- BKD 3 - Antonius HB
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur karena telah menyelesaikan Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6. Terima kasih untuk teman-teman dalam kelas BKD 3 dan moderator yang sudah saling berbagi (sharing) sehingga wawasan saya bertambah dan saya semakin mengenal karakter Allah. Melalui pembelajaran ini, saya semakin memahami bahwa, seperti yang digambarkan dalam 1 Petrus 5:13, sebagai umat pilihan kita sedang hidup di "Babilon", yaitu dunia yang sering kali tidak sejalan dengan kehendak Allah. Sebagaimana Daniel dan ketiga sahabatnya hidup sebagai tawanan, minoritas, dan berada dalam situasi yang jauh dari ideal, demikian pula orang percaya dipanggil untuk tetap setia di tengah berbagai tantangan.
Saya belajar bahwa kemuliaan Allah tidak selalu dinyatakan melalui keberhasilan, kekayaan, atau kedudukan, melainkan melalui kesetiaan dan ketaatan umat-Nya, bahkan ketika harus menghadapi penderitaan. Selama mengobservasi kitab Daniel, saya semakin diyakinkan bahwa meskipun zaman terus berubah, Allah tetap berdaulat, setia, menyertai umat-Nya, adil, dan menggenapi setiap rencana-Nya. Kiranya seluruh pembelajaran ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk hidup saya untuk terus setia memuliakan Tuhan di mana pun Ia menempatkan saya. Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Asmadi
Saya sangat bersyukur boleh mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel (BKD) secara online. Kelas ini menjadi pengalaman yang baru dan sangat memberkati. Walaupun dilaksanakan secara daring, proses belajar tetap hidup melalui pemaparan materi, diskusi, dan saling berbagi pemahaman dari para peserta.
Dari pembahasan Daniel pasal 1–6, ada beberapa pelajaran yang sangat berkesan bagi saya:
- Saya belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus dijaga sekalipun berada di tengah lingkungan yang tidak mendukung iman, seperti yang ditunjukkan Daniel dan sahabat-sahabatnya.
- Saya semakin diyakinkan bahwa Allah tetap berdaulat atas sejarah, kerajaan-kerajaan dunia, dan kehidupan umat-Nya.
- Saya melihat teladan Daniel sebagai pribadi yang tekun berdoa, bergaul dengan Tuhan, berintegritas, berhikmat, rendah hati, dan tetap setia meskipun harus menghadapi ancaman maupun penganiayaan.
Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah membangun kehidupan doa yang lebih tekun, mempertahankan integritas dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari, serta tetap berani menyatakan iman kepada Kristus dengan penuh hikmat di mana pun Tuhan menempatkan saya. Sebagai pelayan Tuhan, saya juga terdorong untuk mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak ditentukan oleh keadaan, tetapi oleh komitmen untuk tetap taat kepada firman-Nya.
Evaluasi saya terhadap proses diskusi: diskusi berlangsung dengan baik. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya serta menyampaikan hasil penafsiran, penggalian, dan pengamatan. Suasana belajar juga terasa terbuka, saling menghargai, dan mendorong setiap peserta untuk semakin mendalami Alkitab.
Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada moderator dan admin yang telah melayani dengan sabar, mempersiapkan kelas dengan baik, mengatur jalannya waktu diskusi, serta mendampingi seluruh peserta selama proses pembelajaran. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan dan jerih lelah yang telah diberikan. Tuhan memberkati.
- Budi Sinaga
Puji Tuhan, saya telah menyelesaikan Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6. Sangat terberkati membedah kitab Daniel dengan menggali lebih dalam dari sebelumnya.
Dari BKD ini, pelajaran utama yang diperoleh:
- Kesetiaan dalam hal kecil= Daniel menolak makanan raja (Daniel 1) demi menjaga kekudusan. Hal ini mengajarkan bahwa kesetiaan dalam hal kecil membuka jalan bagi berkat besar.
- Doa sebagai kekuatan= Daniel tetap berdoa tiga kali sehari meski ada larangan (Daniel 6). Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan sumber kekuatan rohani.
- Keberanian dalam iman= Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berani menolak menyembah patung emas (Daniel 3). Mereka rela masuk dapur api demi iman.
- Allah berdaulat atas sejarah= Allah merendahkan Nebukadnezar dan Belsyazar, menunjukkan bahwa kuasa manusia terbatas, tetapi kuasa Allah kekal.
- Kesaksian hidup yang konsisten= Daniel dikenal sebagai orang yang "tidak bercela" (Daniel 6:4). Integritasnya menjadi kesaksian yang kuat di tengah bangsa asing.
Sedangkan aplikasi praktis yang bisa saya terapkan:
- Menjaga integritas pribadi.
- Membangun disiplin doa.
- Berani menolak kompromi.
- Mengandalkan Allah dalam krisis.
Berkat yang paling mengesankan adalah Allah menyertai umat-Nya dalam situasi paling sulit, baik di "dapur api" maupun "gua singa". Proses diskusi berjalan lancar dan hidup dengan banyaknya pertanyaan serta antusiasme dari peserta diskusi.
Terima kasih kepada tim MLC SABDA, Ibu Roma, dan Mbak Yola sebagai fasilitator berjalannya program ini. Tuhan Yesus memberkati pelayanan SABDA lebih dahsyat lagi.
- Cory Pakondo
Melalui penggalian kitab Daniel pasal 1–6, benar-benar saya dibawa untuk mendalami iman, komitmen, dan konsistensi, sekalipun taruhannya adalah nyawa. Beriman, berkomitmen, dan konsisten hanya dapat dipertahankan jika keintiman dengan Tuhan benar-benar menjadi gaya hidup. Saya benar-benar diberkati. Spiritualitas saya ditumbuhkan dan diakarkan. Terima kasih SABDA telah menginisiasi diskusi ini.
- Dwi Kanti
Bersyukur kepada Tuhan yang berdaulat atas hidup seluruh alam semesta dan ciptaan-Nya. Karena kuasa dan kasih-Nya telah mengizinkan saya untuk mengikuti dan menyelesaikan kelas diskusi dengan baik. Sungguh sangat memberkati. Setiap pasal demi pasal yang digali membawa saya untuk dapat mengoreksi diri. Belajar dari Daniel arti sebuah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Belajar dari tokoh-tokoh yang tidak mengenal Tuhan arti kerendahan hati. Dan, semuanya itu mengajak saya melihat betapa besar kuasa dan kasih Tuhan, betapa Allah sungguh berdaulat atas hidup setiap manusia.
Hal ini membuat cara pandang saya berubah dalam menyikapi persoalan hidup yang terjadi di sekitar saya. Terima kasih untuk tim SABDA dan para pelayannya. Kiranya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat, dan kekuatan untuk melayani dengan lebih excellent sehingga memuliakan nama Tuhan. Amin.
- Eci
Terima kasih saya sampaikan kepada SABDA MLC, kak moderator dan admin, Kak Roma dan Kak Yola, yang dipakai Tuhan sebagai alat perpanjangan tangan-Nya sehingga saya bisa belajar dan menggali bersama rekan-rekan BKD 3 yang saling membantu dalam Bedah Kitab Daniel.
Pelajaran yang berkesan: Daniel 5:23, "Allah adalah pemegang napas hidup dan segala jalan kita" ("... Allah yang memegang napasmu dan menentukan segala jalanmu."). Di mana manusia tidak memiliki kendali atas eksistensi mereka sendiri. Tuhan adalah pemegang hak paten tombol "on/off" kehidupan kita. Eksistensi kita di bumi ini hanya sesaat, ibarat embusan angin. Tidak ada manusia sehebat apa pun yang bisa menahan nyawa ketika waktunya sudah habis. Setiap orang punya jatah hari masing-masing di bumi. Batas waktu hidup Tuhan yang menentukan.
Thomas Watson: "Waktu kita benar-benar di tangan Tuhan. Dari menit lahir sampai napas terakhir sudah dipatok dengan tepat dan tidak bisa diubah oleh kekuatan ataupun kepintaran manusia." Sadar bahwa napas kita ada di tangan-Nya dan waktu kita sangat terbatas. Hal ini mengajarkan kita akan ketundukan total kepada Tuhan, menghilangkan rasa aman yang palsu atas kekuatan atau kesehatan jasmani, fokus kepada kekekalan, bukan pada hal yang fana, serta mengarahkan hati untuk senantiasa bergantung penuh kepada belas kasihan dan kehendak-Nya dalam menjalani hari-hari di dunia dengan bijak dan takut akan Tuhan. Terima kasih.
- Handy Siloam
Shalom. Puji Tuhan, melalui kelas BKD MLC SABDA dan Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6, saya belajar bahwa firman Tuhan perlu dipahami sesuai konteksnya agar pesan yang disampaikan dapat diterapkan dengan benar. Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat bahwa Allah tetap berdaulat di setiap zaman, sementara Daniel tetap setia kepada-Nya di tengah berbagai tekanan dan perubahan pemerintahan.
Melalui pembelajaran ini, saya terdorong untuk semakin menjaga kehidupan doa, hidup berintegritas, serta tetap taat dan setia kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Saya juga bersyukur karena proses diskusi di kelas membantu saya memahami firman Tuhan secara lebih sistematis melalui observasi, analisis, pelajaran, dan aplikasi. Kiranya apa yang dipelajari menjadi berkat dan dapat saya hidupi setiap hari. Terima kasih Roh Kudus, sahabat BKD 3, dan tim MLC SABDA yang telah menuntun dan membimbing. Tuhan Yesus memberkati.
- Jance
Shalom Bapak/Ibu dan teman-teman sekalian. Puji Tuhan, saya bersyukur atas kesempatan mengikuti kelas BKD 3 ini, khususnya dalam penggalian kitab Daniel pasal 1 hingga 6. Pengalaman baru ini sangat memperkaya pemahaman saya akan kedaulatan Tuhan dan kesetiaan hamba-Nya. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana Daniel dan teman-temannya menunjukkan ketetapan hati untuk tidak berkompromi dengan nilai-nilai dunia, meskipun menghadapi tekanan dan ancaman yang besar. Dari Daniel yang menolak makanan raja (pasal 1), Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang menolak menyembah patung emas (pasal 3), hingga Daniel yang tetap berdoa meskipun ada larangan (pasal 6), semua menunjukkan iman yang teguh dan keberanian yang luar biasa.
Berkat yang saya terima adalah pengingat bahwa di tengah tantangan zaman ini, kita dipanggil untuk tetap setia dan berani menyatakan kebenaran karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa melepaskan dan memelihara umat-Nya. Aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah lebih berani untuk mengambil sikap yang benar sesuai firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan pekerjaan maupun sosial, tanpa takut akan pandangan atau tekanan dari sekitar. Saya juga akan lebih sungguh-sungguh dalam membangun relasi pribadi dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman, seperti yang Daniel teladankan.
Terkait proses diskusi di kelas, saya merasa sangat diberkati dengan interaksi yang hidup dan pertanyaan-pertanyaan mendalam yang memicu kami untuk berpikir lebih jauh. Diskusi yang interaktif ini membantu saya melihat berbagai perspektif dan memperkuat pemahaman akan kebenaran firman Tuhan. Terima kasih.
- Josef Harianto
Kisah dari kitab Daniel sudah melekat dalam benak saya sejak Sekolah Minggu. Namun, BKD ini memberkati saya dengan banyak hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Allah berdaulat mengatur dan mengendalikan sejarah. Dia menaikkan dan menurunkan pemerintah. Bahkan, kepada orang kecil pun Allah dapat memberikan kekuasaan yang sangat besar. Berhentinya Kerajaan Yehuda tidak membuat kemasyhuran Allah merosot. Justru nama Allah Israel semakin besar di seluruh dunia melalui Imperium Babel, Media, dan Persia.
BKD membuat saya berpikir, kalau raja-raja kafir dapat Allah pakai untuk menyatakan kemuliaan-Nya, apa yang saya bisa lakukan untuk memperkenalkan Allah dan Kristus kepada orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup saya dari hari ke hari? Apakah kesaksian hidup saya membuat Allah dipuji atau sebaliknya? Kalau dahulu waktu kecil saya terkagum dengan mukjizat yang Allah kerjakan melalui Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, sekarang, saya terpesona dengan keberanian dan integritas keempat orang Yahudi tersebut sejak usia belia hingga usia lanjut.
Doa, relasi dengan Allah, persekutuan, juga hal-hal yang terluput dari perhatian saya selama ini ketika membaca kitab Daniel. Bahkan Darius mengucapkan doa untuk Daniel ketika dilemparkan ke gua singa. Terima kasih banyak untuk dukungan dari tim SABDA dalam BKD ini serta teman-teman sepembelajaran. Kiranya Tuhan terus memimpin dan memberkati setiap langkah pelayanan lembaga SABDA.
- Lina Dewi
Sungguh saya merasa sangat diberkati dapat mengikuti kelas BKD ini. Saya sangat mengagumi Daniel, umat yang setia dan melakukan yang benar sehingga menjadi saksi bagi banyak orang. Namun, terlebih lagi sekarang, saya menyadari dan meyakini bahwa Tuhan tidak berubah, tetap berkuasa, tetap membuat mukjizat, dan tetap mengasihi kita sekalipun kita sering menyakiti Dia. Tuhan tetap berdaulat selamanya. Tuhanlah yang dimuliakan dahulu, sekarang, dan selamanya. Terima kasih kepada Bu Roma dan semua tim SABDA yang sudah menjadi berkat buat kita semua. Soli Deo gloria.
- Linna Kusuma Wati
Puji syukur kepada Tuhan. Karena pertolongan-Nya, saya tidak hanya dapat mengikuti kelas sampai selesai, tetapi juga dimampukan dalam penggalian, walaupun masih ada yang kurang. Namun, saya percaya Tuhan, sumber hikmat, akan menyatakan kebenaran kepada semua anak-anak-Nya. Berkat yang paling mengena adalah dari kisah perapian yang menyala: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka punya tekad, ditolong Tuhan ataupun tidak, mereka tetap tidak mau menyembah patung. Mereka bisa "melepas keinginan untuk ditolong" Tuhan. Benar-benar berserah total pada kehendak Tuhan.
Pelajaran buat saya, tidak hanya percaya Tuhan akan menolong, tetapi juga bisa melepaskan apa yang di luar kendali saya. Terima kasih untuk tim SABDA dan teman-teman BKD 3. Segala puji, hormat, dan kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.
- Magdalena
Saya sangat bersyukur diarahkan Tuhan sehingga bisa mengikuti program BKD yang mengajarkan pola baru dalam membahas firman Tuhan, sehingga mendapat poin-poin utamanya. Sudah beberapa kali saya membaca kitab Daniel, tetapi baru kali ini saya mendapat kesimpulan tentang pola bahwa pemeran utama dalam kitab Daniel ini sebenarnya adalah Tuhan. Di setiap kisah, ada anak Tuhan, ada pembuat masalah sehingga ada masalah, tetapi selalu ada saja cara Tuhan memenangkan anak-anak Tuhan dalam menghadapi masalah yang tetap ada, sambil membuat iman anak-anak-Nya semakin bertumbuh. Karena pengenalan akan kuasa Allah yang luar biasa dan kasih Allah yang peduli akan kondisi anak-anak-Nya. Dan, sambil show kepada dunia akan power-Nya Tuhan.
Di waktu teduh saya selanjutnya, saya akan menerapkan pola bedah firman seperti ini. Bagaimana jika program ini tetap dilanjutkan dengan kitab-kitab yang lain, Kak? Karena saya sangat terbantu dalam mengarahkan anak-anak saya (remaja dan pemuda kritis) melalui pendalaman ini. Saya juga sangat terberkati dengan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban- jawaban teman-teman yang membuka wawasan saya. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada pengurus dan teman-teman yang luar biasa. Semoga kita semua semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah untuk dipakai-Nya menjadi saluran berkat-Nya. Amin.
- Martina Zebua
Mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel, saya sangat dikuatkan bahwa orang yang tetap setia kepada Tuhan tidak selalu mengalami hidup yang mudah, tetapi selalu mengalami penyertaan, hikmat, pemeliharaan, dan kemenangan dari Tuhan. Dan, di atas segala perubahan zaman, pemimpin, dan keadaan, Tuhan tetap berdaulat dan tidak pernah berubah.
Terima kasih buat teman-teman grup yang sangat luar biasa semangat belajarnya, diskusinya, dan penggaliannya. Saya banyak mendapatkan berkat. Terima kasih untuk tim SABDA yang terus menyediakan sarana bagi kami untuk belajar dan menggumulkan bersama kebenaran firman Tuhan. Program SABDA mengajarkan kita semua bagaimana menggali kebenaran firman Tuhan dengan benar. Tuhan memberkati semuanya.
