1. Alita Karen
Shalom semuanya. Melalui kelas Hermeneutika (PHK) ini, cara saya membaca Alkitab diubahkan secara radikal, dari yang tadinya egois mencari "mantra berkat" menjadi rindu memahami hati Tuhan seutuhnya. Saya banyak belajar bahwa kitab Amsal bukanlah merupakan rumus sukses otomatis, melainkan prinsip hikmat untuk membentuk karakter di tengah dunia yang tidak ideal ini. Doa-doa Rasul Paulus juga menegur saya agar berhenti berfokus pada kenyamanan fisik yang fana karena kebutuhan terbesar saya adalah kekuatan batin untuk mengenal Kristus. Selain itu, melalui Kitab Mazmur, saya dibebaskan dari kepura-puraan rohani. Tuhan justru menghendaki kita berdoa dengan jujur apa adanya agar luka dan amarah kita dipulihkan di hadirat-Nya.
Kini, arah kompas iman saya berubah total. Saya belajar berhenti menjadi "konsumen rohani" yang hanya mengejar berkat fisik, dan mulai berkomitmen mengizinkan firman Tuhan mengubah hati serta karakter saya agar makin serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
2. Budi Sinaga
Shalom. Puji Tuhan, saya bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus (PHK) yang diselenggarakan oleh MLC SABDA. Kelas Hermeneutika Khusus ini sangat bermanfaat karena membekali saya dengan keterampilan membaca dan menafsirkan Alkitab secara lebih akurat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan karakteristik setiap jenis literatur. Melalui kelas ini, saya tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga kemampuan praktis yang penting untuk pelayanan dan kehidupan rohani sehari-hari. Kelas ini menjadi jembatan yang membantu saya bergerak dari pemahaman teks Alkitab menuju penerapan yang setia terhadap maksud firman Tuhan.
Dalam narasi perumpamaan, saya belajar untuk tidak menafsirkan setiap detail perumpamaan secara berlebihan, tetapi berfokus pada pesan utama yang hendak disampaikan. Sementara dalam memahami kitab Amsal, kita harus memahaminya secara bijaksana tanpa menjadikannya sekadar "rumus keberhasilan hidup", tetapi menyeimbangkannya juga dengan kitab Mazmur dan Pengkhotbah. Terima kasih kepada moderator, Ibu Millytia, admin, Ibu Yola, dan teman-teman diskusi kelompok PHK 3. Semuanya bersemangat, berkolaborasi dengan baik, dan saling melengkapi dalam penggalian Alkitab. Terima kasih juga kepada tim MLC SABDA yang sudah menyelenggarakan kelas PHK ini dengan sangat baik. Tuhan Yesus memberkati.
3. Conrad Nainggolan
Setelah mempelajari Pengantar Hermeneutika Khusus, saya semakin memahami bahwa Alkitab harus dibaca dan ditafsirkan sesuai dengan konteks, tujuan penulis, dan jenis tulisannya. Pelajaran ini menolong saya untuk tidak sembarangan mengambil kesimpulan dari suatu ayat, tetapi berusaha memahami maksud yang sebenarnya dari firman Tuhan. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa firman Tuhan bersifat kekal dan tetap relevan untuk segala zaman, meskipun ditulis dalam konteks budaya dan situasi yang berbeda. Melalui hermeneutika, saya belajar untuk memahami firman Tuhan dengan lebih benar sehingga dapat menerapkannya dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari dan semakin bertumbuh dalam iman kepada Kristus.
Evaluasi proses diskusi: diskusi berjalan dengan baik. Masing-masing peserta aktif memberikan pertanyaan maupun tanggapan terhadap pertanyaan yang muncul, dan jawaban dari rekan-rekan cukup memberikan pencerahan serta pemahaman baru. Terima kasih kepada Ibu Yulia, moderator, admin, dan seluruh tim SABDA yang sudah menjadi berkat bagi kami. Tuhan Yesus memberkati.
4. Daniel
Puji syukur, saya mendapat berkat yang luar biasa melalui kelas Hermeneutika ini. Kelas ini membuka wawasan saya dalam membaca Alkitab, pentingnya memahami latar belakang dan tujuan penulisan kitab. Kelas ini juga membuka wawasan dalam bagaimana memandang Alkitab secara tepat.
5. Dioz
Awalnya saya ragu untuk mengikuti kelas ini karena informasi jam kegiatannya di awal tidak familiar seperti webinar lain. Namun, karena Admin (Kak Mei) akan mengingatkan, akhirnya saya berani mengikuti kelas ini. Pengenalan materi yang cukup baik ada di awal pertemuan (meskipun siaran tunda) dan mengingatkan kembali metode-metode yang digunakan untuk membaca Alkitab dengan bijak dan bertanggung jawab. Saya merasa senang ketika ada materi yang berani secara langsung mengingatkan tentang “kebiasaan cocoklogi” saat kita berinteraksi dengan Alkitab. Saya juga baru menyadari ternyata inti dari pemberitaan firman dari PL dan PB adalah keluarbiasaan Tuhan. Awalnya, saya hanya memahami bahwa setiap perikop, ayat, bacaan, atau tulisan memiliki pesan moralnya sendiri yang hendak disampaikan oleh penulisnya, tetapi ternyata semuanya berpusat pada keluarbiasaan Allah.
Saya berterima kasih kepada Admin (Kak Yola) yang benar-benar mencolek dan mengingatkan saya yang keteteran. Terima kasih juga kepada teman-teman yang memberikan jawaban yang kadang tidak terpikirkan oleh saya, dan terima kasih buat kesaksian iman dan sharing masalah gereja. Ternyata tidak hanya jemaat mula-mula yang memiliki masalah, kita yang hidup di dunia modern pun masih memiliki masalah, bahkan lebih kompleks. Sharing iman dan kasus-kasus kecil di kelompok PHK 3 juga memberkati saya secara pribadi. Meskipun saya sering keteteran dengan waktu, ternyata saya bisa sampai selesai mengikuti PHK ini.
Terima kasih untuk semuanya. Harapan saya: seandainya narasumber menjelaskan seluruh materi secara langsung (meskipun siaran tunda), dan diskusinya tidak hanya: admin – peserta, peserta – peserta, tetapi pertanyaan kepada admin juga dijawab. Saya rasa hal itu akan membuat diskusi lebih hidup. Apalagi jika narasumber ikut berdiskusi, pasti akan lebih menarik. Kiranya kelak kita semua dimampukan melakukan yang lebih baik lagi. Mohon maaf jika dalam tanggapan, jawaban, atau respons saya pernah menyakiti teman-teman dan admin. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
6. Immanuel Yosua
Pelatihan Hermeneutika Khusus ini adalah kegiatan luar biasa yang menghadirkan hal krusial dalam penafsiran Alkitab bagi aktivis dan jemaat Tuhan di luar institusi pendidikan teologi. Materi yang disampaikan cukup fungsional dengan dasar-dasar esensial Hermeneutika Khusus. Dibandingkan model pembelajaran yang diterapkan oleh lembaga pelatihan warga gereja di luar institusi pendidikan teologi, SABDA memiliki beberapa kekuatan:
- Materi sederhana, tetapi mendalam, dan dapat menjadi dasar pembelajaran lebih lanjut bagi yang baru belajar. Bagi yang sudah pernah belajar, materi ini dapat menjadi sarana penyegaran kembali.
- Disiplin dan ketertiban kelas terjaga dengan baik, dibarengi komunikasi yang baik dan empatik kepada semua peserta.
- Melakukan pendampingan penggunaan AI agar tepat dan benar. Ini merupakan hal yang luar biasa.
- Materi dan tautan materi tersedia dengan baik.
Terima kasih kepada Ibu Yulia dan seluruh tim SABDA, khususnya Kak Millytia dan Kak Yola selaku pendamping Kelompok 3 yang dengan sukacita dan tanpa lelah mendampingi kami.
7. Josef Harianto
Saya bersyukur bisa mengikuti kelas PHK ini sampai selesai. Banyak pengetahuan baru dan pencerahan yang menjawab berbagai pertanyaan dan kesulitan yang saya miliki selama ini ketika mencoba memahami makna teks Alkitab. Saya disadarkan bahwa tokoh utama dalam Alkitab adalah Allah sendiri. Seluruh teks Alkitab merujuk kepada satu Pribadi utama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, saya dibukakan tentang adanya kesenjangan waktu, bahasa, dan budaya yang begitu besar dengan kondisi kita sekarang. Saya juga belajar tentang berbagai macam genre kitab, dan bahwa setiap genre memiliki cara tersendiri dalam memahami maksudnya. Terima kasih banyak untuk seluruh tim SABDA dan rekan-rekan yang belajar bersama. Tuhan memberkati kita semua.
8. Lunu
Shalom. Puji Tuhan, senang bisa belajar bersama di kelas PHK. Salah satu berkat yang saya terima selama mengikuti kelas Hermeneutika adalah saya diingatkan kembali bahwa membaca Alkitab tidak boleh sembarangan atau mengambil satu ayat sesuai keinginan sendiri. Dari pelajaran 1 sampai 5, saya belajar bahwa kitab sejarah, puisi dan hikmat, surat-surat rasul, kitab nubuat, dan kitab Wahyu memiliki cara membaca yang berbeda-beda. Hal yang paling mengesankan adalah ketika mempelajari kitab nubuat dan Wahyu. Saya belajar bahwa kitab nubuat bukan hanya untuk meramal masa depan, tetapi terutama untuk menegur dosa, mengajak kepada pertobatan, dan mengingatkan agar kembali setia kepada Allah.
Setelah belajar di kelas PHK, saya ingin sungguh-sungguh membaca Alkitab dan tidak terburu-buru menafsirkan ayat sesuai dengan keinginan sendiri. Saya semakin memahami bahwa pusat dari seluruh Alkitab adalah Tuhan Yesus. Berkat yang saya terima adalah saya terdorong untuk membaca Alkitab dengan teliti, rendah hati, dan taat. Saya ingin bukan hanya mengetahui isi firman Tuhan, tetapi juga menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga bersyukur melalui grup kelas PHK, pertanyaan-pertanyaan kritis yang diberikan oleh admin grup memacu saya untuk mempelajari modul PHK serta mencari jawaban dari banyak referensi untuk menjawab setiap pertanyaan dengan baik. Yang lebih menarik adalah saling belajar dan berbagi bersama teman-teman PHK 3. Di sini, saya belajar bahwa proses diskusi menjadi berkat tersendiri karena pertanyaan, jawaban, dan pandangan dari teman-teman kelas PHK 3 menolong saya untuk melihat firman Tuhan dengan lebih jelas. Saya menyadari bahwa belajar Hermeneutika bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk saya semakin mengasihi Tuhan dan menghormati firman-Nya.
Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim SABDA (narasumber, moderator, dan admin PHK) yang telah membimbing serta mengingatkan untuk mengerjakan tugas dan memimpin diskusi kelas. Terima kasih juga kepada teman-teman PHK 3 atas kesempatan, kesediaan, dan kebersamaan dalam belajar selama ini. Tuhan Yesus memberkati.
9. Martina Zebua
Belajar Hermeneutika Khusus menolong saya memahami lebih dalam dan lebih jelas bagaimana suatu teks dalam Alkitab harus ditafsirkan sesuai dengan jenis sastranya. Saya belajar untuk tidak mengambil ayat secara sembarangan dan membiasakan diri membaca teks dalam konteksnya serta menghargai maksud asli dari penulis Alkitab. Belajar PHK juga membantu saya menikmati kekayaan wahyu Allah secara utuh. Terima kasih juga untuk diskusi teman-teman dalam grup WA, sebab setiap pandangan dan hasil penggalian dari teman-teman semakin memperlengkapi pemahaman saya tentang materi-materi diskusi PHK. Terima kasih kepada Kak Millytia, Kak Yola, Kak Mei, dan seluruh tim SABDA yang semakin luar biasa dalam menyajikan materi-materi yang memperlengkapi kami untuk menafsirkan Alkitab dengan benar. Tuhan memberkati.
10. Petrus Panaka
Shalom. Setelah mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus selama lima hari berturut-turut, saya sekarang memahami prinsip-prinsip hermeneutika umum dan khusus dengan lebih mendalam, serta memperoleh pengetahuan tentang bagaimana menafsirkan Alkitab dengan cara yang benar dan bertanggung jawab, baik melalui modul pelajaran, literatur, AI, maupun diskusi kelas. Dengan demikian, pelajaran dan pengalaman yang saya peroleh benar-benar dapat diaplikasikan untuk jemaat yang saya layani.
Terima kasih kepada seluruh tim SABDA MLC atas segala usahanya. Bagi kita para peserta, marilah kita mempraktikkan pengetahuan yang kita peroleh untuk kemuliaan nama Tuhan.
11. Regina C. Papilaya
Puji Tuhan, melalui kelas PHK saya mendapat banyak pemahaman baru tentang cara membaca dan menafsirkan Alkitab dengan benar sesuai jenis literaturnya. Salah satu pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa tidak semua bagian Alkitab dapat dibaca dengan cara yang sama. Saya belajar membedakan antara narasi, puisi, hikmat, surat rasul, dan kitab nubuat sehingga dapat memahami maksud firman Tuhan dengan lebih tepat. Saya juga sangat diberkati ketika mempelajari kitab Amsal, bahwa Amsal bukan sekadar kumpulan rumus kehidupan, tetapi prinsip-prinsip hikmat yang menolong kita hidup takut akan Tuhan.
Melalui kelas ini saya terdorong untuk lebih tekun membaca Alkitab dengan memperhatikan konteks dan tujuan penulisannya, bukan hanya mengambil ayat secara terpisah. Secara praktis, saya ingin mulai membangun kebiasaan membaca Kitab Amsal secara teratur dan menerapkan hikmat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga bersyukur karena proses diskusi dalam kelas berlangsung dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan membantu saya berpikir lebih mendalam, dan jawaban dari teman-teman memperkaya pemahaman saya tentang firman Tuhan. Terima kasih kepada para pembimbing dan teman-teman PHK yang sudah belajar bersama. Tuhan memberkati.
12. Rian
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga saya dapat mengikuti Kelas Diskusi Pengantar Hermeneutika Khusus 3 selama lima hari, dari awal hingga selesai. Melalui kelas ini, saya mendapatkan banyak pengalaman, wawasan, dan berkat dalam mempelajari bagaimana memahami Alkitab dengan benar sesuai dengan jenis-jenis tulisan yang ada di dalamnya. Kelas ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk belajar lebih dalam mengenai pentingnya membaca Alkitab dengan cara yang tepat. Saya semakin memahami bahwa setiap bagian Alkitab memiliki karakteristik dan tujuan penyampaian yang berbeda sehingga diperlukan pemahaman yang baik agar dapat menangkap pesan firman Tuhan dengan benar.
Selama mengikuti kelas Diskusi Pengantar Hermeneutika Khusus, saya banyak mendapatkan pembelajaran yang memperlengkapi saya dalam memahami firman Tuhan. Melalui materi yang diberikan, saya belajar bahwa membaca Alkitab bukan hanya sekadar memahami kata-kata yang tertulis, tetapi juga perlu memperhatikan konteks, latar belakang, serta jenis tulisan yang digunakan. Pembelajaran mengenai berbagai bentuk literatur Alkitab, seperti narasi, perumpamaan, puisi, hikmat, surat-surat rasul, serta kitab nubuat dan wahyu, membuka wawasan saya bahwa setiap bagian Alkitab memiliki cara pendekatan yang berbeda. Hal ini menolong saya untuk lebih teliti, tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan, dan semakin menghargai kekayaan firman Tuhan.
Melalui diskusi dan proses belajar bersama selama lima hari, saya juga semakin menyadari pentingnya memahami Alkitab dengan benar agar penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan maksud Tuhan. Pembelajaran ini menjadi berkat karena menolong saya untuk lebih mencintai firman Tuhan, semakin rindu belajar, serta memiliki dasar yang lebih baik dalam memahami dan membagikan kebenaran Alkitab.
Adapun materi pelajaran yang kami pelajari dalam Kelas Diskusi Pengantar Hermeneutika Khusus adalah:
Hari 1: Cara membaca jenis-jenis literatur Alkitab
Hari 2: Cara menikmati dan membaca kitab narasi Alkitab dan perumpamaan
Hari 3: Cara menikmati dan membaca kitab puisi dan hikmat
Hari 4: Cara membaca surat-surat rasul
Hari 5: Cara membaca kitab-kitab nubuat dan wahyu
Mengikuti kelas diskusi Pengantar Hermeneutika Khusu merupakan pengalaman yang sangat berharga dan memberikan banyak berkat bagi pertumbuhan iman saya. Saya percaya bahwa apa yang telah dipelajari menjadi bekal yang bermanfaat untuk terus bertumbuh dalam mengenal Tuhan dan memahami firman-Nya dengan lebih baik.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Lembaga SABDA melalui SABDA Ministry Learning Center sebagai fasilitator kelas Pengantar Hermeneutika Khusus yang telah menyediakan kesempatan, materi, dan wadah pembelajaran yang sangat memberkati. Terima kasih juga kepada moderator kelas diskusi PHK 3, Ibu Milly, dan admin kelas diskusi PHK 3, Ibu Yola, yang telah membantu, mendampingi, dan mendukung selama proses kelas berlangsung. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan peserta kelas diskusi PHK 3 yang telah bersama-sama belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Kiranya Tuhan terus memberkati setiap langkah pelayanan dan pertumbuhan iman kita sehingga semakin mampu memahami serta melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.
13. Nanang S.Y.
Melalui sharing dalam grup PHK, saya semakin memahami firman Tuhan dengan lebih mendalam dan melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan setiap anggota. Kesaksian, pergumulan, dan pembelajaran yang dibagikan menjadi penguatan iman, penghiburan, sekaligus pengingat untuk terus bertumbuh dalam Kristus. Saya juga belajar bahwa firman Tuhan tidak hanya untuk dipahami, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Persekutuan ini menolong saya untuk tetap setia berjalan bersama Tuhan dan saling menguatkan sebagai tubuh Kristus.
Singkatnya, saya diberkati karena melalui sharing PHK saya semakin memahami firman Tuhan, dikuatkan oleh kesaksian sesama anggota, dan terdorong untuk hidup lebih taat kepada Tuhan.
14. Sola Gratia Z.
Puji Tuhan, melalui kelas PHK saya belajar untuk lebih peka melihat Kristus dalam setiap pembacaan Alkitab. Saya belajar bahwa membaca firman tidak boleh terburu-buru, tetapi perlu sabar menangkap benang merah, konteks, dan kebenaran Allah yang sedang dinyatakan. Dalam modul dan dalam diskusi kelas, saya memahami bahwa Alkitab harus dibaca sesuai jenis tulisannya, baik itu narasi, perumpamaan, puisi, hikmat, surat, nubuat, maupun Wahyu. Setiap genre memiliki cara baca yang berbeda. Seperti genre menentukan cara baca, konteks menentukan makna, dll..
Hal yang paling menyadarkan saya adalah bahwa pembacaan yang benar akan membawa kita semakin mengenal, mencintai, dan mengagumi Yesus. Untuk komitmen pribadi, saya ingin lebih tekun membaca Alkitab dengan memperhatikan genre dan konteks.
15. Supriyono
Salah satu hal yang sangat memberkati saya dalam mempelajari Hermeneutika Khusus adalah memahami bahwa meskipun firman Tuhan adalah kebenaran yang kekal dan tidak berubah, Allah memilih menyampaikannya melalui bahasa manusia, budaya tertentu, dan situasi lokal yang terus berubah. Saya juga belajar bahwa Allah menggunakan berbagai bentuk sastra untuk menyampaikan kebenaran-Nya. Ada narasi sejarah yang menunjukkan karya Allah dalam perjalanan umat-Nya, puisi dan mazmur yang mengekspresikan penyembahan serta pergumulan hati manusia, nubuat yang menyampaikan teguran dan pengharapan, perumpamaan yang mengajarkan kebenaran rohani melalui ilustrasi kehidupan sehari-hari, surat-surat yang memberikan pengajaran bagi gereja, dan kitab Wahyu yang menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan kemenangan Allah di masa depan.
Pemahaman ini menolong saya untuk tidak membaca semua bagian Alkitab dengan cara yang sama. Setiap jenis tulisan memiliki karakteristik dan cara penafsiran yang berbeda. Karena itu, sebelum menarik aplikasi bagi kehidupan masa kini, saya perlu terlebih dahulu memahami maksud penulis dan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca pertama. Melalui pelajaran PHK dengan sepuluh pertanyaan yang dibahas selama lima hari ini, saya semakin yakin bahwa keterbatasan bahasa manusia tidak mengurangi kebenaran Firman Tuhan. Justru melalui bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan manusia, Allah menyatakan kebenaran-Nya yang kekal. Tugas kita sebagai pembaca Alkitab adalah menggali makna asli teks dengan sungguh-sungguh sehingga pesan Tuhan dapat diterapkan secara benar dalam konteks kehidupan kita saat ini.
Berkat yang saya terima adalah saya semakin menghargai Alkitab sebagai firman Allah yang hidup, belajar membaca setiap bagian sesuai jenis sastranya, dan terdorong untuk menafsirkan firman dengan lebih bertanggung jawab agar tidak mengambil ayat di luar konteksnya. Terima kasih atas kerja samanya kepada teman-teman peserta, tim SABDA MLC, moderator, dan admin yang sudah mendampingi kami selama kegiatan ini berlangsung. Tuhan Yesus senantiasa memberkati. Akhirnya, Soli Deo gloria, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
16. Tan Tjin Hin
Terima kasih Tuhan Yesus Kristus, karena kasih dan kebaikan-Mu telah memampukan saya untuk mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus selama hampir li