Berperang Dengan Firman: Petir Firman / Kesaksian - 6

Ada yang komplain karena saya terus mengirimkan kesaksian mengenai Petir Firman. Pada awalnya yang diajukan adalah ayat-ayat Firman seperti yang dipelajari di sekolah teologianya. Tapi karena saya ini orang yang bodoh terhadap teori-teori semacam itu maka semua serangan itu lenyap tak berbekas. Berikutnya, serangannya lebih praktis dengan menyatakan: ”Yang disampaikan seperti iklan klinik Tong F di TV, saja. Apapun masalahnya beres dengan Petir Firman. Itu sama sekali tidak masuk akal.”

Saya menjawab komplain seperti itu dengan jawaban orang bodoh seperti biasa, “Kalau kuasa Firman dan kuasa Tuhan itu masuk akal, maka lebih baik saya tidak usah percaya sama Tuhan lagi. Untuk mengatasi berbagai pergumulan hidup, lebih baik belajar saja di sekolahnya Stephen Hawking.”

Selama bertahun-tahun dalam pelayanan Pelepaan dan Pemulihan, saya bertemu banyak orang-orang pintar, baik anak muda, keluarga bahkan opa-oma. Mereka dari pelajar, mahasiswa, karyawan, pebisnis sampai hamba Tuhan, lulusan dalam maupun luar negri. Ternyata dengan semua kepandaian, harta benda yang dimilikinya, dan segala pelayanannya di gereja -- mereka tetap saja berkutat pada penderitaan dan kesesakan hidup. Semua kepandaian, kekayaan dan berbagai teori teologia tidak bisa menyelesaikan masalah pelik kehidupan yang dihadapi. Pada saat mereka menyerah, dan dibawa bertemu secara pribadi dengan Tuhan Yesus, maka kuasa yang “tidak masuk akal” dari surga mulai menyelesaikan satu persatu masalah mereka, baik itu masalah dengan suami, istri, anak-anak, orang tua, mertua, keluarga besar, bisnis, dll.

Di jaman moderen ini, jika kita ingin mempelajari teologia maka ada tersedia jutaan informasi dan teori teologia bisa dengan mudah diakses melalui jaringan yang ada. Sampai umur habis sekalipun, tetap tidak cukup waktu untuk mempelajari semua teori yang canggih-canggih itu.

Satu kali, ketika saya mengikuti sebuah seminar Alkitab, Tuhan Yesus berbicara dengan lembut, “Sudahlah nak. Berhentilah beteori tentang FirmanKu. Mulailah menikmati satu-persatu setiap berkat yang Aku sediakan di dalam Alkitab. Kamu akan melihat dan mengalami sendiri kuasanya.”

Saya benar-benar kaget, ketika menyadari bahwa selama ini saya sibuk belajar Alkitab supaya menjadi “pintar”. Supaya saya mendapat tempat yang terhormat di gereja. Supaya saya bisa berdebat dengan fasih tentang Alkitab. Supaya saya mendapat pengakuan dari orang-orang bahwa saya ini seorang rohaniwan -- sementara dalam kehidupan sehari-hari saya mengandalkan kepandaian akal pikiran dan harta kekayaan ... Ternyata Tuhan Yesus melihat isi hati saya yang teradalam : saya sedang melangkah menjadi seorang “ahli Taurat” dan “orang Farisi” moderen ...

Di saat dunia mendewakan kecerdasan, kepandaian dan ilmu pengetahuan termasuk di lingkungan kekristenan, Tuhan Yesus ingin kita merendahkan diri, berdiam menjadi seorang yang “bodoh”, dan MAU belajar percaya dan melakukan sendiri setiap kuasa yang ada di Alkitab. Dari jaman Perjanjian Lama sampai jaman modern sekarang ini Tuhan Yesus rindu kepada anak-anakNya yang mau percaya kepada kemustahilan kuasaNya, seperti Musa yang mau mengulurkan tongkatnya ke atas laut Merah. Seperti Gideon yang mau maju berperang hanya dengan 300 orang berbekal buyung, obor dan terompet. Seperti para pelayan pesta pernikahan yang mau mengisi tempayan anggur dengan air.