- Petrus Panaka
Saya bersyukur bisa kembali lagi mengikuti kelas yang diselenggarakan oleh SABDA MLC. Dalam kelas Bedah Kitab Daniel yang saya ikuti ini, banyak pelajaran yang bisa saya pelajari. Keteladanan iman Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang percaya kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Adil, bukan kepada dewa-dewa yang didirikan oleh Raja Nebukadnezar, patut kita teladani. Segala tekanan, tantangan, dan fitnah terhadap iman mereka dapat diatasi karena mereka tahu hanya Allah mereka yang harus disembah. Mereka menolak menyembah patung emas Nebukadnezar, sekalipun ancamannya adalah dapur api.
Mereka taat kepada Allah daripada kepada manusia, dan bukan karena dijamin selamat, tetapi karena Allah memang layak ditaati. Daniel tetap berdoa tiga kali sehari meskipun ada larangan kerajaan. Ia tidak mengubah kebiasaannya demi keselamatan dirinya. Kesetiaan Daniel bukan muncul ketika krisis datang; doa sudah menjadi gaya hidupnya jauh sebelum ancaman itu ada.
Oleh karenanya, kita orang percaya dipanggil untuk:
- menjaga kekudusan di tengah kompromi moral
- bekerja dengan profesional dan berintegritas
- tetap setia beribadah dan berdoa
- berani mempertahankan iman meskipun menghadapi tekanan
- lebih mengutamakan kehendak Allah daripada penerimaan dunia
Melalui kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SABDA MLC, khususnya moderator dan admin kelas atas segala usaha dan kerja samanya. Marilah kita, para peserta, mempraktikkan ilmu dan pengetahuan yang kita peroleh untuk kemuliaan nama Tuhan.
- Regina Papilaya
Shalom, teman-teman. Mengikuti kelas BKD menjadi pengalaman yang sangat memberkati bagi saya. Melalui penggalian kitab Daniel, saya belajar bahwa firman Tuhan menjadi semakin hidup ketika dibaca dengan teliti, didiskusikan bersama, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah keteladanan Daniel yang tetap setia kepada Tuhan di tengah perubahan kerajaan, tekanan, dan tantangan. Dari situ, saya diingatkan bahwa Tuhan tetap berdaulat, setia, dan menyertai orang yang tetap berpegang kepada-Nya.
Ke depan, saya berkomitmen untuk lebih disiplin membaca firman Tuhan, tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk menaati dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga bersyukur karena proses diskusi di kelas BKD membantu saya melihat sudut pandang yang lebih luas melalui pemikiran teman-teman. Semoga ke depan diskusi dapat semakin interaktif sehingga semakin banyak peserta yang berani berbagi hasil penggalian dan saling membangun dalam firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Rian
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh karena kasih setia-Nya yang memampukan saya untuk menyelesaikan kelas diskusi Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6 selama 6 hari ini. Sungguh sebuah berkat yang luar biasa dapat mendalami firman Tuhan bersama dalam komunitas yang saling membangun. Selama 6 hari ini, saya belajar banyak hal melalui metode penggalian yang sistematis menggunakan alat bantu dari SABDA dan sumber lainnya yang relevan dengan pokok Bedah Kitab Daniel ini. Penggunaan alat bantu ini sangat membantu saya untuk tidak sekadar membaca teks, tetapi membedah makna kata, konteks sejarah, dan kaitan antarayat dengan lebih mendalam.
Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika kami melihat narasi Daniel 1–6 melalui POV (Point of View) takhta Allah. Sering kali, saat membaca kisah Daniel di gua singa atau kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di perapian, fokus saya hanya pada keberanian tokoh-tokoh tersebut. Namun, melalui kelas ini, mata rohani saya dibukakan bahwa di balik setiap peristiwa itu ada takhta Allah yang berdaulat. Saya belajar bahwa Daniel dan kawan-kawannya dapat tetap setia bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan karena mereka menyadari bahwa Allah yang mereka sembah adalah Raja di atas segala raja. Meskipun mereka berada di pembuangan dan di bawah kekuasaan raja-raja dunia, Allah tetap memegang kendali sejarah. Hal ini memberikan penghiburan besar bagi saya pribadi bahwa dalam situasi hidup saya yang mungkin terasa sulit atau tidak pasti, Allah tetap bertakhta dan rencana-Nya tidak pernah gagal, apa pun itu.
Di akhir kelas ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YLSA melalui tim MLC SABDA yang telah memfasilitasi kelas ini dengan materi yang sangat berkualitas dan sistematis sehingga sangat memberkati pertumbuhan iman saya. Terima kasih juga untuk moderator dan admin kelas BKD 3 atas kesabaran dan dedikasi dalam mengarahkan, mengatur jalannya diskusi, serta menyusun pertanyaan-pertanyaan yang menggugah sehingga sangat membantu kelancaran proses belajar kami. Tak lupa juga kepada rekan-rekan peserta kelas BKD 3 atas setiap pencerahan baru, perspektif yang berbeda, dan sharing pengalaman yang sangat menguatkan. Diskusi kita telah memperkaya pemahaman saya akan firman Tuhan.
Kiranya apa yang kita pelajari dari kelas diskusi Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6 selama 6 hari ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi bekal bagi kita untuk hidup lebih setia dan berkomitmen kepada Tuhan dalam keseharian kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
- Sannur Tambunan
Puji syukur kepada Tuhan karena saya berkesempatan mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel. Melalui pembelajaran ini, saya semakin diteguhkan bahwa Tuhan adalah Allah yang berdaulat atas seluruh sejarah. Dialah yang mengatur jalannya sejarah, mendirikan dan meruntuhkan kerajaan-kerajaan serta para penguasa dunia sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.
Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam segala keadaan. Di tengah perubahan zaman, pergantian pemerintahan, tekanan, bahkan penderitaan yang dialami umat-Nya, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ia tetap setia menyertai, memelihara, dan menggenapi setiap rencana-Nya. Melalui pembelajaran ini, saya diingatkan untuk terus hidup dengan iman, tetap percaya, dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Apa pun situasi yang saya hadapi, saya ingin tetap setia kepada-Nya karena Tuhan memegang kendali atas hidup saya maupun atas sejarah dunia.
Proses diskusi selama kelas juga berjalan dengan baik, lancar, dan saling membangun. Saya bersyukur dapat belajar bersama peserta lain melalui setiap penggalian firman Tuhan yang memperkaya pemahaman saya akan kitab Daniel. Terima kasih kepada seluruh tim MLC SABDA yang telah memfasilitasi kelas Bedah Kitab Daniel dengan sangat baik. Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan tim SABDA sehingga semakin banyak orang diperlengkapi untuk mengenal dan menghidupi firman Tuhan dengan benar. Tuhan Yesus memberkati.
- Simon Nany
Bersyukur dapat mengikuti kelas BKD. Melalui kelas BKD, saya dapat lebih mendalami tentang tokoh Daniel: karakternya, kesetiaannya, dan keteguhan imannya. Saya juga lebih memahami tentang Allah yang mengasihi, menuntun, menyelamatkan, dan memiliki kedaulatan penuh atas apa yang terjadi di dunia ini.
Hal yang berkesan bagi saya dalam BKD ini adalah Tuhan kadang tidak mencegah kita berada dalam masalah, tantangan, atau pergumulan iman (seperti Daniel di gua singa, demikian juga Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di dalam tungku perapian), tetapi Tuhan berjanji akan memberi jalan keluar dan menyelamatkan orang-orang yang setia dan yang dikasihi-Nya. Terima kasih buat tim MLC SABDA. Terima kasih kepada teman-teman dengan penggalian dan respons yang interaktif. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
- Titik
Puji Tuhan. Secara pribadi saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim SABDA. Saya bisa bergabung di BKD ini. Kelas ini sangat menolong kami dalam memahami penggalian firman Tuhan. Minggu lalu, kebetulan saya mendapat tugas menggantikan teman Bu Gembala yang sedang berhalangan sehingga meminta saya untuk membagikan perenungan di ibadah WBI. Puji Tuhan, dengan belajar bersama di sini sangat memberkati banyak orang yang sedang haus dan lapar akan firman Tuhan.
Daniel 1 adalah kisah tentang bagaimana mempertahankan identitas iman di tengah lingkungan yang asing dan korup. Di sini, kita bisa belajar meneladani sikap Daniel yang memiliki kejujuran, rendah hati, tidak sombong, menjaga integritas yang tinggi, serta kesetiaannya kepada Tuhan yang luar biasa. Jika kita bisa meneladani sikap Daniel, kita tidak akan mau berkompromi dengan dosa. Tujuan kita dalam hidup hanya ingin menyenangkan hati Tuhan, dan setiap kali ada pergumulan, kita hanya memohon pertolongan kepada Tuhan Yesus Kristus.
Puji Tuhan. Terima kasih untuk tim SABDA, istimewa untuk Kak Yola dan Kak Evi yang sangat sabar dan sudah melayani kami semua untuk bisa belajar bersama di Kelas BKD 3. Harapan ke depan, kiranya kami terus diizinkan belajar dalam kelompok rohani di sini yang luar biasa.
- Victoria
Puji Tuhan. Pembelajaran Bedah Kitab Daniel sangat memberkati karena kisahnya nyata dalam kehidupan saat ini. Saya belajar dari tokoh bernama Daniel dan ketiga temannya yang memiliki kesetiaan dan iman yang teguh kepada Allah meski berada dalam ancaman dan tekanan. Saya diingatkan kembali akan pentingnya hubungan yang intim, erat, dan bergantung pada Tuhan melalui doa sehingga melalui doa kita mendapatkan hikmat dan pengertian dalam menghadapi persoalan dan situasi. Semua itu mengajarkan kita akan kedaulatan Allah. Jangan memiliki keangkuhan hidup. Jika menerima kritik, hendaklah kita merendahkan hati untuk mau menerimanya. Berkat yang saya terima dari kitab Daniel ini adalah kita harus konsisten melakukan tindakan yang jujur dan bertanggung jawab, serta konsisten dalam saat teduh setiap hari. Karena untuk menjadi kuat, iman kita harus setiap hari berada di dalam ruang doa.
Terima kasih kepada moderator yang telah membimbing kelas. Walaupun ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, tetapi sudah terwakilkan oleh rekan-rekan lainnya di kelas sehingga jawaban tersebut menambah pengetahuan bagi saya. Terima kasih juga kepada admin yang senantiasa mengingatkan kami. Terpujilah nama Tuhan. Kelas Bedah Kitab Daniel dapat terlaksana dengan baik dan sangat memberkati. Tuhan Yesus memberkati dan memperlengkapi kita terus-menerus dalam menjalani kehidupan. Amin.
- Felmy Gracesya Riwu
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur dapat mengikuti program BKD yang mengajarkan pola baru dalam membahas dan membedah firman Tuhan. Sudah beberapa kali saya membaca kitab Daniel, tetapi baru kali ini saya mendapat kesimpulan tentang pola bahwa pemeran utama di kitab Daniel ini sebenarnya adalah Tuhan. Di setiap kisah, ada anak Tuhan, ada pembuat masalah sehingga ada masalah, tetapi selalu ada cara Tuhan memenangkan anak-anak Tuhan dalam menghadapi masalah yang tetap ada, sambil membuat iman anak-anak-Nya semakin bertumbuh. Banyak hal yang saya dapatkan dari kitab Daniel.
Dengan jadwal pelayanan saya yang begitu padat, saya tetap berusaha mengerjakan tugas yang diberikan. Di waktu teduh, dalam mempersiapkan pelayanan saya selanjutnya, saya akan menerapkan pola bedah firman seperti ini. Saya sangat diberkati jika program ini tetap dilanjutkan dengan kitab-kitab yang lain karena saya sangat terbantu dalam mengarahkan jemaat dan anak-anak saya (remaja dan pemuda kritis) melalui pendalaman ini. Saya juga sangat terberkati dengan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban teman-teman yang dapat membuka wawasan saya.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih banyak kepada pengurus dan teman-teman yang luar biasa. Semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah kita semua untuk dipakai-Nya menjadi saluran berkat bagi kemuliaan nama-Nya. Mohon maaf saya sering terlambat karena jadwal pelayanan yang padat dan tugas kuliah yang harus diselesaikan. Amin.