PIR - Referensi 04b

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Pemmbinaan Iman Remaja
Nama Pelajaran : Kebutuhan dan Masalah Remaja
Kode Pelajaran : PIR-P04

Referensi PIR-R04b diambil dari:

Judul Buku : Buku Jawaban bagi Orang Tua dari Anak-Anak Remaja 'Jawaban Riil untuk Pertanyaan-Pertanyaan Riil'
Penulis : Kathleen Yapp
Penerbit : Adonai, Jakarta, 2001
Halaman : 59 - 66

REFERENSI PELAJARAN 04b - KEBUTUHAN DAN MASALAH REMAJA

GEREJA DAN IMAN DALAM PERBUATAN

  1. Ayah Perlu Menjadi Teladan

    Tidak ada hal lain yang membuat seorang remaja lebih mengerti bahwa ia dikasihi daripada mendengar bahwa ayahnya mendoakan dia. Biasanya hal ini dilakukan di meja makan ketika makan malam. Memiliki seorang ayah yang secara terbuka meminta pertolongan Allah, secara teratur, merupakan kesaksian yang luar biasa bagi seorang anak remaja.

  2. Biarkan Anak-anak Anda Melihat
    Betapa Pentingnya Alkitab bagi Anda

    Karena kita menginginkan anak-anak kita mengetahui betapa kita menghormati dan melekat pada pengajaran-pengajaran di dalam Alkitab, kita membaca dan mempelajarinya setiap hari dan kemudian mendiskusikan ayat-ayat Alkitab bersama dengan mereka. Kami tidak sedang memamerkan kekristenan kita kepada Megan dan David dengan membiarkan mereka melihat kami membaca Alkitab kami. Kami hanya ingin mereka mengetahui bahwa Alkitab merupakan buku yang penting di dalam rumah kami.

  3. Pastikan Bahwa Mereka Mengetahui Hal-hal Dasar

    Ketika melatih anak Anda berjalan di dalam jalan yang benar, tekankan dasar-dasar iman Anda lebih daripada apa yang biasa didapat dari gereja Anda. Apakah kebenaran-kebenaran penting yang Anda ingin agar tidak pernah dilupakan oleh anak Anda dalam perjalanan mereka bersama dengan Allah? Apakah berdoa? Membaca Alktiab? Mendengarkan Allah berbicara hari lepas hari?

    Struktur ibadah gereja Anda mungkin tidak selalu cocok bagi anak Anda, atau ia mungkin tidak tertarik untuk berpartisipasi ketika ia sudah lebih besar.

    Kehidupan ini berubah. Bagi saya, damai dalam pikiran ialah mengetahui bahwa anak laki-laki saya, David, mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan Allah dalam cara-cara yang paling mendasar, tidak peduli di mana pun dia berada atau di dalam keadaan apa pun juga. Buatlah iman menjadi sederhana.

  4. Perdebatan Berhenti dengan Alkitab

    Di rumah kami, Alkitab adalah tempat di mana perdebatan berhenti karena hanya Alkitablah yang memiliki jawaban bagi semua pertanyaan mengenai kehidupan. Anak-anak remaja perlu diajarkan tentang bagaimana menggunakan firman Allah secara spesifik (jika mereka belum mempelajarinya ketika mereka masih kecil). Untuk mengilustrasikan, saya membuka Alkitab, menunjukkan kepada mereka lipatan di tengah Alkitab, dan kemudian dari segala arah saya menunjukkan lipatan itu. Seluruh kehidupan perlu dipandang melalui apa yang dikatakan oleh buku ini karena inilah kebenaran. Anak-anak remaja dapat merasa nyaman karena Alkitab menyediakan "tembok" perlindungan mereka.

  5. Ajarkanlah Kedaulatan Allah

    Jika kedaulatan Allah diajarkan dengan benar dan Anda menggunakan otoritas firman Allah dalam membesarkan anak-anak Anda, anak-anak tidak akan berdebat dengan Anda, karena mereka tahu mereka tidak dapat berdebat dengan Allah.

  6. Para Remaja Memerlukan Bukti tentang
    Keabsahan Allah

    Kebenaran-kebenaran Firman Allah dapat didemonstrasikan kepada para remaja dengan menunjukkan bagaimana nubuatan-nubuatan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru telah terbukti benar. Hal ini merupakan topik penelaahan Alkitab yang menarik yang kami diskusikan seminggu sekali di meja makan. Saya menjelaskan kepada John dan Jimmy bahwa, lama setelah segala sesuatu berakhir, Firman tinggal tetap (Yohanes 1), karena Firman itu adalah Kristus di dalam daging, dan Ia akan datang untuk menghakimi dunia, yaitu kita semua.

  7. Ajarkan Anak-anak Anda tentang Allah

    Ketika saya menikah lagi dengan seorang pria yang saya kira adalah seorang Kristen dan telah dibesarkan di suatu denominasi yang saya kagumi, saya terkejut ketika mengetahui filosofinya. Ia percaya bahwa segala sesuatu dan setiap orang dibuat dari Allah, jadi kita semua menjadi seperti Allah ketika kita meninggal, dan bahwa setiap orang akan pergi ke surga karena Allah tidak mau mengirimkan seorang pun ke dalam neraka.

    Kami pergi ke sebuah gereja baru bersama-sama selama enam bulan pertama pernikahan kami, tetapi kemudian ia cemburu dengan keterlibatan saya di gereja dan memberitahu saya agar saya menghabiskan seluruh waktu saya bersama dengan dia dan bukan dengan orang-orang yang baik di gereja. Secara verbal ia telah menggertak saya sampai kepada titik di mana saya memutuskan untuk menuruti dia untuk sementara waktu, untuk melihat apakah hal itu akan mengubah pikirannya dan ia akan mau pergi ke gereja bersama dengan saya lagi.

    Ketika ia tidak peduli jika kedua anak laki-laki saya pergi ke gereja, di rumah kami tidak berbicara mengenai Allah. Ketika saya hanya bersama-sama dengan anak-anak laki-laki saya di rumah, saya berbagi dengan mereka apa yang telah saya pelajari di dalam Alkitab, dan kami berdoa bersama. Saya tahu bahwa teladan Kristen saya terbatas, tetapi untuk sementara waktu itulah yang dapat saya lakukan. Joe dan Peter senang berada bersama-sama dengan teman-teman mereka dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan di gereja. Saya harus mempercayai Tuhan untuk menggerakkan orang lain menjangkau mereka di saat ini dengan pesan mengenai bagaimana hidup yang berpusat pada Kristus.

  8. Tetaplah Mengikuti Petunjuk 'Tali Sipat' Anda (Amos 7:7)

    Para orang tua seharusnya tetap berpegang pada petunjuk "tali sipat", dengan kata lain, kode etik kekristenan dan moral mereka sejalan, bukan seperti orang Farisi. Saya selalu berjuang untuk menjadi "pribadi yang menyerupai Kristus." Yesus memanggil kita dengan tujuan menjadikan kita seorang Kristen yang memiliki hubungan-hubungan yang paling berharga, dan hubungan kita dengan anak-anak kita sangat penting.

  9. Ketika Kita Tidak Mengetahui Apa yang Harus Dilakukan - Selanjutnya Bagaimana?

    Anak laki-laki kami yang berumur 19 tahun yang kuliah di luar kota, berkomunikasi dengan seorang wanita berusia 28 tahun melalui Internet. Bagi kami, hubungan wanita itu dengan anak kami mencurigakan, dan saat ini anak kami berencana untuk bertemu dengan wanita itu di negara bagian lain untuk berbicara kepadanya secara langsung.

    Kami telah mengingatkan dia bahwa wanita itu mungkin bukanlah wanita yang baik, tetapi ia meyakinkan kami bahwa wanita itu adalah seorang yang hangat dan penuh perhatian. Kami telah kehabisan kata-kata. Yang dapat kami lakukan saat ini adalah meletakkan situasi ini ke dalam ` tangan Allah, dengan telapak tangan mengarah ke bawah, yang artinya kami tidak dapat mengambilnya kembali, tidak demikian jika kami sungguh-sungguh mempercayai Dia untuk menuntun kami melalui lembah ini.

  10. Iman seperti itu adalah iman yang kuat.
    1. Ajarkan kepada Para Remaja Jalan untuk Kembali

      Membesarkan anak adalah tugas yang paling sulit yang dapat ditanggung oleh siapa pun, tetapi ini juga merupakan pengalaman yang paling banyak mendatangkan upah yang dapat ditawarkan di dalam kehidupan ini. Saya senang mengatakan bahwa saya memiliki "anak-anak yang baik" - ya, mereka telah mengalami ujian-ujian, beberapa di antaranya serius, tetapi mereka mengetahui jalan untuk kembali.

      Mereka telah diajarkan prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran yang diperlukan untuk bertobat dan melangkah maju pada jalur yang benar, dan mereka harus menggunakan keberanian lebih dari sekali untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali kepada kami dan kepada Tuhan.

    2. Hadirilah Gereja yang Mendukung Keluarga

      Saya bergabung di gereja yang mendukung dan mengajarkan pentingnya unit keluarga. Satu bulan sekali, selama 28 tahun usia pernikahan saya, saya telah menghadiri sebuah kelas yang mengajarkan bagaimana membina keluarga. Saya bahkan pernah mengajar sebagian bahan itu. Gereja kami menghasilkan buku-buku petunjuk yang bagus, yang berisi topik-topik mengenai pengasuhan anak dan bagaimana mengajar mereka.

    3. Mengajarkan Iman adalah Suatu Keputusan

      Ketika saya dan istri saya menikah, kami memutuskan bahwa mengajarkan tentang Kristus merupakan hal yang terutama dalam pengembangan rohani anak-anak kami. Walaupun kita mengetahui bahwa Allah telah memberikan hak untuk memilih kepada manusia, dan bahwa kita tidak dapat "memaksa" anak-anak kita untuk menerima Dia, kita perlu melakukan usaha maksimal kita untuk memberitakan Injil kepada mereka. Kita menggunakan Alkitab setiap hari untuk mengajar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (bukan hanya masalah-masalah keagamaan, tetapi juga dilema-dilema kehidupan),-untuk menekankan standar-standar kita, dan untuk menunjukkan kasih kita dari Allah.

      Karena iman adalah sesuatu hal yang hanya dapat diajarkan dengan memberi teladan, kami menghadiri gereja, berpartisipasi dalam proyek proyek pelayanan, bekerja di gereja, dan berdoa atas makanan, berdoa sebelum tidur, dan mendoakan hal-hal lainnya. Kita tahu bahwa anak-anak kita sedang memperhatikan apa yang kita lakukan. Dengan meletakkan iman kita sebagai hal yang utama di dalam pikiran mereka pilihan-pilihan yang mungkin saja menarik mereka ke dalam dunia kejahatan menjadi lebih jelas dan lebih tidak menarik. Pada akhirnya mereka melakukan seperti yang kita lakukan - melayani Allah. Betapa kita bersyukur kepada-Nya.

Taxonomy upgrade extras: