Paskah-Pelajaran 05

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Paskah
Nama Pelajaran : Kebangkitan Kristus
Kode Pelajaran : PAS-P05

Pelajaran 05 - KEBANGKITAN KRISTUS

Daftar Isi

  1. Kesaksian Para Murid
    1. Kesaksian Para Perempuan (Matius 28:5-8, Markus 16:1-8, Lukas 24:4-12)
    2. Kesaksian Maria Magdalena (Yohanes 20:1-2)
    3. Kesaksian Dua Murid yang Melihat Kubur Kosong (Yohanes 20:3-10)
    4. Kesaksian Penjaga Kubur
  2. Bukti Kebangkitan Yesus
    1. Penyataan Yesus sendiri bahwa Diri-Nya telah bangkit
    2. Kepercayaan Jemaat Mula-mula
    3. Keterangan dari Paulus
    4. Nubuat-nubuat dalam Injil Sinoptik
  3. Kebangkitan Yesus dan Amanat Agung
  4. Makna Kebangkitan Yesus
    1. Kebangkitan Kristus membuktikan Pribadi Kristus
    2. Menyatakan rencana keselamatan Allah
    3. Memberikan hidup baru bagi setiap orang yang hidup di dalam-Nya

DOA

A. Kesaksian Para Murid

1. Kesaksian Para Perempuan (Matius 28:5-8, Markus 16:1-8, Lukas 24:4-12)

Ketika hari masih petang di hari pertama minggu itu, beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome pergi ke kubur Yesus, mereka membeli rempah-rempah dan berniat untuk meminyaki Yesus. Akan tetapi, ketika mereka sampai di kubur Yesus, mereka melihat bahwa batu penutup kubur itu telah terguling. Lalu, masuklah mereka ke dalam kubur dan mereka melihat bahwa tubuh Yesus tidak ada di sana. Dituliskan dalam Matius 28:6 bahwa malaikat menemui mereka serta menghibur mereka, malaikat menyampaikan bahwa Yesus sudah bangkit. Mendengar kabar itu, mereka pulang dan memberitakan kabar sukacita kepada murid-murid yang lain.

2. Kesaksian Maria Magdalena (Yohanes 20:1-2)

Dalam Injil Sinoptik yakni Matius, Markus dan Lukas menuliskan bahwa Maria Magdalena datang bersama-sama dengan perempuan yang lain, sementara Yohanes menuliskan bahwa Maria Magdalena datang seorang diri ke kubur Yesus. Dalam Yohanes 20:1-2 dituliskan bahwa pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Maria Magadalena pergi ke kubur itu dan melihat bahwa kubur itu sudah kosong. Melihat bahwa batu penutup kubur telah terbuka, maka Maria Magdalena pergi berlari mendapatkan Simon Petrus dan seorang murid yang lain, ia memberitakan bahwa Tuhan Yesus tidak berada di dalam kubur itu, ia tidak tahu di mana Tuhan sekarang diletakkan.

3. Kesaksian Dua Murid yang Melihat Kubur Kosong (Yohanes 20:3-10)

Kedua murid ini datang setelah mendengar kesaksian Maria Magdalena. Kedua murid ini diperkirakan adalah Simon Petrus dan Yohanes saudara Yakobus. Keduanya bersama-sama berlari menuju kubur Yesus, dalam Yohanes 20:4-7 dituliskan, "Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung." Apa yang dituliskan dalam ayat ini membuktikan bahwa Yesus benar-benar sudah bangkit dari kematian. Kedua murid melihat dengan mata dan kepala mereka sendiri bahwa Yesus sudah bangkit, oleh karena itulah mereka menyaksikan kebenaran ini kepada murid-murid yang lainnya.

