Paskah-Referensi 05b

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus: Paskah
Nama Pelajaran: Kebangkitan Kristus
Kode Referensi : PAS-R05b

Referensi Paskah-05b diambil dari:

Judul Buku:Siapakah Kristus?
Judul artikel:Yang Dikalahkan oleh Kebangkitan-Nya
Penulis:Stephen Tong
Penerbit: LRII, Surabaya: 1992
Halaman : 68 -- 70

REFERENSI PELAJARAN 05b - KEBANGKITAN KRISTUS

YANG DIKALAHKAN OLEH KEBANGKITAN-NYA

Ia mengumumkan kapan saat kematian-Nya, dan kapan Ia bangkit. Tidak ada seorangpun seperti Yesus yang mengatakan: "Aku berkata sungguh-sungguh kepadamu, pada satu hari Anak Manusia akan dijual, akan dikhianati, akan ditangkap, dan mati, tetapi pada hari yang ke tiga akan bangkita dari kematian." Tuhan Yesus berkata dalam Wahyu 1:18, "Aku mati, tetapi Aku bangkit. Dalam tangan-Ku ada kunci pintu kerajaan maut." Kunci kerajaan maut ada di tangan-Nya; kunci pintu yang menutup kerajaan maut ada dalam tangan Yesus, dan kunci pintu yang merintangi kuasa maut berada dalam tangan-Nya. Siapa yang dapat mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu kecuali Kristus? Siapakah Dia? Siapakah yang sudah mengumumkan bahwa diri-Nya akan mati, tetapi pada hari yang ke tiga akan bangkit kembali?

Waktu Yesus bangkit, ada begitu banyak kekuasaan harus tunduk pada kebangkitan-Nya, yaitu: pertama, kuasa politik yang tidak beres. Waktu itu Pilatus memerintahkan untuk membawa Yesus disalibkan ke bukti Golgota, lalu Pilatus mencuci tangannya. Sudah bersalah tetapi berusaha cuci tangan, dianggapnya dengan begitu ia bisa mencuci dosa. Ini kuasa politik yang tidak beres. Banyak orang menerima suap, lalu cuci tangan, banyak orang telah melakukan kesalahan lalu mencuci tangan. Sesudah Pilatus memberi perintah untuk menyelesaikan semua, Yesus dikuburkan. Tetapi pada waktu Tuhan Yesus bangkit hal ini membuat Pilatus gemetar. Yesus yang bangkit berarti menunjukkan bahwa Pilatus yang tidak benar.

Yang kedua, kuasa militer tidak dapat menahan dia. Waktu Yesus mati, kubur Yesus harus dijaga tentara-tentara yang mengelilingi seluruh kuburan itu. Paling sedikit ada 80 tentara yang menjaga, karena menurut orang-orang yang melaporkan, Yesus buat issue Ia akan bangkit, tetapi mayat-Nya akan dicuri oleh murid-murid-Nya, dan sesudah itu Yesus dikatakan bangkit. Karena itu mereka berusaha menjaga dari luar, supaya tidak ada orang yang berani datang dan mencuri mayat Yesus. Karena itu mereka terus berkeliling, terus melihat bagian luar, apakah ada pencuri yang datang. Mereka tidak menyangka bahwa pencuri mayat itu memang tidak datang, tetapi mayat itu sekarang yang hidup kembali. Waktu mereka melihat ke kanan ke kiri ada suara sendiri dari kubur itu, yang menggulingkan batu itu. Mereka gemetar ketakutan, sesudah itu senjatanya jatuh. Kemudian mereka lari ketakutan. Kuasa militer tidak bisa merintangi kebangkitan Yesus.

Ketiga, kuasa kebangkitan Yesus membuktikan bahwa kuasa agama yang palsu tidak bisa merintangi Dia. Orang Farisi berusaha mengatakan bahwa Yesus tidak bangkit tetapi mayat-Nya dicuri. Orang Farisi memakai uang untuk menyiarkan kabar bohong. Dengan uang itu mereka mau membeli agar orang tutup mulut. Tetapi uang itu tidak dapat membeli hal itu. Yesus sudah bangkit, bagaimana dengan uang mereka? Uang itu tak dapat bekerja apa-apa. Murid-murid mengabarkan bahwa Yesus bangkit. Orang Farisi berusah mengancam untuk membunuh orang yang mengatakan bahwa Yesus bangkit, tetapi para murid tidak perduli, kalau toh mereka harus dibunuh, mereka tetap mengakui bahwa Yesus bangkit. Tidak ada orang yang mau mati untuk kebohongan, tetapi orang mau mati untuk kesejatian. Mungkin ada orang yang mau berbohong demi uang, tetapi tidak ada orang yang mau mati untuk hal yang palsu. Dalam hal ini, kematian merupakan cara terbaik untuk menguji benar atau tidaknya sesuatu. Orang yang mau mati untuk suatu hal yang merupakan kebohongan, sebenarnya tidak mempunyai dasar kekuatan, tetapi kalau toh ada orang yang harus mati demi kebenaran maka dasar bagi mereka mau mati adalah demi kebenaran.

Keempat, kebangkitan Tuhan Yesus Kristus membuktikan bahwa kuasa alam tidak dapat merintangi Dia. Batu itu harus terguling. Untuk menggulingkan batu itu agar bisa menutup kuburan itu paling sedikit diperlukan lima atau enam orang yang kuat, baru bisa batu itu menjadi penutup kuburan itu. Siapakah yang kemudian sanggup menggulingkan dan membuka batu penutup kubur itu? Siapa yang dapat merubah posisi batu yang besar itu? Kalau Yesus yang dikira mati itu sesungguhnya tidak jadi mati, tetapi hanya pingsan saja, setelah sadar dari pingsan lalu bangun. Setelah dipaku, tidak makan, lalu Ia bangun dan berusaha menggulingkan batu itu, pastilah tidak mungkin bisa terguling. Hal itu hanya mungkin terjadi karena kuasa Ilahi. Yesus bangkit, seperti perkataan Dia, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Anak Manusia harus dijual dan mati di atas kayu salib, dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga akan bangkit." Karya-Nya adalah mencipta, menebus, dan mewahyukan kebenaran.