12 Oktober 2012 - Di dalam PD Yoel ada satu tim yang masih anak-anak berumur 10 tahun, Yezki (Yehezkiel Titus) anak sulung saya. Jika pelayanan doa Pelepasan dan Pemulihan dia selalu ikut dan Tuhan Yesus juga menyampaikan pesan-pesanNya melalui dia.
Memang tingkah laku sama dengan anak-anak seusianya yang masih suka bermain, suka jajan, jahil terhadap adik-adiknya, dll. Tapi dari kecil dia sudah kita serahkan kepada Tuhan sebagai persembahan keluarga kepada Tuhan Yesus, untuk menjadi pelayannya. Dia adalah anak sulung laki-laki yang menjadi persembahan keluarga sepenuhnya menjadi milik Tuhan.
--(Lukas 2:23)Seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah"
--(Bilangan 3:13) "Sebab Akulah yang punya semua anak sulung."
"Yezki kalau sudah besar mau jadi apa?" gurunya di play group bertanya. Dengan mantap dia menjawab, "Aku mau jadi pendeta!" Gurunya kaget sekali, karena seumur-umur tidak pernah mendengar jawaban seorang anak kecil seperti itu. Ada satu doa yang selalu kami panjatkan, supaya Yezki diberkati dengan Roh dan hikmat yang luar biasa untuk bisa melayani Tuhan; menjadi hamba Tuhan yang diurapi dan penuh kuasa. Supaya Yezki bisa membawa banyak jiwa-jiwa diselamatkan untuk masuk ke dalam kerajaan surga ... Suatu kali eyangnya yang di Sunter bertanya, "Kenapa sih Yezki mau jadi pendeta?" Karena tidak pernah memikirkan jawaban sebelumnya, saya juga kaget sewaktu dia menjawab dengan spontan, "Karena aku mau menjadi pemimpin di surga!" (http://www.pesta.org/node/659)
Sebagai anak pertama, dari kecil dia selalu ikut ke mana saja kita pergi pelayanan, termasuk pelayanan Pelepasan dan Pemulihan. Satu kali Tuhan Yesus, minta supaya dia dimasukkan di dalam tim Pelepasan dan Pemulihan. Saya sempat protes sama Tuhan, kalau Yezki ikut bagaimana pandangan orang yang dilayani? Mereka akan berpikir bahwa kita main-main dan tidak serius ... Ternyata permintaan Tuhan Yesus tetap sama. Akhirnya saya menyerah, dan dia kemudian didoakan peneguhan untuk menjadi anggota tim pelayanan Pelepasan dan Pemulihan.
Pada waktu didoakan pengurapan sebagai pelayan ada satu hal yang mengagetkan, Tuhan Yesus memperlihatkan - yang kita doakan bukanlah anak kecil umur 10 tahun, tapi seorang "petempur Allah" gagah perkasa dengan sayap putih bercahaya yang lebar ... Saya kemudian buru-buru minta ampun sama Tuhan Yesus, karena sudah meremehkan seorang anak kecil ...
Apa yang pernah disampaikan oleh para hamba Tuhan mengenai tubuh Roh ternyata diperlihatkan oleh Tuhan Yesus kepada kita. Tubuh Roh tidak otomatis berkembang dengan bertambahnya waktu atau umur, tetapi tergantung pertumbuhan iman di hadapan Tuhan. Bisa sangat singkat menjadi dewasa, bisa juga sama sekali tidak bertumbuh sekalipun sudah opa/oma seperti kesaksian Ev. Yusak Cipto.
"Sekalipun Anda sudah opa dan oma tetapi jika tidak dewasa rohani maka nanti di sorga Anda akan menjadi anak kecil. Sebaliknya cucu Anda bila di dunia tingkat rohaninya lebih dewasa maka nanti di sorga ia akan menjadi lebih besar. Yang diukur Tuhan bukan usia Anda, tetapi tingkat kerohanian Anda. Yang diukur Tuhan bukanlah berapa tahun Anda menjadi orang Kristen, tetapi Anda berbuah atau tidak. Yang dituntut oleh Tuhan adalah buah-buah roh." (Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo "dibawa ke surga" http://kesaksian-life.blogspot.jp/2012/09/ev.html)
---
SAKIT MATA
(http://www.pesta.org/node/1113)
April 2010 - Minggu ini saya kembali masuk bekerja setelah hampir seminggu lalu harus bertahan di rumah karena mengurus keluarga yang sakit mata secara bergantian.
Kejadiannya dimulai dari perayaan Paskah gereja di taman Hompimpa Lippo Cikarang pada hari Sabtu. Setelah acara Paskah, Yezki - Yehezkiel (anak pertama 8 tahun) berenang seharian. Sesampai di rumah, matanya sakit - merah dan belekan. Kemudian kita doakan dengan minyak urapan dan Tuhan Yesus menyembuhkan penyakitnya.
Gejala sakit ini berlanjut ke Yema - Yemima, anak kedua 3 tahun. Matanya mulai merah dan belekan, kemudian kita doakan dan Yema disembuhkan Tuhan Yesus. Penyakit ini berlanjut ke Yere (anak ketiga 10 bulan) matanya merah & belekan. Yere kita doakan bersama-sama dan Tuhan Yesus menyembuhkan sakitnya matanya.
Setelah itu giliran istri saya matanya merah. Karena BS di rumah sedang mudik dan hanya ada bibi yang datang menjaga anak dari pagi sampai sore, maka malamnya istri harus menjaga Yere - Yeremia. Karena langsung berhadapan dengan bayi, maka istri rajin menetesi matanya dengan obat tetes mata. Tapi apa yang terjadi selanjutnya, matanya ternyata menjadi bengkak - sehingga kita bawa ke dokter, dan harus dikarantina di kamar terpisah.
Selanjutnya tinggal saya yang masih sehat, yang bisa menjaga Yere malam hari. Karena kuatir tertular sakit mata, maka saya juga rutin menetesi mata dengan obat tetes mata. Lama-kelamaan justru mata saya merah dan berdarah sehingga harus dibawa ke dokter - diberi beberapa obat minum dan tetes mata yang pedih.
Istri yang sudah mulai sembuh kembali bisa menjaga Yere malam hari.
Melihat kondisi istri yang belum sembuh sepenuhnya, maka kita terus mendoakan mata Yere supaya tidak tertular sakit mata. Dan puji Tuhan, sampai sekarang matanya tetap bening dan bersinar - tidak terpengaruh sedikitpun dengan orang tuanya yang kena sakit mata cukup parah.
Mulanya anak-anak yang kena, tapi semuanya sembuh dengan doa. Tetapi waktu orang tuanya yang kena, harus berobat ke dokter mata dan lama sembuhnya ... :D
Itulah iman anak-anak. Sebetulnya ini semua ada latar belakangnya. Alasan utamanya adalah karena mereka tidak mau minum obat, apalagi ditetes mata. Jadi mereka selalu berkata, "Aku didoain saja deh. Tuhan Yesus itu khan lebih hebat dari obat!" Dan ternyata semuanya sembuh total & matanya sehat sampai sekarang. Mereka sembuh dan sehat karena imannya yang murni kepada kuasa Tuhan Yesus.
"Imanmu telah menyelamatkan engkau" (Matius 9:22)
---
Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.
Maranatha!
(Indriatmo)