- Andhy
Bersyukur kepada Tuhan bisa ada di kelas BKD 1. Banyak sahabat baru dan sahabat lama yang luar biasa menggali dan berdiskusi firman dengan intens hingga pukul 17.00.
Bedah Kitab kali ini agak berbeda karena diarahkan fokus pada pribadi Tuhan, bukan dari sisi manusianya. Saya menemukan pola kuasa – kedaulatan – cara – dan rencana Tuhan yang terjadi pada zaman Daniel, kontekstual dengan kondisi zaman sekarang di Indonesia, di mana orang Kristen adalah minoritas secara jumlah. Namun, Tuhan tidak memerlukan jumlah besar agar rencana-Nya terjadi bagi bangsa-bangsa. Tuhan hanya memerlukan orang yang mau percaya dan taat kepada-Nya untuk masuk dalam rancangan-Nya sehingga kemuliaan Tuhan akan dinyatakan atas raja-raja dan bangsa-bangsa.
Haleluya! Terjadilah bagi Indonesia, sampai setiap lidah mengaku dan setiap lutut bertelut dalam nama Kristus Yesus.
- Basilia H.M.
Berpartisipasi dalam program Bedah Kitab Daniel menambah wawasan saya dan membuat saya memiliki pemikiran yang lebih terbuka tentang cerita-cerita dalam Alkitab. Jujur, awalnya, saya membaca Alkitab hanya sekadar lewat saja. Ketika tidak mengerti, saya juga sering bingung harus bertanya kepada siapa. Namun, melalui diskusi dan program bedah kitab ini, saya menjadi banyak belajar hal-hal baru tentang kisah Daniel dan bagaimana Tuhan bekerja di dalamnya.
Puji syukur saya panjatkan karena kita semua dapat menyelesaikan penggalian kitab ini. Saya juga berterima kasih kepada tim SABDA yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk belajar bersama. Saya menyadari bahwa dalam setiap kitab, metode penggaliannya bisa berbeda-beda. Bahkan, pada hari pertama dan kedua, saya sempat melakukan kesalahan karena kurang memperhatikan dan masih menggunakan cara penggalian yang lama. Saya sangat terkesan dengan cara penggalian kali ini, terutama karena kami diajak untuk belajar tentang perubahan zaman dan bagaimana melihat karakter Allah yang tetap bekerja di tengah perubahan tersebut.
Semoga ke depannya saya juga dapat membagikan berkat melalui apa yang sudah saya pelajari di kelas ini. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu yang sudah berdiskusi selama enam hari tanpa berhenti. Notifikasi selalu penuh dan menyala! Semangat Bapak/Ibu di kelas BKD 1, sungguh luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.
- Benny
Puji Tuhan, saya bisa mengikuti kelas ini dengan baik dan selesai. Setelah lima hari mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel ini, saya dapat mempelajari bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memiliki iman tanpa syarat, walaupun risikonya adalah mengalami kematian.
Setelah mengikuti kelas ini, saya akan tetap percaya kepada Tuhan walaupun ada masalah dan doa belum terjawab. Diskusinya pun berjalan dengan baik. Terima kasih tim SABDA yang membuka kelas ini dengan baik. Soli Deo Gloria.
- David Tobias
Bersama membedah kitab Daniel ini membuat saya lebih dikuatkan dalam menjalani kehidupan iman sehari-hari. Seperti Daniel yang sibuk, tetapi tetap menyempatkan diri untuk berdoa. Bahkan di tengah-tengah pekerjaan sekulernya, ia menjaga imannya tetap murni. Semuanya berpusat kepada Allah yang penuh kasih karunia dan menyertai umat-Nya. Terima kasih tim SABDA dan rekan-rekan semua di kelas BKD 1 pagi. Tuhan Yesus menyertai selalu.
- Djoko Susanto
Pengalaman baru mengikuti kelas BKD: cara membedah yang berbeda, lebih lengkap dan cermat. Dengan berdiskusi, membuat pemahaman menjadi lebih luas dan mendalam.
Pelajaran/berkat yang paling berkesan:
- Radikalisme iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam Daniel 3:17-18 ("Iman Seandainya Tidak").
- Usia lanjut bukan menjadi kendala bagi Allah untuk memakai kita (Daniel 5–6).
Aplikasi praktis yang akan dilakukan:
- Sisa kehidupan ini harus memuliakan dan menyembah Allah saja.
- Bersekutu erat dengan Allah setiap saat.
- Mengucap syukur dalam segala perkara.
Evaluasi terkait proses diskusinya:
- Penyelenggaraan acara berlangsung dengan baik dan lancar.
- Akan lebih menyenangkan jika ada metode kreatif dalam membedah kitab.
- Eddy Soewito
Melalui Bedah Kitab Daniel, saya lebih memahami kedaulatan Allah dalam sejarah dan pemeliharaan-Nya kepada umat yang taat dan setia. Hal ini memberikan pengharapan dan penghiburan kepada anak-anak-Nya yang menderita penganiayaan. Terima kasih kepada Bu Evie sebagai moderator dan Sdri. Yola yang telah melayani dengan baik. Soli Deo Gloria.
- Eddy Tan
Dalam kelas BKD ini, saya diberkati dengan wawasan rohani yang baru. Melalui kelas BKD ini, saya diajak untuk melihat lebih tajam keenam pasal awal kitab Daniel.
Hal baru yang saya dapatkan dari kelas BKD ini:
- Bahwa Daniel menyerahkan jabatan tinggi kepada kawan-kawannya demi tetap bisa menjadi alat Allah tanpa posisi yang bergengsi di dekat penguasa. Pada akhirnya, Allah memercayakan kuasa dan pengaruh yang lebih besar lagi kepadanya.
- Bahwa iman yang sungguh tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi, tetapi oleh keteguhan hati untuk menghormati dan menaati Allah, dalam istilah lain: hidup takut akan Allah.
Bersedia menjadi alat Tuhan dan tetap teguh beriman dalam situasi apa pun adalah penerapan yang ingin saya jalani dalam kasih karunia dan penyertaan Allah dalam Kristus. Terima kasih tim SABDA yang telah memfasilitasi kelas BKD ini. Tuhan Yesus memberkati SABDA dengan limpah karunia-Nya. Amin.
- Elisa Iswandono
Puji Tuhan. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas BKD 1 ini. Melalui pendalaman Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6, kita diingatkan bahwa di tengah dinamika perubahan zaman, tekanan lingkungan, maupun pergantian kekuasaan, Allah tetap berdaulat dan memegang kendali penuh atas seluruh perjalanan sejarah dan hidup kita.
Baik saat menghadapi ujian integritas, krisis keputusan, perapian ujian, hingga ancaman gua singa, penyertaan dan keadilan Tuhan tidak pernah berubah. Bagian kita adalah tetap setia, rendah hati, dan mengandalkan hikmat Tuhan melalui doa dalam setiap tugas dan pekerjaan sehari-hari, serta percaya bahwa Dia sanggup memelihara, membela, dan memakai ketaatan kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya di mana pun kita ditempatkan.
Terima kasih kepada Ibu Yulia, Ibu Evie, Kak Yola, Kak May, seluruh tim SABDA, dan teman-teman diskusi yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati pelayanan selanjutnya. Amin.
- Eminingtyas
Puji Tuhan, oleh kemurahan-Nya dan pelayanan SABDA, saya dapat mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel. Terima kasih banyak tim SABDA yang setia melayani dengan kasih, Kak Yola, Bu Evie, Kak Mey, Mas Bima, dan semuanya. Terima kasih juga kepada rekan-rekan diskusi yang diberkati Tuhan.
Melalui penggalian Daniel pasal 1–6 ini, saya melihat kedaulatan-Nya atas raja-raja dan orang percaya yang taat dan setia, juga atas alam semesta dan kerajaan, serta di setiap masa yang Allah izinkan terjadi guna menunjukkan cara-Nya yang ajaib dalam kebesaran-Nya, menarik semua orang untuk mengenal-Nya dan memercayai-Nya sebagai Allah yang hidup dan yang berdaulat. Allah memakai hamba-hamba-Nya yang taat dan setia menyembah-Nya, serta memakai kesaksian hidup mereka untuk membawa jiwa-jiwa sujud menyembah-Nya. Puji Tuhan.
- Fince
Saya bersyukur bisa mengikuti kelas diskusi Bedah Kitab Daniel. Saya sangat terkesan dengan tokoh Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang menjadi alat Tuhan di tengah-tengah pembuangan di Babel, baik pada masa pemerintahan Babel maupun Persia.
Saya mendapat berkat luar biasa bahwa Allah menghukum bangsa Yehuda dengan membuang mereka ke Babel, tetapi Allah tetap menyertai umat-Nya yang didapati Allah setia kepada-Nya. Dan melalui bangsa kafir, Allah menunjukkan diri-Nya, bahwa kebesaran kerajaan dunia tidak bisa melebihi kebesaran, kekuatan, serta kekuasaan Kerajaan Allah.
Allah berdaulat dalam segala keadaan. Allah adil dan penuh kasih. Karena itu, saya akan tetap setia kepada Tuhan dalam setiap situasi dunia yang terjadi saat ini. Ada penguasa-penguasa elite politik yang sedang berusaha untuk menguasai dunia saat ini. Namun, saya percaya bahwa Allah akan tetap memelihara kehidupan setiap orang yang tetap setia kepada-Nya.
Diskusi kelas cukup menarik karena semua peserta diwajibkan untuk membaca dan menanggapi semua hasil penggalian peserta yang ada dalam grup.
- Hana
Hal yang menarik yang saya pelajari adalah: di tengah dunia yang terus berubah, Allah tidak berubah. Ia tetap memegang kendali atas sejarah, mengangkat dan merendahkan penguasa, serta memelihara orang-orang yang tetap setia kepada-Nya. Jadi, saya diingatkan bahwa Tuhan tetap memegang kendali atas apa pun dan janji-Nya itu ya dan amin.
Terima kasih kepada teman-teman BKD 1 yang sudah bersama-sama sharing untuk penggalian selama 6 hari. Terima kasih kepada tim SABDA, khususnya moderator dan admin BKD 1, atas pendampingan dan reminder-remindernya. Mohon maaf apabila terdapat hal-hal yang tidak berkenan selama 6 hari ini. Tuhan Yesus memberkati.
- Kristina Anna Bethania (Anna)
Puji Tuhan, melalui proses ini saya merasa belajar melakukan PA dengan lebih tajam, sistematis, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Saya juga semakin melihat betapa dalam dan kayanya firman Tuhan ketika digali dengan sungguh-sungguh. Terima kasih kepada tim SABDA, khususnya Bu Evi dan Kak Yola, yang dengan sabar membimbing kami selama pembelajaran ini.
Kiranya Tuhan terus memakai pelayanan ini untuk memperlengkapi semakin banyak orang mencintai dan menggali firman-Nya.
Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti Bedah Kitab bersama SABDA. Awalnya, saya mengira kami akan "disuapi" dengan penjelasan demi penjelasan, tetapi ternyata justru diajak untuk menggali sendiri, mengamati, dan menganalisis teks Alkitab secara mendalam. Proses ini memang cukup menantang, tetapi justru membuat saya semakin menikmati pendalaman Alkitab (PA) karena saya belajar menemukan sendiri kekayaan firman Tuhan melalui pengamatan yang cermat.
Puji Tuhan, melalui proses ini, saya merasa belajar melakukan PA dengan lebih tajam, sistematis, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Saya juga semakin melihat betapa dalam dan kayanya firman Tuhan ketika digali dengan sungguh-sungguh.
Terima kasih kepada tim SABDA, khususnya Bu Evie dan Kak Yola, yang dengan sabar membimbing kami selama pembelajaran ini. Kiranya Tuhan terus memakai pelayanan ini untuk memperlengkapi semakin banyak orang mencintai dan menggali firman-Nya.
- Maresa Tri Andasari (Resa)
Seru sekali mengikuti kegiatan BKD meskipun awalnya masih meraba-raba karena pengalaman pertama. Saya terkesan dengan Daniel dan ketiga temannya yang memiliki hubungan pribadi yang sangat baik dengan Allah. Daniel konsisten melakukan disiplin rohani: berlutut, berdoa, dan menyembah Allah tiga kali sehari. Saya juga belajar bahwa Allah menyertai, menolong, dan memelihara setiap umat-Nya asalkan kita merespons teguran Tuhan dengan baik.
Saya terinspirasi dari kisah Daniel dan ingin mengkhususkan waktu untuk disiplin rohani secara konsisten meskipun hal ini masih dirasa sulit karena kondisi yang tidak mendukung. Menurut saya, BKD ini sangat bagus, apalagi dilihat dari peraturannya yang ketat, formatnya, serta aplikasi pendukungnya yang sangat membantu pemula. Di sini, saya belajar banyak hal, menemukan banyak pengetahuan baru, dan melihat berbagai sudut pandang yang menarik dari setiap pasalnya melalui diskusi setiap harinya. Dari sini, saya belajar memahami maksud sebuah kitab sesuai dengan konteksnya. Terima kasih banyak.
- Mariano Nathanael
Kitab yang dibahas dalam kelas ini sudah menjadi favorit saya sejak dulu. Kisah-kisah Daniel beserta penglihatannya tidak pernah bosan direnungkan. Namun, kelas ini membawa tema baru yang belum pernah terpikirkan, yaitu bahwa Allah adalah Allah yang tidak berubah meskipun zaman berubah maupun situasi berubah. Allah tetap sama, dahulu, sekarang, dan selama-lamanya. Baik cara-cara-Nya, hukum-Nya, sifat, maupun karakter-Nya, Dia tetap Allah yang konsisten.
Terima kasih tim SABDA MLC yang sudah membuka wawasan dan cara pandang yang baru ketika menikmati kitab Daniel ini. Kesan yang kuat yang saya dapat adalah: touch the Source to be consistent as God is.
Terima kasih kepada rekan-rekan sekelas dalam diskusinya yang seru. Terima kasih kepada Kak Evie dan Kak Yola yang telah menemani di kelas BKD 1. Kiranya Tuhan terus memakai tim SABDA MLC supaya semakin banyak orang dapat menikmati Alkitab lebih dalam lagi. Segala kemuliaan hanya bagi Allah saja.
- Marlyna
Puji Tuhan, saya bersyukur boleh mengikuti kelas diskusi kitab Daniel selama beberapa hari ini. Saya merasa bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga banyak diingatkan lewat firman Tuhan.
Dari kehidupan Daniel, saya belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada keadaan. Baik saat segala sesuatu berjalan baik maupun ketika menghadapi tekanan, Daniel tetap memilih setia. Itu menjadi pengingat bagi saya untuk terus membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari, bukan hanya saat sedang membutuhkan pertolongan.
Saya juga belajar bahwa Tuhan sungguh memegang kendali atas hidup kita. Kadang kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi Tuhan tetap bekerja sesuai waktu dan rencana-Nya. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah hati yang mau percaya, taat, dan tetap rendah hati.
Saya berterima kasih untuk setiap sharing dari teman-teman. Banyak hal yang saya dapatkan dari sudut pandang dan pengalaman yang dibagikan. Rasanya seperti saling menguatkan dan belajar bersama. Kiranya apa yang sudah kita pelajari dari kitab Daniel tidak berhenti di kelas ini saja, tetapi bisa kita hidupi dalam keseharian kita. Tuhan terus menolong kita untuk tetap setia sampai akhir. Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah memfasilitasi diskusi ini sehingga berjalan dengan baik. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Netel Kristanuel
Hidup adalah pilihan, yaitu apakah masih mengandalkan kekuatan dan ego sendiri yang ujungnya pasti akan dikoreksi Yesus. Ketaatan adalah dasar untuk mempercayai-Nya dengan sepenuh hati. Ketika ketaatan dan kesetiaan ada, Dia akan selalu ada dalam setiap kesempatan, dan pertolongan-Nya tidak pernah terlambat.
Terima kasih atas semuanya, khususnya tim SABDA MLC yang memberikan kesempatan untuk belajar tentang karakter sebagai orang fasik dan orang benar sehingga perbedaan itu membuat kita semakin memahami untuk tetap hidup dalam kehendak-Nya yang kekal.
- Phwe Kim
Bersyukur kepada Tuhan, kali ini diberikan kesempatan untuk mengikuti BKD, khususnya di BKD 1, untuk upgrade bersama teman-teman, bisa saling berkenalan, serta berdiskusi, membagikan hasil penggalian yang Allah nyatakan dan yang didapatkan.
Bedah Kitab kali ini sungguh unik dan istimewa karena setiap kita diajak untuk melihat, diingatkan, serta diarahkan agar secara pribadi kembali fokus pada kehidupan, perjalanan, dan pengalaman kita secara pribadi bersama Tuhan, yang berjalan bersama kita, bukan melihat sisi kepongahan kita sebagai manusia.
Dalam BKD ini, secara pribadi saya diingatkan, ditegur, dan menemukan suatu pola yang powerful tentang kuasa ilahi, kekuatan, inisiatif, kedaulatan Allah, serta bagaimana cara kerja dan rencana Allah yang dahsyat terjadi pada zaman Daniel. Keadaan itu begitu indah jika disandingkan dengan kondisi zaman sekarang. Di dunia, kita mungkin kecil, tetapi Tuhan tidak memerlukan jumlah yang besar. Allah ingin kita setia sesuai dengan rencana-Nya yang telah Dia siapkan. Di sini, Tuhan hanya menginginkan setiap umat-Nya membuka hati dengan sepenuh hati serta taat kepada-Nya untuk menggenapi setiap rencana-Nya demi kemuliaan-Nya, yang pasti akan Dia nyatakan atas semua umat dan bangsa yang mau melangkah bagi-Nya. Amin.
Bagi saya secara pribadi: Karya keselamatan Allah bisa terjadi pada siapa pun juga tanpa kecuali, asal setiap kita memiliki hati yang sepenuhnya hanya berpaut kepada Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Memang ini bukan hal yang mudah, tetapi Allah akan memampukan seperti Daniel. Amin. Maka dari itu, mari kita meminta hikmat Tuhan untuk memulai dari setiap pribadi kita masing-masing sehingga perkara-perkara besar akan digenapi. Amin. Soli Deo gloria.
- Rangga Oktafian Nugraha
Saya sangat bersyukur bisa mengikuti BKD ini karena banyak pelajaran yang bisa saya ambil, banyak ilmu baru juga tentunya, dan bisa tahu lebih dalam mengenai Daniel. Bagaimana perjalanan iman Daniel, bagaimana Daniel diuji dengan hebatnya, tetapi tetap teguh dan berpegang pada iman kepada Tuhan.
Poin penting:
- Selalu mengandalkan Tuhan dalam kondisi apa pun.
- Selalu berpegang teguh pada iman kita kepada Tuhan.
- Berani untuk menyatakan kebenaran.
- Selalu mengandalkan Tuhan.
- Percaya Tuhan mengizinkan segala sesuatu terjadi bagi kita karena Tuhan punya rencana yang besar bagi kita. Tuhan akan menyertai dan tidak akan meninggalkan kita.
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
- Wulan
Shalom. Puji nama Tuhan Yesus. Saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan bergabung di kelas BKD 1 ini. Selama mengikuti kelas BKD, saya mendapatkan perspektif baru yang mendalam tentang bagaimana Allah secara aktif bekerja di balik sejarah manusia.
Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah kesadaran bahwa Allah tidak pernah kehilangan kendali, bahkan ketika umat-Nya berada dalam pembuangan. Melalui komitmen Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya yang menolak menajiskan diri dengan santapan raja, saya melihat bahwa Allah menggunakan ketaatan sekecil apa pun sebagai sarana untuk menyatakan kuasa-Nya. Allah bekerja menggenapi rencana-Nya bukan dengan cara menyingkirkan umat-Nya dari tekanan dunia.
Dari penggalian ini, saya berkomitmen menjaga kemurnian hati dan iman di tengah lingkungan, meneladani sikap Daniel yang menjadikan persekutuan dengan Allah sebagai fondasi utama sebelum mengambil keputusan, serta berani berkata tidak pada praktik yang tidak benar.
Terima kasih kepada kakak-kakak tim SABDA yang menjembatani kami dalam sebuah diskusi dan selalu memantau agar diskusi tetap pada jalurnya, tidak keluar dari topik, serta tidak terjebak pada sekadar untuk memuaskan rasa ingin tahu akan nubuat masa depan, melainkan berhasil membongkar teks asli dan latar belakang sejarah. Terima kasih juga karena selalu mengingatkan apabila kami terlambat atau belum mengikuti diskusi.
Proses ini berhasil mengubah cara pandang saya, dari yang tadinya berfokus pada kehebatan tokoh Daniel menjadi berfokus pada kehebatan Allah yang berdaulat atas segala bangsa.
Terima kasih kepada Ibu Yulia, Bu Evie, Kak Yola, Kak Roma, seluruh tim SABDA, dan semua teman diskusi BKD 1. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
- Suyati
Bersyukur kepada Tuhan karena saya dapat menyelesaikan kelas BKD (Bedah Kitab Daniel) kali ini. Daniel pasal 1–6 merupakan bagian yang sangat kaya dan luar biasa. Semakin dalam menggali kitab ini, semakin saya melihat bahwa setiap pasalnya memiliki pelajaran yang begitu dalam dan menakjubkan tentang kedaulatan Allah, kesetiaan-Nya, kuasa-Nya, serta bagaimana Dia bekerja di tengah berbagai perubahan zaman, pergantian pemerintahan, dan situasi yang tidak mudah.
Banyak hal baru yang saya temukan dan sangat menakjubkan selama mengikuti kelas ini. Pelajaran atau berkat yang paling berkesan bagi saya adalah melihat kedaulatan Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, atas seluruh umat manusia. Keagungan-Nya mengatasi segala kuasa. Dia adalah Allah yang layak disembah dan dipuji, Yang Maha Tinggi di atas segala sesuatu. Dia menghukum orang yang berdosa, memulihkan orang yang mau bertobat, dan setia kepada orang-orang yang setia kepada-Nya. Bahkan, kuasa-Nya dinyatakan melalui kehidupan umat-Nya sehingga menjadi kesaksian yang membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang hidup.
Aplikasi saya adalah saya akan terus hidup untuk memuliakan Tuhan dengan segenap hati dan memberikan penyembahan serta pengabdian yang terbaik kepada Allah yang hidup. Evaluasi kelas: diskusi di kelas berjalan dengan baik. Rekan-rekan memberikan penggalian yang beragam dan saling mempertajam pemahaman satu sama lain.
Terima kasih kepada admin, Kak Yola, moderator, Ibu Evie, dan seluruh tim SABDA yang telah memfasilitasi kami untuk belajar menggali kitab Daniel kali ini. Sekali lagi, terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam IT 4 God.
- Tabita Chrisellin A.
Saya bersyukur bisa mengikuti kelas BKD ini. Terima kasih kepada rekan-rekan dan tim SABDA atas sharing dan kesempatan mengikuti kelas BKD ini.
Hal yang saya pelajari dari Kitab Daniel ini adalah bahwa Tuhan itu sangat mengasihi kita. Dalam kebesaran dan kedaulatan-Nya, Ia mengatur sedemikian rupa agar kita selalu kembali kepada-Nya. Mulai dari pembuangan bangsa Israel, bukan karena Tuhan jahat, tetapi agar bangsa Israel dikembalikan hatinya kepada Tuhan.
Bukan hanya itu, Tuhan membuat pembuangan itu tidak sekadar menjadi "teguran" bagi bangsa Israel, tetapi melalui kuasa-Nya, "teguran" juga disampaikan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal-Nya. Tuhan begitu mengasihi dan setia kepada kita. Oleh karena itu, "Kenali Tuhanmu itu." Ia adalah Tuhan yang berdaulat dalam kasih-Nya.
Sekalipun kita mengalami kesusahan, Tuhan akan memulihkan kita asalkan kita mau merespons kasih-Nya. Tinggal kepada pilihan kita. Tuhan tetap adil. Jika kita tidak mau merespons kasih-Nya, Ia tetap berdaulat atas kita dan kita mungkin bisa menerima sanksi (Belsyazar). Namun, sekali lagi, kejadian itu juga dipakai sebagai bukti kebesaran Tuhan dan bukti kasih-Nya agar kita, sampai hari ini, dapat diperingatkan. Tuhan baik dan berdaulat. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Uniati
Bedah Kitab Daniel sudah selesai, tetapi berkat yang saya dapatkan masih melekat. Puji Tuhan karena Allah yang saya sembah sungguh sangat baik, penuh kasih, begitu peduli, Allah yang adil, agung, dan berkuasa. Dalam segala situasi, Allah berdaulat, mengasihi semua bangsa, menyertai, dan menolong mereka yang dalam gelap dan penuh tekanan, merendahkan orang yang sombong, tetapi meninggikan orang yang taat dan mengasihi-Nya. Terpujilah Dia, Allah Yang Maha Tinggi, Allah yang kekal selama-lamanya. Berkaca dari Daniel dan kawan-kawan, saya juga bertekad untuk menjadi anak Tuhan yang setia dan berintegritas, menjalankan disiplin rohani, serta terus belajar mengenal dan mengasihi-Nya.
Terima kasih kepada tim SABDA. Terima kasih Bu Evie, Kak Yola, yang mengingatkan dan membimbing dalam diskusi kelas. Terima kasih Kak Roma, Kak Bima, dan seluruh anggota tim SABDA. Kiranya Tuhan Allah semesta alam memberkati dan terus memberikan inspirasi untuk memperluas Kerajaan Allah, terutama di bumi Indonesia ini. Terima kasih Bapak/Ibu semua di BKD 1 yang sudah meluangkan waktu untuk berdiskusi di kelas. Kiranya Tuhan selalu memberkati kita semua. Segala kemuliaan hanya bagi Dia.
- Zephania Maestronella
Saat masih duduk di bangku Sekolah Minggu, kisah Daniel yang saya ingat adalah tentang keberaniannya ketika harus masuk ke gua singa. Bahkan, lagu-lagu yang kami nyanyikan adalah tentang sebuah ajakan untuk menjadi berani seperti Daniel. Beranjak dewasa, saya bekerja sebagai pendidik di taman kanak-kanak yang juga mengajarkan kepada anak usia dini untuk berani seperti Daniel.
Sampai akhirnya, saya mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel ini. Saya belajar bukan untuk melihat sosok Daniel sebagai nabi besar yang luar biasa, melainkan bahwa kisah ini adalah tentang Allah, yang menyatakan kedaulatan-Nya, kebesaran-Nya, serta penyertaan dan perlindungan-Nya melalui salah satu tokoh Alkitab yang bernama Daniel. Ini merupakan hal luar biasa yang saya alami dan lakukan bersama seluruh rekan-rekan dari kelas BKD 1.
Terima kasih saya sampaikan kepada tim SABDA MLC, khususnya Ibu Evie dan Kak Yola yang memfasilitasi terlaksananya diskusi dalam grup, serta kepada Bapak/Ibu peserta di kelas BKD 1 yang membantu memberikan insight baru yang begitu berharga. Kiranya kasih Tuhan Yesus menyertai Bapak/Ibu semua. Amin. Tuhan memberkati.
- Friska Pasaribu
Betapa saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena dapat mengikuti Kelas Bedah Kitab Daniel. Banyak hal yang Tuhan singkapkan bagi orang yang rindu belajar dan mengenal-Nya lebih dalam lagi. Saya secara pribadi ditegur tentang pengenalan saya akan Allah. Adakah saya mengenal-Nya karena kata orang atau dari kesaksian orang saja? Adakah saya hanya kagum dan menghormati-Nya saja? Melalui kelas ini, saya diingatkan kembali bahwa yang paling utama adalah mengenal Dia secara pribadi, bertemu dengan Dia secara pribadi. Terima kasih SABDA yang terus memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan.