PIR - Pelajaran 04

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Pemmbinaan Iman Remaja
Nama Pelajaran : Kebutuhan dan Masalah Remaja
Kode Pelajaran : PIR-P04

Daftar Isi

  1. Kebutuhan Remaja
    1. Kebutuhan Fisik.
    2. Kebutuhan Keamanan.
    3. Kebutuhan Pengakuan.
    4. Kebutuhan Perwujudan Diri.
    5. Kebutuhan Pendidikan.
    6. Kebutuhan Rohani.
  2. Masalah Remaja.
    1. Otonomi dan Kedekatan.
    2. Keinginan Mandiri.
    3. Identitas Diri.
    4. Kenakalan Remaja.
    5. Masalah pendidikan.
    6. Masalah pergaulan.
    7. Masalah Kerohanian.

Doa

KEBUTUHAN DAN MASALAH REMAJA.

Kebutuhan remaja dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan psikologis dan kebutuhan spiritual.

  1. Kebutuhan Remaja
    1. Kebutuhan Fisik

      Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang berhubungan dengan hal-hal biologis, misalnya kebutuhan akan makanan (Markus 11:12). Seiring dengan masa pertumbuhannya, kebutuhan fisik remaja lebih banyak dibandingkan dengan pada masa kanak-kanak, karena semakin banyak energi dan zat-zat lain yang dibutuhkan untuk mencukupi tuntutan pertumbuhannya. Kebutuhan fisik remaja dikelompokkan menjadi dua yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer meliputi makanan, minuman, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perlindungan bagi tubuh mereka. Sedangkan, kebutuhan sekunder meliputi kebutuhan seksual.

      Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi. Maka dari itu, kita harus peka dengan memperhatikan asupan gizi yang tepat dan menjaga kesehatan lingkungan mereka. Berbeda dengan kebutuhan primer, kebutuhan sekunder atau seksual tidak harus dipenuhi, mengingat bahwa belum waktunya bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Perlu diperhatikan, anak remaja memiliki dorongan seksual yang cukup tinggi. Salah satunya cara untuk mengontrol dorongan seksualnya adalah dengan mengalihkan perhatian pada aktifitas yang menarik dan menuntut aktifitas fisik yang sehat bagi mereka. Selain itu, gereja dan orang tua juga harus mempertegas pendidikan moral supaya mereka tidak terjerumus dalam seks bebas atau aktifitas seksual yang tidak sehat lainnya.

    2. Kebutuhan Keamanan

      Dalam masa perkembangannya, remaja mulai berinteraksi dengan banyak orang di luar rumah. Mulai dari di sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, gereja, dll. Dalam interaksi sosial seperti itulah anak remaja mulai merasa terancam, khususnya jika menghadapi situasi konflik yang menakutkan. Kita mungkin menganggap hal-hal tersebut sebagai sesuatu yang sepele, tapi tidak bagi remaja. Maka dari itu, orang tua dan pembina harus mampu berperan sebagai sosok yang memberikan rasa aman.

      Beberapa hal yang harus diperhatikan tentang kebutuhan rasa aman adalah, jangan mengancam, menghakimi atau memperlakukan mereka dengan tidak adil. Sebaliknya, ketika berhadapan dengan mereka, kita harus tampil sebagai sosok yang menyenangkan dan menerima mereka apa adanya. Begitu juga ketika mendisiplin mereka, kita harus menunjukkan sikap yang adil dan konsisten. Sebaliknya apabila mereka telah melakukan sesuatu yang baik, berilah penghargaan berupa pujian. Hal-hal semacam ini akan membuat remaja merasa terlindungi, dan apabila mereka merasa terancam oleh sesuatu yang lain, mereka akan menganggap kita sebagai sosok yang ada di pihaknya.

