- Anastasya
Salah satu berkat yang saya dapat setelah mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel 1–6 adalah diingatkan bahwa penyertaan Tuhan itu nyata dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan saat mereka menghadapi situasi yang sangat sulit, seperti teman-teman Daniel di perapian atau Daniel di gua singa. Saya juga belajar bahwa integritas itu penting, yaitu tetap setia dan melakukan yang benar meskipun ada tekanan atau risiko. Firman ini menguatkan saya untuk lebih percaya kepada Tuhan dan berusaha hidup dengan integritas dalam keseharian karena Tuhan sanggup memelihara dan menyertai setiap langkah kita.
- Davit Rijadi
Kitab Daniel adalah salah satu kitab favorit, tetapi ternyata cukup rumit ketika dibedah. Dalam diskusi, saya banyak mendapat masukan, pencerahan, dan pengilhaman. Saya bersyukur dengan program ini, sangat memberkati. Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah memfasilitasi terlaksananya diskusi ini. Terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan saudara-saudara di kelas BKD 2 atas diskusi yang sangat berharga. Tuhan Yesus memberkati semua. Amin.
- Debora Rina
Puji Tuhan. Akhirnya, selesai juga. Sempat khawatir berhenti di tengah jalan karena kesibukan pelayanan. Luar biasa, meski terbatas melakukan PA dengan Alkitab web, dibantu referensi silang dan referensi AI, saya bisa memahami kitab Daniel pasal 1–6 dengan baik. Allah sungguh berdaulat atas pemerintahan-Nya yang kekal. Berkat yang saya peroleh adalah saya sungguh kagum akan kesetiaan Daniel di negeri buangan dalam jangka waktu yang sangat lama, serta iman Daniel, dkk. tidak tergoyahkan. Banyak sekali godaan dan trik berbahaya yang Daniel hadapi. Ini bisa menjadi aplikasi dalam hidup saya, yaitu dalam segala keadaan dan situasi berbahaya selalu mengandalkan Tuhan dalam doa.
Terima kasih untuk teman-teman kelas yang sudah memperkaya dan melengkapi. Mohon maaf jika saya salah dalam menanggapi. Terima kasih Mas Bima sebagai moderator dan Mbak Kezia sebagai admin kelas atas pelayanannya. Tuhan Yesus memberkati.
- Denny Richard Donald
Saya bersyukur bisa kembali mempelajari dan membedah kitab Daniel. Belajar dari iman dan komitmen Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, meskipun mereka berada dalam bahaya atau obstacle, mereka tetap teguh percaya kepada Tuhan dan tidak goyah, padahal nyawa mereka sudah di ujung tanduk. Yang saya pelajari di sini adalah iman, kesetiaan, dan keteguhan hati Daniel.
Kadang kala ketika kita berada dalam masa pencobaan yang Tuhan izinkan terjadi, kita mulai mengeluh kepada Tuhan, kita mulai bersungut-sungut. Padahal, pertolongan Tuhan itu nyata. Saya mengalami hampir setiap hari. Saat saya sudah mentok dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, saya cukup mengangkat tangan saya, berserah kepada Tuhan, lalu saya melihat pertolongan Tuhan dalam hidup saya, keluarga saya, dan bisnis saya. Sungguh luar biasa pertolongan Tuhan. Tepat pada waktu-Nya, Tuhan memberikan jalan keluar. Ketika saya sudah stres dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, yang saya lakukan hanyalah berserah kepada Tuhan, dan Tuhan akan campur tangan.
Saya berterima kasih kepada SABDA Ministry Learning Center yang telah membuka Kelas Bedah Kitab Daniel. Dengan demikian, cara pandang saya tentang Tuhan jauh lebih dipertajam bahwa dalam keadaan kritis pun Tuhan tetap turut campur dan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengandalkan-Nya. Terima kasih, dan Jesus bless us.
- Francisca Paquita
Bersyukur sekali bisa ikut lagi kelas Bedah Kitab, merenungkan firman dan berdiskusi dengan rekan-rekan dari berbagai usia dan latar belakang. Dengan pertanyaan-pertanyaan penggalian dari moderator, membantu saya melihat isi pasal dan renungan secara lebih luas, lebih dalam, dan bertambah kaya dalam referensi bacaan. Biasanya, ketika di lain waktu membaca Alkitab dan bertemu lagi dengan pasal yang sudah pernah dibahas di kelas-kelas BK, saya lebih bersemangat karena bisa merenungkannya lagi dengan "bekal yang kaya".
Terima kasih banyak Kak Bima dan Kak Kezia yang sudah menolong dan mendampingi kami. Juga Kak Rei, terima kasih sudah membantu mendalami dan menghidupkan diskusi. Kiranya Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kakak-kakak semua serta tim pelayanan YLSA MLC.
- Giovanni
Puji Tuhan, saya sangat diberkati melalui kelas Bedah Kitab Daniel. Saya semakin memahami bahwa Allah tetap berdaulat atas segala sesuatu dan memanggil setiap orang percaya untuk tetap setia kepada-Nya, seperti teladan Daniel, di tengah situasi apa pun. Yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya menjaga integritas, kehidupan doa, dan keberanian untuk tetap berpegang pada firman Tuhan. Aplikasi yang ingin saya lakukan adalah lebih disiplin membangun hubungan dengan Tuhan dan tetap setia dalam pekerjaan maupun pelayanan. Saya juga bersyukur atas setiap diskusi yang berlangsung karena memperkaya pemahaman saya melalui berbagai sudut pandang. Terima kasih kepada pengajar dan seluruh peserta. Tuhan Yesus memberkati.
- Hendri
Shalom. Puji Tuhan untuk kegiatan BKD 2 ini. Saya boleh terus menambah ilmu dan pengetahuan dalam pembedahan Alkitab. Dalam pembelajaran kali ini, saya mendapatkan banyak perspektif baru dari kisah Daniel. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu dari SABDA yang sangat aktif di dalamnya, yang selalu mengingatkan saya untuk berdiskusi dan mengirimkan hasil penggalian. Saya juga mohon maaf apabila ada keterlambatan dalam mengirimkan hasil penggalian ataupun mengikuti diskusi karena kesibukan. Akhir kata, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak dan Ibu dari SABDA untuk kelas pembelajaran ini. Semoga kita terus boleh bertumbuh bersama dalam memuliakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Josephine A.B. Christinawati
Shalom. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti Bedah Kitab Daniel kali ini di tengah kesibukan saya. Saya berterima kasih juga kepada moderator yang selalu mengingatkan saat saya hampir terlambat mengerjakan tugas. Pelajaran kali ini membuat saya makin mengerti dan menyelami tentang kedaulatan Tuhan, kasih-Nya, juga keadilan-Nya. Sikap Daniel dan ketiga teman-temannya juga menjadi teladan bagi saya dalam hidup di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas berbeda iman. Saya akan hidup berintegritas, hidup dalam kebenaran firman dan bimbingan Roh Kudus sehingga mereka bisa melihat betapa damainya hidup saya karena saya memiliki Allah yang selalu menyertai dan memperhatikan umat-Nya. Sekali lagi, terima kasih tim SABDA. Tuhan memberkati pelayanannya.
- Lidia Artati
Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas pertolongan Roh Kudus sehingga saya bisa mengikuti pelajaran ini. Saya juga sangat berterima kasih kepada semua tim SABDA yang dengan setia memberikan materi-materi yang sangat membangun iman.
Walau saya sudah pernah mengikuti materi kelas 5 nabi besar, termasuk Daniel, kali ini saya benar-benar bisa mendalami bagaimana kehidupan yang bergantung sepenuhnya kepada Allah dalam segala situasi. Dan, hal ini benar-benar menambah keyakinan bahwa Allah itu hidup dan peduli dalam segala zaman.
Saya juga semakin bersungguh-sungguh berdoa untuk pemerintahan, bangsa dan negara, serta bangsa-bangsa. Khususnya dengan kondisi sekarang di kota Bandung yang sedang marak begal, tidak hanya malam hari, tetapi siang pun ada beberapa kejadian. Saya percaya Allah menolong kita semua di mana pun kita berada. Tuhan Yesus memberkati.
- Lily Kurniati
Puji Tuhan, saya bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel hingga selesai. Walaupun hanya menggali enam pasal, saya dibuat kagum betapa Allah selalu menjaga anak-anak-Nya yang taat dan setia. Allah juga memperingatkan terlebih dahulu, bahkan orang yang tidak menghormati-Nya, seperti Nebukadnezar. Terlebih lagi saya.
Saya juga belajar untuk taat dalam situasi apa pun dan menjadi saksi Kristus di mana pun saya berada. Hasil penggalian teman-teman dan diskusi sangat memperkaya wawasan saya. Terima kasih kepada Mas Bima dan Kak Kezia, juga seluruh staf SABDA yang telah bekerja keras untuk melaksanakan kelas ini. Soli Deo Gloria.
- Marta Lisna Cyntia
Saya sangat bersyukur bisa mengikuti BKD karena ini menjadi pengalaman yang memberkati saya. Walaupun di awalnya saya takut untuk menyampaikan penggalian dan pendapat saya karena baru pertama kali mengikuti bedah Alkitab. Pelajaran yang sangat berkesan bagi saya adalah bagaimana setiap orang percaya dipanggil untuk tetap setia walaupun di tengah tantangan zaman, seperti Daniel yang tetap setia di tengah lingkungan yang penuh tekanan.
Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah lebih peka mendengarkan suara Tuhan melalui firman-Nya dan belajar menaati firman yang sudah saya pelajari, bukan hanya mengetahuinya saja. Saya juga bersyukur karena lewat diskusi BKD, saya mendapatkan banyak sudut pandang yang memperkaya pemahaman saya. Diskusinya berjalan dengan baik dan mendorong saya untuk lebih berani menyampaikan pemikiran serta terus bertumbuh dalam iman.
- Paris Limbong
Puji Tuhan, saya bersyukur kepada Tuhan Yesus dapat mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel ini dengan baik dan lancar. Banyak pengetahuan dan pengalaman berharga yang saya peroleh selama menggali ayat-ayat dalam kitab Daniel pasal 1–6 dengan metode S.A.B.D.A. (Simak, Analisa, Belajar, Diskusi, dan Aplikasi). Ini adalah pertama kalinya saya menggunakan metode yang baik, praktis, sistematis, dan terarah.
Berkat yang saya dapatkan dalam pembelajaran kali ini adalah mengenal karakter yang jujur dan dapat dipercaya dari Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, serta melihat kedaulatan Allah atas raja-raja dan kerajaan di dunia ini.
Adapun inti sari yang saya dapatkan dari kitab Daniel pasal 1–6 adalah:
- Allah berdaulat di atas semua raja dan kerajaan.
- Allah adalah sumber hikmat. Daniel dan teman-temannya diberi hikmat yang luar biasa.
- Tetap setia kepada Allah di tengah tekanan, godaan, dan ancaman maut.
- Allah melindungi, menyertai, dan menyelamatkan umat-Nya.
- Allah dimuliakan. Raja-raja akhirnya mengakui kebesaran Allah Daniel.Saya berterima kasih kepada tim SABDA MLC yang sangat luar biasa melakukan terobosan baru dalam mengajar dan membimbing jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran firman Tuhan. Semoga diberkati dan tetap eksis berkarya untuk kemuliaan Allah.
Secara khusus, saya juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber, Kak Roma, moderator, Kak Bima, dan admin, Kak Kezia, serta teman-teman sekelas BKD 2 yang sangat luar biasa berdiskusi dengan memberikan masukan dan tanggapan untuk memperkaya materi diskusi. Semoga Tuhan Yesus memberkati. Amin.
- Rafly Rinaldy
Puji Tuhan, satu lagi kelas sudah selesai saya ikuti. Pembelajaran yang saya dapatkan dari kitab Daniel adalah bagaimana menjadi orang yang setia kepada Allah. Tidak peduli bagaimana gelombang pencobaan datang silih berganti terhadap saya, saya harus tetap setia kepada-Nya sampai ajal menjemput.
Kitab Daniel pasal 1 menceritakan perjalanan hidup Daniel, dkk. saat dibuang ke Babel. Pada pasal 2, Daniel menjadi tokoh utama, sedangkan pada pasal 3, Hananya, Mesakh, dan Azarya menjadi tokoh utama. Kitab ini sangat klop dalam pembagian peran yang diberikan Allah kepada mereka.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim MLC SABDA atas kelas Bedah Kitab Daniel ini. Upahmu besar di surga. Jangan jemu-jemu memberitakan Injil sampai pada kesudahannya. Semoga kita semua diberkati oleh-Nya. Amin.
- Rei
Pengalaman baru bagi saya sebagai peserta, seru karena bisa bebas bertanya dan bebas menjawab sehingga bisa saling melengkapi. Pelajaran/berkat yang paling berkesan: Allah selalu bekerja dan menyertai umat-Nya meskipun keadaan atau situasi berubah-ubah. Aplikasi praktis: saya akan tetap taat dan selalu berdoa kepada Tuhan Allah, Sang Pengendali Kehidupan.
Evaluasi: moderator tampaknya perlu kerja ekstra untuk setidaknya dua jam sekali selama 30 menit hadir dalam diskusi. Demikian juga dengan admin, bisa memberikan reminder dalam kelas jika terlihat OOT, hasil penggalian kurang sesuai langkah-langkah, atau sekadar reminder mengenai keaktifan. Semangat!
- Ronny Kawile
Puji Tuhan, saya bersyukur dapat mengikuti kelas BKD. Melalui proses mengamati, menggali, berdiskusi, dan menerapkan firman Tuhan, saya belajar bahwa membaca Alkitab bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi semakin mengenal Allah dan memahami firman-Nya sesuai konteksnya.
Pembelajaran kitab Daniel menjadi bagian yang paling berkesan bagi saya karena mengajarkan pentingnya tetap setia kepada Tuhan di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan. Ke depan, saya rindu terus menerapkan metode penggalian Alkitab yang telah dipelajari, baik dalam saat teduh pribadi maupun dalam pelayanan.
Terima kasih kepada tim penyelenggara, MLC SABDA, para moderator, dan para admin yang telah dengan setia memfasilitasi proses pembelajaran dan diskusi selama kelas BKD. Kiranya Tuhan memberkati setiap pelayanan yang dilakukan dan memakai MLC SABDA untuk semakin memperlengkapi banyak orang percaya dalam menggali firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
- Sri Sugiyanto
Puji syukur dan terima kasih kami haturkan kepada Tuhan Allah yang selalu menyertai dalam hidup saya, terkhusus dalam mengikuti Bedah Kitab Daniel Pasal 1–6. Dari mengikuti acara BKD Daniel ini, saya mendapat berkat dari Tuhan. Saya bisa membaca firman Tuhan, mendalaminya, dan menyampaikan hasil penggalian saya yang masih minim. Yang paling berkesan adalah dorongan dari dalam diri saya yang terus-menerus untuk memahami setiap pasal walaupun banyak kesibukan.
Melalui Daniel yang dipakai Tuhan, saya terinspirasi untuk lebih percaya dan mengakui kedaulatan Tuhan. Tuhan tetap berkuasa di tengah situasi perubahan hidup dan perubahan zaman. Biarlah di tengah situasi zaman saat ini, saya tetap percaya, menyembah, menghormati, dan menaati firman Tuhan. Tuhan menolong kita.
- Susi
Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan kelas BKD dengan baik. Saya sangat diberkati dengan kelas kali ini. Materinya membuat saya kembali diingatkan dan diteguhkan dalam iman saya. Kehidupan Daniel memberikan banyak pengajaran dan penguatan bagi saya, bagaimana Daniel teguh dalam menjaga imannya meski banyak tantangan dalam hidupnya. Dari kitab Daniel pasal 1–6, terlihat bagaimana Daniel berketetapan dalam menjalankan imannya. Ia tidak mau makan makanan yang disajikan raja dan tetap menjaga kehidupan doanya setiap hari.
Iman Daniel yang besar membawanya melewati semua tantangan zaman. Hidup dalam tiga masa pemerintahan raja yang berbeda bukanlah hal yang mudah, tetapi ia tetap menjaga dirinya, hidup sebagai bangsa pilihan Allah. Ia menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta terus memelihara imannya. Setiap kali melakukan penggalian, saya selalu bertanya pada diri saya, "Masih adakah orang Kristen yang memiliki iman dan pola hidup seperti Daniel?" dan "Apakah saya bisa hidup seperti Daniel?" Hal ini menjadi tantangan sekaligus pergumulan bagi saya karena saya belum memiliki iman seperti itu dan belum menjalani tantangan sebesar itu. Ini menjadi perenungan pribadi saya yang, tentu saja, menjadi tanggung jawab pribadi saya kepada Allah.
Terima kasih kepada tim SABDA dan kelas BKD 2 yang sudah membersamai saya untuk belajar tentang Daniel kali ini. Tuhan memberkati kita semua.
- Tuahman P. Purba
Saya sangat diberkati oleh peristiwa dalam Kitab Daniel 3:15–18, yaitu ketika Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berada dalam kondisi dan situasi yang sangat membahayakan jiwa mereka. Mereka diintimidasi oleh Raja Nebukadnezar akan dibuang ke dalam perapian yang sangat panas jika tidak menuruti perintah raja untuk menyembah patung yang didirikannya. Saya percaya situasi dan keadaan saat itu, jika dihadapkan pada diri kita, sangatlah tidak mudah untuk memutuskan melawan kehendak raja. Saya percaya banyak orang Kristen akan memilih menyelamatkan hidupnya dengan menyembah patung daripada mati terbakar di perapian.
Contoh nyata yang paling sering kita temukan adalah bagaimana orang Kristen hanya bisa bersungut-sungut, bahkan lebih ekstrem lagi menjual iman hanya karena tawaran dunia yang lebih menarik. Mereka menuding Allah tidak adil karena doa yang belum dijawab atau karena pergumulan yang belum selesai. Padahal, pergumulan mereka tidak sebanding dengan peristiwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Bahkan semua rasul Yesus mati menderita, kecuali Yohanes. Banyak orang Kristen lupa bahwa Abraham membutuhkan 25 tahun agar doanya dijawab Tuhan. Daud membutuhkan waktu 20 tahun agar bisa menjadi raja walaupun Daud sudah diurapi. Bahkan tokoh yang paling sentral adalah Ayub yang menderita padahal tidak melakukan dosa. Banyak orang Kristen menganggap doa untuk mengubah kehendak Allah. Jelas itu keliru karena doa sesungguhnya adalah untuk bisa mengenal Allah lebih dekat lagi (ginosko).
Saya pernah empat tahun tidak bekerja akibat COVID, tetapi saya tidak pernah menyalahkan Tuhan karena Tuhan pernah sangat memberkati saya pada tahun 2012 walaupun saya tidak berdoa sungguh-sungguh. Tuhan memberikan saya rumah di salah satu perumahan yang cukup mahal di Kota Bekasi. Mengandalkan gaji dua kali UMR tidak akan mampu membeli rumah di kompleks tersebut. Bahkan saya belajar memberikan berkat kepada kaum marjinal ketika saya mendapatkan berkat, meskipun saat itu saya tidak bekerja.
Kesetiaan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjadi pelajaran bagi saya hingga saat ini. Oleh sebab itu, jika mengingat peristiwa ini saya semakin takut akan Tuhan. Mereka percaya Tuhan akan menolong mereka, tetapi walaupun Tuhan tidak menolong, mereka tetap tidak akan menyembah patung. Mereka hanya menyembah Allah. Inilah iman yang sejati. Iman tidak dinilai saat di gereja, mengangkat tangan, bernyanyi, atau penyembahan yang khusyuk. Namun, iman adalah taat dalam situasi yang tidak menguntungkan. Berbeda dengan ajaran teologi kemakmuran (Prosperity Gospel) yang marak saat ini di gereja, yang membawa iman untuk menuntut Tuhan memberkati atas dasar iman. Fokusnya adalah mengklaim berkat. Semoga peristiwa dalam Daniel 3 semakin dipahami dan dilakukan oleh orang percaya. Amin.
- Wasis
Saya bersyukur bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Daniel (BKD).
Pelajaran/berkat yang paling berkesan:
a. Saya mendapat pengetahuan yang baru secara integral tentang bagaimana membedah kitab dengan metode SAPA, yaitu:
- Simak/Observasi – Fakta
- Analisis – Ayat yang akan didalami
- Pelajaran yang didapat – tentang situasi dan kondisi saat itu, saat ini, serta tentang Allah
- Aplikasi – Saya akan ....Atau dengan metode S.A.B.D.A. (Simak, Analisis, Belajar tentang Allah & Manusia, Diskusi, Aplikasi).
b. Mendalami Daniel pasal 1–6 sangat asyik, seperti membaca cerita sejarah atau menonton film yang penuh dengan intrik politik. Para pemegang kekuasaan yang arogan dan sombong, tetapi semuanya berada di bawah kendali tokoh utama, yaitu Allah, yang menggunakan Daniel dan sahabat-sahabatnya untuk menggenapi serta menunjukkan kedaulatan-Nya.
Aplikasi praktis yang akan dilakukan:
a. Saya akan mencoba membuat beberapa video renungan berupa ringkasan mengenai Daniel pasal 1–6 dengan durasi maksimal 15 menit dan membagikannya di media sosial atau kepada teman-teman yang membutuhkan.
b. Saya akan berusaha hidup dengan integritas sebagaimana Nabi Daniel yang taat, hidup kudus, dan menghormati Allah. Saya percaya ketaatan harus mendahului berkat yang akan Tuhan siapkan bagi kita.
c. Saya akan membagikan kepada orang-orang terdekat saya (istri, anak, dan teman-teman) bagaimana luar biasanya tokoh Daniel yang memiliki performa tinggi dalam kariernya. Siapa pun atasannya, apa pun kondisi yang dialaminya, walaupun tinggal di negara asing dan pemerintahan berganti, Daniel tetap tidak mengorbankan konsistensi ketaatannya kepada Allah dan kekudusan hidupnya.Evaluasi terkait forum diskusi:
a. Forum diskusi melalui WhatsApp berlangsung sangat dinamis dan hidup. Banyak jawaban serta tanggapan rekan-rekan yang sangat bagus dengan POV yang berbeda sehingga membuat diskusi semakin menarik.
b. Moderator, Kak Bima, dan admin, Kak Kezia, berperan sangat aktif dan baik sehingga diskusi dapat berjalan dengan lancar dan hidup.Saran: sebetulnya akan lebih menarik lagi jika di lain kesempatan dibuka kelas BKD part 2 tentang pasal-pasal Daniel yang belum dibahas.
Terima kasih kepada Yayasan MLC SABDA, seluruh pengurus, anggota, Kak Bima, dan Kak Kezia atas upayanya mengelola kelas BKD ini. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, memberkati pelayanan MLC SABDA semakin luas dan semakin memberkati banyak jiwa. Semoga seluruh pengurus, anggota tim MLC SABDA, dan keluarga masing-masing mendapat berkat yang melimpah, baik jasmani maupun rohani. Demikian sharing berkat saya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
- Arief Gunawan
Shabbat shalom. Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan diskusi ini pada akhirnya walaupun terkendala padatnya pelayanan kami serta koneksi internet yang sulit. Mohon maaf atas keterlambatan ini. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas BKD 2. Melalui pembelajaran Daniel pasal 1–6, saya memperoleh informasi dan perspektif baru bahwa Allah tetap berdaulat dan aktif bekerja di balik sejarah manusia, bahkan saat umat-Nya berada dalam pembuangan. Keteladanan Daniel, dkk. mengajarkan bahwa ketaatan kepada Tuhan, sekalipun tampak kecil, dipakai Allah untuk menyatakan kuasa-Nya. Saya berkomitmen menjaga kemurnian hati, membangun kehidupan doa, berani berkata tidak terhadap kompromi, serta melanjutkan pengajaran ini kepada semua bangsa.
Terima kasih kepada Ibu Yulia, Mbak Evie, Mas Bima, dan khususnya Mbak Kezia yang selalu mengingatkan jadwal dan pelaporan, beserta seluruh tim SABDA dan teman-teman BKD 2 yang telah memberikan diskusi yang berbobot sehingga saya semakin berfokus pada kebesaran Allah, bukan hanya pada tokoh Daniel. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.