Sharing Berkat Kelas PHK 2

1. David Tobias

Jarang ada pembahasan Hermeneutika Khusus seperti ini, yang memberi panduan dan dasar yang sangat bermanfaat untuk menafsirkan Alkitab secara benar. Saya jadi semakin berhati-hati dalam mempelajari suatu kitab untuk menghasilkan penafsiran yang lebih tajam dan akurat. Diskusi kelas saling melengkapi dalam suasana yang bersahabat, membuat peserta semakin suka membaca dan mempelajari firman Allah. Terima kasih kepada tim SABDA dan rekan-rekan semua. Tuhan Yesus memberkati.

2. Edisoni Dohona

Mempelajari Pengantar Hermeneutika Khusus memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara menafsirkan Alkitab berdasarkan genre sastranya. Saya belajar untuk lebih cermat memperhatikan konteks dan maksud penulis sehingga dapat memahami firman Tuhan dengan lebih akurat. Pembelajaran ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan rohani maupun pelayanan dalam mengajarkan Alkitab kepada orang lain. Thanks to admin yang selalu mengingatkan dan kepada tim SABDA Ministry Learning Center.

3. Edy Anto

Melalui diskusi Pengantar Hermeneutika, saya semakin memahami pentingnya menafsirkan Alkitab sesuai konteks dan maksud penulisnya, bukan berdasarkan pemikiran atau perasaan pribadi. Saya juga belajar bahwa Allah konsisten dalam karakter-Nya. Sekalipun ada nubuat yang tampaknya berubah, hal itu tidak menunjukkan bahwa Allah gagal, melainkan bahwa Ia merespons pertobatan manusia sesuai dengan keadilan dan kasih-Nya. Pembelajaran ini menolong saya membaca Alkitab dengan lebih teliti, bertanggung jawab, dan menghargai kebenaran firman Tuhan secara lebih utuh.

4. Elisa Iswandono


Saya bersyukur bahwa di tengah kesibukan saya dalam kegiatan penelitian di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini. Melalui studi Pengantar Hermeneutika Khusus, kita diingatkan bahwa meskipun kebenaran Allah bersifat absolut dan kekal, Dia memilih untuk menyatakannya secara kontekstual melalui bahasa, budaya, dan sejarah manusia agar dapat dipahami dan dihidupi secara nyata. Dengan belajar memahami jenis literatur Alkitab secara tepat, seperti membedakan catatan sejarah (deskriptif) dari perintah mutlak, melihat Amsal sebagai prinsip umum dan bukan rumus kaku, meniru fokus doa Rasul Paulus yang mengutamakan kedewasaan rohani daripada kenyamanan materi, hingga memandang ibadah hari Minggu sebagai gladi resik ibadah surgawi, kita diajak untuk membaca firman dengan hati yang jujur dan berserah pada bimbingan Roh Kudus sehingga dapat menangkap pesan asli yang dimaksudkan Allah lalu menerapkannya secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih kepada Ibu Yulia (sehat selalu, Ibu), Ibu Roma, Yola, Evie, serta rekan-rekan tim SABDA lainnya. Kiranya terus dipakai Tuhan menjadi berkat dalam pelayanan. Rekan-rekan satu kelas juga kiranya tetap semangat dalam terus belajar Firman Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

5. Eminingtyas

Puji Tuhan, oleh kemurahan-Nya dan pelayanan tim SABDA, saya masih dapat mengikuti kelas Hermeneutika yang sangat memberkati saya dan memperdalam pemahaman saya dalam memahami dan merenungkan firman Tuhan tanpa asal mengambil ayat firman Tuhan. Pengalaman para penulis Alkitab bersama Tuhan pada masanya memperdalam pengenalan saya akan Allah sebagai pusat pemberitaan firman Tuhan, yang rencana-Nya tidak pernah gagal serta senantiasa menyertai dan berdaulat atas kita.

Terima kasih SABDA. Terima kasih Ibu Evie dan Kak Yola yang dengan setia melayani kami dalam kelas ini. Terima kasih juga kepada rekan-rekan diskusi yang telah memberkati melalui penggalian, kebersamaan, dan tanggapan yang diberikan. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.

6. Hendri

Puji syukur kepada Bapa di surga dalam nama Yesus Kristus. Saya diberikan kesempatan untuk mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus dan memperoleh banyak pelajaran serta pengalaman baru. Dari pelajaran hermeneutika ini, saya belajar lebih dalam tentang penafsiran Alkitab, bukan hanya mengandalkan pemahaman sendiri dengan pola pikir modern saat ini, tetapi juga memahami penafsiran dari sisi budaya masa lampau, tata bahasa, narasi, dan lain-lain. Dengan memahami isi Alkitab lebih baik, serta melalui diskusi bersama teman-teman dalam kelompok, saya juga mendapatkan beberapa wawasan baru. Semoga melalui pembelajaran ini, iman kita terus bertumbuh dalam Tuhan melalui firman-Nya.

Akhir kata, saya berterima kasih kepada tim SABDA yang telah mengadakan kelas ini dengan sangat baik, baik dalam penyampaian materi maupun dalam memandu para peserta belajar. Saya berharap akan ada kelas-kelas lainnya yang dapat membantu setiap jemaat terus bertumbuh. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, segala puji dan syukur. Tuhan Yesus memberkati.

7. Ivan Octanius
Shalom Bapak/Ibu, dan teman-teman peserta PHK. Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus selama lima hari. Melalui kelas ini, saya memperoleh pemahaman baru bahwa setiap genre Alkitab perlu dibaca sesuai karakteristik dan konteksnya. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa tujuan mempelajari Alkitab bukan sekadar mencari pengetahuan atau menafsirkan dengan benar, tetapi semakin mengenal Kristus dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Saya juga sangat diberkati saat mempelajari kitab-kitab Puisi, Hikmat, Nubuat, dan Wahyu karena semakin memahami bahwa Alkitab tidak ditulis untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia, melainkan untuk menumbuhkan iman, pengharapan, dan kasih kepada Tuhan.

Secara praktis, saya ingin lebih disiplin membaca Alkitab dengan memperhatikan konteks, tujuan penulisan, dan jenis kitab yang sedang dibaca sehingga tidak lagi mencomot ayat secara terpisah dari keseluruhan pesannya. Saya juga merasa diberkati melalui proses diskusi yang hidup karena berbagai pertanyaan, jawaban, dan tanggapan dari peserta memperkaya pemahaman saya terhadap materi yang dipelajari. Terima kasih kepada tim SABDA, para moderator, dan seluruh peserta yang telah berbagi selama kelas berlangsung. Kiranya apa yang telah kita pelajari dapat menolong kita semakin bertumbuh dalam mengenal firman Tuhan dan memuliakan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Soli Deo gloria.

8. Josephine A.B. Christinawati

Bersyukur bisa mengikuti kelas PHK. Kelas ini menambah wawasan bagi saya bahwa dalam membaca teks, kita tidak boleh asal menafsirkan mengikuti pikiran kita sendiri. Sebaliknya, kita harus terlebih dahulu memahami latar belakang penulisan teks tersebut yang ditulis ribuan tahun yang lalu, yang tentunya sangat berbeda dengan situasi dan kondisi kita saat ini. Ada pengaruh budaya pada waktu itu yang berbeda dengan kondisi sekarang. Jadi, kita tidak bisa asal menafsirkan dan menerjemahkannya menurut akal pikiran kita.

Dalam membaca sebuah kisah dalam Alkitab, kita juga tidak boleh hanya mengangkat tokoh yang ada dalam kisah tersebut. Karena tokoh yang sebenarnya adalah Allah yang bekerja dan mengendalikan segala sesuatu di tengah keberadaan dan situasi saat itu. Terima kasih kepada tim SABDA. Saya sangat diberkati dan semakin me