    3. Kebutuhan Pengakuan

      Anak pada usia remaja akan merasa sangat senang apabila diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya, sebab mereka merasa bahwa keberadaan mereka telah diperhitungkan. Sebaliknya, ketika mereka tidak diperhatikan, maka mereka akan merasa sebagai sosok yang tidak diakui lingkungannya. Pengakuan kita atas mereka dapat kita wujudkan antara lain dengan cara mendengarkan setiap keluhan mereka dan apapun yang ingin mereka ceritakan kepada kita. Hal tersebut akan membuat mereka merasa lebih baik. Apabila mereka memiliki suatu bakat ataupun cita-cita, kita harus berperan sebagai sosok yang mendukung penuh atas apa yang mereka sukai dan apa yang mereka harapkan. Dalam setiap diskusi, kita wajib untuk menghargai usulan mereka sehingga citra diri mereka tidak rusak.

    4. Kebutuhan Perwujudan Diri

      Pada masa remaja, bakat atau kemampuan seorang anak akan mulai terlihat jelas. Maka tidak heran apabila remaja akan mulai terlihat asyik dengan apa yang dia sukai. Kondisi tersebut terjadi karena pada masa remaja anak membutuhkan media untuk mengekspresikan diri melalui hobi, bakat, dll.. Itulah yang disebut sebagai kebutuhan mengaktualisasikan diri remaja.

      Langkah-langkah terbaik untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan yang terbaik bagi dirinya, memberikan kebebasan untuk menggali dan menjelajah kemampuan dan potensi yang dimilikinya, dan menciptakan pembelajaran yang bermakna dikaitkan dengan kehidupan nyata. Selain itu, kita juga harus sering mengadakan kegiatan yang melibatkan kemampuan berpikir serta melibatkan remaja dalam proyek atau kegiatan mengekspresikan diri dan kreatif. Sebab, hal-hal tersebut akan menolong anak remaja untuk memenuhi kebutuhan perwujudan diri mereka.

    5. Kebutuhan Pendidikan (Intelektual)

      Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi anak-anak usia remaja. Selain berguna untuk kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang, pendidikan juga berguna untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Dengan pendidikan, mereka akan memiliki wawasan yang luas, keterampilan yang memadai dan pola pikir yang baik. Sebaliknya, apabila kebutuhan pendidikan ini tidak dipenuhi, anak akan sulit melanjutkan kehidupannya. Untuk dapat bertahan hidup anak dituntut untuk menggunakan daya pikir dan keterampilannya supaya ia dapat menghadapi masalah-masalah yang harus dihadapi. Perlu diingat bahwa pendidikan yang dibutuhkan remaja bukanlah sekadar pendidikan formal saja (sekolah), namun juga pendidikan dari keluarga dan gereja yang mengajarkan agama, moral, etika, seks, adat, dsb..

      Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Pada awalnya mungkin orang tua memberikan pendidikan di rumah, selanjutnya mengirimkan mereka ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan formal. Dan, beberapa anak remaja juga bisa mengikuti kegiatan di luar sekolah untuk meningkatkan daya pikir dan keterampilan. Anak juga akan mendapatkan pendidikan melalui teman atau lingkungan masyarakat dan gereja, khususnya melalui orang-orang yang mampu memberikan pendidikan yang baik bagi mereka. Pemenuhan pendidikan bagi anak remaja adalah tanggung jawab semua orang dewasa.

    6. Kebutuhan Rohani

      Peran dari pemenuhan kebutuhan rohani sangat banyak sekali. Yang pertama adalah untuk membentuk dasar iman yang kuat dalam diri mereka, selanjutnya membentuk karakter mereka sehingga mereka tidak mudah terbawa oleh arus dunia yang akan menyesatkan (Amsal 22:6; Mazmur 119:9). Pemenuhan kebutuhan ini tidak hanya bermanfaat untuk kelangsungan hidup mereka ketika dewasa, namun juga terlebih untuk mempersiapkan mereka menerima keselamatan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan rohani juga memiliki manfaat yang lain masih banyak lagi.

      Kebutuhan tersebut bisa mereka dapatkan melalui pelayanan pembinaan yang terencana dengan baik, terlaksanan secara konsekuen, ditunjang oleh biaya yang memadai serta didukung oleh semua pihak yang terkait dengan para pemuda (orang tua, pimpinan jemaat, tokoh masyarakat dan para pendidik). Pendalaman Alkitab, persekutuan pemuda dan Konseling, mungkin akan menjadi cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan kerohanian mereka.