4. Kesaksian Penjaga Kubur

Penjaga kubur Yesus juga menceritakan bahwa tubuh Yesus tidak ada dalam kuburan, Yesus sudah bangkit. Melihat bahwa kubur telah kosong, lalu para penjaga kubur memberitahukan kepada Mahkamah Agama dan para Imam tentang apa yang terjadi. (Matius 28:11-15) Sayangnya, Mahkamah Agama dan tua-tua bertindak yang jahat dengan memberi para penjaga itu sejumlah uang dan menyuruh mereka untuk berbohong dengan memberitakan bahwa para murid telah mencuri mayat Yesus. Kabar sesungguhnya dari penjaga kubur adalah benar, tetapi Mahkamah Agama dan tua-tua melakukan apa yang jahat. Mahkamah Agama dan tua-tua ketakutan apabila orang banyak mendengar kebenaran, mereka akan semakin tersingkirkan, dan semua orang akan percaya kepada Yesus.

B. Bukti Kebangkitan Yesus

1. Penyataan Yesus sendiri bahwa Diri-Nya telah bangkit

Setelah kebangkitan, Yesus menampakkan Diri-Nya kepada para murid, sekaligus membuktikan bahwa Diri-Nya hidup, Ia menang atas kuasa maut. Dalam Kitab Injil dituliskan beberapa orang yang penerima penyataan bahwa Yesus bangkit, diantaranya adalah: Maria Magdalena, Simon Petrus, Dua orang murid di jalan menuju ke Emaus, Yesus menyatakan Diri kepada sepuluh murid dan murid yang lain, Sebelas murid dan juga Tomas, Tujuh murid di Galilea, dan kepada lebih dari lima ratus orang di bukit Galilea.

Penampakkan Diri Yesus setelah kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa kebangkitan Yesus bukan sekadar isapan jempol belaka. Ia bangkit, hidup dan menyatakan Diri-Nya kepada para murid dan semua orang. Inilah bukti bahwa Yesus tidak terikat dengan kuasa maut, Ia justru menang dan mengalahkan kuasa maut.

2. Kepercayaan Jemaat Mula-mula

Bukti paling tua mengenai kebangkitan Yesus tentunya berasal dari sebuah peristiwa ketika kebangkitan itu terjadi. Bukti tertua mengenai kebangkitan Yesus terdapat dalam khotbah-khotbah yang terdapat di dalam Kisah Para Rasul. Khotbah-khotbah yang terdapat dalam Kisah Para Rasul mencerminkan kekristenan yang masih bersifat Yahudi dengan seperangkat kepercayaan tentang Yesus yang diungkapkan secara sederhana. Inti berita jemaat mula-mula adalah cerita mengenai Yesus sendiri, yaitu kedatangan-Nya untuk menggenapi seluruh janji-janji Allah dalam Perjanjian Lama, kematian-Nya di atas kayu salib, dan kebangkitan-Nya.

Khotbah yang dituliskan dalam Kisah Para Rasul adalah sebuah naskah khotbah yang sangat tua sekali. Khotbah demikian disebut dengan "Kerygma" yang artinya adalah "pemberitaan/khotbah". Dalam Kerygma para rasul ada pola khusus yang disusun secara teratur untuk memberitakan tentang Yesus, yaitu:

  1. Yesus telah menggenapi seluruh janji Allah dalam Perjanjian Lama.
  2. Allah berkarya dalam kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus.
  3. Yesus sudah bangkit dan terangkat ke surga.
  4. Roh Kudus diberikan kepada jemaat.
  5. Yesus akan segera datang kembali dalam kemuliaan.
  6. Orang yang mendengar berita tentang Yesus harus memberikan respons terhadap panggilannya.

Seluruh kehidupan dan keberadaan jemaat mula-mula didasarkan atas keyakinan bahwa Yesus sudah hidup kembali. Apabila kebangkitan Yesus dihilangkan dari kerygma para rasul, maka pemberitaan yang lainnya tidak ada bermakna lagi.

3. Keterangan dari Paulus

Paulus juga merupakan seseorang yang memberikan bukti mengenai kebangkitan Kristus. Surat-surat Paulus diperkirakan ditulis dua puluh lima tahun setelah kematian Kristus, tetapi dalam surat-suratnya itu Paulus menjelaskan bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Apabila kita membaca dalam 1 Korintus 15 dan melakukan pendalaman mengenai konteks surat 1 Korintus, kita akan menemukan bahwa Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus untuk mengenal dengan baik kisah tentang kematian dan kebangkitan Yesus.

Paulus juga menuliskan bahwa ketika Yesus bahwa, Ia dilihat oleh lebih dari lima ratus orang murid, dan beberapa di antara masih hidup ketika Paulus menuliskan surat-suratnya. Para murid yang menjadi saksi mata juga membenarkan apa yang mereka lihat yaitu bahwa Kristus telah bangkit (1 Korintus 15:7-8). Dalam 1 Korintus 15:7-8, Paulus juga menuliskan bahwa pertobatannya terjadi karena ia telah berjumpa dengan Kristus yang telah bangkit. Dari keterangan yang disampaikan oleh Paulus menambah satu lagi fakta bahwa Kristus yang disalib sudah benar-benar bangkit.

4. Nubuat-nubuat dalam Injil Sinoptik

Dalam Injil Sinotpik, Yesus sendiri pernah menubuatkan bahwa Ia akan bangkit dari antara orang mati. Nubuat Yesus tentang Diri-Nya sendiri yang akan bangkita tercatat dalam Matius 16:21, Markus 8:31, dan Lukas 9:22. Markus menuliskannya dengan kalimat, "setelah tiga hari", sementara Lukas dan Matius menuliskan dengan kalimat "pada hari yang ketiga", dari hal ini ketiga penulis Injil Sinoptik menyatakan dengan jelas bahwa kebangkitan Yesus akan terjadi setelah penderitaan. Ketika mendengar nubuat Yesus bahwa Ia harus mati dan bangkit pada hari yang ketiga, tidak hanya seorang murid pun yang memahaminya. Para murid berasumsi pada kerajaan messianik secara materialistik, tetapi yang Yesus sampaikan jauh melebihi itu.

Keterangan secara detail mengenai kebangkitan Yesus dituliskan oleh Lukas dalam Injil Lukas 24:45-46 bahwa Yesus tidak hanya harus menderita, tetapi Ia juga harus bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Lebih daripada itu, para penulis Injil Sinoptik juga menekankan dua fakta utama mengenai kebangkitan Kristus, yaitu:

  1. Kuburan Yesus ditemukan dalam keadaan kosong.
  2. Yesus yang bangkit juga dilihat oleh orang-orang yang berlainan pada waktu yang berbeda.

5. Para Murid

Fakta keempat yang mendukung peristiwa kebangkitan adalah keadaan para murid setelah kematian Yesus. Setelah guru mereka, yaitu Yesus disalibkan semestinya mereka tertekan dan tidak memiliki pengharapan. Akan tetapi, dalam rentang waktu tujuh minggu, para murid diubahkan menjadi pribadi yang berkobar semangatnya dan mereka menjadi saksi-saksi yang berani mati demi nama Kristus. Para murid terus menyaksikan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati, Dia terus hidup dan akan tetap berkarya. Perubahan yang terjadi dalam diri para murid menghasilkan jemaat Kristen yang terus bertumbuh dalam pengajaran para rasul, juga semakin hari secara kuantitas mereka terus bertambah.

C. Kebangkitan Yesus dan Amanat Agung

Amanat Agung diberikan kepada para murid setelah kebangkitan Yesus. Inilah pesan terakhir yang Tuhan Yesus berikan kepada para murid, sebelum Ia naik ke sorga. Pesan ini berbunyi, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19-20). Inilah perintah yang harus dikerjakan oleh semua murid Kristus untuk pergi dan menjadi segala bangsa murid Kristus.

Puncak dari karya keselamatan Allah adalah kebangkitan Yesus, dan peristiwa Yesus yang bangkit haruslah dinyatakan kepada segala bangsa, sehingga mereka semua akan beroleh pengharapan di dalam Kristus. Beberapa orang juga menyebut bahwa Amanat Agung adalah dasar untuk melakukan misi. Bermisi adalah tugas wajib yang harus diemban dan dilakukan oleh semua orang Kristen, sehingga semakin banyak jiwa-jiwa yang mengenal Kristus, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan terus hidup di dalam-Nya.Yesus menghendaki bahwa segala bangsa akan menjadi murid-Nya, meneladani kehidupan-Nya dan semua bangsa akan beroleh keselamatan di dalam Dia. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, sehingga bangsa-bangsa akan dimenangkan dan semakin banyak orang yang masuk dalam rencana keselamatan Allah.

D. Makna Kebangkitan Yesus

Kebangkitan Kristus adalah sebuah kebenaran yang murni dan dialami oleh para murid. Para murid telah bertemu dengan Yesus yang bangkit dan melihat sendiri kubur-Nya yang kosong. Kebangkitan Kristus adalah puncak dari seluruh kehidupan-Nya selama di dunia dan kebangkitan-Nya merupakan jalan bagi manusia untuk mengenal Allah. Berikut makna kebangkitan Yesus:

1. Kebangkitan Kristus membuktikan Pribadi Kristus

Pada hari Pentakosta, Petrus menyatakan bahwa kebangkitan Kristus adalah murni benar dan jelas, "Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (Kisah Para Rasul 2:36). Paulus juga menuliskan dalam Roma 1:4, "dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati . . . adalah Anak Allah yang berkuasa." Yesus adalah manusia tanpa dosa, Ia berkuasa dengan menunjukkan mukjizat-mukjizat-Nya, dan Ia menyatakan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia, tetapi jika Ia tidak bangkit, maka Ia hanya akan dianggap sebagai tokoh besar. Setelah Ia bangkit dari kubur, semua murid tahu dengan benar bahwa apa yang Yesus katakan tentang Diri-Nya sendiri adalah benar.

2. Menyatakan rencana keselamatan Allah

Kebangkitan Kristus lebih dari sekadar pengertian tentang kematian-Nya di kayu salib. Dalam Perjanjian Baru, terkhusus Paulus menekankan bahwa kebangkitan Yesus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari karya Allah dalam membentuk umat yang baru. Jemaat Kristen mula-mula merindukan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mendambakan hubungan pribadi dengan Allah yang akan mengubahkan seluruh kehidupan mereka dan mereka beroleh keselamatan yang kekal.

Jadi kebangkitan Kristus sangatlah penting. Apabila Yesus tidak bangkit dan hanya mati di kayu salib, kuasa keselamatan Allah tidak akan menjadi nyata. Rencana keselamatan Allah dinyatakan melalui penderitaan dan kematian Anak-Nya yang tunggal di kayu salib dan puncaknya adalah kebangkitan Kristus yang mengalahkan kuasa maut. Karya besar inilah yang membawa setiap orang yang percaya kepada Anak akan beroleh jalan masuk ke dalam keselamatan yang sejati.

3. Memberikan hidup baru bagi setiap orang yang hidup di dalam-Nya

Dalam Yohanes 3:15, Yesus mengatakan bahwa "supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal." Inilah tujuan kedatangan Kristus ke dunia, yaitu supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal dan terus hidup di dalam Kristus. Kebangkitan Yesus adalah sebuah jaminan dan janji yang Ia berikan mengenai hidup kekal setelah kematian.

Menjadi pengikut Kristus dan mengenal pengajaran-pengajaran-Nya, maka kita harus mengimplikasikan kebenaran itu dalam hidup kita sehari-hari. Kita harus seperti ranting-ranting anggur yang terus melekat dengan pokok anggur, melekat erat dengan Kristus dan tinggal di dalam-Nya. Dengan demikian, kita dinyatakan sebagai anak-anak Allah yang menyatakan terang dan kemuliaan-Nya.

Doa

"Sungguh aku bersyukur kepada Engkau, Ya Tuhan, Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Allah yang telah bangkit dan menyatakan karya keselamatan kepada semua manusia. Aku bersyukur sebab hari ini aku dapat belajar tentang kuasa kebangkitan-Mu yang mengubah hidupku dan menjadiku seorang murid Kristus. Terima kasih, Tuhan. Amin"