Rangkuman Diskusi Paskah Maret/April 2012

TERMIN 1

Topik 1

Subjek: Pertobatan

Pertanyaan: Apakah arti kata "Paskah"? Apa beda antara makna "Paskah" dalam Perjanjian Lama dan "Paskah" dalam Perjanjian Baru? Sertakan ayat-ayat Alkitab yang mendukung pengertian Paskah tersebut.

Pengertian Paskah dipahami dalam 2 arti, yaitu Pasksh dalam PL dan PB. Dalam PL Paskah dipahami sebagai "Pesakh", "Passover" yang berati "melewati", hal ini berdasarkan kisah di mana malaikat Tuhan melewati rumah orang Israel dan orang Mesir untuk menurunkan tulah matinya setiap anak sulung orang Mesir. Namun, bagi rumah orang Israel tidak diturunkan tulah, sebab terdapat tanda darah anak domba pada tiang atau ambang pintu rumahnya. Hari Raya Paskah diperingati pada hari keempat belas bulan pertama pada waktu petang (Keluaran 12:2,6,18) dan lamanya tujuh hari (Keluaran 12:15). Pada hari pertama orang Israel harus makan anak domba Paskah dan mengadakan perayaan untuk memperingati peristiwa pembebasan anak sulung mereka dari tulah maut dan pembebasan Israel dari penjajahan (Keluaran 12:6). Sedangkan dalam PB paskah dipahami sebagai peringatan akan adanya peristiwa kebangkitan Kristus dari kematian. Kebangkitan Kristus ini adalah bukti bahwa Ia telah menang atas maut dan telah menyelamatkan umatnya dari hukuman dosa yang seharusnya ditanggungnya. Paskah merupakan momentum awal untuk kita sebagai manusia berdosa membuang semua karakter manusia lama menuju manusia baru yang telah diperbaharui oleh darah Kristus. Oleh karena itu Paskah dalam kehidupan setiap orang percaya harus dipahami sebagai kemenangan atas kuasa dosa/maut. Dengan tujuan akhir bahwa dosa tidak lagi berkuasa atas orang-orang yang telah ditebus oleh pengorbanan Kristus di atas kayu salib.

Subjek: Gereja mula-mula

Pertanyaan: Hari yang paling penting bagi gereja mula-mula bukanlah hari Natal, melainkan hari Paskah. Mengapa? Bagaimana gereja-gereja zaman dulu merayakan Paskah?

Pada dasarnya semua momen hari penting dalam kekristenan tidak ada yang lebih penting dan tidak penting. Dua hari besar itu adalah Natal dan Paskah adalah hari bersejarah dalam kekristenan. Namun, bagi gereja mula-mula Paskah merupakan fakta sejarah penting kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Fakta ini sekaligus memupuk harapan baru dalam menatap kehidupan yang lebih baik jika sebelumnya mengalami berbagai tantangan dari luar. Paskah adalah dasar iman Kristen yaitu hari di mana Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. Inilah letak kepercayaan kita sebab jika tidak ada kebangkitan Yesus Kristus, maka sia-sialah kepercayaan kita. Adapun gereja mula-mula menganggap paskah sebagai wujud karya Allah bagi manusia yang berdosa dengan cara menyelamatkannya dari hukuman dosa. Hal ini telah dikerjakan-Nya dengan cara rela mati di atas kayu salib sebagai ganti hukuman yang seharusnya ditanggung oleh manusia yang berdosa. Gereja-gereja zaman dahulu merayakan paskah dengan bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, mengadakan Perjamuan Kudus, pembasuhan kaki, memakan roti tdak beragi dan menyanyikan mazmur 113-118. Sedangkan Natal hanyalah peringatan tradisi Kristen yang dimulai pada tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Kelahiran Yesus adalah pemberian Allah yang terbesar bagi umat manusia. Seperti yang tertulis di dalam Kitab Suci bahwa "firman itu telah menjadi daging dan tinggal di tengah-tengah kita, penuh dengan anugerah dan kebenaran; dua hal yang sangat dibutuhkan umat manusia."

TERMIN 2

Topik 1

Subjek: Mati Disalib

Pertanyaan: Apa yang Anda ketahui tentang tradisi hukuman mati disalib pada zaman Tuhan Yesus? Mengapa Yesus harus mati dengan disalib? Apa yang Anda pelajari melalui penderitaan Kristus?

Pada akhir abad pertama sebelum Masehi, bangsa Romawi mengadopsi penyaliban sebagai hukuman resmi bagi orang-orang yang bukan bangsa Roma atas pelanggaran-pelanggaran tertentu. Menurut sejarah, ada tiga macam hukuman yang paling kejam yang diberlakukan kekaisaran Romawi waktu itu. Yang pertama hukuman salib, yang kedua dibakar hidup-hidup dan yang terakhir adalah hukuman pancung. Hukuman salib merupakan salah satu bentuk eksekusi yang terkejam yang pernah ada di dunia. Esensi dari hukuman salib ini bukanlah kematian itu sendiri, melainkan penderitaan saat menjelang kematian. Dengan demikian, kematian secara perlahan merupakan suatu hal yang sangat diinginkan oleh orang yang disalib. Penyaliban adalah salah satu bentuk hukuman yang diterapkan Kekaisaran Romawi yang sangat kejam tanpa mengenal ampun. Terdakwa penyaliban adalah mereka para pemberontak dan pelaku kriminal dihukum dengan cara disalib. Biasanya orang yang disalib kedua tangan mereka diikat/dipaku dan kaki mereka diberi pijakan kayu/dipaku dan mereka dijemur panas matahari dan menjadi tontonan banyak orang sebagai satu peringatan. Terdakwa mati digantung pada kayu salib di atas bukit sehingga dapat dengan jelas ditonton orang banyak selama berjam-jam, bahkan berhari-hari sambil perlahan-lahan ia meregang nyawa karena kehabisan darah, kehausan dan kelaparan. Disalib merupakan hukuman yang paling berat sekaligus memalukan.

Penyelidikan terhadap sumber-sumber sejarah kuno menyebutkan bahwa Yesus lahir pada pemerintahan Romawi. Dalam hal ini sangat jelas pemberlakuan hukuman pun diterapkan oleh penguasa Romawi. Berkaitan dengan penderitaan Kristus Yesus para peserta belajar mengenai ketaatan yang luar biasa. Mengingatkan untuk selalu bersyukur pada pengurbanan Allah yang begitu besar untuk menebus umat-Nya. Hikmah yang dipelajari melalui penderitaan Kristus adalah kerelaan untuk berkurban dan itulah inti sejati dari kasih yang sesungguhnya.

Topik 2

Subjek: Kematian Kristus

Pertanyaan: Untuk menebus dosa manusia, mengapa Kristus harus mati? Apakah itu jalan satu-satunya, tidakkah ada jalan yang lain? Bagaimana kita dapat mengalami sepenuhnya kuasa darah-Nya di dalam hidup kita?

Kematian Kristus di kayu salib karena keberdosaan manusia yang menyebabkan putusnya keharmonisan antara manusia dan Allah. Oleh karena itu kematian Kristus di kayu salib merupakan jalan satu-satunya, dan tidak ada jalan lain. Hanya melalui pengurbanan darah Kristus yang dicurahkan untuk menebus umat-Nya maka seseorang itu dapat memperoleh pembenaran melalui iman percaya kepada Kristus. Seperti ada tertulis di dalam Roma 3:25 menyatakan: "Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya." Darah Kristus yang telah tercurah berkuasa untuk menyucikan kita dari dosa dan menguduskan hidup kita kembali.

Tidak ada jalan pendamaian lain kecuali Allah sendiri melalui Kristus Yesus sendiri menebus dosa umat manusia. Ibrani 9:22b menjelaskan "tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Kurban Kristus menjadikan manusia memiliki harapan kembali untuk bersekutu kembali dengan Allah. Tanpa kebangkitan Kristus tiada harapan hidup kekal kebangkitan Kristus dapat menjadi sumber harapan kekal karena menyatakan bahwa Kristus adalah Allah yang tidak terkalahkan oleh maut, sehingga kematian bagi orang percaya tidak lagi menakutkan. Untuk dapat merasakan kuasa darah-Nya dalam kehidupan kita setiap anak Tuhan diharapkan:

  1. Menyadari keberadaan kita sebagai manusia berdosa.
  2. Memohon darah-Nya untuk menyucikan kita dari dosa.
  3. Menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
  4. Bergantung dan menyerahkan seluruh kehidupan ini kepada-Nya sebagai sumber kehidupan itu sendiri.
  5. Memiliki relasi yang erat dengan Allah melalui disiplin kerohanian kita.
  6. Hidup dikuasai Roh Kudus artinya bahwa seluruh pribadi, pikiran, emosi dan kemauan kita berada dalam kondisi dikendalikan dan dikuasai Roh Kudus.

TERMIN 3

Topik 1

Subjek: Kristus Mati untuk Siapa?

Pertanyaan: Apakah pengertian dari Yohanes 3:16? Jika Allah mengasihi semua orang (dunia ini), kenapa tidak semua orang diselamatkan-Nya? Jadi, apakah Kristus mati untuk semua orang atau hanya untuk orang-orang pilihan saja?

Yohanes 3:16 memberikan pengertian bahwa pada dasarnya Allah mengasihi seluruh manusia (dunia) tanpa terkecuali, namun oleh karena dosa manusia kehilangan hubungan yang indah dengan Tuhan. Oleh karena itulah Allah mengaruniakan Yesus Kristus, anak-Nya sebagai tebusan atas dosa manusia supaya manusia mendapatkan kembali hubungan yang indah dengan Tuhan dan tidak dihukum oleh karena dosa. Untuk mendapatkan anugerah ini manusia harus percaya kepada jalan yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan keselamatan itu, yaitu melalui Yesus Kristus. Sehingga setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus tidak beroleh kebinasaan, namun beroleh hidup yang kekal.

Allah mengasihi semua manusia karena Dia sendiri yang telah menciptakan-Nya, tetapi tidak semua manusia mendapatkan keselamatan atau terbebas dari hukuman maut/kebinasaan karena adanya dosa, ini adalah keadilan Allah. Namun manusia akan selamat dari kebinasaan jika mereka memilih percaya pada korban tebusan yang disediakan Allah, yaitu Yesus Kristus. Sebab Tuhan menghendaki jangan ada yang binasa tetapi bertobat (2 Petrus 3:9). Allah menginginkan semua manusia diselamatkan melalui kematian Yesus, tapi karena Allah itu adil maka tidak semua manusia dapat diselamatkan karena kehendak bebas manusia itu sendiri. Yang percaya diselamatkan tapi yang tidak percaya binasa. Percaya atau tidak percaya adalah kehendak bebas manusia yg tidak dapat dipaksakan oleh Allah (sebab Allah itu adil).

Dalam diskusi mengenai kematian Kristus untuk semua orang atau hanya untuk orang-orang pilihan-Nya, terlihat ada 2 pendapat yang berbeda. Sebagian menyatakan bahwa tujuan dari pada Kristus mati adalah untuk semua orang di dunia ini karena Dia menghendaki semua orang berdosa untuk bertobat, namun bukankah semua orang telah berdosa dan tidak ada satupun manusia yang tidak berdosa. Sebagian peserta diskusi menyatakan bahwa Kritus mati hanya untuk orang-orang pilihan saja. Sebab Allah memilih orang-orang pilihan-Nya bukan atas dasar Ia tahu bahwa kita akan percaya kepada-Nya (ini seperti Allah tergantung pada manusia), tapi murni karena ketetapan-Nya atas hidup masing-masing orang (ini berdasarkan kedaulatan Allah). Sehingga keselamatan itu juga bersifat terbatas tidak untuk semua manusia artinya keselamatan ini dibatasi oleh penolakan manusia dengan sengaja terhadap karya Kristus.

Topik 2

Subjek: Buah Sulung Kebangkitan

Pertanyaan: Yesus bangkit, menjadi Buah Sulung Kebangkitan (1 Korintus 15:20). Apa yang dimaksudkan dengan buah sulung? Sebutkan tanda-tanda dari kebangkitan Kristus serta berikan ayatnya?

Pengertian buah sulung kebangkitan dapat dikaitkan dengan pengertian buah sulung tuaian pada perayaan hari raya Bungaran dalam Imamat 23:10-11, yang menetapkan bahwa berkas pertama yang dituai harus dipersembahkan di hadapan Tuhan. Dalam PL hari mempersembahkan hasil sulung adalah hari ketiga setelah Paskah, Paskah dimulai hari Jumat, setelah itu ada Sabat (Sabtu) dan hari ketiganya adalah Minggu, pada hari ini imam-imam orang Israel menpersembahkannya kepada TUHAN dengan cara mengangkat hasil panen tersebut diatas kepala.

Buah sulung berarti yang pertama. Yesus adalah yang pertama bangkit dari kematian. Selanjutnya, kita pun yang memiliki benih kekekalan dalam diri kita juga akan dibangkitkan seperti Yesus. Pengertian buah sulung ini digenapi Yesus Kristus melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi kebangkitan yang pertama terjadi yang selanjutnya diikuti oleh kebangkitan orang-orang percaya, karena orang Kristen ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar Anak Allah (Roma 8:29).

Tanda-tanda kebangkitan Yesus Kristus dan referensi ayatnya:

  1. Yesus menampakkan diri pada Maria Magdalena dan maria yang lain serta penjaga-penjaga (Matius 28:1-10; Lukas 24:1-12).
  2. Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus (Lukas 24:13-35).
  3. Yesus menampakkan diri kepada semua murid (Lukas 24:36-49).
  4. Sampai sekarang tidak ada kubur Yesus yang menziarahi.
  5. Sampai saat ini tidak dapat ditemukan jasad Yesus secara jasmani.

TERMIN 4

Topik 1

Subjek: Manfaat Kebangkitan

Pertanyaan: Apa manfaat kebangkitan Kristus bagi kita? Mengapa kita harus menekankan begitu rupa akan kematian dan kebangkitan Kristus?

Manfaat kebangkitan Kristus adalah memberikan pengharapan kepada Allah setelah kematian dan juga di dalam hidup di dunia ini. Kebangkitan Yesus Kristus merupakan kebangkitan buah sulung sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan ikut dibangkitkan. Kebangkitan Kristus menjadi jawaban mengenai kehidupan setelah kematian, sehingga orang yang takut mati mendapatkan pengharapan yang pasti. Kebangkitan juga merupakan proklamasi kemenangan atas maut, melalui kebangkitan Kristus orang percaya mendapatkan pemahaman untuk hidup menurut pengajaran Kristus maka diselamatkan sehingga mendorong untuk meninggalkan dosa. Memiliki hidup yang telah mati dari dosa dan di bangkitkan kembali dalam iman untuk mencari hadirat Tuhan dan mempermuliakan nama-Nya.

Kebangkitan Kristus menjadikan iman setiap orang yang percaya kepada-Nya menjadi tidak sia-sia sebab Kristus sudah bangkit sehingga akan memperteguh keyakinan akan keselamatan hidup kekal dan bersemangat untuk menjadi saksi Kristus. Kebangkitan itu memberikan jaminan kepada manusia akan bebas dari hukuman dosa yaitu maut/neraka dan mendapat tempat di surga. Kebangkitan juga memberi jaminan pertolongan Tuhan, sebab bila hidup kekal saja terjamin, apalagi hidup di dunia yang sementara ini, pasti Tuhan sertai di tengah kesulitan hidup dan selalu ingat untuk bersyukur di tengah banyaknya berkat. Kebangkitan Kristus merupakan inti iman kristen, sebab tanpa kebangkitan maka sia-sialah kepercayaan kepada Kristus (1 Korintus 15:17).

Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat atau inti pemberitaan Injil, dan melalui kebangkitanlah iman kepercayaan Kristen berdiri teguh dan tidak menjadi sia-sia. Melalui kematian-Nya akan dosa, menyatakan bahwa dosa hanya berujung pada maut/kematian, namun hanya oleh kuasa kebangkitan Kristus maka maut/kematian dapat dikalahkan. Sehingga melalui kebangkitan Kristus menghasilkan kebangkitan orang percaya atas dosa. Kematian dan kebangkitan Kristus adalah esensi utama dari Kehidupan kekristenan. Tanpa kematian dan kebangkitan Kristus, kekristenan hanyalah agama seperti halnya agama lain. Kekuatan iman Kristen bergantung pada kematian dan kebangkitan Kristus, sebab kebangkitan Kristus dari kematian membuktikan bahwa Ia adalah anak Allah yang berkuasa dan tidak takluk pada kematian (Roma 1:4). Kebangkitan Kristus merupakan jaminan bagi kebangkitan orang pecaya dari kematian kekal kepada kehidupan kekal (Yohanes 5:28; 1 Korintus 15:20-23).

Topik 2

Subjek: Komersialisasi Paskah

Pertanyaan: Bagaimana pendapat Anda tentang Paskah yang dimanfaatkan oleh orang-orang Kristen untuk tujuan komersialisasi? (misal: kartu Paskah, telur Paskah, konser Paskah dll.)

Berkaitan dengan Paskah yang dimanfaatkan oleh orang-orang Kristen untuk tujuan komersialisasi dalam diskusi ini ada dua pendapat, sebagian menentang dan sebagian lagi menyetujui dengan disertai berbagai alasan. Pendapat pertama yang menentang dikarenakan tindakan komersialisasi paskah ini seperti memanfaatkan kematian Kristus untuk bisnis pribadi, sehingga hatinya jauh dari karakter Kristus. Sebab bisnis atau komersialisasi berarti mencari keuntungan dengan memanfaatkan Paskah. Sekalipun tidak bisa dihalangi adanya kecenderungan beberapa orang tertentu untuk mengambil keuntungan dalam perayaan Paskah, hal ini seperti ketika Tuhan Yesus marah dengan adanya perdagangan di Bait Suci.

Pendapat kedua, boleh-boleh saja asalkan jangan berlebihan dan berlangsung dengan wajar-wajar saja disertai dengan tujuan dan motivasi bisnis yang benar. Sehingga bukan semata-mata hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk memuliakan Tuhan dan mengingat inti dari Paskah, yaitu mengingat kembali akan kebangkitan Kristus yang mengalahkan maut dan yang telah memberikan keselamatan bagi umat-Nya. Sehingga komersialisasi Paskah harus tetap ada batasannya, jangan sampai bisnis ini hanya mencari untung banyak dari penjualan seperti kartu Paskah, Telur Paskah, dll.

Dalam hal ini, Paskah yang diperingati setiap tahun sebagai momen perayaan iman dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan atau sudah menjadi kepentingan manusia semata. Selama motifasinya untuk menyemarakkan peringatan Paskah bukan hanya materi yang menjadi tujuan utamanya. Tidaklah apa-apa bila dalam suatu momen yang baik yaitu Natal atau Paskah dapat mengambil kesempatan berdagang atau membuat suatu hal yang berhubungan dengan momen tersebut dan menghasilkan keuntungan, yang perlu diingat jangan sampai komersialisasi tersebut menjadi tujuan utama dalam merayakan momen tersebut. Paskah tetaplah harus diperingati secara pribadi bersama Tuhan sehingga menumbuhkan keimanan kepada Tuhan dan bisnis Paskah kiranya juga menjadi sarana publikasi Injil.

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA