Lebih Mengenal dan Dekat dengan Tuhan berkat Kelas DIK

Shalom,

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan kita Jesus Kristus, akhirnya dapat menyelesaikan kelas DIK. Saya juga mengucapkan terima kasih sebelumnya buat Admin online PESTA dan team moderator DIK atas bimbingannya dan jg banyak membantu saya dalam pengenalan terhadap Dasar-dasar Iman Kristen, terima kasih juga kepada teman-teman peserta kelas DIK atas kerjasama yang baik dan saling berbagi pengetahuan tentang Firman Tuhan.

Sedikit kilas balik (kesaksian) dari kehidupan saya, bisa dikatakan, saya adalah seorang Kristen yang hanya tertulis di KTP saja, hanya karena orangtua saya agamanya Kristen dan saya pun menjadi seorang Kristen. Meskipun dulu pelajaran agama Kristen saya dapatkan sewaktu duduk dibangku sekolah namun saya menganggap itu sebagai kewajiban yang harus dipelajari saja, itulah pola pikir saya sebelumnya. Beribadah ke gereja, mengikuti kegiatan-kegiatan gereja dan mengikuti kumpulan pemuda gereja semua itu saya laksanakan karena dorongan atau disuruh oleh orangtua dan sadar atau tidak semua itu saya kerjakan tapi hanya sebagai rutinitas saja. Seiring berjalannya waktu, saya bertumbuh menjadi wanita dewasa dan saat itu kondisi perekonomian keluarga kami cukup bagus, hingga masalah demi masalah datang dan cobaan demi cobaan pun datang. Pada tahun 2006 tempatnya bulan Agustus, Mama meninggal dan selang beberapa tahun kemudian tepatnya 17 Oktober 2010 Bapak meninggal tepat setelah saya selesai berbicara sama beliau (saat itu kondisi Bapak koma), Bapak pergi 10 hari setelah perayaan ulang tahun saya pada tanggal 7 Oktober. Saat itu saya benar-benar protes sama Tuhan, kenapa Dia selalu memberikan saya duka demi duka, saya berdoa sambil menangis sejadinya. Kejadian demi kejadian ini membuat saya semakin dekat dengan Tuhan, saya mulai merasakan hadirat Tuhan setiap kali saya beribadah dan berdoa. Ternyata ujian itu tidak sampai disitu, setelah kepergian orangtua, kondisi perekonomian keluarga perlahan-lahan surut dan akhirnya kami bangkrut dan Kakak tertua saya jatuh sakit dan itu membutuhkan biaya perobatan yang tidak sedikit, kami kehabisan uang! Akhir Oktober 2011, Kondisi sakit Kakak saya sudah tidak dapat tertolong lagi dan dokter bilang sudah komplikasi dan gagal ginjal, kami membawanya pulang ke rumah dan mendapatkan perawatan yang ala kadarnya. Kenyataan pahit ini saya bawa pada Tuhan dalam doa dan menangis sejadi-jadinya, “Tuhan, bila ini yang harus terjadi, bukan kehendakku yang jadi melainkan jadilah kehendak-Mu dan kuatkan Kakak kami dan kami adik-adiknya. Amin” inilah doa saya waktu itu. Tanggal 7 Nov 2011, Kakak pun berpulang ke rumah Bapa yang kekal. Keadaan saya benar-benar hancur saat itu, tp saya percaya Tuhan tidak tinggal diam, Dia mengirimkan orang-orang kepercayaan-Nya untuk memulihkan keadaan saya lewat teman-teman dan lingkungan tempat tinggal. Kondisi saya yang seperti ini justru semakin mendekatkan saya dengan-Nya dan sejak saat itu saya semakin merindukan kehadiran-Nya dalam hidup saya dan saya terus mencari-Nya, 2 Kor 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa Keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”

Selain membaca ALKITAB, atas rekomendasi seorang teman yang memberikan saran beberapa buku untuk dibaca, yang salah satu judul bukunya adalah “Kedaulatan Allah” by.A.W.Pink, buku ini juga banyak membantu saya dalam pengenaln kepada Tuhan. Dan saya juga mulai searching di web2 dimana saya dapat belajar tentang Firman Tuhan secara Alkitabiah, sudah setahun yang lalu saya menemukan website Sabda.org dan berbagai kegiatan program PESTA (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam) yang menurut saya luar biasa dahsyat orang-orang dibelakang website ini yang dan dengan misi-misinya. Tapi baru sekarang saya dapat mengikuti kursus DIK (Dasar-dasar Iman Kristen) salah satu program online PESTA. Dalam mengikuti kelas DIK, saya di ingatkan akan hal ‘betapa kecilnya saya dan betapa besar dan hebatnya TUHAN!’ Sungguh hidup ini adalah semata-mata karena ‘Kasih Karunia Allah’ (Ef.2:8 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,”). Di kelas ini saya benar-benar ditempah untuk mengerti siapakah kita ini sebenarnya dan siapa Tuhan kita yang sesungguhnya! Meskipun sejak lahir saya sudah menjadi seorang Kristen tapi saya belumlah seorang Kristen yang sesungguhnya karena saya tidak mengerti apa-apa mengenai Kekristenan saya. Kelas DIK sangat banyak membantu saya dalam pengenalan Firman Tuhan secara Alkitabiah, semakin mengerti rancangan2-Nya dan janji-janji-Nya pada saya dan kamu. Menguatkan iman percaya saya bahwa jalan keselamatan satu-satunya hanya kita peroleh lewat anak-Nya Yesus Kristus, yang telah berkorban di kayu salib untuk menebus dosa-dosa saya dan kamu, supaya saya dan kamu beroleh hidup! (Yoh.14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui A