Paskah-Pelajaran 06

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Paskah
Nama Pelajaran : Makna Paskah bagi Gereja Masa Kini
Kode Pelajaran : PAS-P06

Pelajaran 6 - MAKNA PASKAH BAGI GEREJA MASA KINI

Daftar Isi

  1. Salib dan Penginjilan
    1. Arti Salib
    2. Salib dalam Penginjilan
  2. Missio Dei
    1. Pengertian Missio Dei
    2. Aspek dan Tujuan Missio Dei
    3. Kehendak Allah untuk Menyelamatkan Bangsa-Bangsa
  3. Karya Kristus Membuat Umat yang Baru

DOA

A. Salib dan Penginjilan

1. Arti Salib

Kekristenan berdasarkan kepada Yesus Kristus, dan cara untuk mengerti dan mengenal Kritus adalah melalui salib-Nya. Sama seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 1:23, "Kami memberitakan Kristus yang disalibkan." Salib menjadi hal penting yang selalu diberitakan oleh Paulus kepada bangsa-bangsa non Yahudi yang belum pernah mendengar tentang Injil. Paulus juga menuliskan bahwa pemahamannya akan Allah, ia kenal melalui salib. "Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." (1 Korintus 1:23). Salib Kristus memberikan dampak yang sangat besar bagi hidup Paulus. Ia yang semula menolak Kristus, justru ia diubahkan dan menjadi pemberita Injil bagi bangsa-bangsa non Israel.

Salib Kristus memberikan kita pengampunan, pembenaran, penebusan, penyucian dan pendamaian. Semula kita yang adalah seteru Allah, melalui salib-Nya, kita justru dijadikan anak-anak Kerajaan-Nya. Anugerah yang kita terima melalui salib Kristus harus kita bagi dan sampaikan kepada sesama kita, sehingga mereka mengenal Kristus melalui karya-Nya di kayu salib dan memperoleh keselamatan yang sejati.

Sebelum Yesus disalibkan, Ia pernah berbicara kepada murid-murid-Nya bahwa Ia adalah Jalan (Yohanes 4:16). Jalan inilah yang dibukakan oleh Yesus yaitu dengan salib-Nya, sehingga salib yang Ia tanggung memberikan anugerah keselamatan bagi kita dan kita beroleh kebenaran dan hidup di dalam Dia.

2. Salib dalam Penginjilan

Sebagaimana yang telah dituliskan oleh Rasul Paulus bahwa yang ia beritakan adalah salib Kristus, maka kita sebagai orang percaya juga harus memberitakan salib Kristus kepada keluarga, saudara, sesama dan lingkungan di mana kita berada. Karya Allah yang besar dan ajaib, telah dinyatakan melalui kematian Anak-Nya yang ditunggal di atas kayu salib. Kita yang telah beroleh pendamaian melalui salib Kristus memiliki panggilan dan komitmen untuk mengabarkan Injil. Hal pertama dan utama yang harus kita ingat bahwa kita menginjil bukan untuk memberi keselamatan, Allah yang memberi keselamatan, kita hanyalah alat dan utusan untuk membawa lebih banyak orang bertobat dan beroleh keselamatan. Keselamatan bukanlah hasil usaha kita, keselamatan adalah dari Allah melalui pengorbanan Anak-Nya yang Tunggal.

Kematian dan kebangkitan Kristus telah melahirbarukan kita dan membenarkan kita. Oleh karena itu, apa yang sudah kita terima harus kita wartakan kepada semua orang di segala suku, kaum dan bahasa bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Dia adalah Sang Pemenang dan Tuhan di atas seluruh alam semesta ini. Hanya Dia yang sanggup mengampuni dosa-dosa. Allah memiliki kehendak supaya segala bangsa bisa menjadi murid-Nya. Untuk menggenapi tujuan Allah ini, kita harus menginjil. Memberitakan Kristus kepada mereka yang belum pernah mendengar kabar keselamatan, menyampaikan karya Kristus dan Roh Kudus yang berkarya dalam kehidupan orang percaya.

Inilah tugas kita. Inilah tanggung jawab kita, sebab Amanat Agung tidak diberikan kepada murid-murid yang menyaksikan kenaikan Kristus pada ribuan tahun yang lalu. Kita juga menjadi pihak yang mengemban Amanat Agung dan harus mengupayakan untuk menginjil dan menjadikan bangsa murid Kristus.

B. Missio Dei

1. Pengertian Missio Dei

Secara literal Missio Dei berarti "misi Allah." Kata Missio Dei berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata "missio" yang berarti "misi" atau "tugas", dan "dei" yang artinya adalah Tuhan atau Allah. Misi Allah adalah untuk menyelamatkan dunia dalam sebuah hubungan khusus dalam Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Untuk menyelamatkan seluruh dunia, maka Allah Bapa mengirim Yesus, lalu Allah dan Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk menolong setiap orang percaya setelah kenaikan Yesus ke surga.

