Pengobatan Alternatif & Kuasa Doa

Sudah seminggu ibu saya datang dari Semarang untuk merayakan ulang tahun cucunya yang jatuh pada hari Rabu. Kemudian pada hari Sabtu pagi ibu minta diantar ke rumah saudara sepupu di Pondok Gede untuk menginap di sana. Siang harinya saya pulang karena sorenya ada tugas melayani persekutuan doa Pemuda di gereja.

Setelah menginap beberapa lama, hari Rabu minggu berikutnya istri menelpon saya di kantor memberitahu bahwa keluarga kakak sepupu dari Pondok Gede sudah mengantar ibu ke rumah. Dalam telpon saya juga sampaikan terima kasih karena sudah mengantar ibu dan sudah bertandang ke rumah walaupun saya tidak ada.

Tak lama kemudian istri telpon ke kantor lagi, menyampaikan informasi yang cukup mengejutkan. Dia bilang bahwa tungkai kaki kiri ibu dibalut memakai kain kasa putih dan ada semacam ramuan kompres tradisional warna merah. Saya bertanya, "Memang kaki ibu kenapa?" Dijelaskan, waktu di Pondok Gede kaki ibu bengkak, jadi kemudian dibawa oleh keluarga kakak supupu untuk dipijat ke Guru Singa.

Saya langsung lemas. Selama ini saya paling anti dengan pengobatan alternatif yang melibatkan roh nenek moyang, sekarang ini justru ibu saya sendiri yang pergi ke sana.

Keluarga kakak sepupu adalah orang Medan dan pengobatan pijat patah tulang Guru Singa di Pondok Kelapa cukup terkenal di lingkungan mereka. Tapi bagi saya pengobatan alternatif itu asalnya dari ilmu yang diturunkan dari nenek moyang. Pengobatan di sana bukan hanya sekedar dipijat tetapi juga mempergunakan kuasa roh nenek moyang untuk membantu kesembuhan.

Masalah ini cukup berat karena yang saya hadapi sekarang adalah ibu saya sendiri. Orang tua yang sudah melayani Tuhan di gereja Protestan sejak saya kecil sampai sekarang ini berumur 70 tahun. Saya sendiri dibesarkan di gereja Protestan yang awalnya anti terhadap hal yang bersifat karismatik. Tapi sekarang saya dididik oleh Tuhan melalui kebenaran firmanNya untuk melayani dengan kuasa Roh Kudus walaupun tetap berjemaat di gereja Protestan.

Saya bingung bagaimana cara menyampaikan kepada Ibu bahwa ke dukun patah tulang itu tidak berkenan di hadapan Tuhan tanpa menyinggung perasaannya. Akhirnya, di kantor saya terus berdoa memutuskan semua ikatan roh perdukunan yang ada dalam kaki ibu dan berdoa supaya hati ibu dibuka oleh Roh Kudus.

Malam hari setelah pulang kerja, saya menanyakan keadaan kaki ibu. Dijelaskan bahwa seminggu sebelum ke Jakarta, ibu pergi piknik dengan keluarga kakak di pemandian air panas, dan di sana kaki kirinya terkilir. Tapi itu tidak dirasakan. Baru saat di rumah kakak sepupu di Pondok Gede, tungkai kaki kirinya bengkak besar. Waktu kakak sepupu melihat itu, mereka kemudian membawa ibu untuk dipijat di Guru Singa. Saya mendengarkan penjelasan ibu sambil terus berdoa dalam hati.

Setelah itu, dengan hati-hati sekali saya menyampaikan bahwa Guru Singa itu adalah dukun patah tulang. Mereka mengobati bukan hanya dengan dipijat dan diberi ramuan tradisional, tetapi juga mempergunakan kuasa roh nenek moyang untuk membantu kesembuhan pasiennya. Itu adalah hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Ternyata ibu tidak tersinggung dengan penjelasan saya, bahkan bisa menerimanya. Kuasa Tuhan telah menjamah hatinya, yang merupakan sebuah jawaban dari doa yang saya panjatkan semenjak siang saat masih ada di kantor.

Kemudian saya minta ijin untuk membuka perban yang membalut kakinya. Ibu menyetujuinya, dan saya segera membuka perban dan kompres ramuan tradisional yang menempel di kakinya serta membuang semuanya. Ibu juga mengatakan kalau diberi sebuah botol berisi cairan kompres. Botol itu saya buang juga.

Setelah itu saya bilang sama ibu, saya akan mendoakan kakinya yang sedang bengkak besar tersebut. Ibu ternyata menyetujuinya. Puji Tuhan! Saya kemudian mengambil minyak urapan, dan mengoleskannya ke bagian kaki yang bengkak.

Sambil memandang dengan curiga ibu bertanya, "Itu apa?"

Saya menjelaskan bahwa saya mengoleskan minyak dan kemudian akan mendoakan kesembuhan kaki ibu sesuai dengan firman Tuhan dalam Yakobus 5:14,15 : "Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni."

Mendengar penjelasan saya ibu bisa mengerti, dan saya mulai mendoakan kesembuhannya dalam nama Tuhan Yesus.

Pertama saya berdoa minta ampun kepada Tuhan Yesus karena ibu sudah ke dukun, kemudian ikatan kuasa roh perdukunan saya putuskan di dalam kuasa darah Tuhan Yesus. Setelah itu, sakit bengkak yang mengikat kaki ibu diusir dalam nama Tuhan Yesus, dan di dinyatakan bahwa kesembuhan sudah sudah terjadi dan diterima di dalam roh, dan kuasa kesembuhan di tubuh jasmani terjadi.

Walaupun ini adalah pengalaman pertama didoakan dengan minyak, ternyata ibu tidak protes atau mengatakan bahwa itu tidak alkitabiah. Malam hari sebelum tidur, saya berdoa pribadi secara khusus supaya Tuhan Yesus menyatakan kuasaNya kepada ibu dan kakinya disembuhkan.

Pagi hari sebelum persekutuan doa pagi, saya melihat kondisi kaki kiri ibu, ternyata sudah kempes setengahnya. Puji Tuhan! Kuasa Tuhan Yesus itu benar-benar nyata. Kemudian ibu ikut dalam renungan dan doa pagi bersama saya dan istri.

Setelah merenungkan firman Tuhan, saya berkata mau mendoakan lagi kaki ibu - dan sekarang ibu tidak ragu-ragu lagi untuk didoakan. Bahkan ibu minta didoakan juga untuk kedua lututnya yang terasa kaku karena masalah kolesterol. Pagi itu saya bersukacita karena Tuhan Yesus bukan hanya menyembuhkan kaki ibu tetapi juga membuka hatinya sehingga mau didoakan untuk kesembuhannya.

Siang harinya saya menelpon dari kantor menanyakan perkembangan kaki ibu, ternyata yang paginya masih bengkak separo sekarang sudah kempes sehat seperti semula. Haleluya! Kuasa Tuhan Yesus sungguh nyata. Padahal awalnya, setelah dipijat di Guru Singa, kaki ibu tetap bengkak besar beberapa hari sampai waktu diantar kembali ke rumah, bahkan hari Kamis itu mau kembali dipijat ke sana. Tetapi hari Kamis itu juga Tuhan menyembuhkan dengan sempurna, bahkan kedua lutut yang pegal karena masalah kolesterol juga disembuhkan.

Saat makan malam bersama, ibu berkata bahwa mujizat Tuhan Yesus itu benar-benar nyata dilihatnya sendiri dalam dua hari itu. Saya menambahkan, Tuhan Yesus mengijinkan semuanya itu terjadi dimana kaki ibu bengkak justru di rumah kakak sepupu yang langsung membawanya dipijat ke pengobatan alternatif pijat patah tulang. Melalui peristiwa itu, Tuhan Yesus mau menunjukkan bahwa DIA lebih berkuasa daripada dukun pijat. Firman Tuhan dalam Alkitab bukan sekedar tulisan religius, tetapi adalah Kuasa Allah yang akan terjadi secara nyata bagi setiap umatNya yang percaya. Mujizat dan kuasa Tuhan Yesus tetap sama dari dahulu, sekarang dan sampai selamanya.

Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. (Roma 1:16)

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. (Yakobus 5:14,15)

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma (Matius 10:7,8).

GBU
Indriatmo