Seperti Elia, manusia biasa hidup di jaman kuno tiga ribu tahun lalu, berdoa dan hujan tidak turun selama tiga setengah tahun. Coba kita bayangkan, bagaimana cara orang moderen menahan hujan supaya tidak turun, seperti yang dilakukan pemerintah China selama olimpiade tahun 2008 -- dibutuhkan ribuan pesawat, peluncur roket dan meriam penangkis udara (Pawang Hujan -- www.sabda.org/pesta/node/920). Jawaban doa dari surga lebih hebat dari yang bisa dilakukan oleh para ilmuwan jaman moderen.

Sampai sekarang Mata Tuhan Yesus tetap mencari anak-anakNya yang MAU percaya pada kuasaNya yang tidak masuk akal, termasuk menawarkan satu solusi kehidupan yang aneh yaitu: berdoa dan membaca Firman Tuhan. Di tengah segala kepandaian dan kecerdasan akal pikiran manusia, Tuhan Yesus memberikan satu tawaran yang sederhana, “Maukah engkau mengalami sendiri kuasaKu?”

Di bawah ini ada satu lagi kesaksian anak Tuhan, yang mencoba praktek kuasa doa dan Petir Firman terhadap anak laki-lakinya yang berumur 3.5 tahun. Bisa dibayangkan, bagaimana cara menyelesaikan masalah anak laki-laki 3.5 tahun menurut teori di sekolah? Ternyata dengan kuasa Tuhan yang “tidak masuk akal” penyelesaiannya lebih sederhana dan indah.

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

Maranatha!
(Indriatmo)

* * * * *

Flx Ko 2012/10/09 08:31 wrote:

Trima kasih ya pak Atmo,

Saya sudah praktek kuasa Petir Firman ini.

Beberapa hari yang lalu, anak laki-laki saya (3.7 tahun) ngamuk. Gak tau apa penyebabnya, dia marah-marah dan ngamuk-ngamuk waktu dimandiin ibunya.

Lalu dari kamar saya coba praktekkan kuasa Petir Firman seperti yang bapak ajarkan. Saya mengikat tubuh, roh, dan jiwa serta kehendak bebas anak saya dengan kuasa darah Yesus. Lalu meminta agar Tuhan Yesus mencurahkan damai dan suka cita yang melimpah dari surga untuknya.

Lalu mulai membaca FT dengan bersuara. Baru membaca satu ayat (ya, satu ayat), saya dengar dia sudah gak marah-marah lagi.

Saya lanjutkan membaca. Baru beberapa ayat, dia sudah masuk ke kamar dengan ibunya. Sudah ketawa-tawa dengan penuh suka cita. Ajaib banget!

Besoknya saya coba lagi.

Anak saya suka sekali emosional dan marah-marah. Kayak ada roh pemberontakan gitu. Sudah dihukum tetep gak mempan. Dirotan gak mempan. Masih suka kasar dan marah-marah. Suka pukul-pukul ortu dan kakek neneknya. Dan lagi, tiap hari harus pake baju spiderman. Kalau gak diturutin pasti ngamuk.

Tapi setelah saya praktekkan kuasa Petir Firman, baru dua sampai tiga hari, dia mengalami perubahan. Hari itu satu harian, dari pagi sampe sore, dia penuh suka cita. Sambil bawa-bawa kain, dia bilang, "Ini sayap Tuhan Yesus..". Lalu dia nyanyi-nyanyi sendiri, loncat-loncat ke sana ke mari, sambil terus-terusan menyanyi "Tuhan Yesus baik ... , God is so good...".

Tiap ketemu siapa pun, termasuk temen mainnya, tetangga yang muslim, dia bilang, "Abang, Abang..! Tuhan yesus baik...!"

Gitu terus seharian. Selain itu, jadi lemah lembut tutur katanya. Kalau dipanggil atau disuruh mandi atau yang lainnya, dengan lembut dia akan menjawab, "Apa? Aku mandi ya Bu ... ?"

Istri saya sampe terheran-heran. Dan bilang ke saya dengan heran, "Dia kenapa ya Pa ... ? Kok ada yang aneh ... Kayak kepenuhan Roh Kudus/roh suka cita?"

Saya juga heran.

Istri gak tau kalau saya memakai kuasa Petir Firman. Sebab saya praktek tanpa sepengetahuan istri saya, karena ingin membuktikan lebih dulu.

Terima kasih ya pak Atmo sudah sharing tentang kuasa Petir Firman ini. 

Gbu. :)

* * * * *

BERPERANG DENGAN FIRMAN: PETIR FIRMAN
(www.pesta.org/node/1524)

Ada satu senjata perang Allah yang canggih dan dahsyat yang dibagikan Tuhan Yesus di akhir jaman ini yaitu: BERPERANG DENGAN FIRMAN! Tuhan Yesus memberikan pelajaran ini pada saat PD Yoel hari Sabtu dan Minggu melakukan pelayanan di sebuah kota di Jawa Tengah.

Ketika kita sedang melayani pelepasan dan pemulihan keluarga di RS, ada telpon dari keponakan yang menangis karena dimarahi mamanya. Kebetulan Yezki (anak saya 10 tahun) ada di rumah keluarga di depan rumah keponakan tersebut. Kita minta Yezki dengan saudara-saudaranya (usia SD) yang ada di sana untuk pergi menemui, menghibur dan mendoakan keponakan yang sedang sedih. Sesampai di sana, ketika mau masuk kamar dan berdoa mereka dimarahi mamanya - dan keponakan kembali nangis lagi ...

Kita kemudian minta mereka duduk di teras, berdoa dan setelah itu membaca Alkitab dengan diucapkan. Yezki dan saudara yang lain anak-anak SD duduk di teras, berdoa dan membaca Alkitab. Sebentar kemudian si mama yang tadinya marah-marah ini keluar kamar dan moodnya sudah baik lagi.

Ketika mereka sedang berdoa dan membaca Alkitab dengan diucapkan, kita minta Tuhan Yesus memperlihatkan apa yang terjadi di dalam Roh. Pada saat anak-anak SD itu mengucapkan pembacaan Alkitab, ada selubung berwarna putih perak menyelubungi mereka. Itu adalah selubung kuasa Allah dari surga yang melindungi anak-anak yang membaca Firman Allah.

Kemudian dari selubung itu keluar petir-petir berwarna putih perak yang menyambar ke tubuh si mama yang ada di kamar. Petir itu seperti aliran setrum listrik tegangan tinggi yang menghisap habis semua kekuatan roh setan amarah yang menguasai tubuh. Petir itu terus menyambar selama ayat-ayat Alkitab dibaca dengan bersuara! Ketika kekuatan amarah habis terkena petir Firman Tuhan, maka si mama kesadarannya pulih lagi dan bersikap baik seperti semula.

Melalui kejadian tersebut, Tuhan Yesus memberikan satu pelajaran mengenai senjata kerajaan Allah yang baru, yaitu: Beperang dengan Firman. Caranya :

1. Mendoakan target.
Ucapkan doa untuk target : "Aku mengikat tubuh jiwa roh dan kehendak bebas ... (sebutkan namanya) dengan kuasa Darah Kristus. Tuhan Yesus memberkati ... (sebutkan namanya) dengan damai sejahtera dan sukacita dari surga di dalam nama Tuhan Yesus."

2. Membaca ayat-ayat Alkitab dengan bersuara.
Ayat yang dibaca adalah pasal-pasal bacaan ayat Alkitab setahun. Dalam membaca ayat Alkitab ini harus DIUCAPKAN, supaya roh setan mendengar. Setan tidak tahu apa yang ada di dalam hati manusia, termasuk apa yang dibaca dalam hati. Tetapi pada saat diucapkan, maka roh setan mendengar dan kuasa Firman Allah akan menyerang dan melumpuhkannya.

Hal itu yang dicontoh oleh para dukun atau agama-agama dunia yang membaca mantera dengan diucapkan, atau kitab-kitabnya dibaca dengan bersuara dan dilagukan. Tidak ada dukun yang membaca mantera dalam hati atau agama-agama dunia membaca kitabnya dalam hati. Tujuannya adalah supaya roh setan yang menjadi tuannya mendengar dan melakukan seperti apa yang diminta. Roh setan tidak bisa mengetahui isi hati manusia. Yang bisa menyelidiki dan mengetahui isi hati hanyalah Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa.

Silahkan mencoba sendiri kedahsyatan PETIR Firman Tuhan. Gunakan Petir Firman ini untuk membebaskan suami, istri, anak, keluarga dan orang-orang yang dikasihi. Caranya sangat simpel :
1. Doakan target.
2. Baca Firman Tuhan secara bersuara dengan memikirkan target.
Silahkan mengujinya sendiri, dan minta Roh Kudus memperlihatkan apa yang terjadi pada saat kita menyerang ikatan roh setan dengan membaca Firman Tuhan. Yang terlihat di dalam Roh sangat indah dan luar biasa.

Petir Firman ini bukan hanya melumpuhkan ikatan roh setan, tetapi sebaliknya bagi anak Tuhan Petir Firman ini memberikan perlindungan, kuasa dan damai sejahtera. Petir ini biasa dirasakan setiap anak Tuhan sebagai manifestasi hadirat Tuhan dan urapan yang turun. Rasanya seperti kesetrum, merinding yang membuat roh kita menyala-nyala.

Ada satu pengalaman lain. Tim PD Yoel pergi ke Jawa Tengah dengan naik bis. Di belakang sebelah kanan, tempat duduk seberang, ada seorang ibu duduk bersama anak perempuannya yang masih TK. Ketika bisa mulai berjalan, si ibu berbicara kepada anaknya mengenai bagaimana berdoa dan menjelaskan aturan-aturan agama -- tapi dengan suara yang sangat keras terdengar di seluruh bis. Lebay dan sangat over acting. Karena sedang bulan puasa, orang yang lain merasa nyaman saja. Tapi saya merasa terganggu dengan doa-doanya yang diucapkan keras-keras ...

Kemudian saya berdoa, mengikat tubuh jiwa roh dan kehendak bebasnya dengan kuasa darah Kristus, serta memberkati damai sejahtera dan sukacita. Setelah itu saya mengambil BB-nya Yere dan mulai membaca Alkitab dengan diucapkan. Setelah beberapa pasal Alkitab dibaca, dia batuk-batuk dan kemudian diam seperti orang lemas. Saya meneruskan membaca Alkitab sampai ke Indramayu, tempat pemberhentian bis untuk penumpang turun makan malam gratis yang disediakan bis.

Pada saat dia batuk-batuk saya minta Tuhan Yesus memperlihatkan apa yang terjadi, ternyata ada petir putih perak yang menyambar dan membuat roh setan yang mengendalikan dirinya kesakitan dan menderita. Setelah itu roh setannya loyo, yang membuat fisik ybs. juga lemas tidak bertenaga. Bahkan ketika sampai di Indramayu dia tetap duduk lemas di dalam bis, tidak turun untuk makan malam.

Petir Firman Tuhan itu kuasanya benar-benar dahsyat. Kita cukup duduk membaca Firman Tuhan, dan Firman itu berperang bagi kita. Itu sebenarnya rahasia Roh yang disampaikan Daud dalam Mazmur 119.

--(Mazmur 119:23) Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
--(Mazmur 119:51) Orang-orang yang kurang ajar sangat mencemoohkan aku, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu.
--(Mazmur 119:61) Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan.
--(Mazmur 119:69) Orang yang kurang ajar menodai aku dengan dusta, tetapi aku, dengan segenap hati aku akan memegang titah-titah-Mu.
--(Mazmur 119:95) Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
--(Mazmur 119:110) Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak sesat dari titah-titah-Mu.
--(Mazmur 119:157) Pengejar dan lawanku banyak, tetapi aku tidak menyimpang dari peringatan-peringatan-Mu
--(Mazmur 119:161) Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar

Dalam pasal-pasal di atas pernyataan Daud tampak tidak masuk akal. Apapun yang dihadapi Daud tidak melakukan "counter attack", tetapi memilih membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Daud dalam Mazmur 119 memahami, bahwa pelindungan dan peperangan Roh yang paling hebat adalah Firman Tuhan itu sendiri. Dengan duduk diam membaca Firman Tuhan, maka petir-petir Firman akan menyelubungi dan melindungi, dan akan menyerang melumpuhkan setiap bahaya yang datang.

Ketika pulang pelayanan kita menggunakan pesawat terbang ke Jakarta dan saya mempergunakan waktu dari take off sampai landing untuk membaca Alkitab. Selama perjalanan ada selubung sinar putih perak yang melindungi kita di pesawat dan petir menyambar-nyambar ke target-taget yang ada di dalam pikiran untuk didoakan. Penglihatan di dalam Roh mengenai kuasa Firman Allah yang diperkatakan ini benar-benar keren dan luar biasa.

--(Yosua 1:8) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Tetap semangat untuk melakukan Langkah Iman dan berperang dengan Firman.

Maranatha
(Indriatmo)

* * * * *