siap mereproduksi diri terus menerus dengan melayani, memenangkan dan memuridkan orang lain untuk Kristus. Inilah tujuan hidup orang Kristen.

    Kapan kita akan mencapai kedewasaan rohani? Seperti yang disebutkan oleh Paulus dalam Filipi 3:10-13:

    "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,"

    Kalau Paulus sendiri menganggap bahwa tujuan hidupnya untuk menjadi serupa dengan Kristus belum tercapai secara sempurna, setelah 25 tahun pertobatannya, dan masih terus mengejarnya, apalagi kita. Tentu kita mengenal sosok Paulus, seorang yang sangat membenci pengikut-pengikut Kristus kemudian bertobat dan menjadi seorang rasul yang memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Paulus menjadi teladan bagi kita, bahwa memang kita belum mencapainya tetapi kita akan berlari-lari mengejar tujuan untuk menjadi sempurna seperti yang dikehendaki Kristus.

  3. Ciri-ciri Kedewasaan Rohani
  4. Bagaimana orang Kristen dikatakan sedang dalam proses ke kedewasaan? Apakah tanda-tandanya seorang yang dewasa secara rohani? Seorang Kristen yang dewasa adalah seorang yang telah mengalami pembebasan dari kuasa dosa oleh darah Kristus dan hidup dalam kasih anugerah Allah dan melalui hidupnya yang baru ini orang lain dapat melihat perubahan yang nyata baik dalam tujuan dan prioritas hidupnya, cara berpikirnya, dan buah rohani yang dihasilkannya. Berikut ini beberapa ciri yang bisa kita amati:

    1. Orang yang mencintai Firman Tuhan dan menjadikan-Nya otoritas tertinggi bagi iman dan hidupnya.
    2. Orang yang terus menerus berusaha menjadi semakin serupa dengan Kristus.
    3. Orang yang dalam setiap kesempatan ingin menyenangkan Allah dan memuliakan-Nya.
    4. Orang yang selalu setuju dengan kebenaran Allah.
    5. Orang yang selalu mejauhi kejahatan dan tipu daya dosa.
    6. Orang yang ingin mengejar hidup dalam kesucian.
    7. Orang yang selalu menunjukkan kasih dalam setiap perbuatannya.
    8. Orang yang tidak menuntut hak-haknya.
    9. Orang yang tahu kehendak Allah dan bertekad untuk melaksanakannya.
    10. Orang yang hidup bertanggungjawab dalam keluarga, pekerjaan, gereja dan masyarakat.
    11. Orang yang tidak terikat oleh harta duniawi.
    12. Orang yang tidak takut membela kebenaran dan benci terhadap ketidakadilan.
    13. Orang yang melihat segala sesuatu dengan sudut pandang kepentingan Allah dan sesama.
    14. Orang yang hidup kudus, taat dan benar baik dalam keadaan kaya maupun miskin.
    15. Orang yang menyerahkan hidup sepenuhnya pada Allah.
    16. Orang yang tidak malu mengakui dosa-dosanya.
    17. Orang yang mau mendisiplin diri sendiri dalam membangun karakter yang saleh.
    18. Orang yang menyadari bahwa standar kesucian, kebenaran dan kekudusan Allah sangat tinggi.
    19. Orang yang mengasihi jiwa-jiwa yang hilang.
    20. Orang yang tidak melecehkan hukum Taurat.
    21. Orang yang terus menerus berjuang melawan dosa.
    22. Orang yang menyadari ketergantungannya pada Roh Kudus.
    23. Orang yang lebih sering hidup dalam kemenangan daripada kekalahan.
    24. Orang yang rajin membangun hidup beribadah.
    25. Orang yang berbicara lebih banyak tentang Tuhan daripada diri sendiri.
    26. Orang yang selalu bertumbuh, baik dalam iman atau karakter.
    27. Orang yang mau membayar harga untuk hidup benar, kudus dan taat pada Tuhan.
    28. Orang yang memiliki kehidupan doa yang tekun.
    29. Orang yang memiliki pengharapan di sorga.
    30. Orang yang tidak membiarkan diri hidup dalam kenyamanan duniawi.
    31. Orang yang memiliki kebebasan sejati; hidup dalam kebenaran dengan sukarela.
    32. Orang yang memakai pekerjaannya sebagai sarana pertumbuhan rohani.
    33. Orang yang menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk memuliakan Allah dan menghasilkan anak-anak rohani.
    34. Orang yang memilih tinggal di tempat yang memuliakan Tuhan.
    35. Orang yang menyadari bahwa hidup rohaninya tidak akan bertumbuh jika tidak bersekutu dengan Firman-Nya dan umat-Nya.
    36. Orang yang tidak menuntut balas atas kejahatan yang ditimpakan orang lain kepadanya.
    37. Orang yang hidup menjadi terang bagi sekelilingnya, dan sekelilingnya memberi kesaksian yang positif.
  5. Test Kesehatan Rohani
  6. Tidak dapat disangkal bahwa perjalanan pembentukan hidup rohani seorang Kristen tidak selalu berada di tempat atas atau terus menerus dalam keadaan fit, bahkan ada kalanya bisa dalam keadaan sakit (tidak sehat) dan bisa saja mengalami kelelahan. Oleh karena itu, sangat baik jika secara rutin kita melakukan cek terhadap kondisi kerohanian kita untuk terus mewaspadai jika ada ketidakberesan yang terjadi, terutama karena kadang-kadang kita sendiri tidak menyadarinya secara jelas tapi tiba-tiba mendapati keadaan kerohanian kita sudah parah.

    Nah, silakan memakai test di bawah ini, sebagai salah satu cara mengetes kondisi kerohanian Anda.

    CHECK KESEHATAN ROHANI ANDA!!

    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

    1. Apakah Anda memiliki kehausan/kerinduan akan Tuhan?
    2. Apakah Firman Tuhan semakin sering menjadi pedoman ketika Anda membuat keputusan-keputusan?
    3. Apakah tindakan Anda yang penuh kasih semakin terlihat jelas?
    4. Apakah Anda semakin sensitif dalam merasakan kehadiran Allah?
    5. Apakah Anda memiliki keprihatinan terhadap pertumbuhan rohani atau kebutuhan hidup orang lain?
    6. Apakah Anda merasa bangga menjadi mempelai Kristus?
    7. Apakah kedisiplinan rohani semakin memegang peranan penting dalam hidup Anda?
    8. Apakah Anda masih berduka untuk dosa-dosa Anda?
    9. Apakah Anda menjadi seorang yang mudah mengampuni?
    10. Apakah Anda menanti-nantikan surga dan ingin segera bisa bersama Yesus?

    Catatan:

    Apabila sebagian besar jawaban Anda adalah ya, puji Tuhan karena Anda telah memberi diri untuk dibentuk oleh Roh Kudus dan sedang menuju kepada pertumbuhan rohani yang akan membuat Anda semakin dewasa. Kasih dan penyertaan-Nya menjadi sumber inspirasi kehidupan rohani Anda. Teruslah berjuang bersama Dia yang memberi kekuatan kepada Anda.

    Jika sebagian besar jawaban Anda adalah 'tidak', maka berhati-hatilah karena setan sedang bergembira ria menunggu Anda untuk jatuh ke jurang keputusasaan. Cepatlah sadari bahwa Anda telah lengah dan mintalah pertolongan Tuhan untuk membangkitkan kembali kegairahan hidup rohani Anda. Tidak mungkin Anda berjuang dengan kekuatan diri sendiri karena Anda akan kalah karena itu, taruhlah sekali lagi hidup Anda dalam tangan Tuhan dan mintalah kekuatan dari-Nya. Jangan ragu untuk kembali kepada Tuhan, karena Ia sedang mencari Anda.

    Apabila sebagian besar jawaban adalah 'mungkin' atau 'tidak tahu', atau jumlah jawaban 'ya' dan 'tidak' sama banyaknya maka jangan menunggu lebih lama lagi untuk kembali memperhatikan kehidupan rohani Anda. Setan akan menggoda Anda untuk meragukan kasih Tuhan dan akan membuat Anda mulai mengandalkan pengertian dan kekuatan sendiri. Cobalah lebih banyak mengingat janji Tuhan dalam Firman- Nya. Ingatlah betapa Ia sangat mengasihi Anda. Ia ingin melepaskan Anda dari permainan setan yang penuh tipu muslihat, yang akan semakin menjauhkan Anda dari Tuhan. Dekatlah kepada Tuhan karena Ia sedang menunggu Anda.

    Kehidupan Kristen selayaknya benih tumbuhan yang dapat tumbuh menjadi sebuah pohon yang besar. Pertumbuhan dalam menuju kedewasaan rohani tentu saja membutuhkan waktu, sebab pertumbuhan hingga menjadi dewasa adalah sebuah proses. Seperti seorang bayi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi manusia yang dewasa. Kehidupan rohani kita pun merupakan sebuah proses yang tidak terjadi dalam sekejap mata. Sama halnya dengan sebuah pohon, yang bertahun-tahun daat bertumbuh besar, ketika sudah dewasa atau tua, pohon akan menghasilkan buah. Demikian pula dengan kedewasaan rohani, kita dituntut untuk dapat menghasilkan buah. Buah yang dihasilkan adalah buah yang dapat terlihat keluar. Orang lain akan dapat menyaksikan dan merasakannya, karena hidup kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dan hidup kita yang lama telah diubahkan, serta kita dapat mengubah hidup orang lain.