Landasan Missio Dei terdapat dalam Yohanes 20:21, "Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Melalui ayat ini, Yesus menjelaskan bahwa Diri-Nya datang ke dunia karena Ia diutus oleh Allah Bapa, kemudian Ia mengutus setiap orang percaya untuk melanjutkan karya-Nya di bumi. Para murid Kristus telah melihat dan menyaksikan bahwa Yesus telah bangkit, Yesus menang atas kuasa maut, karena itu mereka mengabarkan kebenaran kepada segala bangsa sampai segala bangsa menjadi murid Kristus.

Missio Dei adalah esensi keberdaulatan Allah. Misi adalah atribut dan tindakan untuk memberikan damai sejahtera (shalom). Sifat misi adalah karya penebusan Kristus untuk menebus dosa-dosa manusia. Mandat misi adalah mandat perjanjian Allah dengan manusia.

2. Aspek dan Tujuan Missio Dei

a. Aspek Missio Dei

Misi lahir dari hati Allah yang penuh kasih dan belas kasihan bagi segala bangsa. Pekerjaan misi mengandung tiga aspek, yaitu:

1) Aspek Doksologi (Pemasyuran)

Pekerjaan misi bertujuan untuk menyatakan kemenangan Kerajaan Allah atas kerajaan kegelapan. Kristus yang bangkit dari kematian adalah untuk memasyurkan karya Allah dalam Diri-Nya, dan sebelum Ia naik ke sorga, Ia memberikan Amanat Agung kepada semua murid untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya. Dengan bermisi dan menjadikan bangsa murid Kristus, kita telah menyatakan kemenangan Kerajaan Allah.

2) Aspek Soteriologi (Keselamatan)

Pekerjaan misi bertujuan untuk menyatakan keselamatan bagi semua umat manusia dan pembebasan atas kuasa maut. Setiap orang yang bersedia mendengar Injil dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka orang tersebut telah diselamatkan dan beroleh hidup yang kekal.

3) Aspek Eskatologi (Penggenapan)

Eskatologi adalah hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Pekerjaan misi bertujuan untuk menyatakan pembaharuan semua ciptaan yang ada di dunia hingga penggenapan lahirnya langit dan bumi yang baru.

Setelah melihat aspek dari Missio Dei, kita percaya bahwa kita adalah utusan yang harus mewartakan kepada dunia tentang Kristus dan kemenangan Kristus atas maut. Sehingga melalui penderitaan dan kematian Kristus di atas kayu salib, setiap orang dapat beroleh jalan menuju keselamatan yang sejati, dan kita dipercaya sebagai orang yang mengemban Missio Dei.

b. Tujuan Missio Dei

Allah berkenan untuk menyelamatkan segala bangsa tentu karena ada tujuan yang Allah kehendaki. Berikut ini adalah tiga tujuan dari Missio Dei, yaitu:

1) Pertobatan Orang-orang Kafir

Injil harus diberitakan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh Injil. Hal ini dilakukan adalah untuk memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Kristus. Sebagaimana Rasul Paulus yang pergi kepada bangsa-bangsa non Israel untuk memberitakan Injil, supaya mereka semua mendengar dan beroleh jalan menuju keselamatan di dalam Kristus. Matius 28:19 juga menuliskan bahwa Allah mengutus semua murid untuk menginjili orang yang belum percaya, sehingga mereka bertobat dan menjadi murid Yesus.

2) Pendirian Jemaat

Pekerjaan misi akan menghasilkan buah yang berupa petobat baru. Setiap petobat baru akan terus digembalakan sehingga mereka semua dapat menjadi jemaat yang setia dan berkemenangan di dalam Kristus. Dituliskan dalam Matius 16:18 bahwa Kristus yang mendirikan jemaat, "... Aku akan mendirikan jemaat-Ku." Hasil dari pekerjaan misi dapat diupayakan untuk membangun sebuah gereja, sehingga dalam gereja tersebut jemaat terus digembalakan berdasarkan prinsip alkitabiah, jemaat diajar kebenaran firman Tuhan dan jemaat tumbuh dalam komunitas orang percaya.

3) Kemuliaan dan Penampakkan Anugerah Ilahi

Setiap orang yang telah mengalami pertobatan dan kelahiran baru akan kembali memuliakan Allah. Memuliakan Allah untuk kasih dan belas kasih-Nya, keselamatan dan kemurahan-Nya yang Ia berikan kepada kita. Setelah menerima Kristus secara pribadi, tugas kita tidak selesai, tapi kita harus menunjukkan bahwa kita adalah orang yang telah menerima anugerah Ilahi. Anugerah Ilahi itu dapat kita wujud nyatakan dengan tumbuh dan nampaknya buah Roh dalam kehidupan kita setiap hari.

Karya Kristus memulihkan hubungan yang telah putus antara Allah dengan manusia. Tugas ini telah dilakukan Yesus sebagai seorang "misionari" yang datang ke dunia, "Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah" (Yohanes 6:29).

