Sharing Berkat Kelas BKD 4

  1. Anil Dawan

    Bersyukur bisa mengikuti BKD dengan baik. Kitab ini bukan sekadar narasi sejarah, tetapi sekaligus narasi iman yang menguatkan, meneguhkan, sekaligus memotivasi saya untuk belajar dan mempraktikkan iman yang tidak tergoyahkan serta kesetiaan menjaga komitmen. Situasi hidup memang selalu pasang dan surut, tetapi pengenalan akan Allah yang hidup membuat kita tidak akan larut, apalagi hanyut oleh arus zaman yang menuntut. Keberanian iman bukan kenekatan tanpa kalkulasi logika, tetapi penyerahan mutlak pada kedaulatan Allah dan kuasa-Nya, dalam api maupun dalam terkaman singa kesombongan dan keangkuhan.

    Terima kasih untuk SABDA dan tim serta rekan-rekan diskusi semua. Mari berjalan dalam iman di tengah dera dunia. Tuhan Yesus memberkati.

  2. Chika Ferryana

    Shalom, di tengah kesibukan, saya tetap berupaya untuk mengikuti kelas BKD ini karena saya tertarik dengan kitab Daniel. Dari kelas ini, saya belajar tentang komitmen untuk setia pada Tuhan. Komitmen untuk setia pada Tuhan tergambar jelas dari konsistensi Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Menolak makanan raja, menolak menyembah patung sembahan raja, serta menolak mengikuti peraturan untuk menyembah raja. Semua yang sudah saya uraikan menjadi pembelajaran untuk rela kehilangan dan mengalami banyak masalah demi tetap menyembah Tuhan. Demikian sharing berkat dari saya. Tuhan Yesus memberkati.

  3. Devi M.

    Banyak hal yang baru saya sadari waktu menggali dengan benar-benar. Mulai dari gaya penggalian saya sendiri yang terasa sederhana dan tidak semendalam teman-teman lain. Kalau dipikir-pikir, mungkin karena saya mengajar Sekolah Minggu, ya. Jadi, membahas sesuatu menjadi sesederhana mungkin sehingga agak kurang mendalam. Nanti akan saya usahakan lebih baik.

    Lalu, mengenai pembacaan kitab Daniel, yang sebelumnya saya baca tidak menyeluruh dan tidak berurutan, sekarang saya membacanya secara berurutan sehingga alur kisahnya terlihat jelas. Banyak hal yang membuat saya berkata, "Oh... begitu ..." selama membaca Alkitab. Cara Tuhan unik. Padahal judul kitabnya Daniel, mestinya dia menjadi tokoh utama, tetapi malah seperti kisah serial yang tokoh utamanya adalah para raja. Daniel tetap ada, tetapi tidak terlalu menonjol. Paling tidak sampai pasal 6, saya melihatnya seperti itu.

    Dari situ, saya belajar juga bahwa kita adalah alat Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya yang lebih besar daripada yang kita pikirkan. Jadi, sebagai manusia, jangan pernah berpikir kalau kita adalah tokoh utama atau pusat segala sesuatu. Keep humble karena tokoh utama dan pusat segala sesuatu adalah Tuhan.

    Terima kasih banyak, ya, teman-teman BKD 4 yang sudah memberikan jawaban dan komentar yang memperkaya pengetahuan saya. Kak Milly juga yang sudah menggali dengan bertanya kembali, dan Kak Mei yang tidak bosan-bosan mengingatkan untuk masuk kelas, bergabung dalam penggalian dan diskusi, bahkan membantu mengoreksi ketika ada jawaban saya yang belum tepat. Terima kasih banyak. GBU abundantly.

  4. Difebra Yance P.

    Mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel (BKD) menjadi pengalaman yang sangat memberkati dan memperkaya pemahaman akan firman Tuhan. Melalui pembahasan Daniel pasal 1-6, saya semakin melihat bahwa Allah tetap berdaulat atas sejarah dan kehidupan umat-Nya. Keteladanan Daniel mengajarkan pentingnya hidup dalam takut akan Tuhan, menjaga integritas, tekun berdoa, rendah hati, serta tetap setia kepada Allah di tengah perubahan zaman, tekanan, maupun berbagai tantangan kehidupan. Kelas ini juga menolong saya memandang setiap "pembuangan" atau masa sulit sebagai sekolah iman yang dipakai Tuhan untuk membentuk karakter dan memperdalam pengenalan akan-Nya.

    Pembelajaran, diskusi, dan interaksi selama kelas berlangsung dengan baik, terbuka, dan saling membangun sehingga memperkaya pemahaman saya. Melalui kelas ini, saya terdorong untuk semakin menghidupi firman Tuhan, membangun kehidupan doa yang konsisten, mempertahankan integritas, dan tetap menjadi alat Tuhan di mana pun ditempatkan.

    Ucapan syukur dan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh tim SABDA, moderator, dan admin yang telah memfasilitasi kelas dengan penuh dedikasi. Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan SABDA sehingga semakin banyak orang diperlengkapi untuk mengenal, memahami, dan menghidupi firman Tuhan. Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  5. Dikky Chandra

    Shalom, teman-teman. Bersyukur bisa mengikuti kelas BKD ini. Bagi saya, yang paling berkesan bukan hanya belajar cara menggali Alkitab dengan lebih mendalam, tetapi juga melihat bagaimana setiap peserta memiliki sudut pandang yang berbeda saat berdiskusi. Dari kitab Daniel, saya belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada situasi. Daniel tetap taat meskipun berada di lingkungan yang tidak mendukung, dan itu mengingatkan saya untuk tetap mengutamakan Tuhan dalam pekerjaan, pelayanan, maupun kehidupan sehari-hari.

    Melalui kelas ini, saya juga belajar untuk tidak hanya membaca firman sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar merenungkannya dan menerapkannya. Ke depannya, saya ingin lebih konsisten melakukan PA pribadi dengan metode yang sudah dipelajari di BKD agar semakin peka terhadap suara Tuhan dan semakin bertumbuh dalam iman. Proses diskusinya juga sangat membangun karena setiap peserta saling melengkapi dan membuka wawasan baru. Terima kasih untuk semua fasilitator dan teman-teman BKD yang sudah menciptakan suasana belajar yang hangat dan memberkati. Semoga kita semua terus setia hidup dalam firman Tuhan.

  6. Feronica

    Bersyukur dapat mengikuti kelas BKD. Kali ini format penggalian sangat berbeda dengan kelas-kelas BK sebelumnya. Menurut saya pribadi, penggalian ini bersifat mandiri, di mana peserta selain menggali setiap pasal dan ayat, perbedaan serta persamaannya, juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebagai bahan diskusi. Dalam menggali, peserta juga diarahkan untuk fokus kepada pribadi Tuhan. Saya belajar tentang ketetapan Tuhan pada setiap situasi dan kondisi yang ada.

    Pelajaran atau berkat yang paling berkesan, secara pribadi, adalah bahwa Daniel dan sahabat-sahabatnya (S.M.A.) sejak muda telah memiliki ketetapan untuk senantiasa hidup kudus, baik secara jasmani (makan dan minum) maupun secara rohani, dengan iman yang teguh (unshakable faith) dan berintegritas.

    Hal ini menjadi aplikasi praktis bagi setiap kita untuk memasuki tatanan dunia baru (New World Order). Melalui hal ini, saya menyatakan agar para pemimpin bangsa sadar dan berani mengambil sikap untuk berjuang, bahkan berani mati bagi bangsa dan negara, agar tidak mengikuti sistem global, melainkan membangun dan mengembangkan negara serta bangsa kita dengan menjalankan perintah-Nya, yaitu mengelola, memelihara, dan mengembangkan dengan hikmat-Nya atas anugerah-Nya kepada kekayaan bumi dan alam semesta ini sehingga bangsa kita bangkit dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

    Terima kasih kepada moderator dan admin kelas BKD 4, Kak Millytia dan Kak Mei, yang selalu setia mendampingi kami berdiskusi sehingga kelas menjadi hidup serta mengingatkan peserta agar tidak terlewat satu hari pun. Kiranya Tuhan Yesus memberkati tim SABDA MLC lebih lagi dan lebih lagi.

  7. HerBen

    Sangat menyenangkan dan menantang mengikuti pelajaran Bedah Kitab Daniel Pasal 1-6. Satu minggu yang padat cukup memberikan wawasan baru dalam memahami kitab Daniel. Mendalami masa pembuangan bersama empat pemuda Ibrani yang pemberani dan tangguh dalam mempertahankan integritas iman mereka membuat narasi kitab Daniel yang berlatar abad ke-6 SM menjadi sangat menegangkan. Pada pasal pertama, ada makanan yang tidak kosher, pasal 2 menceritakan dan mengungkap makna mimpi Raja Nebukadnezar, pasal 3 tentang perapian yang dinyalakan tujuh kali lebih panas, pasal 4 tentang raja yang kehilangan akal budinya, pasal 5 tentang tulisan di dinding, dan pasal 6 tentang peristiwa tragis Babel jatuh kepada kerajaan Media-Persia. Namun, Tuhan tetap setia kepada Daniel sehingga mereka justru ditinggikan.

    Yang menarik dalam kitab ini adalah pola yang berulang: keadaan tenang, timbul krisis, Daniel dan teman-temannya berada dalam bahaya, ada intervensi Allah, dan akhirnya, Daniel dan teman-temannya mendapat promosi. Kedua, terjadi kontras yang berulang: kesombongan manusia (raja) vs. kedaulatan Allah; hikmat dunia vs. hikmat Allah; tampak kuat secara fisik vs. rapuh. Selain itu, ada eskalasi narasi yang semakin meningkat. Namun, kesetiaan dan kedaulatan Allah tetap nyata. Bahkan melalui kesombongan Raja Belsyazar, Allah membangun "jembatan" bagi bangsa Israel untuk kembali dari pembuangan sesuai dengan janji-Nya yang disampaikan melalui Nabi Yeremia (Yer. 25:11-12; 29:10). Sungguh kitab Daniel luar biasa!

  8. Lunu Missa

    Shalom, Bapak/Ibu dan teman-teman BKD. Saya bersyukur boleh mengikuti kelas BKD ini. Melalui setiap proses penggalian dan diskusi, saya belajar untuk memahami firman Tuhan sesuai konteksnya, bukan hanya berdasarkan pemahaman sendiri. Bagian yang paling berkesan bagi saya adalah Daniel 3:17-18, ketika Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap setia kepada Allah meskipun harus menghadapi perapian yang menyala-nyala. Ayat ini mengajarkan saya bahwa iman yang sejati tetap percaya kepada Tuhan, sekalipun jalan yang Tuhan izinkan tidak sesuai dengan harapan kita.

    Melalui kelas ini, saya juga diingatkan bahwa pengetahuan firman Tuhan harus terlihat dalam kehidupan yang berintegritas dan taat kepada Tuhan. Saya bersyukur atas setiap diskusi dan masukan dari Bapak/Ibu serta teman-teman yang memperkaya pemahaman saya. Kiranya apa yang telah dipelajari menjadi bekal untuk semakin mengenal Tuhan dan hidup yang memuliakan nama-Nya. Terima kasih kepada seluruh admin BKD 4. Soli Deo gloria.

  9. Melce Y.L.

    Segala pujian dan kemuliaan bagi Tuhan Yesus atas anugerah dan kesempatan bagi saya dapat mengikuti kelas MLC SABDA yang selalu keren di setiap diskusi Bedah Kitab. Selama 6 hari, saya mengikuti bersama teman-teman di grup WA kelas 4, sangat indah dan cukup seru.

    Adapun berkat rohani yang saya dapatkan selama 6 hari ini saya simpulkan dalam 6 poin utama sebagai berikut:

    1. Kedaulatan Mutlak Allah atas Sejarah dan Kerajaan Dunia= Allah adalah subjek utama dan pemegang kendali penuh di balik layar sejarah manusia dan bangsa. Allah menghormati mereka yang berketetapan untuk tetap setia kepada-Nya.
    2. Keteguhan Hati (Vayyasem) dan Identitas Iman yang Tidak Berkompromi= Meskipun berada di bawah tekanan "Babylonisasi" yang masif, identitas batin dan iman Daniel, dkk. tetap tidak berubah, dan Allah memberikan hikmat kepada orang yang mencari Dia dengan rendah hati.
    3. Integritas Iman yang Tanpa Syarat (Loyalitas "Seandainya Tidak")= Puncak integritas ini terlihat pada sikap "unconditional loyalty", di mana mereka tetap setia menyembah Allah meskipun situasi tidak membaik atau nyawa terancam di perapian menyala dan gua singa. Dahsyatnya ialah Allah tetap sanggup menyelamatkan orang pilihan-Nya. Terbukti, mukjizat di perapian membuktikan bahwa kuasa-Nya melampaui segala ancaman manusia.
    4. Hikmat ilahi sebagai Penyingkap Rahasia yang Melampaui Hikmat Dunia= Hikmat manusia dan para ahli dunia selalu menemui jalan buntu. Allah terbukti sebagai sumber hikmat sejati yang menyingkapkan rahasia ilahi kepada mereka yang mencari-Nya dengan rendah hati melalui doa.
    5. Penghakiman Allah terhadap Kesombongan dan Penistaan akan Kekudusan Allah= Allah adalah Hakim yang adil yang tidak menoleransi kecongkakan manusia. Melalui pengalaman Nebukadnezar yang direndahkan seperti binatang dan Belsyazar yang dihukum karena menistakan hal kudus, terlihat bahwa setiap tindakan manusia selalu "dihitung dan ditimbang" oleh Allah di neraca keadilan-Nya.
    6. Penyertaan dan Kesetiaan Allah yang Konsisten di Masa Gelap= Allah tidak selalu mencegah umat-Nya masuk ke dalam kesulitan ("perapian" atau "gua singa"), tetapi Ia menyatakan kehadiran-Nya secara nyata di tengah krisis tersebut. Allah tetap setia, hadir dalam masa-masa gelap umat-Nya, menghormati serta membela mereka yang berketetapan untuk tetap setia kepada-Nya di tengah dunia yang terus berubah, serta meninggikan orang pilihan-Nya yang telah dilupakan manusia.

    Selama 6 hari berdiskusi, banyak perenungan yang membuat saya makin kagum akan pribadi Allah yang disingkapkan lewat BKD ini. Hal ini membuat saya makin mengevaluasi diri dan keluarga saya untuk semakin setia, menghormati, dan mengasihi Allah serta berintegritas di tengah dunia yang abu-abu dan rusak ini. Jalannya diskusi bagus. Terima kasih banyak kepada Sist. Millytia sebagai moderator dan Sist. Mei sebagai admin BKD 4. Tuhan Yesus memberkati jerih lelahnya. Akhir sharing berkat ini, mari terus semakin mengasihi firman-Nya dan menyediakan diri dipakai Tuhan untuk mewarnai dunia dengan kebenaran-Nya. Tuhan Yesus memberkati semua. Salam IT4God dan AI4God.

  10. Rosy Hajaty

    Saya bersyukur bisa mengikuti Bedah Kitab ini sampai selesai. Di awal, saya maju mundur antara ikut dan tidak karena banyak kesibukan, tetapi puji Tuhan, bisa terlewati meski harus sering diingatkan untuk segera mengirim tugas.

    Dari awal, saya terkesan dengan perkataan SMA (Sadrakh, Mesakh, Abednego) bahwa seandainya Allah tidak menolong mereka, mereka tetap tidak akan menyembah patung meskipun ada sanksi yang harus diterima. Pembelajaran kitab Daniel kali ini juga sangat berkesan karena saya melihat bagaimana Allah bukan hanya menuntun (mendidik) bangsa Israel, tetapi sekaligus memakai bangsa Israel, khususnya Daniel dan ketiga temannya, untuk mengenalkan siapa dan bagaimana Allah Israel (Allah yang setia, yang berdaulat, yang berkuasa, penolong, dan lain-lain) kepada bangsa lain meskipun dalam situasi pembuangan, situasi yang tidak mudah dilalui.

    Dari kedua hal di atas, aplikasi yang saya kerjakan saat ini adalah tetap setia melayani untuk menjadi berkat meskipun banyak tantangan. Selama diskusi, kelas cukup ramai dan saya sangat diberkati dengan penggalian teman-teman. Namun sayang, karena kesibukan saya selalu terlambat masuk sehingga hanya sebentar mengikuti diskusi. Semoga di lain kesempatan saya bisa aktif lagi. Terima kasih kepada seluruh tim SABDA yang sudah melayani. Tuhan Yesus memberkati. Terima kasih juga kepada rekan-rekan diskusi. Sampai bertemu di kelas berikutnya.

  11. Ruth Lodiana

    Puji Tuhan, hari demi hari menggali kitab Daniel menjadi berkat yang sangat besar bagi saya. Awalnya, saya berpikir akan lebih banyak belajar tentang tokoh Daniel. Namun, semakin digali, saya justru semakin melihat bahwa tokoh utama kitab ini adalah Allah yang berdaulat atas sejarah dan kehidupan manusia. Melalui pasal 1-6, saya diingatkan bahwa zaman boleh berubah, pemimpin boleh berganti, bahkan keadaan hidup dapat berubah dengan sangat cepat. Namun, Allah tetap sama. Dia tetap memegang kendali, tetap setia menyertai umat-Nya, dan tetap sanggup bekerja melalui orang-orang yang memilih setia kepada-Nya.

    Saya juga belajar bahwa kesetiaan Daniel tidak dibangun dalam satu malam. Ketika menghadapi gua singa, Daniel tidak sedang mulai belajar berdoa. Ia hanya melanjutkan kehidupan yang selama ini telah dibangunnya bersama Tuhan. Hal itu mengingatkan saya bahwa iman yang tetap berdiri dalam ujian dibentuk melalui kesetiaan sehari-hari, dalam doa, firman, dan ketaatan kepada Tuhan.

    Hal lain yang sangat memberkati saya adalah belajar untuk semakin menghormati firman Tuhan. Dalam setiap diskusi, saya diingatkan untuk membedakan mana yang benar-benar dinyatakan oleh teks Alkitab dan mana yang merupakan kesimpulan atau kemungkinan. Sikap ini membuat saya semakin bersyukur karena firman Tuhan begitu kaya, sekaligus mengajarkan kerendahan hati untuk tidak mengatakan lebih dari yang dinyatakan-Nya. Kiranya perjalanan menggali kitab Daniel tidak berhenti sebagai tambahan pengetahuan, tetapi membentuk hidup kita untuk tetap kudus, setia, rendah hati, dan terus percaya bahwa Allah tetap berdaulat dalam setiap musim kehidupan.

    Terima kasih kepada teman-teman BKD 4 Malam atas diskusi yang hangat, kaya, dan saling membangun. Terima kasih juga kepada Kak Milly dan Kak Mei atas arahan, pertanyaan-pertanyaan yang menolong kami menggali lebih dalam, serta pendampingannya selama proses belajar ini. Kiranya Tuhan terus memakai SABDA MLC menjadi berkat bagi semakin banyak orang, menolong setiap peserta semakin mengasihi firman Tuhan dan hidup seturut kehendak-Nya di tengah dunia yang semakin berpusat pada dirinya sendiri. Tetapi orang-orang yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. (Daniel 11:32b) Soli Deo gloria.

  12. Simon Salasa

    Bersyukur kepada Tuhan boleh ikut kelas ini. Dengan belajar kitab Daniel ini, saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga. Saya belajar bahwa Daniel dan teman-temannya tetap setia kepada Tuhan meskipun menghadapi tekanan dan tantangan. Hal yang paling berkesan adalah kesetiaan Daniel dalam menjaga prinsip hidup dan tetap berdoa kepada Tuhan sehingga ia mengalami penyertaan-Nya dalam setiap situasi. Pembelajaran ini mengingatkan saya untuk tidak mudah berkompromi dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan firman Tuhan, tetapi tetap bersikap bijaksana dan rendah hati.

    Aplikasi yang ingin saya lakukan adalah lebih disiplin dalam doa, membaca firman Tuhan, dan berani mempertahankan iman dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi di kelas juga berjalan dengan baik karena setiap peserta saling berbagi dan memperkaya pemahaman bersama. Terima kasih kepada admin, moderator, bahkan tim SABDA yang sudah menjadi mentor bagi kami. Tuhan Yesus memberkati.

  13. Sisca Marindra

    Mengikuti kelas BKD menjadi pengalaman yang sangat memperkaya pemahaman saya terhadap kitab Daniel. Sebelumnya, saya lebih sering melihat Daniel sebagai tokoh teladan yang setia, tetapi dari kelas ini saya belajar bahwa fokus utama Kitab Daniel adalah Allah yang berdaulat atas sejarah, bangsa-bangsa, dan setiap pergantian kerajaan. Di tengah perubahan zaman dan tekanan budaya, Tuhan tetap memegang kendali dan memelihara umat-Nya.

    Saya juga semakin menyadari bahwa Allah sedang berkarya di tengah sejarah manusia untuk menyatakan siapa diri-Nya kepada semua orang, sehingga pada akhirnya setiap orang memiliki pengenalan pribadi akan Allah. Melalui BKD saya juga sangat diberkati karena melihat bagaimana kesetiaan Daniel dan sahabat-sahabatnya lahir dari pengenalan mereka akan Allah, bukan sekadar keberanian atau kemampuan pribadi.

    Pelajaran ini juga menyadarkan saya bahwa Allah sungguh merindukan setiap orang mengenal-Nya. Ia bukan Allah yang jauh atau tidak peduli, melainkan Allah yang aktif bekerja dalam kehidupan manusia agar mereka berbalik kepada-Nya. Hal ini membuat saya ingin terus turut serta mengambil bagian dalam memperkenalkan Allah kepada orang lain melalui kehidupan, perkataan, dan pelayanan misi yang Tuhan percayakan kepada saya. Diskusi selama kelas juga sangat membantu karena membuka banyak sudut pandang baru dan memperdalam pengamatan terhadap teks Alkitab.

    Terima kasih kepada tim SABDA, Yayasan Lembaga SABDA, MLC, para moderator, especially, Kak Milly yang sudah sangat membantu pendalaman penggalian melalui pertanyaan-pertanyaannya, dan Kak Mei sebagai admin yang sudah dengan setia memberi reminder dengan penuh kasih, serta seluruh narasumber yang telah mempersiapkan kelas ini dengan sangat baik. Kiranya Tuhan terus memakai pelayanan SABDA ini untuk memperlengkapi semakin banyak orang percaya supaya mengenal firman-Nya dengan benar dan hidup setia di tengah perubahan zaman. Soli Deo gloria.

  14. Sola Gratia

    Shalom semua. Mungkin di sepanjang kelas SABDA yang saya ikuti, ini termasuk kelas yang paling berkesan dan berdampak bagi saya. Kitab Daniel pada faktanya adalah kisah nyata yang sangat dekat dengan kehidupan. Setiap waktu, kita bisa mengalami perubahan kondisi, situasi, relasi, lingkungan, maupun berbagai pergumulan. Kita hidup di masa peralihan, di mana perubahan dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga.

    Kitab Daniel membuat saya banyak merenung tentang arti pembuangan. Nyatanya, pembuangan adalah sekolah iman yang perlu dilalui, tempat Tuhan membentuk dan menyingkapkan kehidupan umat-Nya yang sesungguhnya. Selama masih ada waktu, saya menyadari bahwa kehidupan belajar firman dan kehidupan doa dalam Kristus perlu semakin saya tekuni, pelajari, dan hidupi. Dengan demikian, saat krisis terjadi, saya dapat tetap bertahan karena Kristus ada dalam saya.

    Masa selalu berubah, orang-orang di sekitar berubah, lingkungan yang asing sering hadir menghampiri hidup, dan pencobaan datang silih berganti. Namun, kasih Tuhan tetap sama. Penyertaan Tuhan tetap sama. Dia adalah Allah yang tidak membuang umat-Nya ketika mereka terpuruk dan terjepit oleh kehidupan. Pada akhirnya, di tengah semua perubahan hidup yang terjadi, hanya Tuhan yang tetap ada dan tetap setia dalam hidup saya. Masih banyak hal yang saya dapatkan dan mungkin tidak dapat saya uraikan satu per satu. Namun, saya sungguh bersyukur dapat mengikuti pendalaman kitab Daniel ini. Melalui kelas ini, saya semakin mengenal Allah yang terus berkarya dan memelihara umat yang dikasihi-Nya.

    Aplikasi yang dapat saya kerjakan adalah semakin memberi waktu untuk belajar firman Allah, menjaga kehidupan doa dan relasi yang terus terpaut kepada Allah, serta mengutamakan kehendak-Nya di hidup ini. Terima kasih kepada SABDA atas kelas Bedah Kitab Daniel yang telah dibuka. Saya sangat diberkati. Melalui kelas ini, saya semakin memahami bahwa apa yang mungkin terlihat sebagai tempat pembuangan, nyatanya adalah sekolah iman yang telah Allah sediakan untuk membentuk umat-Nya. Tuhan memberkati.

  15. Supriyono

    Syalom, Puji Tuhan!

    Saya sangat bersyukur boleh mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel (BKD) secara online. Kelas ini menjadi pengalaman yang baru dan sangat memberkati. Walaupun dilaksanakan secara daring, proses belajar tetap hidup melalui pemaparan materi, diskusi, dan saling berbagi pemahaman dari para peserta. Dari pembahasan Daniel pasal 1-6, ada beberapa pelajaran yang sangat berkesan bagi saya.

    Pertama, saya belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus dijaga sekalipun berada di tengah lingkungan yang tidak mendukung iman, seperti yang ditunjukkan Daniel dan sahabat-sahabatnya. Kedua, saya semakin diyakinkan bahwa Allah tetap berdaulat atas sejarah, kerajaan-kerajaan dunia, dan kehidupan umat-Nya. Ketiga, saya melihat teladan Daniel sebagai pribadi yang tekun berdoa, bergaul dengan Tuhan, berintegritas, berhikmat, rendah hati, dan tetap setia meskipun harus menghadapi ancaman maupun penganiayaan.

    Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah membangun kehidupan doa yang lebih tekun, mempertahankan integritas dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari, serta tetap berani menyatakan iman kepada Kristus dengan penuh hikmat di mana pun Tuhan menempatkan saya. Sebagai seorang pelayan Tuhan, saya juga terdorong untuk mengajarkan kepada jemaat bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak ditentukan oleh keadaan, tetapi oleh komitmen untuk tetap taat kepada firman-Nya.

    Evaluasi saya terhadap proses diskusi sangat positif. Diskusi berlangsung dengan baik. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan hasil penafsiran, penggalian, dan pengamatan sehingga memperkaya pemahaman terhadap kitab Daniel. Suasana belajar juga terasa terbuka, saling menghargai, dan mendorong setiap peserta untuk semakin mendalami Alkitab.

    Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada moderator, Kak Millytia, dan admin, Kak Mei, yang telah melayani dengan sabar, mempersiapkan kelas dengan baik, mengatur jalannya waktu diskusi, serta mendampingi seluruh peserta selama proses pembelajaran. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan dan jerih lelah yang telah diberikan. Soli Deo Gloria, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

  16. Tan Tjin Hin

    Saya selalu bersyukur dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus karena bisa kembali mengikuti kelas Bedah Kitab yang diselenggarakan oleh SABDA MLC, yang pada kesempatan ini membahas Kitab Daniel pasal 1 sampai pasal 6. Perlu diketahui, kelas Bedah Kitab saat ini sangat tidak mudah. Saya sendiri kesulitan dalam merespons pertanyaan kelas setiap hari. Namun, kalau bisa sampai menulis sharing berkat, artinya Dialah yang memampukan saya.

    Banyak berkat Allah yang bisa dirasakan dari Kitab Daniel pasal 1 sampai pasal 6. Dalam konteks ini, kita melihat bahwa di balik semua perubahan zaman, ada satu Pribadi yang tidak berubah, yaitu Allah itu sendiri. Kerajaan silih berganti dari Yehuda ke Babel, lalu ke Media-Persia. Raja-raja juga berganti dari Nebukadnezar, Belsyazar, sampai Darius. Namun, di semua lapisan sejarah itu, tetap Allah yang sama terus bekerja, mengizinkan pembuangan, mengangkat dan merendahkan raja, menutup mulut singa, dan menata arah sejarah sesuai kehendak-Nya. Hal ini mengajarkan kita bahwa situasi politik, sistem dunia, bahkan dinamika kehidupan orang percaya atau gereja bisa berubah-ubah. Namun, harus dipahami bahwa hidup orang percaya tidak ditentukan oleh naik turunnya keadaan, melainkan oleh tangan Allah yang memegang kendali atas segalanya.

    Dalam arus sejarah, identitas dan kekudusan umat Allah selalu menjadi titik serangan utama. Dalam konteks ini, dimulai dari tekanan di meja makan istana (Daniel 1), ancaman patung emas dan tungku api (Daniel 3), penajisan perkakas Bait Suci di pesta Belsyazar (Daniel 5), sampai larangan berdoa di bawah Darius (Daniel 6). Dari semuanya itu terlihat bagaimana dunia terus berusaha mengaburkan batas antara yang kudus dan yang profan. Pilihan ada pada kita semua. Namun, Daniel dan sahabat-sahabatnya memilih untuk tidak menajiskan diri, tidak sujud kepada berhala, tidak ikut menodai yang kudus, dan tidak berhenti berdoa meski konsekuensi hukuman sudah jelas. Mereka menunjukkan bahwa bagi umat Allah, hal-hal yang sudah dipisahkan untuk Allah: tubuh, waktu, ibadah, pelayanan, harta, dan panggilan, tidak boleh dijadikan alat hiburan atau ego, apa pun taruhannya.

    Yang menarik dari pasal 1 sampai pasal 6 adalah keberanian besar mereka pada hari-hari ujian tidak muncul tiba-tiba, tetapi lahir dari kesetiaan kecil yang diulang setiap hari. Daniel memulai dengan hal yang tampaknya sederhana: memilih makanan, menjaga integritas, dan bertekun dalam doa. Kebiasaan doa tiga kali sehari, "seperti yang biasa dilakukannya", pada pasal 6 menunjukkan bahwa ketika ancaman datang, Daniel tidak perlu mencari cara baru untuk berani; Daniel hanya melanjutkan ritme rohani yang sudah lama dibangun. Hal ini menjadi teguran lembut bagi kita. Jika hari ini kita menganggap doa, ibadah, dan ketaatan kecil sebagai hal sepele yang bisa diabaikan, jangan heran bila nanti kita goyah ketika "tungku api" atau "gua singa" versi kita datang. Kesetiaan dalam hal-hal kecil adalah cara Allah mempersiapkan kita menghadapi ujian besar.

    Dalam semua kisah itu, Allah bukan hanya hadir secara diam-diam, tetapi menyertai, menyelamatkan, dan memakai kesetiaan umat-Nya sebagai kesaksian bagi banyak orang. Allah memberi hikmat sehingga Daniel dan teman-temannya sepuluh kali lebih cakap. Allah hadir di tengah api bersama ketiga sahabat Daniel sehingga raja sendiri mengakui kuasa-Nya. Allah mengakhiri pemerintahan Belsyazar sebagai peringatan bahwa kemegahan yang menghina kekudusan-Nya tidak bisa ditoleransi. Allah juga menutup mulut singa dan membuat raja mengeluarkan maklumat yang memuliakan nama-Nya di seluruh kerajaan. Artinya, ketika kita memilih setia, buahnya bukan hanya rasa aman di hati kita, tetapi juga kesempatan bagi orang lain untuk melihat dan mengakui bahwa Allah itu hidup dan berkuasa.

    Karena itu, jika kita bisa merangkum seluruh berkat dari pembahasan Bedah Kitab Daniel pasal 1 sampai pasal 6 untuk kehidupan sekarang, ada satu kalimat yang pantas bagi saya: "Saya mau hidup seperti meneladani Daniel, dengan tetap menjaga kekudusan, membangun kebiasaan doa dan ketaatan hidup setiap hari, serta percaya bahwa Allah tetap memegang kendali atas hidup saya di tengah segala perubahan zaman." Allah tetap berdaulat, Allah tetap menyertai, Allah tetap setia memakai orang-orang yang mau berdiri di pihak-Nya, sekalipun harga yang harus dibayar adalah kenyamanan, posisi, atau keamanan diri. Yang Ia cari bukan orang sempurna, tetapi orang yang rela setia dalam hal-hal kecil dan yang berani berkata, dalam kata dan tindakan, "Allah tetap pusat hidup saya, bukan zaman, bukan jabatan, bukan rasa takut."

    Akhirnya, saya menghaturkan terima kasih kepada tim SABDA MLC yang sudah bekerja dengan baik sehingga kelas Bedah Kitab dapat berjalan sampai selesai. Kiranya Allah membalas segala jerih lelah saudara-saudari. Terima kasih juga kepada teman-teman di kelas 4 yang saling menguatkan dan mempertajam pemahaman kita melalui diskusi yang hangat dan menyenangkan. Kiranya Allah memberkati kita semua. Amin.

  17. Timotius

    Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memimpin dan menyertai saya selama mengikuti Bedah Kitab Daniel (BKD). Penyertaan-Nya nyata melalui setiap proses belajar, diskusi, dan perenungan firman Tuhan sehingga saya bukan hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengalami pertumbuhan rohani. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MLC SABDA sebagai penyelenggara yang telah mempersiapkan kelas ini dengan sangat baik. Terima kasih kepada moderator dan admin yang dengan sabar mendampingi setiap peserta sehingga seluruh rangkaian diskusi berlangsung tertib, lancar, dan menyenangkan. Saya juga bersyukur atas kehadiran rekan-rekan sekelas BKD 4 Malam yang saling menguatkan, berbagi pemahaman, dan mengasah satu sama lain melalui setiap tanggapan dan diskusi yang membangun. Kebersamaan ini menjadi berkat yang memperkaya proses belajar saya.

    Hal baru yang paling berkesan bagi saya adalah metode penggalian kitab Daniel melalui pertanyaan: Apa yang ada? Apa yang berubah dari sebelumnya? Dan, apa yang tetap sama? Metode ini sangat menarik karena membantu saya mengamati teks Alkitab secara lebih teliti, melihat perkembangan peristiwa, sekaligus menemukan kebenaran yang tidak berubah tentang Allah. Pelajaran yang paling membekas adalah ketika menganalisis tulisan di dinding: mene, mene, tekel, ufarsin, yang mengingatkan bahwa Allah adalah Hakim yang adil, berdaulat atas sejarah, dan menilai hidup setiap manusia dengan sempurna. Seluruh proses pembelajaran berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh sukacita. Saya berharap dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diselenggarakan oleh MLC SABDA agar semakin diperlengkapi untuk memahami firman Tuhan dan melayani dengan lebih baik. Soli Deo Gloria.

  18. Tini Setiawan

    Saya sangat diberkati mengikuti kelas BKD yang diselenggarakan oleh MLC SABDA. Ini pengalaman pertama saya melakukan Bedah Kitab Daniel dan benar-benar membuka wawasan baru saya bahwa situasi kehidupan Daniel pada masa itu benar-benar serupa dengan situasi yang kita hadapi sekarang di akhir zaman. Sehingga saya bisa belajar dari teladan kehidupan Daniel yang penuh integritas dengan iman yang teguh menghadapi tekanan otoritas dan lingkungan yang tidak kondusif. Bahkan terbukti kasih setia Allah tidak pernah berkesudahan. Hal ini sangat menguatkan saya.

    Terima kasih juga kepada moderator, admin, serta teman-teman diskusi kelompok yang peduli dan responsif sehingga suasana diskusi menjadi hidup, penuh semangat, serta memicu saya menggali lebih dalam lagi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di dalam kelompok. Hal itu memperkaya pemahaman baru yang saya dapatkan. Terima kasih banyak untuk semua. Tuhan Yesus memberkati.

  19. Wennar

    Puji Tuhan, melalui penggalian Daniel 1-6 saya belajar bahwa Allah tetap berdaulat dalam setiap zaman. Kesetiaan Daniel dan sahabat-sahabatnya mengingatkan saya bahwa iman tidak dibangun saat krisis datang, tetapi melalui ketaatan setiap hari.Saya juga diingatkan untuk tetap rendah hati dalam keberhasilan, setia dalam tekanan, dan percaya bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup saya. Kiranya firman yang dipelajari tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga semakin membentuk karakter dan kehidupan saya. Amin.

  20. Winarningsih

    Bersyukur. Puji Tuhan. Akhirnya bisa menyelesaikan Bedah Kitab Daniel. Saya sungguh diberkati dengan kelas ini. Banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan. Bagaimana Allah begitu berkuasa dan berdaulat, memegang kendali atas hidup manusia dan apa pun yang ada di dunia ini. Sesungguhnya Tuhan hadir dalam segala keadaan, yang paling sulit bahkan di ambang kematian sekalipun. Tuhan beserta kita dan tidak pernah meninggalkan, tetapi siap menolong dan memberkati.

    Dari pasal 1-6, saya belajar dari kesetiaan tokoh Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang teguh dan kokoh imannya dalam mengikut Tuhan. Mereka hidup berintegritas di tengah intrik dan tantangan yang ada sehingga tidak ada celah bagi orang untuk mencari kesalahan dan menjatuhkan mereka. Mereka tetap setia karena mengenal dengan pasti Tuhan yang mereka percayai dan sembah sehingga kematian tidak menakutkan lagi. Tetap setia sudah melekat dalam hidup mereka. Melalui kehidupan mereka, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah akhirnya menyaksikan bahwa Allah itu ajaib, berkuasa, dan berdaulat sehingga mereka memuliakan Allah.

    Secara khusus saya sangat diberkati dengan kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang menolak menyembah patung emas dengan satu keyakinan: "Kalau Allah mau menolong, Dia pasti menolong. Tetapi walaupun tidak, kami tidak akan menyembah patung." Iman sejati percaya sepenuhnya kepada Allah, bukan hanya dalam keadaan baik dan diberkati, tetapi tetap setia sampai mati. Saya rindu memiliki iman yang setia, tetap berintegritas, dan hidup yang menjadi kesaksian serta memuliakan Allah. Terima kasih Kak Milly, Kak Mei, tim SABDA, dan teman-teman diskusi yang hebat-hebat dan memberkati. Tuhan Yesus memberkati.

  21. Winny Gunawan

    Shalom. Puji Tuhan Yesus, saya diberikan kesempatan untuk dapat mengikuti kelas BKD ini. Terima kasih banyak kepada tim SABDA yang telah menyelenggarakan dan menjadi wadah agar kami dapat belajar dan mengenal firman Tuhan lebih dalam. Terima kasih juga kepada Bapak/Ibu serta teman-teman terkasih di dalam Tuhan yang telah berbagi ilmu dan pengetahuan sepanjang minggu ini. Kiranya setiap pelajaran dari kitab Daniel meneguhkan iman kita, menguatkan kita, dan membuat kita semakin setia kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

  22. Yulius Subari Putra

    Shalom! Saya Yulius Subari Putra dari kelas BKD 4. Ini sharing berkat saya setelah menggali kitab Daniel pasal 1 sampai 6. Enam hari, enam pasal, tetapi ini bukan sekadar membaca cerita. Saya diajak menggali, bertanya, dan berdiskusi bersama teman-teman BKD 4 dengan cara yang baru bagi saya. Yang membuat berbeda, kami diajak melihat semua cerita ini bukan dari sisi Daniel saja, tetapi dari "takhta Tuhan", bahwa Dialah sumber segalanya dan kerajaan-Nya kekal di atas segala-galanya. Yang paling melekat di hati saya, Tuhan layak disembah bukan karena "ada apanya" untuk kita, tetapi karena memang begitulah Dia: kudus, adil, dan Raja di atas segala raja.

    Daniel dan sahabat-sahabatnya menghadapi tekanan besar, api dan singa, tetapi mereka tetap setia. Bukan karena yakin pasti selamat, melainkan karena Tuhan memang layak ditaati. Saya juga belajar bahwa Tuhan bahkan memakai raja-raja kafir untuk memasyhurkan nama-Nya ke seluruh dunia. Kedaulatan-Nya tidak dibatasi oleh kelemahan kita. Jadi, saya bertanya kepada diri sendiri, "dekrit" apa tentang Tuhan yang sedang diumumkan lewat hidup saya? Saya berkomitmen untuk tetap setia, walaupun situasinya tidak selalu aman. Lewat kesetiaan dan kegagalan, keberanian dan ketakutan saya, saya ingin hidup saya tetap menyatakan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan Dia layak disembah sepenuhnya.

    Diskusinya sangat hidup. Semua berani bertanya dan saling melengkapi. Hal ini membuat saya bukan hanya mengetahui ceritanya, tetapi benar-benar mengerti maknanya. Terima kasih kepada moderator, admin, dan seluruh teman BKD 4 yang sudah menemani proses belajar ini. Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. Amin!