Soul Winning I

STRATEGI MEMENANGKAN JIWA
(SOUL WINNING)
Oleh : Ir. Patar Asi TM Silaban

Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Ayat-ayat yang kita kenal sebagai amanat agung ini, ternyata memberitahu kita untuk memuridkan, mengajar, serta membabtiskan bangsa-bangsa, bukan sekedar individu-individu.
Sebelum melihat lebih jauh tentang Soul Winning (memenangkan jiwa), ada baiknya kita melihat defenisi, hakikat dan arti dari Soul Winning tersebut.

A. DEFENISI
Soul Winning adalah tindakan atau praktek untuk mencoba menuntun atau membimbing orang-orang terhilang (sebutan kepada orang yang belum diselamatkan) atau berdosa kepada Tuhan Yesus Kristus untuk diselamatkan. Tentu saja yang sanggup menyelamatkan itu hanya Yesus Kristus bukan kita yang mengerjakan pelayanan memenangkan jiwa. Tetapi bagaimanapun juga, Allah telah mempercayakan pekerjaan memenangkan jiwa tersebut kepada semua murid (orang-orang percaya). Jika anda adalah salah seorang yang telah diselamatkan, anda diperintahkan untuk menjadi Pemenang Jiwa.
Sebelum Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini, Firman Tuhan telah berbicara tentang pentingnya memenangkan jiwa. Dalam kitab Amsal 11:30 dikatakan: “Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang (Inggeris: AND THAT WINNETH SOUL IS WISE).
Adalah bijak jika kita memenangkan jiwa bagi Kristus. Adalah bijak untuk pergi memenangkan jiwa (Soul Winning). Adalah bijak untuk bersaksi kepada teman, keluarga dan orang-orang lain untuk memberitakan penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus.
B. HAKIKAT
Memenangkan jiwa dapat dilakukan melalui percakapan pribadi ataupun pertemuan massa. Tetapi harus selalu menekankan bagian penting dari Injil, yaitu:
1. Keselamatan adalah anugerah. Karya Allah semata, bukan hasil usaha manusia (Efesus 2:8-10). Hal ini tidak berarti bahwa orang berdosa tidak memiliki tanggungjawab sama sekali di dalam hal keselamatan. Ia harus percaya kepada Kristus, dan Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk percaya (beriman). Dan iman yang menyelamatkan ini dimengerti sebagai pemberian Allah (Filipi 2:12-13).
2. Panggilan untuk pertobatan (Markus 2:4,15; Kisah Rasul2:38). Ini harus selalu ada, bukan hanya mewartakan Injil tetapi perlu ada penantangan kepada mereka yang telah menerima pemberitaan tersebut. Karena pertobatan terjadi karena seseorang menyadari dirinya telah berdosa dan telah melanggar hukum-hukum Allah yang kudus, benar dan baik (Roma 7:12); dan kemudian bertekad untuk meninggalkan dosa-dosanya.
3. Kabar Baik. Yakni bahwa Allah telah menebus orang berdosa dari hukuman maut dan kematian kekal dan telah mendamaikan manusia berdosa dengan diriNya serta menganugerahkan keselamatan sehingga memiliki persekutuan yang akrab dan indah kembali bersamaNya, selamanya.
Semuanya itu dilakukan Kristus di kayu salib untuk menggantikan posisi orang berdosa, karena Ia dijadikan dosa supaya manusia berdosa dibenarkan Allah dan dibebaskan dari kutuk (Yesaya 53:5; II Korintus 5:21; I Petrus 3:18; Galatia 3:10,13). Kalau ketiga aspek ini tidak ada, maka aktivitas tersebut tidak dapat dikatakan sebagai memenangkan jiwa.
C. TUGAS DAN KEWAJIBAN
Juruselamat telah memberikan perintah (Amanat Agung) kepada semua orang percaya atau orang-orang yang telah menerima keselamatan supaya pergi memberitakan dan mengajarkan Injil. Walaupun yang menerima tugas pada saat itu adalah murid-murid dan orang percaya lain, namun itu juga berlaku bagi semua orang percaya sepanjang masa. Jika kita membaca dalam doa Tuhan Yesus hal tersebut sangat jelas. Dalam doaNya Yesus berkata: “Dan bukan untuk mereka ini saja aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka.” Yohanes 17:20.
Memang benar bahwa Roh Kudus memberikan karunia-karunia untuk setiap orang percaya sehingga masing-masing melayani dengan efektif dengan menggunakan karunia tersebut (Efesus 4:11), tetapi bukan berarti hanya orang yang memiliki karunia sebagai pemberita injil yang harus menginjil atau memenangkan jiwa.
Memberitakan injil atau memenagkan jiwa adalah tanggungjawab semua orang yang telah diselamatkan oleh Yesus Kristus.