beren's blog

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Pengalaman Baru Mengikuti Kelas PESTA PPL

Mengikuti Diskusi PESTA PPL merupakan pengalaman baru bagi saya, karena saya bukan berlatar belakang pendidikan teologia. Dalam mencoba menjawab pertanyaan diskusi yg kritis, saya perlu menilik sumber-sumber bacaan di luar modul yang telah diterima, sehingga saya belajar kembali dalam menggali keberadaan latar belakang Perjanjian Lama.

Allah Menuntun ke Dalam Seluruh Kebenaran

Oleh: W. Widodo

Dahulu saat lulus SMA saya diterima masuk di salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkenal, tetapi saya berniat untuk masuk Sekolah Teologia dan mengutarakan hal ini kepada ayah saya. Ayah saya memandang saya dan dengan kalimat yang lirih, dia menjawab, "Bapak tidak punya banyak uang, kamu sudah diterima di PTN bagus, dan Bapak tidak perlu setor banyak-banyak uang untuk sekolahmu karena Bapak tidak punya. Di PTN dan dalam profesi pun kamu bisa melayani Tuhan dan sesama."

Dasar dan Berkat

Oleh : Rudi Adi C.

Saya lahir di keluarga Kristen, saya hidup di lingkungan non kristen. Namun, merasa baru mengenal Kristus setelah usia saya mencapai kepala 4. Ironis memang, tetapi inilah fakta kehidupan kristen dalam diri saya.

Pengalaman Pertama Kali Mengikuti Kelas PESTA

Oleh: MJ (Sabah, Malaysia)

Shallom sobatku sekalian yang dikasihi dalam nama Tuhan Yesus…

Saya pertama kali mengikuti kelas PESTA (DIK) Januari/Februari 2019 dan sangat memberkati. Saya lahir dalam keluarga Kristen dan membesar juga dalam pelayanan Gereja, tetapi selama ini saya belum pernah mengikuti mana-mana kelas Sekolah ~ Teologia Elektronik. Digereja kami juga ada mengadakan pelbagai kelas pemuridan, belajar Alkitab dan sebagainya, tetapi ada beberapa topik dalam kelas DIK yang belum pernah didiskusi secara lebih mendalam yaitu contohnya topik ‘setan dan pekerjaannya’.

KELAS NATAL MENYEGARKAN KEMBALI MAKNA NATAL YANG MULAI TERKUBUR

Oleh: Retno Astuti

Saya Retno, merasa disegarkan setelah mengikuti kelas Natal. Ada beberapa topik yang dibahas mengingatkan saya untuk tidak tenggelam dalam euforia perayaan Natal, tetapi menggali kembali makna Natal khususnya bagi iman saya pribadi. Saya yang memang sudah Kristen dari kecil, menjadi amat sangat terbiasa mendengar kisah Natal dan makna Natal yang terus berkumandang setiap tahun sehingga terkadang justru membuat saya kurang merasakan makna tersebut.

KELAS DIK MEMBERKATI SAYA

Oleh: Amriyadi Yehezkiel

Puji Tuhan, setelah mengikuti kelas PESTA DIK, pengetahuan saya tentang kekristenan semakin bertambah. Ini yang memang saya perlukan untuk menunjang pertumbuhan gereja Tuhan. Saya bersyukur bahwa selalu diingatkan oleh moderator untuk berdikusi, walaupun belum bisa aktif tapi saya bisa mengikuti kelas sampai selesai. Terima kasih kepada semua tim/admin/moderator PESTA, kiranya selalu dipakai Tuhan untuk mengabarkan tentang kebenaran Firman Tuhan melalui pembelajaran di PESTA. Tuhan memberkati.

BERKAT DARI KELAS PESTA

Oleh: Veronica Saimon

Syukur dan puji Tuhan, kerana saya telah menemukan Blog PESTA yang telah banyak membimbing saya secara rohani dalam bentuk teori.

KESAKSIAN SETELAH MENGIKUTI KELAS PESTA OTK

Oleh: Claudia Debbie

Sebagai orang tua, kami adalah contoh atau teladan bagi anak kami. Tidak saja perkataan tetapi juga sikap dan perbuatan kami sehari-hari itu bisa diamati dan mudah ditiru oleh anak. Teladan dari orang tua mempunyai daya yang kuat bagi anak kecil.

KESAKSIAN PERTAMA KALI MENGIKUTI KELAS PESTA

Oleh: Gloria Janisha

Ini adalah kali pertama saya mengikuti kelas diskusi Alkitab. Biasanya saya hanya mendengarkan khotbah di hari minggu dan ikut komsel. Tapi jarang sekali ada pembahasan mengenai topik-topik DIK dalam gereja, apalagi untuk saya yang tumbuh dalam keluarga Kristen. Pengertian mendasar tentang DIK saya sangat dangkal. Dimulai dengan membaca pelajaran dan referensi kemudian menjawab pertanyaan di setiap pelajaran membuat saya sadar bahwa pengertian saya mengenai DIK belumlah tepat.

JODOH SEIMAN

Oleh: Adhi Subagio

Sejak dahulu saya berdoa untuk pasangan hidup, dan tentunya saya menginginkan pasangan yang seiman. Untuk mendapatkan pasangan seiman itu saya harus melalui proses yang panjang. Saat ini saya akan membagikan kepada pembaca cerita mengenai Tuhan mempertemukan saya dengan istri saya.