Yang namanya curhat, paling enak jika datangnya di waktu yang tepat. Jadi, mendengarnya juga sepenuh hati, sehingga yang curhat puas dan yang dicurhati pun bisa memberikan solusi dengan bijak. Memang tidak selamanya bentuk curhat itu harus dijawab. Kadang yang curhat pun tidak memerlukan jawaban, hanya sebatas minta didengarkan sudah berkurang bebannya. Padahal masalah sebenernya tetap aja ada disana.
Paling tidak enak, jika ada yang mau curhat not in the right time. Sudah memikirkan masalah sendiri aja kalang kabut, eee ada yang mau berbagi masalah. Mau menerima, tapi pikiran nggak bisa fokus, tidak diterima takutnya menyinggung perasaan orang. Masih untung jika yang mau curhat mau mengerti dan membatalkan niatnya bercurhat ria. Yang membingungkan and ndak nguati, kalau yang mau curhat tadi sangat sensitif. Dan berpikir yang bukan-bukan. Capek deh.. Sudah masalah sendiri belum selesai, ditambahi kepikiran masalah orang lain plus masalah baru ada orang yang kecewa karena uneg-unegnya tidak tersalurkan.
Paling aman ya diam saja. Karena dijawabpun percuma karena sedang tidak fokus tadi. Mendingan diselesaikan satu persatu, Akan percuma memaksakan diri menerima kalau tidak fokus. Tetapi dengan diam pun bisa membuat orang lain merasa tidak diperhatikan. Memang repot.
Sebenarnya makna curhat itu sendiri adalah untuk kepentingan bersama. Yang curhat puas dan yang dicurhatipun juga. Apalagi kalau sampai ketemu solusinya. Intinya ya berbagi dan meringankan beban pikiran yang mengganjal di hati. Tapi anehnya ada orang yang sukanya curhat plus menebar virus masalah. Curhatnya bukan untuk mencari solusi masalahnya, tetapi juga mengajak orang lain jadi bermasalah.
Semoga orang yang demikian ini cepet-cepet sadar, kalau sebenarnya curhat itu gampang. Yang sulit itu ya yang mendengarkan. Jadi kalau sudah ada yang mau buka telinga harusnya disyukuri, bukannya malah dilempari pikiran negatif. Masalah kan bisa hinggap pada siapa saja, bukan milik yang bisa curhat, karena yang dicurhatipun semasa masih manusia pasti kadang-kadang juga punya masalah.
Yang lebih penting dan harus dimengerti, sebenarnya curhat yang paling ampuh adalah berdoa. Memang Tuhan menyediakan jalan dan memakai apa saja untuk membantu mereka yang memerlukan pertolongan, termasuk lewat curhat. Tetapi Dia yang menentukan apa dan siapa jalanNya, bukan kita.
Berharap kepada sesama untuk mendapatkan jalan keluar, support, syukur bisa pertolongan adalah sah-sah saja, tetapi kalau sampai jadi tergantung pada orang lain dan bahkan tergantung pada satu bentuk penyelesaian masalah, yaitu curhat tadi, maka akan kecewalah nantinya yang didapat. Hanya Allah yang sanggup menjadi tempat curhat, dan pertolongan yang sempurna dan ditanggung tidak akan kecewa. Maka belajarlah cara bercurhat yang benar di hadapan Allah. Dia pasti akan memberikan jalan keluarnya.
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Gal. 6:2)
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm. 43:5)