  7. Kedewasaan Karakter
  8. Seorang Kristen yang dewasa rohani, tentunya juga harus mengalami dewasa karakter. Pengenalan, pemahaman pengajaran dan keeratan hubungan dengan Tuhan seharusnya membawa kita pada perubahan dan kedewasaan karakter. Tujuan akhir pertumbuhan rohani kita bukanlah tidak hanya sekadar tahu firman Tuhan secara kognitif, tetapi kita haruslah semakin serupa dengan Kristus dalam berbagai hal, termasuk dalam hal karakter.

    Dalam Kolose 3:10 dituliskan bahwa "dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;" manusia lama yang melekat dalam diri kita haruslah kita tinggalkan dan marilah kita mengenakan manusia baru. Di dalam dan bersama dengan Kristus, kita adalah orang-orang yang dimampukan untuk meninggalkan manusia lama dan mengenai manusia baru, dan semuanya itu tentunya dengan bimbingan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi yang akan menolong kita untuk dapat memperbaharui akal budi kita, sehingga dapat seturut dengan kebenaran firman Tuhan. Sudahkah kita mencapai kedewasaan karakter?

    Seorang Kristen yang dewasa rohani akan senantiasa berusaha untuk memfokus hidupnya kepada Tuhan. Demikianlah ciri-ciri seorang yang dewasa rohani:

    1. Mengenal Allah lebih dalam
    2. Dalam Filipi 3:10b dituliskan, "di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya," ayat ini menguraikan bahwa setiap kita harus menjadi serupa dengan Kristus. Bagaimana cara kita untuk menjadi serupa dengan Dia? Caranya adalah kita harus mengenal Allah lebih dalam. Supaya kita dapat mengenal Allah lebih dalam kita dapat membaca Alkitab dan menjalin hubungan yang intim dengan Allah.

    3. Menghasilkan buah
    4. Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Ia mau kita berbuah. Buah yang dimaksudkan diantaranya: Buah Roh, buah pelayanan dan buah jiwa-jiwa yang diselamatkan (lewat kesaksian/penginjilan). Hanya orang yang melekat pada Kristus dan yang mau terus dibersihkan yang dapat terus berbuah (Yoh 15:2-4). Buah apa saja yang sudah Anda hasilkan?

    5. Hidup untuk memberi dan melayani
    6. Yesus Kristus datang ke dunia bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Itulah yang tertulis dalam Markus 10:45. Sebagaimana Kristus telah memberikan nyawanya bagi kita dan melayani semua orang, maka kita haruslah melakukan hal sama. Kita dapat memberikan pertolongan kepada sesama kita dan terus menanamkan rasa melayani Tuhan dan sesama dengan sepenuh hati.

    7. Menjalani proses Allah
    8. Proses pembentukan yang Allah lakukan memang terasa menyakitkan. Sebagai contoh adalah Musa, seorang yang sudah merasakan kenyamanan dalam istana Firaun, tetapi Tuhan Allah benar-benar membentuk karakter Musa di padang gurun. Sebagai seorang pemimpin besar bangsa Israel, bukan hal yang enak dan nyaman yang Musa dapatkan. Akan tetapi, hal yang tidak enak pun Musa juga merasakannya, seperti ia tidak diizinkan Allah untuk masuk dalam tanah perjanjian.

      Semua proses dan didikan yang Musa terima dari Tuhan dapat dilakukan hingga garis akhir. Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita mau bersukacita menerima didikan dan proses yang Allah berikan? Tujuan Allah memproses kita adalah supaya kita yang keras hati dapat berubah menjadi lembut, yang angkuh dapat berubah menjadi rendah hati, dan yang memberontak dapat berubah menjadi taat. (Ulangan 8:2-3)

    Oleh sebab itu, marilah setiap kita melihat kembali kepada ke dalaman hati kita, sudahkah kita bertumbuh dalam Kristus? Sudahkah kita menghasilkan buah dan menjadi berkat bagi sesama? Dan, sudahkah kita menjadi seorang yang dewasa rohani dalam Kristus? Apabila, kita sudah menjadi seorang yang dewasa rohani, marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan yang sudah membentuk dan memproses kita dengan sedemikian rupa. Juga, biarlah setiap hidup kita boleh menjadi terang bagi setiap orang yang ada di sekitar kita.

    Akan tetapi, apabila kita masih merasa belum mencapai kedewasaan rohani, maka marilah kita bersama-sama memulai dari awal untuk mendisiplin diri kita dan bersiap menerima setiap proses yang akan Allah lakukan dalam hidup kita.


Akhir Pelajaran (PRK-P05)


DOA

"Bapa, saya sungguh rindu bertumbuh dan menjadi dewasa sebagaimana Engkau kehendaki. Kalau sampai sejauh ini saya masih sering terhambat pertumbuhan rohaninya sehingga belum sungguh-sungguh dewasa, tolonglah agar Roh Kudus-Mu tak jemu-jemunya mengingatkan saya dan membantu saya untuk terus disiplin berjuang. Terima kasih Tuhan untuk bimbingan yang senantiasa Engkau berikan. Amin"

[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]