  2. B. Masalah Remaja.

    Seiring dengan masa perkembangannya, remaja mengalami berbagai masalah sebagai akibat perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dirinya berkaitan dengan interaksinya terhadap lingkungan.

    1. Otonomi dan Kedekatan.

      Sebagai salah satu wujud perkembangannya, remaja cenderung menjadi pribadi yang ingin mendapatkan kebebasan dan berusaha memisahkan diri dari orang tuanya. Santrock (1983) dan Hurlock (1980) mengatakan bahwa: "remaja ingin memperlihatkan bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan mereka, karena itu mereka menolak bantuan orang tua dan guru-guru." Kecenderungan ini memang sangat membahayakan remaja itu sendiri karena semakin mereka berusaha untuk menjauhkan diri dari orang tua atau orang dewasa, maka mereka akan sangat mudah untuk jatuh ke dalam tindakan-tindakan yang salah. Karena sulit sekali bagi kita untuk mengontrol kehidupan anak remaja yang cenderung menjauh dan menutupi diri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka.

    2. Keinginan Mandiri

      Banyak remaja yang ingin mandiri, menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa menyadari bahwa mereka belum memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk menyelesaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah-masalah mereka. Keinginan untuk mandiri, memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, sikap keinginan untuk mandiri akan membentuk pribadi yang bertanggungjawab. Sedangkan sisi negatifnya adalah, ketika mereka merasa mampu mengambil keputusan sendiri dan menyeleseikan masalah-masalah mereka sendiri, maka mereka akan benar-benar melakukannya. Hal inilah yang sering membuat mereka memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah mereka tanpa melibatkan orang tua atau orang dewasa. Sehingga itu akan menimbulkan tekanan bagi mereka dan membuat mereka kehilangan arah.

    3. Identitas Diri

      Remaja adalah masa di mana seseorang ingin mengetahui siapa dirinya dan bagaimana ia akan melangkah untuk menentukan arah hidupnya. Pada masa ini, mereka akan bertanya pada dirinya sendiri: siapakah mereka, apa saja kemampuan yang mereka miliki, apa saja yang dapat mereka lakukan, apa yang akan mereka kerjakan kelak, dan masih banyak lagi. Namun, dalam praktiknya remaja seringkali mengalami masalah dalam pencarian identitas diri. Masalah-masalah ini biasanya muncul diakibatkan oleh beberapa faktor. Yang pertama adalah sikap orang tua yang terlalu sok berkuasa atau sewenang-wenang terhadap anaknya. Faktor lainnya adalah pengaruh teman atau lingkungan yang memperlakukan mereka secara semena-mena sehingga mereka tidak mampu mengembangkan diri mereka. Kedua hal ini dapat mengakibatkan kebingungan remaja yang kemudian menghambat mereka untuk memiliki identitas diri yang baik. Anak remaja akan mengalami pencapaian identitas dengan cepat apabila kita bersikap demokratis terhadap mereka. Seperti yang diungkapkan Santrock (1983) bahwa kita harus mendorong remaja untuk mengembangkan sudut pandang sendiri, memberikan tindakan memudahkan akan meningkatkan pencapaian identitas remaja.

    4. Kenakalan Remaja

      Kenakalan remaja merupakan masalah yang memiliki cakupan yang sangat luas. Mulai dari tingkah lakunya tidak dapat diterima secara sosial, minuman keras, narkoba, pornografi, seks bebas dan beberapa tindakan kriminal lainnya. Penyebab dari kenakalan remaja juga diakibatkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor keluarga yang tidak dapat diteladani, pergaulan yang salah dan pengaruh media, terlebih apabila mereka kurang mendapat pengawasan dari orang tua. Kenakalan remaja akan lebih baik apabila segera ditangani. Karena jika tidak demikian, maka akibatnya akan semakin parah ketika mereka beranjak dewasa.

    5. Masalah pendidikan

      Pada saat ini remaja dituntut untuk menguasai ilmu dan mengaplikasikannya dalam hidup. Namun, seringkali dalam mewujudkannya sering menemui banyak masalah. Masalah pendidikan yang paling sering dihadapi remaja adalah standar mutu pendidikan yang dituntut pemerintah ataupun kebutuhan masyarakat, bahkan keluarga. Selain itu, seringkali remaja mengalami tekanan karena dipaksa untuk berlomba-lomba menunjukkan kualitas mereka sebagai pelajar. Masalah lain adalah kurangnya persebaran fasilitas yang memadai di beberapa tempat, sehingga di tempat-tempat tertentu ada remaja yang tidak dapat mengembangkan potensi mereka baik dalam hal akademik maupun non akademik. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari masalah ini adalah, mendorong remaja untuk bersaing dalam akademik secara sehat, tetapi tidak boleh sampai memberi tekanan mental yang berlebihan.

    6. Masalah pergaulan.

      Bagi remaja, teman adalah faktor yang sangat penting. Mencari teman bagi seorang remaja adalah hal yang sangat mudah, apalagi di zaman internet saat ini. Facebook dan twitter adalah media yang sangat berpengaruh bagi remaja masa kini untuk mencari teman-teman mereka. Memiliki banyak teman adalah hal yang positif bagi remaja, karena dengan cara itu remaja akan banyak belajar tentang banyak hal yang akan mendukung perkembangan mereka. Melalui pergaulan, remaja juga menjadi lebih eksis, dan dapat dengan mudah menemukan jati diri. Namun, tidak jarang sarana itu justru merusak diri sendiri. Pasalnya, teman mereka bisa saja membawa kepada hal-hal yang negatif. Pertemanan juga dapat mengalahkan perhatian remaja pada hal penting lainnya, seperti agama dan pendidikan. Selain itu, pertemanan juga dapat membuat remaja berfikiran subyektif, maka tidak heran apabila remaja lebih berpihak pada sahabat dan teman akrabnya daripada orangtua atau orang dewasa yang mengenalnya.

    7. Masalah Kerohanian.

      Di antara semua masalah yang telah disebutkan di atas, masalah rohani adalah yang paling penting untuk diperhatikan. Di zaman modern ini, pemenuhan kebutuhan rohani mulai kendor karena pengaruh kemajuan yang sangat pesar di bidang informasi yang dipengaruhi oleh globalisasi. Percaya atau tidak, saat ini dunia komunikasi dan informasi memberikan pengaruh yang begitu banyak bagi perkembangan anak remaja. Anak remaja di masa kini mungkin akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar sekolah yaitu dengan bermain game online, melakukan penjelajahan di internet dan aktifitas lain yang berhubungan dengan gadget teknologi. Hal-hal semacam inilah yang seringkali membuat remaja merasa enggan berurusan dengan hal-hal yang berbau rohani. Sebagai akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang mulai menjauh dari gereja karena terlalu sibuk dengan internet atau komputer mereka. Untuk menyikapi hal ini, kita tidak harus melarang mereka untuk berhubungan dengan dunia teknologi, karena bagaimanapun juga teknologi tidak dapat lepas dari kehidupan mereka. Sebaliknya, kita dapat menggunakan teknologi sebagai media untuk memenuhi kebutuhan kerohanian mereka yaitu melalui penggunaan teknologi sebagai sarana pembinaan bagi mereka.

      Kebutuhan dan masalah remaja merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Munculnya masalah dalam diri remaja seringkali dipicu karena tidak terpenuhinya kebutuhan remaja. Karena itu dua-duanya harus diperhatikan dengan baik.

      Akhir Pelajaran (PIR-P04)

DOA

Bapa surgawi, terima kasih karena Engkau telah mengajariku tentang apa yang dibutuhkan pra remaja dan remaja serta apa yang menjadi masalah dalam hidup mereka. Ajari aku untuk melihat dengan peka sehingga selalu siap untuk menolong mereka. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

Taxonomy upgrade extras: