Selasa, 11 Juni 2013 -- Hari ini saya kembali masuk kantor setelah seminggu dirawat di RS karena DBD dan typus. Hari Minggu 2 Juni lalu Christ (Agung Wijaya Christopher Heyneker) tidak bisa bersama-sama dengan kita lagi di milist PESTA ini karena pulang ke surga setelah menyelesaikan tugasnya di dunia bersama dengan Tuhan Yesus.
Christ adalah anak Tuhan yang luar biasa dan sangat bersemangat melayani Tuhan, baik secara pribadi (phone, BBM, SMS, email, pertemuan pribadi) maupun melalui group milist, group FB, ibadah dan persekutuan di gereja. Banyak anak Tuhan yang dipulihkan dan dibangun kehidupan iman dan rohaninya setelah bertemu dengan Christ.
Di samping itu Christ juga adalah anak Tuhan yang MAU merendahkan diri untuk terus belajar secara nyata mengenai Firman Tuhan dan kebenaran Roh. Setelah sekian lama berdiskusi dan sharing, tahun lalu Tuhan Yesus memberikan waktu kepada Christ untuk datang ke Cibitung dan dilayani doa Pelepasan dan Pemulihan. Ada satu hal yang saya ingat ketika pertama bertemu yaitu dia berkata, “Apakah saya boleh memeluk kangmas?” Dan kita berpelukan sebagai saudara dan sahabat yang sangat karib di dalam Roh.
Satu kali Christ telpon, dia bercerita mengenai sakit di perut yang kembali dirasakan. Dia sudah ke dokter dan disarankan untuk dioperasi. Christ meminta saran dan peneguhan apakah dia sebaiknya menjalani operasi atau tidak.
Ketika kita berdoa menanyakan penyakit Christ, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa jaringan kanker di dalam perutnya sudah “metastasis” (menyebar luas). Kita sempat shock melihat “ganas dan cepat” penyebaran jaringan itu. Saya tidak bisa memberitahukan secara detail dan memberikan masukan, “Sebaiknya Christ mengikuti saran dokter untuk menjalani operasi. Dokter adalah hamba Tuhan untuk membantu kita dalam hal medis.”
Kemudian jadwal operasi diatur dan kita terus membawa di dalam doa. Setelah operasi dilakukan, Christ kembali telpon untuk menyampaikan hasilnya. Setelah melakukan pembedahan, dokter melihat jaringan keganasannya meluas dan “menempel” di mana-mana, dan jika diangkat maka terjadi resiko pendarahan dan kemungkinan keberhasilannya hanya 50%. Karena kondisi tersebut, keluarga tidak mau mengambil resiko untuk pengangkatan jaringan. Ada satu lagi yang dikatakan Christ yaitu bahwa dokter menyatakan “umurnya” tinggal setahun lagi.
Sekalipun sebelumnya sudah diperlihatkan Tuhan Yesus mengenai jaringan yang “metastasis” dan tingkat keganasannya, namun saya tetap merasakan kesedihan yang sangat dalam ketika Christ menceritakan hasil observasi dokter itu. Saya hanya bisa menguatkan untuk tetap bertekun dalam pembacaan Petir Firman, supaya Roh Kudus memberikan damai sejahtera dan sukacita.
Kemudian kita mendoakan lagi keadaan Christ yang terakhir, dan bertanya kepada Tuhan Yesus mengenai vonis dokter bahwa umur Christ tinggal setahun. Ada tiga hal yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus, yang pertama bahwa Christ akan dipanggil lebih cepat dari perkiraan dokter. Yang kedua Tuhan Yesus memperlihatkan ada dua malaikat besar yang sudah turun dari surga menjaga Roh Christ. Dua malaikat ini biasa kita lihat jika ada anak Tuhan akan meninggal untuk membawa Roh masuk ke surga. Ini berbeda dengan orang non Kristen atau orang Kristen yang hidup cemar, maka di sekitar Rohnya banyak roh dementor yang akan berebutan menyeret masuk ke neraka. Hal yang ketiga adalah Tuhan Yesus memberikan “kunci rumah” di surga untuk Christ.
Kembali, terhadap pernyataan Tuhan Yesus ini kita tidak bisa menyampaikan secara terbuka kepada Christ. Saya menyampaikan bahwa sekarang ada dua malaikat yang menjagai Roh Christ, dan Tuhan Yesus memberikan kunci rumah di surga. Saya juga minta Christ untuk minta maaf kepada istri, anak, orang tua dan keluarga - juga melepaskan pengampunan dan berkat bagi semua orang. Apapun yang dikatakan istri “diterima saja” tanpa klarifikasi apa pun. Christ kemudian melakukannya dengan penuh kerendahan hati.
Sebagai manusia kita merasa sedih sekali karena akan kehilangan satu sahabat di dalam pelayanan, dan informasi ini terus kita share kepada bu Naomi yang memberikan kekuatan dan penghiburan kepada Christ dan istrinya. Saya tidak bisa menyampaikan hal-hal detail mengenai kehidupan yang akan dilalui Christ, tetapi bu Naomi bisa terus menguatkan dan meneguhkan Christ dan istrinya - sekalipun dalam perjalanan waktu, bu Naomi merasakan kesedihan yang lebih dalam karena sebagai wanita bisa merasakan kehilangan yang akan dihadapi oleh istri dan keluarga Christ.
Hari-hari terakhir saya sampaikan kepada Christ dan bu Naomi untuk terus didukung di dalam doa, karena Tuhan Yesus memperlihatkan roh-roh dementor mulai menyerang Christ dengan keras melalui rasa sakit dan keputusasaan. Christ menjadi target utama karena dalam hidupnya dia berkomitmen menjadi “Petempur Allah” untuk membawa jiwa-jiwa dimenangkan dan diselamatkan.
Roh dementor cara kerjanya seperti serigala yang bergerombol menyerang “mangsa” yang lemah. Dementor menghisap damai sejahtera, sukacita, menimbulkan keputusasaan dan depresi, dengan tujuan agar jiwa yang sudah lemah karena sakit penyakit menjadi putus asa dan “mengutuki Tuhan”. Para hamba Tuhan umumnya diserang oleh gerombolan roh dementor ini di akhir hidupnya.
Roh dementor yang menyerang hamba-hamba Tuhan dalam menghadapi kematian, membawa kabut hitam gelap yang membuat suasana tertekan, pedih, murung dan muram. Untuk melawan dan mengusir dementor, yang diperlukan adalah “Cahaya Terang” dari surga, yaitu dengan membacakan Petir Firman (Ayat-ayat Alkitab), karena Firman Tuhan adalah PELITA dan TERANG dari surga. Firman Tuhan ketika dibacakan akan “menghadirkan cahaya Allah”. Kita minta Christ terus membaca Alkitab dan jika sulit, bisa dibacakan oleh orang lain. Puji Tuhan, di masa-masa akhir menurut informasi bu Naomi, istri Christ membacakan ayat-ayat Firman Tuhan untuknya.
Hari Minggu pagi jam 02:00, Tuhan Yesus membangunkan saya dan istri untuk mendukung dalam peperangan Roh yang dihadapi oleh Christ. Serangan Roh terasa begitu kuat dan keras, dan kita berperang dengan berdoa dan membaca Petir Firman sampai pagi. Selain Roh yang tertekan berat, kita merasakan tubuh fisik juga sangat tidak nyaman selama peperangan Roh berlangsung. Setelah itu baru kita bisa beristirahat tidur sebentar, dan kemudian ada informasi bahwa Christ sudah dipanggil Tuhan.
Di dalam doa, Tuhan Yesus memperlihatkan Christ masuk ke dalam rumah besar di surga dengan halaman yang luas. Tubuhnya bercahaya, wajah penuh sukacita memakai jubah putih surgawi. Badannya terlihat tinggi kekar dan memakai mahkota. Mengenai mahkota itu Christ berkata, “Aku mendapat mahkota ini bukan karena berhasil menang, tapi semata-mata karena anugerah Tuhan Yesus.”
Christ sekarang sudah bersukacita di surga bertemu dengan Tuhan Yesus dan dengan semua orang kudus serta keluarga di sana. Christ telah mengakhiri sebuah pertandingan iman dengan baik bersama dengan Tuhan Yesus, mendapat mahkota kehidupan dan rumah besar yang dipersiapkan Tuhan Yesus secara khusus untuknya. Tidak ada lagi rasa sakit, dukacita dan air mata seperti yang dilaluinya selama di dunia. Semuanya itu sudah digantikan dengan sukacita dan damai sejahtera surgawi yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Sampai bertemu lagi Christ. Kita akan berjumpa lagi dalam reuni yang penuh sukacita bersama dengan Tuhan Yesus dan orang-orang kudus di surga.
Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.
Maranatha!
(Indriatmo)
* * * * *
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Timotius 4:7,8)