3. Kehendak Allah untuk Menyelamatkan Bangsa-Bangsa

Allah adalah pihak yang berinisiatif untuk menyelamatkan bangsa-bangsa. Bukan hanya bagi Israel, tetapi Allah berkehendak bahwa semua bangsa akan beroleh keselamatan di dalam Kristus. Sejak masa Perjanjian Lama, keselamatan Allah juga diperuntukkan bagi orang, golongan maupun kaum dari bangsa tertentu. Kuncinya hanyalah satu yaitu percaya kepada Allah. Sebagai contoh dalam Perjanjian Lama, terdapat Rahab, seorang perempuan Kanaan yang beroleh keselamatan, Rut, perempuan dari Moab yang menaruh iman kepada Allah, dan ia pun selamat. Ada pula, pada masa Yunus, Allah mengutus Yunus ke kota Niniwe, menyerukan pertobatan bagi seluruh penduduk kota itu, hingga pada masa itu orang Niniwe terlepas dari hukuman Allah. Contoh lainnya juga terjadi pada masa pelayanan Nabi Elia dan Elisa di mana Perempuan Sunem dan Janda Sarfat menerima pemberitaan firman Tuhan, sehingga keduanya yang bukan orang Israel, karena iman kepada Allah, maka mereka selamat.

Dalam Perjanjian Baru, beberapa kali dituliskan bahwa keselamatan Kristus adalah bagi semua orang, dengan syarat bahwa setiap orang yang mau mendengar dan menerima maka ia akan selamat. Sebagai contohnya, ada seorang perempuan Samaria yang berdialog dengan Tuhan Yesus di tepi sumur Yakub, dapat mendengar berita keselamatan dan ia bertobat dari perbuatannya, kemudian mengikut Yesus. Pada masa para rasul, terdapat Kornelius, seorang non Israel yang mendengar Injil dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, sehingga ia beserta seluruh keluarganya beroleh keselamatan.

Kini, pada masa Perjanjian Baru, sangat jelas dituliskan dalam Matius 28:19-21 bahwa setiap orang percaya mengemban satu tugas pelayanan untuk menjadikan seluruh bangsa murid Kristus. Sebagaimana landasan Missio Dei bahwa Allah menghendaki seluruh dunia selamat, maka kita harus mengupayakan gerakan penginjilan dan mewartakan kepada dunia bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal adalah untuk tujuan yang mulia, yaitu, "... Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa dan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16). Inilah kehendak Allah, Allah mau supaya semua bangsa melihat kepada Kristus dan beroleh jalan masuk menuju keselamatan.

C. Karya Kristus Membuat Umat yang Baru

Dampak terbesar dari karya Kristus adalah membentuk umat manusia yang baru, Rasul Paulus menyebutnya dengan tubuh Kristus. Umat yang baru pernah disebutkan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 10:16, "Ada lagi pada-Ku, domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengar suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala." Melihat dari ayat ini, setiap kita diingatkan bahwa kita selamat hanya karena kasih dan kemurahan Allah. Kita adalah domba-domba Allah yang lain, namun karena karya Kristus, kita boleh disatukan dalam satu kawanan dengan satu gembala.

Melalui kematian Kristus, domba-domba yang lainnya beroleh jalan masuk ke dalam kawanan domba Kristus. Pendapat ini dikemukakan pula oleh William Barclay bahwa, "impian Kristus ada dalam kita; kitalah yang dipakai untuk menjadikan dunia ini satu kawanan dengan Dia sebagai gembalanya." Yesus berkehendak untuk menggenapi misi-Nya melalui kita yaitu dengan cara kita bermisi.

Karya salib Kristus memberi kita keselamatan dan diberikan kepada kita dalam bentuk anugerah. Pada saat kita percaya, kita menerima anugerah keselamatan. Iman memberikan kita hikmat untuk menyerahkan tujuan hidup kita kepada hikmat Allah. Kematian-Nya di atas kayu salib menghasilkan satu umat yang baru, di mana domba-domba lain non-Yahudi beroleh anugerah keselamatan dan disatukan dalam Kristus. Paulus mengatakan bahwa terjadi perubahan yang dihasilkan oleh kematian Kristus di kayu salib yaitu, "Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (2 Korintus 5:15). Hal inilah yang harus dilakukan oleh orang Kristen bahwa setiap kita harus datang dan memahami pengajaran Alkitab bahwa seseorang harus percaya kepada Yesus Kristus, sehingga dirinya menjadi umat yang baru dan sepenuhnya berkomitmen bahwa untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada kehendak dan otoritas Kristus.

Doa

"Tuhan, aku bersyukur untuk pelajaran yang aku terima hari ini. Ajar aku untuk bersyukur dan dapat memberitakan firman Tuhan kepada sesamaku, sehingga semakin banyak jiwa yang bertobat dan disatukan dalam satu kawanan domba yang digembala oleh Kristus Yesus. Terima kasih, Tuhan. Amin"